Alia (Apa kamu baik baik saja?)

Alia (Apa kamu baik baik saja?)
Kelinci kesayangan


__ADS_3

Pagi itu sesuai kesepakatan Fabian dan juga Alia, keduanya pergi ke Rumah sakit untuk mengunjungi Shila.


Fabian dan juga Alia melangkahkan kakinya melewati lorong lorong Rumah sakit menuju ruang perawatan Shila.


"Mengapa rasanya aku sangat berdebar? akankah keputusan ku meminta Fabian datang ke sini sudah tepat?" ucap Alia dalam hati sambil melirik sekilas ke arah Fabian yang tengah memasang wajah datar sambil terus menggandeng tangan kirinya.


Hingga langkah kaki keduanya lantas terhenti ketika mereka sampai di ruang perawatan Shila.


"Sebelum masuk ke dalam aku akan kembali bertanya padamu, apa kamu yakin menyuruh ku untuk datang ke sini?" ucap Fabian kembali bertanya.


Alia yang sejak awal memang sudah ragu semakin di buat bimbang ketika mendengar pertanyaan dari Fabian barusan.


"Aku pasti bisa..." ucap Alia dalam hati.


Beberapa detik berpikir dan mencoba meyakinkan dirinya sendiri, Alia lantas menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ucapan dari Fabian barusan.


Fabian yang melihat jawaban dari Alia, lantas mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang perawatan bersama dengan Alia.


**


Di dalam ruang perawatan Shila


Shila yang memang sedang dalam posisi seorang diri di kamar melihat kedatangan Fabian, tentu saja Shila langsung sumringah. Hanya saja ketika dirinya hendak bangkit dan menghampiri Fabian, Shila lantas menghentikan gerakannya ketika melihat Alia muncul tepat dari arah belakang Fabian, membuat raut wajah Shila berubah seketika.


"Untuk apa kau membawanya ikut serta bersama mu ke sini?" tanya Shila dengan nada bicara yang ketus dan menatap tajam ke arah Alia.


Sedangkan Alia yang melihat tatapan tajam dari Shila, dengan spontan lantas menelan salivanya dengan kasar.


"Aku datang ke sini untuk membesuk mu." ucap Fabian dengan nada yang datar.


Shila yang mendengar hal itu tentu saja langsung bahagia, Shila kemudian lantas memegang tangan Fabian dan menggenggamnya dengan erat.


"Apakah itu benar? aku sungguh sangat bahagia mendengarnya, kamu pasti datang ke sini untuk meralat keputusan mu bukan? iya kan?" ucap Shila dengan manik mata yang berbinar.

__ADS_1


"Jangan bermimpi, hubungan kita sudah berakhir... kedatangan ku ke sini karena atas dasar permintaannya dan tidak lebih dari itu." ucap Fabian dengan manik mata yang sinis menatap ke arah Shila.


"Apa? tapi... tapi... bukankah kamu ingin memperbaiki segalanya Bi?" ucap Shila lagi yang masih tidak percaya dengan perkataan Fabian barusan.


"Aku tidak pernah mengatakan hal itu..." ucap Fabian lagi.


Alia yang mendengar ucapan Fabian lantas langsung menyenggol lengan Fabian seakan memberikan isyarat pada Fabian agar tidak terlalu keras kepada Shila.


Sedangkan Shila yang melihat interaksi keduanya tentu saja terlihat marah serta tidak terima bahwa Fabian dan juga Alia menjadi dekat dan kembali bersama. Hingga kemudian sebuah ide mendadak muncul dan terlintas di benaknya, membuat Shila lantas tersenyum ketika mendapatkan ide tersebut.


"Baiklah jika memang kamu tidak ingin melanjutkannya, hanya saja bisakah kamu menemui mama terlebih dahulu di kantin? ia sudah lama menunggu kedatangan mu dan ingin berbicara hal penting dengan mu." ucap Shila dengan raut wajah yang memelas, membuat Fabian lantas langsung menoleh ke arah Shila dengan tatapan yang bertanya tanya.


"Apakah benar semudah itu? tidak seperti biasanya Shila langsung mengiyakan ucapan ku..." ucap Fabian dalam hati bertanya tanya.


