Alia (Apa kamu baik baik saja?)

Alia (Apa kamu baik baik saja?)
Apa yang sedang terjadi?


__ADS_3

Sesuai janjinya, Fabian mengantar Alia ke apartment Ardan pagi pagi sekali agar Alia bisa segera bertemu dengan kakaknya. Fabian dan Alia melangkahkan kakinya keluar dari lift dan menuju ke unit apartment Ardan dengan bergegas. Alia benar benar sudah tidak sabar untuk bisa segera bertemu dengan Allea dan meminta maaf padanya.


Baik Fabian dan juga Alia lantas menghentikan langkah kakinya ketika keduanya berada tepat di unit apartment milik Ardan. Alia yang sudah tidak sabar lantas hendak menekan bel pintu, namun malah di cegah oleh Fabian membuat Alia lantas menatap Fabian dengan bingung.


"Tak perlu, aku tahu kode kuncinya." ucap Fabian dengan senyum yang mengembang.


"Apa kamu yakin? bukankah itu tidak sopan?" tanya Alia yang tidak yakin akan ide dari Fabian barusan.


"Tentu saja yakin, sudah kau cukup diam saja lalu masuk oke?" ucap Fabian masih dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Alia yang mendengar hal itu lantas terdiam dan hanya melihat aksi Fabian yang saat ini tengah memasukkan kode kunci unit apartment milik Ardan. Beberapa kali mencoba, Pada akhirnya Fabian berhasil membuka pintu dengan wajah yang bangga menatap ke arah Alia, sedangkan Alia yang melihat hal itu hanya bisa memutar bola matanya jengah akan kelakuan Fabian barusan.


"Sebaiknya kita langsung masuk saja." ucap Alia yang langsung melewati Fabian dan mengacuhkannya begitu saja.


Fabian yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafasnya sambil ikut melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


"Baiklah terserah" ucapnya lirih pada diri sendiri.


Keduanya kemudian lantas masuk ke dalam dan mencari keberadaan keduanya di sana, hanya saja suasana apartment malah terlihat sunyi sepi membuat Alia dan juga Fabian lantas saling pandang satu sama lain.


"Apakah mereka masih tidur?" tanya Alia yang di balas Fabian dengan gelengan kepala tanda tidak tahu.


"Coba biar aku bangunkan dulu kakak ku." ucap Fabian sambil melangkahkan kakinya ke kamar Ardan.


Tok tok tok


Ketuk Fabian dengan pelan namun hingga beberapa saat tidak kunjung ada jawaban.


Tok tok tok


Ketuk Fabian lagi berharap kali ini Ardan akan langsung terbangun ketika mendengar ketukan pintu darinya. Hanya saja bukannya sebuah sambutan yang di dapat Fabian dan juga Alia ketika kembali mengetuk pintu kamar Ardan, yang terdengar dari dalam malah sebuah teriakan yang lantas membuat Fabian dan Alia yang tengah berada di luar kamarnya terkejut bukan main.

__ADS_1


Aaaaaaaaa


Mendengar teriakan dari dalam, Fabian yang juga terkejut lantas langsung membuka pintu kamar dengan spontan, hendak mengecek apa yang tengah terjadi di dalam.


"Apa yang kalian lakukan?" ucap Fabian kemudian ketika membuka pintu yang terlihat di dalam adalah hal yang di luar pemikirannya.


Baik Ardan dan Allea nampak saling pandang satu sama lain ketika mendengar pertanyaan dari Fabian barusan. Keduanya benar benar terlihat tampak kacau, Ardan yang bertelanjang dada sedangkan Allea yang mengenakan kemeja Ardan seakan akan menunjukkan bahwa mereka telah melewati malam yang panjang dengan bercinta.


Alia yang melihat hal itu tentu saja terkejut, kakaknya bahkan tidak mengetahui apapun tentang **** atau semacamnya, namun nyatanya Alia malah melihat Allea dan juga Ardan tidur sekamar dengan penampilan keduanya yang sangat ambigu.


"Aku bisa jelaskan semuanya... ini tidak seperti yang kalian lihat!" ucap Ardan mencoba meluruskan segalanya sambil menarik selimut di ranjangnya berusaha menutupi tubuhnya karena malu.


