Alia (Apa kamu baik baik saja?)

Alia (Apa kamu baik baik saja?)
Kakak dimana?


__ADS_3

Allea yang merasa telah di khianati oleh Alia lantas berlari tanpa arah tujuan sambil terus menggerakkan tangannya ke telinga naik turun secara berulang kali.


Tin....


"Ah..."


Tin...


Suara klakson mobil terus terdengar secara bersahutan karena Allea yang tiba tiba berlari ke jalan raya secara tiba tiba dan mengejutkan beberapa pengendara.


"Pergi dari sana atau gue tabrak lo!" teriak salah satu pengendara.


Sedangkan Allea yang memang dalam kondisi tengah terguncang, di saat mendengar teriakan salah satu pengemudi tersebut lantas langsung berjongkok sambil meringkuk dengan ketakutan, membuat pengendara tersebut semakin di buat kesal ketika melihat respon yang di berikan oleh Allea.


Tin....


Tin...


Tekannya berulang kali karena kesal dengan Allea yang tidak minggir juga. Hingga kemudian sebuah tangan terlihat menjulur membantu Allea berdiri dan menuntunnya minggir ke bahu jalan.


"Apa yang kamu lakukan di sana? apa kamu tidak tahu bahwa kamu membahayakan dirimu sendiri?" ucap Ardan sambil menatap kesal ke arah Allea, sebuah kebetulan bagi Allea yang bertemu dengan Ardan di sini sehingga bisa membuatnya selamat dari amukan pengendara yang tengah kesal karena ulahnya. Ardan yang memang dari mansion utama dan hendak pulang menuju apartemennya, tanpa sengaja melihat Allea yang tengah berlarian ke jalan raya dengan ketakutan.


"Dia ingin membunuhku... dia ingin membunuh ku...." ucap Allea berulang kali dengan manik mata yang terus melihat ke bawah sambil bergerak ke kanan dan ke kiri.


Sedangkan Ardan yang melihat Allea seperti itu lantas langsung memegang dengan erat pundak Allea, berusaha untuk menghentikan rasa panik yang kini tengah di alami gadis itu.

__ADS_1


"Dengarkan aku! tidak ada yang ingin membunuh mu oke..." ucap Ardan sambil menatap manik mata Allea dalam dalam dan meyakinkannya bahwa memang tidak ada yang sedang berusaha membunuhnya.


"Tapi dia..." ucap Allea namun terhenti ketika Ardan kembali meyakinkannya.


"Tidak ada Lea... percaya pada ku." ucap Ardan lagi kembali menegaskan kepada Allea bahwa semua baik baik saja dan tidak ada yang ingin membunuhnya.


Mendengar kembali penegasan dari Ardan barusan membuat Allea sedikit lebih tenang. Tangan yang semula bergerak secara cepat membuka tutup telinganya, lantas perlahan lahan mulai turun seiring dengan perasaan Allea yang mulai tenang dan terkontrol.


"Sekarang kita ke Resto oke? aku akan mengantar mu ke sana." ucap Ardan kemudian dengan nada yang perlahan dan lembut.


Allea yang mendengar Ardan mengatakan akan mengantarnya pulang lantas langsung mendorong tubuh Ardan dengan spontan, hingga membuat tubuh Ardan mundur beberapa langkah ke belakang.


"Aku tidak mau!" teriak Allea sambil memainkan kuku kuku jarinya.


Ardan hanya menghela nafasnya panjang ketika mendengar penolakan dari Allea barusan. "Baiklah jika kamu tidak ingin pergi ke Resto, lalu kamu ingin kemana?" tanya Ardan pada akhirnya ketika mendengar penolakan dari Allea barusan.


Mendengar jawaban Allea barusan, lantas membuat Ardan kembali menghela nafasnya panjang sambil berpikir langkah apa yang tepat untuk ia ambil di saat situasi seperti ini. Ketika Ardan tengah berpikir, sebuah ide konyol mendadak terlintas di benak Ardan ketika mencari sebuah solusi dari permasalahan Allea. Antara ragu dan tidak ragu Ardan mulai menawarkan bantuan kepada Allea.


"Apa kamu mau ikut ke apartment ku untuk sementara waktu?" tanya Ardan tiba tiba, entah dapat pencerahan dari mana Ardan, hingga tiba tiba dengan entengnya malah mengajak Allea pulang ke apartemennya, bukankah Ardan sedikit gila kali ini?


Allea yang mendengar saran itu lantas langsung tersenyum sambil mengangguk dengan cepat, tanda ia menyetujui ide dari Ardan barusan tanpa berpikir terlebih dahulu, hingga membuat Ardan lantas melongo ketika mendengar jawaban dari Allea barusan.


"Cepat sekali gadis ini dalam mengambil keputusan? apakah dia tidak takut menyesal?" batin Ardan dalam hati ketika melihat jawaban yang di berikan Allea barusan sangatlah cepat tanpa dipikirkan terlebih dahulu.


"Baiklah kalau begitu ayo ikut aku." ajak Ardan kemudian sambil menarik tangan Allea agar mengikuti langkah kakinya menuju ke arah mobil.

__ADS_1


*****


Sementara itu di Resto.


Alia yang sudah merasa sedikit lebih tenang lantas mulai menatap sekitar mencari keberadaan Allea di sana, namun Alia sama sekali tidak menemukan Allea di manapun juga.


"Bi dimana kak Lea?" tanya Alia dengan lirih sambil masih menatapi sekitar mencari keberadaan Allea di sana.


"Bukankah tadi ada di sini Al?" ucap Fabian yang juga bingung ketika melihat sekitar ternyata tidak ada Allea di manapun.


"Jangan bercanda Bi.... ini mulai tidak lucu!" ucap Alia dengan kesal sambil terus menatap ke arah sekeliling Resto.


"Aku tidak bercanda Al, kau kira wajah ku akan seperti ini jika sedang bercanda?" ucap Fabian sambil menunjuk ke arah wajahnya.


Mendengar jawaban dari Fabian barusan lantas membuat Alia terdiam, Alia mengusap rambutnya dengan kasar sambil menatap ke sana ke mari mencoba mencari keberadaan kakaknya dengan wajah yang bingung setengah mati.


"Kakak dimana?" batinnya dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya tanpa sadar.


Alia yang sudah bingung karena tidak melihat Allea di manapun, lantas langsung berlarian ke sana ke mari mencoba mencari keberadaan sang kakak di sekitaran Resto. Sedangkan Fabian yang juga ada di sana sedari tadi, lantas berpencar dan ikut mencari keberadaan Allea di sekitaran sini.


"Kenapa aku malah tidak memperhatikan Allea dan hanya diam menjadi penonton sedari tadi? bodoh kau Kaf!" ucap Fabian dalam hati merutuki kebodohannya sendiri.


Alia terus mencari keberadaan Allea ke sana kemari, hingga kemudian bayangan tentang Tiara yang memarahinya karena Allea tidak kunjung pulang langsung menggema dan berputar secara terus menerus di kepalanya, membuat kepala Alia langsung berdenyut seketika.


"Ampun ma Al benar benar tidak tahu..." teriak Alia dengan tiba tiba sambil berjongkok di bawah dengan menutup telinganya dengan rapat sambil menunduk, membuat Fabian lantas langsung menoleh ketika mendengar teriakan Alia yang tiba tiba.

__ADS_1


"Al..." panggil Fabian.


Bersambung


__ADS_2