Alia (Apa kamu baik baik saja?)

Alia (Apa kamu baik baik saja?)
Atas ijin siapa?


__ADS_3

Ketika Fabian hampir menyelesaikan tugasnya untuk menidurkan Alia di kamar, tepat di saat Fabian hanya tinggal membuka sandal milik Alia saja, Alia tiba tiba saja terbangun dan langsung membuat Fabian terkejut seketika di saat mendengar suara Alia.


"Aku dimana Bi?" tanya Alia dengan nada suara yang serak khas bangun tidur sambil mengerjapkan kelopak matanya berulang kali mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya.


Fabian yang mendengar ucapan Alia barusan, lantas dengan perlahan lahan langsung menoleh sambil memasang senyuman layaknya orang bodoh.


"Ada di Apartment ku... hehehe" ucap Fabian sambil tersenyum garing ke arah Alia.


Alia yang tadinya dalam kondisi yang setengah sadar, mendadak langsung dibuat terkejut ketika mendengar ucapan Fabian yang langsung terasa menggema memenuhi telinganya.


"Apa Bi?" pekik Alia kemudian saking terkejutnya akan ucapan dari Fabian barusan.


Fabian yang mendengar teriakan Alia, lantas langsung bangkit dan menatap ke arah Alia sambil bersendekap dada, memasang pose sok keren agar Alia mau di ajak tinggal di Apartemennya.


"Setelah keluar dari Rumah Sakit aku memutuskan agar kamu tinggal bersama ku agar aku bisa mengawasi mu selama 24 jam kecuali jika sedang bekerja. Aku tidak mau kejadian kemarin terulang kembali Al... jadi ku mohon untuk kali ini menurut saja pada ku oke?" ucap Fabian mulai menjelaskan dengan kata kata yang mudah di mengerti Alia, namun Alia yang mendengar penjelas Fabian barusan malah di buat melongo akan ucapan Fabian.


"Tapi gak gini juga caranya kan Bi? aku harus tetap pulang ke rumah... lagi pula dapat ijin dari mana kamu membawaku ke sini? pokoknya tidak bisa aku harus pulang!" ucap Alia kemudian yang tidak ingin di bantah, sambil mulai menuruni ranjang dan hendak melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.


Fabian yang melihat Alia hendak pergi, tentu saja tidak tinggal diam begitu saja dan langsung mendahului Alia ke arah pintu kemudian mengunci pintu tersebut dan langsung memasukkan kunci ke saku celananya dengan cepat.


"Tidak semudah itu, lagi pula aku sudah dapat ijin kok dari kak Allea dan tentunya juga kak Arda... sungguh! jadi kau tidak perlu ragu lagi..." ucap Fabian lagi dengan wajah yang penuh semangat seakan keputusannya untuk meminta Alia tinggal adalah sebuah ide yang brilian.


Alia yang mendengar ucapan Fabian barusan hanya bisa melongo menatap tak percaya kepada Fabian. Lagi pula bisa bisanya Fabian malah meminta ijin kepada Allea dan Ardan bukan kepadanya terlebih dahulu.


"Kamu pasti menipu kak Allea kan? agar mengijinkan ku untuk tinggal..." ucap Alia dengan tatapan yang menelisik tapi Fabian hanya mengangkat bahunya saja seakan pura pura tidak tahu.

__ADS_1


"Itu curang namanya... kemarikan kuncinya Bi... aku mau pulang!" pekik Alia kemudian sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Fabian hendak merebut kunci yang tadi Fabian kantongi.


Sedangkan Fabian yang melihat Alia bergerak ke arahnya, tentu saja langsung mengambil jurus langkah seribu untuk menghindari kejaran Alia.


Pada akhirnya aksi kejar kejaran di antara Fabian dan juga Alia kini tidak lagi bisa di hindarkan. Keduanya terus berlarian memutari kamar tanpa henti seakan lupa kalau saat ini sudah larut malam.


"Fabian... jangan membuat ku kesal... berhenti di sana sekarang!" teriak Alia lagi sambil terus berusaha mengejar langkah laki laki itu yang semakin gesit.


