Alia (Apa kamu baik baik saja?)

Alia (Apa kamu baik baik saja?)
Bazar


__ADS_3

Keesokan paginya


Sesuai janjinya, Fabian menjemput Alia pagi pagi untuk pergi melihat bazar di area sekitaran monas. Fabian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke arah monas.


Di dalam mobil yang di kendarai oleh Fabian suasana canggung terjadi di antara keduanya, tidak ada pembicaraan apapun yang mampu menghapus keheningan yang terjadi di sana, bahkan hingga Fabian memarkirkan mobilnya di area parkiran.


"Kenapa rasanya canggung sekali?" batin Alia dalam hati sambil menggenggam erat sabuk pengaman di kursinya mencoba mengusir perasaan gugup yang tiba tiba menyelimuti hatinya.


Fabian menghela nafasnya panjang mencoba untuk mengatur ritme perasaannya yang tidak beraturan kemudian melepas sabuk pengamannya.


"Ayo kita turun Al..." ucap Fabian memulai pembicaraan yang lantas membuat Alia langsung menatap ke arahnya.


"Iya" ucap Alia dengan singkat.


Keduanya kemudian lantas turun dan mulai melangkahkan kaki memasuki area Bazar. Ketika keduanya sampai, area Bazar benar benar ramai pengunjung mengingat hari ini adalah weekend, tentu saja mereka akan lebih banyak mampir setelah berolahraga santai.


Baik Fabian maupun Alia nampak berjalan dengan malu malu, seakan seperti abg yang baru saja bertemu. Hingga tak berapa lama Alia yang melihat sebuah stand mirip dengan foto box, lantas mulai menarik Fabian untuk pergi ke arah sana.


"Ada apa Al?" tanya Fabian dengan bingung ketika Alia menghentikan gerakan tangannya yang menarik Fabian barusan, namun Alia bukannya menjawab malah mengajak Fabian untuk masuk ke dalam foto box.


"Cobalah ini..." ucap Alia dengan tersenyum bahagia sambil meletakkan rambut keriting dengan warna pelangi tepat di atas kepala Fabian, membuat Fabian lantas mencebikkan bibirnya ketika melihat tingkah usil Alia.


"Kalau begitu kamu juga harus memakai ini..." ucap Fabian yang juga mengambil kaca mata lengkap dengan hidung dan kumis yang cukup besar, membuat wajah Alia yang kecil malah jadi tertutup hampir semuanya.


"Hahaha..." tawa Fabian terdengar mulai menggema memenuhi foto box tersebut, membuat Alia yang semula tersenyum lantas ikut ikutan mencebikkan bibirnya.


Fabian yang melihat muka kesal Alia bukannya mengehentikan aksinya, malah memiting Alia sambil menatap ke arah depan.


"Katakan kejuuuuuu" teriak Fabian tiba tiba, Alia yang tidak siap tentu saja langsung gelagapan sehingga foto yang di hasilkan menjadi buram.


Keduanya yang sudah tahu foto mereka buram, bukannya memperbaiki posisi malah saling tarik tarikan dengan senyum yang lebar. Gerakan keduanya yang absurd malah terlihat sangat estetik ketika di foto. Keduanya seakan hanyut dalam kejailan masing masing tanpa ingin membuat gaya foto yang benar ataupun romantis.


Tawa riang bahkan terdengar dari keduanya ketika satu persatu membuat kejailan sehingga membuat hasil foto semakin terlihat lucu.

__ADS_1


Beberapa menit berfoto keduanya nampak keluar dengan raut wajah yang bahagia, seakan sudah mulai terhanyut dan melupakan kecanggungan yang terjadi di antara keduanya ketika pertama kali masuk ke area Bazar.


"Silahkan fotonya..." ucap seorang pria yang bertugas menjaga foto box, sambil memberikan masing masing satu persatu foto pada Alia dan juga Fabian.


Hahahaha


Tawa kembali menghiasi keduanya ketika mereka berdua menerima hasil foto dengan tingkah pola mereka yang tidak bisa diam dan berfoto dengan benar. Fabian yang melihat muka gemes Alia yang menggembung di foto, lantas mempraktekannya berulang kali dengan di barengi tawa yang menggema.


