
Tiga bulan sudah berlalu, baby twins Leora dan Liora tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan apalagi ocehan keduanya mampu membuat seisi rumah tertawa.
Di balik lucunya kedua bayinya Rara dan Leo kerap beradu mulut.
"Sayang, kenapa kita nggak pakai jasa baby sitter aja sih. Kalau tiap malam aku begadang pekerjaanku di kantor nggak ada yang beres," kata Leo kesal
"Mas, aku masih bisa ngurus mereka sendiri," sahut Rara
"Iya tapi kamu apa-apa dikit mas, Liora nangis mas, Leora nangis mas, aku juga butuh istirahat. Suami kamu ini juga butuh istirahat, seharian kerja keras di kantor," timpal Leo
Rara terdiam sedangkan Leo yang kesal turun kebawah memanggil art untuk menemani Rara sedangkan dia tidur di kamar tamu.
Karena tidur yang terganggu membuat Leo bangun terlambat.
"Astaga ini jam berapa?" gumamnya lalu melihat jam tangannya
Mata Leo membulat, karena sudah jam sembilan.
Secepat kilat Leo mandi lalu mengambil baju kerjanya sendiri yang tidak disiapkan oleh Rara.
Rara sudah sibuk dengan bayi mungilnya, Leo melirik sekilas istrinya lalu menggelengkan kepala, Leo berangkat tanpa sarapan karena sudah telat
"Kamu nggak sarapan mas?" tanya Rara
"Mana mungkin sempat sarapan, ini saja sudah telat," jawab Leo lalu mengecup kedua bayinya
Leo langsung pergi begitu saja sebelum Rara mencium punggung tangannya.
Rara nampak sedih, ini pertama kalinya Leo bersikap seperti ini.
"Apa karena persoalan semalam kamu marah padaku mas," gumam Rara lalu mengurusi anaknya kembali.
Setalah sampai di kantor, petinggi perusahaan dan juga para investor sudah menunggu di ruang rapat.
Leo segera masuk dan meminta maaf.
"Maaf saya datang terlambat," kata Leo lalu membuka laptop dan berkas yang sudah disiapkan Bayu sebelumnya.
Salah satu rekan kerjanya berkata
"Saya perhatikan pak Leo sekarang nggak fokus bekerja, sering telat saat meeting penting seperti ini, bagaimana bisa kami mempercayakan dana kami yang besar pada perusahaan yang memiliki seorang pemimpin yang tidak disipilin seperti anda,"
Kata-kata investornya seperti pukulan buat Leo, dia terdiam. Memang benar apa yang dikatakan investornya tersebut.
"Mohon maaf pak atas keteledoran saya, terima kasih sudah diingatkan," sahut Leo
Seusai meeting, Leo terdiam di kursi kebesarannya. Memikirkan kata-kata yang dia terima di ruang rapat tadi. Hingga Angel membuyarkan lamunannya.
"Duh, udah ngelamun saja. Mikirin apa?" tanya Angel yang mengagetkan Leo
__ADS_1
"Nggak papa kok Angel," jawab Leo berbohong.
Angel datang untuk memberikan berkas-berkas yang dibutuhkan Leo,
"Ya sudah aku pamit dulu ya, silahkan lanjut ngelamunnya.
Baru beberapa langkah Leo memanggil Angel
"Angel,"
Angel menoleh, dan menyahut "Apa Le,"
"Bisa kita bicara sebentar," pinta Leo
"Boleh," ucap Angel
Leo dan Angel pun mengobrol, Leo sedikit menceritakan permasalahannya pada Angel,
"Lebih baik kamu bilang sama istri kamu supaya memikirkan kamu sedikit karena suami juga perlu perhatian istri, tapi entahlah Leo, aku belum pernah merasakan apa yang istrimu rasakan. Jadi semoga kamu bisa menemukan solusi untuk permasalahan kamu," tutur Angel
Leo tersenyum mendengat penuturan Angel,
Leo dan Angel sedikit mengobrol bersama hingga kedatangan Ray membuyarkan obrolan mereka.
"Kak Ray," sapa Leo
"Halo Le, aku kesini ingin mengambil berkas yang tertinggal kemarin," sahut Ray
Begitu pula dengan Ray yang pamit undur diri setelah mendapat berkasnya.
