Alia (Apa kamu baik baik saja?)

Alia (Apa kamu baik baik saja?)
Kamu...


__ADS_3

Kediaman Zayan


Arsa yang sudah mendapat kabar bahwa Ardan dan juga Fabian akan datang untuk makan malam di rumah, lantas langsung merasa bahagia. Arsa bahkan sudah sibuk sedari pagi untuk mempersiapkan segalanya, salah satunya yaitu Arsa ingin membuat beberapa hidangan pencuci mulut untuk kedua putranya itu.


Arsa menatap dengan raut wajah yang bahagia pada puding susu kesukaan Ardan dan juga beberapa makanan ringan seperti cupcake, wafel, dan beberapa hidangan pencuci mulut lainnya yang tentu saja enak dengan tampilan yang cantik.


"Ardan dan juga Fabian pasti akan suka dengan hidangan pencuci mulut buatan ku, aku benar benar tidak sabar menanti hingga makan malam." ucap Arsa dengan raut wajah yang bahagia.


**


Zayan yang baru saja turun dari lantai atas, lantas langsung melangkahkan kakinya turun ketika melihat istrinya tengah sibuk berkutat dengan berbagai macam hidangan penutup yang memenuhi meja makan.


"Apa akan ada pesta ma? kenapa papa gak tahu ya?" ucap Zayan bertanya tanya sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Arsa.


"Eh papa, sini pa incipin masakan mama... katakan sesuatu jika ada yang kurang." ucap Arsa dengan raut wajah yang bahagia.


Zayan yang baru saja sampai di meja makan dan sudah melihat ke arah meja makan yang penuh dengan hidangan makanan yang menggugah selera, hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang.


"Ada apa dengan semua hidangan ini ma?" tanya Zayan ketika melihat makanan yang berjajar rapi di sana.


"Ah mama belum cerita sama papa ya? jadi pa... nanti malam Ardan dan juga Fabian akan pulang kemari untuk makan malam." ucap Arsa dengan raut wajah yang menggambarkan kebahagian.


"Ingat rumah juga mereka? ku kira sudah lupa jalan pulang." ucap Zayan dengan entengnya sambil mengambil sepotong wafel dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Papa... bercandanya gak lucu ih... udah sana jangan ganggu mama lagi sibuk." ucap Arsa dengan nada yang kesal karena suaminya itu hanya menanggapi kedatangan putra mereka dengan santai dan tidak sesemangat dirinya.


"Ya ya ya papa pergi.." ucap Zayan kemudian sambil kembali mengambil sepiring puding susu kemudian membawanya naik ke atas.

__ADS_1


"Papa...." teriak Arsa ketika melihat Zayan membawa puding buatannya, namun Zayan malah hanya menoleh sambil tersenyum puas kemudian melanjutkan langkah kakinya naik ke atas.


***


Sementara itu, Alia pergi dari tokonya pagi pagi sekali dengan diam diam karena tidak ingin Fabian mengetahuinya sama sekali.


Alia yang bingung hendak pergi ke mana, lantas langsung menghentikan sebuah angkutan umum dan mulai melangkahkan kakinya naik ke sana.


"Sepertinya aku harus pergi bersama kak Allea jauh dari kota ini, jika kak Allea tahu Ardan adalah pengemudi yang membuat mama dan papa meninggal kak Allea pasti akan sangat hancur." ucap Alia dalam hati sambil menatap kosong ke arah depan.


Hingga setelah melewati beberapa kilometer kenek angkutan umum tersebut berteriak dengan keras, membuat Alia lantas langsung tersadar dari lamunannya.


"Maaf pak saya turun sini." ucap Alia pada kenek angkutan umum tersebut.


"Ye bilang napa neng dari tadi... ngelamun bae sih... kiri kiri kiri" ucap kenek angkutan umum tersebut.


Setelah melakukan transaksi, Alia lantas mulai turun dari angkutan umum dan berjalan beberapa kilometer kembali karena memang posisi berhentinya melewati area bengkel Ardan, sehingga membuat Alia harus kembali berjalan jika ingin menuju ke bengkel milik Ardan.