"Tidak bisa Al, lagi pula jika kita tinggal berdua... bukankah itu lebih hemat dan efisien? kita jadi bisa sharing bukan?" ucap Fabian mencoba untuk membujuk Alia sambil masih berusaha menghindar dari kejaran Alia.


"Buih ogah banget sharing... udahlah Bi berikan kuncinya sekarang! jangan seperti anak kecil Bi." jawab Alia sambil melempar selimut yang tersusun rapi di atas ranjang tempat tidur ke arah Fabian dengan kesal.


"Mengatai ku seperti anak kecil, awas aja kalau sampai naksir kamu nanti..." ucap Fabian sambil tersenyum jail ke arah Alia, membuat Alia semakin di buat kesal karenanya.


"Gimana apa kamu menyerah?" ucap Fabian lagi sambil tertawa mengejek ke arah Alia yang kini tengah terdiam sambil menatap tajam ke arahnya.


Hingga kemudian...


"Aw kepala ku sakit.. ah..." teriak Alia sambil langsung luruh ke lantai dengan posisi berjongkok dan memegangi kepalanya.


Fabian yang melihat Alia kesakitan, tentu saja panik dan langsung berlarian ke arah Alia untuk mengecek keadaannya.


Fabian yang takut terjadi apa apa kepada Alia, lantas langsung menggendongnya ala bridal style dan membawanya untuk duduk ke atas ranjang.


"Bagian mana yang sakit Al? sini biar aku lihat... kamu sih pakai acara lari larian tadi, harusnya kan kamu nurut saja apa kata ku." ucap Fabian sambil sedikit menunduk berusaha untuk mengecek keadaan Alia.

__ADS_1


"Sakit sekali Bi..." rintih Alia sambil memegang area tengkuknya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya secara perlahan lahan mulai turun dan bergerak memasuki saku celana Fabian berusaha untuk mengambil kunci tersebut.


Ya, Alia tidak lah benar benar merasakan sakit.. ini hanyalah sebuah tipuan agar Fabian mendekat dan ia bisa mengambil kunci pintu kamar dengan mudah tanpa harus berlarian ke sana ke mari.


"Hampir dapat... sedikit lagi..." ucap Alia dalam hati ketika Fabian fokus pada area belakang kepala Alia.


Hingga ketika tangan Alia semakin tidak terkondisi karena letak saku jas Fabian yang terlalu sempit, mengharuskan Alia bekerja sangat ekstra hanya untuk sekedar masuk ke dalam.


"Al..." panggil Fabian dengan nada yang lirih.


"Ah... sakit bi... di sini.. ah.." ucap Alia dengan nada yang di buat buat namun entah mengapa malah jatuhnya terdengar seperti suara des**an bagi Fabian.


"Oh sial! kenapa Alia harus bersuara seperti itu sih?" ucap Fabian dalam hati.


Fabian benar benar mati kutu karena menahan hasratnya agar tidak keluar saat itu juga, sedangkan Alia yang tidak merasa bersalah sama sekali malah terus asyik meneruskan usahanya untuk mencari kunci tersebut.


"Kenapa sulit sekali sih?" ucap Alia dalam hati karena tidak kunjung menemukan kunci tersebut.


Fabian yang tidak lagi sanggup menahan hasratnya, lantas langsung mendorong tubuh Alia ke kasar hingga keduanya jatuh dengan posisi tubuh Alia di bawah sedangkan Fabian di atasnya.


Manik mata keduanya terkunci antara satu sama lain, sedangkan Alia hanya bisa menatap ke arah Fabian dengan tatapan yang terkejut akan kelakuan Fabian yang tiba tiba saja mendorongnya ke arah belakang.


"Jika kamu ingin mengambil kuncinya.. letaknya ada di saku sebelah kanan..hentikan perbuatan mu itu.. jika kamu terus melakukan hal itu tanpa henti, maka kamu akan membangunkan yang lain Al..." ucap Fabian dengan nada yang tertahan membuat Alia kebingungan ketika mendengar ucapan Fabian barusan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2