"Kak..." panggil Alia dengan nada yang menahan amarahnya.


Allea yang mendengar panggilan itu hanya terdiam, ia jelas tahu bahwa Alia tengah marah padanya saat ini, hal itu bahkan terlihat jelas dari raut wajah Alia saat ini.


Alia yang tak mendapat penjelasan apapun dari kakaknya lantas keluar dari kamar Ardan pergi begitu saja.


Ardan menjambak rambutnya dengan kasar ketika melihat kepergian Alia dan juga Fabian dari sana, di tatapnya Allea yang saat ini tengah menunduk dan tak mengucapkan sepatah kata apapun.


"Apa iya aku telah melakukannya? mengapa rasanya aku tidak melakukan apapun?" ucap Ardan dalam hati bertanya tanya sambil terus menatap ke arah Allea yang sampai saat ini masih diam membisu.


"Kau tunggulah di sini sebentar, aku akan berganti baju dahulu setelah itu kita jelaskan segalanya yang terjadi pada mereka." ucap Ardan yang hanya di balas Allea dengan anggukan kepala.


Setelah mengucapkan hal tersebut Ardan lantas langsung masuk ke dalam kamar mandi dan bergegas berganti baju.


**


Sementara itu Alia yang kesal akan tingkah laku kakaknya lantas melenggang pergi begitu saja hendak keluar dari apartment ini sekarang juga.


"Al tunggu... tunggu sebentar Al..." panggil Fabian berulang kali sambil berlari mengejar langkah kaki Alia.

__ADS_1


Fabian sebisa mungkin mencoba menghentikan langkah kaki Alia sambil terus memanggilnya berulang, hingga kemudian Fabian lantas berhasil menghentikan langkah kaki Alia dan menarik tangannya.


"Kita dengarkan dulu penjelasan mereka, siapa tahu mereka..." ucap Fabian namun keburu di potong oleh Alia.


"Mereka apa? sudahlah Bi, apa lagi memangnya yang mau di jelaskan? bukankah kita berdua tadi sudah melihat buktinya sendiri dengan mata kepala kita? lalu apa lagi yang kurang?" ucap Alia dengan nada yang ketus.


"Kita tidak berhak menghakimi mereka seperti ini, kita tunggu penjelasan dari mereka dulu baru nanti kita buat kesimpulan, bagaimana?" ucap Fabian lagi berusaha untuk membujuk Alia agar mau mendengarkan penjelasan keduanya terlebih dahulu.


Alia menghela nafasnya dengan panjang sambil berpikir sejenak mencoba menenangkan pikirannya yang tengah berantakan kali ini.


"Ku mohon Al..." ucap Fabian lagi dengan nada yang memohon.


"Baiklah" ucapnya dengan singkat membuat Fabian lantas tersenyum ketika mendengarnya.


**


Ruang tamu


Setelah Alia setuju untuk mendengarkan penjelasan keduanya. Yang terjadi saat ini di ruang tamu hanya hening, tidak ada yang memulai pembicaraan sedari tadi membuat Alia lantas menghela nafasnya panjang melihat ke arah Ardan dan juga Allea yang hanya diam saja sedari tadi.


"Tidakkah kalian berdua ingin menjelaskan sesuatu?" tanya Alia kemudian membuka pembicaraan.


"Ehem em begini... sebelumnya saya minta maaf atas masalah yang terjadi hari ini, tapi jujur saya benar benar tidak tahu mengapa kami berdua bisa sekamar, semalam aku bahkan berani bersumpah jika aku tidur sendirian di kamar." ucap Ardan berusaha memperjelas situasinya.


"Lalu jika kakak tidur sendiri, mengapa di pagi harinya kalian berdua bisa jadi sekamar? lalu apa apaan dengan pakaian kalian tadi?" ucap Fabian kemudian.


Mendapat pertanyaan itu Ardan langsung terdiam, ia sendiri bahkan juga bingung harus menjelaskannya seperti apa lagi. Mengingat ia sendiri juga tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi semalam.


"Sebenarnya...."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2