Waktu semakin cepat berjalan, Leo yang sudah menyelesaikan tugasnya keluar ruangannya untuk pulang.
Saat di koridor dia berpapasan dengan Bayu
"Mau pulang pak, oh ya nanti jangan lupa ya pak kita harus menemui klien kita dari Jepang." Bayu mengingatkan
"OK Bay, nanti kamu jemput aku," sahut Leo
Leo berjalan kembali keluar kantor, dia melajukan mobilnya pulang. Tak selang beberapa lama kemudian mobil Leo sudah memasuki halaman rumahnya.
Terlihat Rara sedang bermain dengan kedua bayi kembarnya.
"Halo sayangnya papa, udah cantik-cantik," sapa Leo
"Iya papa," sahut Rara seolah menirukan bayi-bayinya
Leo tersenyum begitu pula dengan Rara.
Rara pun memeluk Leo begitu pula dengan Leo.
__ADS_1
Malam hari pun tiba setelah meeting dengan kliennya Leo merebahkan dirinya di kasur yang kemudian disusul oleh Rara
"Sayang, sudah tiga bulan aku nggak dapat jatah dari kamu, aku pengen," kata Leo
"Aku sangat capek mas, seharian ngurus baby kita, besok-besok ya," sahut Rara
"Selalu itu jawaban kamu, besok-besok hingga habis besoknya," timpal Leo kesal
"Lo kamu kok marah sih mas," protes Rara
"Pikir saja sendiri," timpal Leo lalu beranjak dari tempat tidurnya keluar kamar.
Rara tidak begitu menggubris Leo karena dia sendiri sungguh capek karena mengurusi dua bayinya.
Leo yang sudah tidak bisa menahan hasratnya pun melepaskannya di kamar mandi.
"Percuma punya istri kalau tiap minta jatah bilangnya besok-besok," gumam Leo kesal sekali dengan Rara
Setelah mendapat pelepasannya di kamar mandi, Leo meminta art untuk membuatkan kopi lalu diantar di ruang kerjanya.
Leo mengingat kembali sikap Rara yang perhatian dan care padanya, dia bahagia mendapatkan anak tapi Leo juga menyayangkan sikap Rara yang tidak bisa membagi waktunya antara baby twins dan juga dirinya.
"Makin kesini kamu semakin berubah sayang, tidak seperti yang dulu, aku merindukanmu," gumam Leo
Karena sudah tidak bisa menahan kantuknya Leo tidur di ruang kerjanya dan meninggalkan kopi yang belum tersentuh.
Pagi sekali Leo sudah bangun, dia lalu mandi. Semua keperluannya sekarang dia yang mengurusi sendiri, Rara dan kedua bayinya masih tidur.
Leo mengecup sekilas kedua bayinya lalu berangkat.
Rara yang bangun dari tidurnya mencari keberadaan Leo namun dia tidak menemukan keberadaan suaminya.
Hari ini Leo mencoba mendisiplinkan dirinya,
Selesai kerja dia pulang mandi dan mengurung dirinya di ruang kerjanya
Rara yang kesal dengan sikap Leo menyusul di ruang kerjanya.
"Mas, kamu tu ya enak-enakkan disini, nggak bantu aku ngurusin bayi kita, malam kamu udah nggak mau tau, aku kamu biarkan bangun sendiri ngurus si baby," omel Rara
"Sekarang merasa capek ngomel-ngomel nggak jelas," kata Leo dengan nada yang tinggi
"Ya jelas aku ngomel, kamu hanya diam sedangkan aku ngurus baby kita sendiri," sahut Rara
" Kamu kira aku seharian ngapain? aku juga capek bekerja, malam begadang bangun siang pekerjaan nggak ada yang bener, tu investor banyak yang narik dananya. Pernah nggak kamu berfikir kesitu?"seru Leo
"Sudahlah kamu nggak akan ngerti," timpal Leo
Rara terdiam, suara tangis bayinya membuat Rara keluar ruang kerja Leo.
__ADS_1
Leo yang kesal membuang semua yang ada di atas mejanya hingga suara gaduhnya terdengar oleh Ray maupun mama.