***


Sementara itu di bengkel Ardan


Terlihat Allea tengah menatap ke arah Ardan yang tengah dalam posisi terlentang membenarkan mobil pelanggan.


Ardan yang sedang dalam posisi di bawah, lantas sedikit mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah Allea yang masih senantiasa berjongkok dan menunggui dirinya.


"Masuklah saja ke dalam dan istirahat, kamu pasti lelah bukan?" ucap Ardan dengan nada yang lembut namun Allea malah dengan spontan menggeleng dengan keras seakan menolak opsi dari Ardan barusan.


"Apa kamu yakin?" tanya ardan lagi dengan nada yang menggoda.


Allea yang mendengar hal tersebut lantas mengangguk, seakan yakin akan keputusannya dan akan menunggu hingga Ardan menyelesaikan pekerjaannya.


"Baiklah jangan sampai kamu menyesal nantinya..." ucap Ardan lagi sambil tersenyum ke arah Allea.


Ardan yang melihat senyuman Allea, lantas langsung berniat kembali masuk dan menyelesaikan pekerjaannya. Hanya saja sebuah suara yang tidak asing di pendengarannya lantas membuat gerakan Ardan terhenti seketika.


"Ar" panggil Arsa yang lantas membuat Allea dan juga Ardan menoleh seketika ke arah sumber suara.

__ADS_1


Ardan yang mendengar suara ibunya lantas langsung keluar dari kolong mobil kemudian bangkit berdiri.


"Mama" ucap Ardan dengan nada yang bingung akan kedatangan Arsa yang tiba tiba.


***


Kembali ke Rumah Sakit


"Apa kau merencanakan sesuatu?" tanya Fabian dengan menatap penuh curiga ke arah Shila yang tiba tiba menyuruhnya untuk menemui Shiren.


"Apa yang kamu katakan? mama benar benar ingin menemui mu, jika tidak percaya silahkan saja datang ke sana." ucap Shila dengan nada yang santai dan tetap terlihat tenang.


Alia yang sedari tadi diam lantas langsung sedikit mendongak dan mendekat ke arah telinga Fabian.


"Pergilah saja Bi... siapa tahu penting kan?" ucap Alia kemudian, membuat Fabian yang mendengar bisikan dari Alia barusan lantas menghela nafasnya panjang.


"Baiklah ayo kita pergi..." ucap Fabian pada akhirnya sambil menarik tangan Alia yang sedari tadi masih ia gandeng tanpa berniat untuk melepaskannya.


"Tunggu sebentar...." ucap Shila kemudian yang lantas membuat Fabian dan juga Alia menghentikan langkah kaki keduanya.


"Ada apa?" tanya Fabian ketika mendengar teriakan dari Shila barusan.


"Jika kalian berdua yang pergi lalu aku bagaimana? bukankah kamu hanya ingin mengecek ke sana dan memastikan bahwa mama mencari mu, lalu untuk apa kalian berdua pergi bersama?" ucap Shila kemudian menjelaskan.


"Tentu saja bisa, aku dan Alia datang bersama itu artinya kami juga akan pergi bersama." ucap Fabian dengan kekeh karena ia tahu bagaimana tabiat Shila, jadi Fabian sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan Alia berdua bersamanya.


"Aku di sini sendirian... lagi pula aku ingin meminta tolong Alia agar mengantar ku ke kamar mandi, apakah kalian tidak kasihan padaku?" ucap Shila dengan nada yang memelas membuat Alia yang melihat hal tersebut lantas menjadi iba.


"Pergilah dulu Bi... aku nanti akan menyusul setelah membatu Shila di sini." ucap Alia pada akhirnya.


"Tapi..." ucap Fabian hendak menolak ucapan Alia barusan namun Alia yang mengerti Fabian akan menolaknya lantas langsung menggeleng dengan cepat, membuat Fabian pada akhirnya mau tidak mau mengijinkan Alia untuk tetap tinggal.


"Kalau ada apa apa hubungi aku langsung oke... aku pergi dulu..." ucap Fabian pada akhirnya yang di balas Alia dengan anggukan kepala.

__ADS_1


"Iyuh benar benar menjijikkan! lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kelinci kesayangan mu ini Bi.." ucap Shila dalam hati ketika melihat interaksi keduanya.


Bersambung


__ADS_2