Alia yang melihat Fabian sedang mengejeknya lantas memukul Fabian dengan spontan sambil memasang wajah yang cemberut.


"Kau benar benar menggemaskan." ucap Fabian sambil terus berjalan dan tak henti hentinya membuli Alia sejak dari foto box tadi.


"Kemarikan fotonya..." ucap Alia hendak merebut foto tersebut namun keburu di masukkan ke kantong oleh Fabian, sehingga Alia tidak bisa lagi mencoba untuk mengambilnya.


"Jangan serakah... ini milik ku! bukankah kamu sudah mempunyai satu?" ucap Fabian sambil tersenyum.


"Memang sudah, tapi kamu sangat menyebalkan..." ucap Alia dengan cemberut.


Fabian yang mendengar Alia menggerutu lantas menghentikan langkah kakinya kemudian mengacak acak rambut Alia dengan gemas.


"Hentikan itu Bi...." ucap Alia dengan nada yang kesal.


Sedangkan Fabian yang mendapat peringatan itu bukannya berhenti malah kembali memiting Alia dan membawanya berjalan.


"Apa yang kau lakukan ha?" ucap Alia dengan kesal.


"Kita akan membeli es krim" ucap Fabian dengan singkat.


"Iya tapi lepaskan dulu pitingan mu ini!" ucap Alia sambil memukul mukul bahu Fabian agar melepaskannya.


"Tidak mau!" ucap Fabian lagi.


"Ku bilang lepaskan... ya lepaskan Bi..." ucap Alia sambil terus memberontak.

__ADS_1


Melihat Alia yang terus memberontak, Fabian pada akhirnya melepaskan pitingannya kemudian berlari dengan posisi mundur sambil menjulurkan lidahnya ke arah Alia.


"Fabian berhenti!" panggil Alia dengan kesal ketika melihat Fabian tengah mengejeknya barusan.


Alia kemudian lantas mulai berlari dan mengejar Fabian terus dan terus. Di tengah keramaian pengunjung Bazar keduanya lantas berlarian ke sana ke mari dengan tawa menghiasi wajah keduanya.


Baik Fabian dan juga Alia kini bahkan sudah tidak lagi memperdulikan tatapan dari pengunjung lain yang sedari tadi menatap ke arah mereka. Bagi keduanya hari ini adalah hari bahagian keduanya untuk melepas penat dan penderitaan yang selama ini mereka rasakan.


"Teruslah tertawa seperti ini Al, aku harap kamu akan tertawa dengan riang walau tanpa aku di sisi mu..." ucap Fabian dalam hati yang melihat Alia tertawa dengan lepasnya sambil terus mengejar ke arahnya tanpa henti.


**


Di salah satu bangku taman di area Bazar


Fabian terlihat tengah berjalan sambil membawa dua botol air mineral dingin ke arah Alia yang kini tengah duduk di bangku taman tak jauh dari lokasi Bazar.


"Ini minumlah..." ucap Fabian sambil menyodorkan sebotol air mineral ke arah Alia dan mengambil duduk di sebelah Alia.


Alia yang menerima sebotol air mineral dari tangan Fabian lantas mengernyit dengan bingung.


"Bukankah kamu tadi mengatakan akan membeli es krim?" tanya Alia kemudian sambil menggoyangkan botol air mineral dingin ke arah Fabian.


Fabian yang melihat hal tersebut lantas mengambil botol itu dari tangan Alia, kemudian membuka penutupnya dan kembali menyodorkannya kepada Alia agar bisa langsung di minum.


"Setelah di pikir pikir aku rasa es krim tidak menghilangkan rasa haus ku, jadi aku memutuskan untuk membeli air mineral." ucap Fabian dengan acuh tak acuh.


Sedangkan Alia yang mendengar penjelasan dari Fabian barusan hanya bisa manggut manggut sambil kemudian meminum air mineral tersebut.


Hening sesaat sampai kemudian...


"Al... apa pendapat mu tentang pertunangan?" ucap Fabian tiba tiba yang lantas membuat Alia terbatuk karena terkejut setelah mendengar ucapan Fabian barusan.


Uhuk uhuk uhuk...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2