***


Allea dan juga Ardan yang baru sampai di bengkel, lantas langsung melakukan aktifitas mereka masing masing seperti biasanya. Seulas senyum terlihat terbit dari wajah Ardan ketika melihat usaha Allea dalam menyapu halaman bengkel, walau hal itu terkesan remeh, namun untuk Allea yang memiliki kekurangan tentu saja itu menjadi hal yang luar biasa bukan?


Ardan yang melihat Allea tengah sibuk menyapu, lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Allea dan langsung memeluknya dari belakang, membuat Allea yang terkejut akan gerakan Ardan yang tiba tiba lantas langsung terdiam membeku hingga sapu yang ada di tangannya terlepas dan jatuh ke bawah.


"Bukankah istri ku ini sangat rajin hem?" ucap Ardan dengan nada yang menggoda sambil mengecup pundak Allea dengan lembut, membuat Allea merasa seperti langsung terbang ke angkasa.


Sedangkan Ardan yang sadar bahwa Allea hanya diam membeku sedari tadi, lantas dengan iseng malah menggelitiki Allea hingga membuat Allea kegelian dan memohon ampun berkali kali.

__ADS_1


"Hahahaha hentikan... hentikan... ku mohon hentikan...." teriak Allea dengan tawa yang menggema, membuat beberapa karyawan yang sedang bekerja pagi itu hingga melirik ke arah mereka dengan senyum yang mengembang.


"Tidak akan ku lepaskan karena aku sangat menyukai tawa mu itu." ucap Ardan sambil tersenyum dan terus menggelitiki Allea namun kali ini dengan gerakan yang lebih lembut agar tidak menyakiti Allea.


"Hahaha geli Ar... geli..." teriak Allea sekali lagi sambil tertawa dengan keras.


**


Sementara itu tanpa keduanya sadari Alia yang baru saja sampai, lantas langsung menghentikan langkah kakinya ketika melihat interaksi antara Allea dan juga Ardan tepat di halaman bengkel.


Alia melangkahkan kakinya mundur secara perlahan seakan merasa terkejut ketika melihat pemandangan di hadapannya saat ini.


"Ternyata benar kata mama, aku tidak akan bisa sebahagia kak Allea. Aku dan kak Allea adalah dua hal yang berbeda, bagaikan langit dan bumi jarak antara aku dan kak Allea sangatlah jauh." ucap Alia dengan nada yang lirih sambil mengelus area dadanya yang terasa berdenyut ketika melihat pemandangan di hadapannya.


Alia kemudian lantas memutar tubuhnya dan melangkahkan kakinya menjauh dari bengkel Ardan, sepertinya mengajak Allea untuk ikut bersamanya adalah keputusan yang salah karena kebahagian Allea hanya berada pada Ardan bukan dirinya.


Setetes air mata perlahan lahan turun dan membasahi pipinya, hingga ia tanpa sadar malah terus melangkahkan kakinya ke arah jalanan.


Hingga sebuah mobil yang tengah melaju dengan kencang, lantas langsung mengerem secara mendadak karena terkejut akan kehadiran Alia yang tiba tiba.


Ckitt...


Alia yang terkejut akan kehadiran mobil tersebut, dengan spontan langsung berjongkok dan menutupi kedua telinganya. Sedangkan pengendara mobil tersebut terlihat mulai turun dari mobil dan menghampiri Alia yang masih dalam posisi berjongkok.


"Apa yang kamu lakukan di tengah jalan seperti itu? apa kamu mau mati ha? harusnya kamu itu.... Alia!" pekik sebuah suara yang tadinya hendak marah namun langsung urung karena melihat wanita yang berlarian di tengah jalan dan hampir ia tabrak adalah Alia.


Alia yang mendengar suara tersebut perlahan lahan mulai mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Kamu..." ucap Alia dengan nada yang bingung sekaligus terkejut ketika melihat seseorang yang tak asing di ingatannya.


Bersambung


__ADS_2