
Setelah mampir sebentar ke Resto, Fabian lantas melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota menuju ke arah toko Alia, semenjak kepulangan Alia dari Apartment kakaknya kemarin, Fabian tidak bisa tidur dengan nyenyak sama sekali.
Fabian benar benar tidak bisa berada dalam hubungan yang canggung seperti ini dalam waktu yang terlalu lama.
"Aku harus segera meluruskan segalanya dan meminta maaf kepada Alia." ucap Fabian dengan nada yang yakin sambil terus melajukan mobilnya menuju ke arah toko Alia.
Beberapa menit berkendara dan membelah jalanan ibu kota, Fabian sampai dan langsung memarkirkan mobilnya tak jauh dari toko Alia. Fabian melangkahkan kakinya keluar dari mobil dan berjalan menuju ke arah toko dengan langkah yang bergegas, hanya saja langkah kakinya mendadak terhenti ketika Fabian tanpa sengaja melihat Setya tengah berada di dalam toko Alia.
"Apa yang dia lakukan di sini?" ucap Fabian sambil menatap ke arah Setya dan juga Alia dari balik dinding kaca toko.
Fabian yang mulai merasa Setya punya maksud dan tujuan lain dengan datang ke toko, lantas langsung melangkahkan kakinya bergegas memasuki area toko.
Klinting... klinting....
Tepat ketika Fabian membuka pintu masuk toko tersebut, baik Setya maupun Alia lantas dengan spontan langsung menatap ke arah pintu masuk secara bersamaan.
Alia yang melihat kedatangan Fabian lantas langsung menarik tangannya dan memberikan rangkaian bunga itu kepada Setya.
"Untuk apa kamu di sini?" tanya Fabian kemudian sambil menatap ke arah Setya yang lantas membuat Alia langsung kebingungan ketika mendengar nada ketus dari Fabian barusan.
"Aku sedang membeli sebuah rangkaian bunga, apa aku salah?" tanya Setya dengan nada yang tenang seakan sama sekali tidak merasa bersalah.
"Memang tidak salah, hanya saja bukankah di Jakarta toko bunga tidak hanya satu? kau pasti punya maksud lain bukan?" ucap Fabian yang tak percaya begitu saja dengan ucapan Setya.
__ADS_1
"Apa apaan sih Bi..." ucap Alia sambil sedikit menarik tangan Fabian agar menjauh ketika melihat keadaan semakin memanas.
"Kamu tidak tahu siapa dia Al... dia itu..." ucap Fabian namun terhenti karena Alia memotong pembicaraannya.
"Aku memang tidak tahu tentang dia, yang aku tahu dia datang ke toko ku untuk membeli rangkaian bunga, lalu apa itu salah?" ucap Alia dengan nada yang kesal karena Fabian selalu saja merusak moodnya.
Sedangkan Setya yang melihat Fabian dan juga Alia yang seperti tengah berselisih paham, mulai tersenyum seakan senang akan kerenggangan yang terjadi di antara keduanya. Padahal tanpa Setya berada di tengah tengah keduanya pun hubungan Fabian dan juga Alia memang sudah merenggang sejak beberapa hari yang lalu.
"Setidaknya mungkin dengan cara ini aku bisa membuat Fabian kembali bersama Shila." ucap Setya dalam hati sambil terus memperhatikan keduanya dengan senyum yang merekah di bibirnya.
Setya yang melihat keduanya masih saling beradu mulut, lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Fabian dan juga Alia berada.
"Aku minta maaf jika kedatangan ku merusak suasana, hanya saja yang ingin aku luruskan di sini aku benar benar tidak tahu kalau penjual toko ini adalah kenalan mu." ucap Setya dengan nada bicara yang seakan benar benar tidak tahu bahwa Alia dekat dengan Fabian.
Fabian yang mendengar Setya ikut nimbrung dalam pembicaraannya, lantas langsung menoleh tidak suka ke arah Setya.
"Kenapa kau sangat marah kepada ku Bi? bukannya yang harusnya marah itu aku, tidakkah kau berpikir? ketika Shila bahkan berjuang mati matian di Rumah Sakit setelah acara pembatalan pertunangan itu, tapi kau malah dengan santainya berduaan dengannya?" ucap Setya kemudian dengan nada yang sinis menatap ke arah keduanya.
"Jaga bicara kakak ya .." ucap Fabian sambil mendorong tubuh Setya dengan spontan hingga membuat Setya mundur beberapa langkah dari posisinya.
"Ada apa sebenarnya ini Bi?" tanya Alia dengan bingung ketika mendengar ucapan dari Setya barusan.
Fabian yang mendengar pertanyaan tersebut lantas menoleh sekilas ke arah Alia sambil berusaha mendorong Setya untuk keluar dari toko.
__ADS_1
"Aku akan mengurusnya dulu, setelah itu aku akan menjelaskannya padamu." ucap Fabian sebelum akhirnya melenggang pergi dan membawa Setya keluar dari sana.
Alia yang tidak tahu apa apa, lantas hanya bisa menatap kepergian Fabian dan juga Setya dengan berbagai macam pertanyaan di benaknya, bahkan hingga keduanya menghilang Alia masih senantiasa menatap ke arah pintu keluar tokonya.
**
Area luar toko
Setelah menyeret Setya keluar dari toko Alia, Fabian lantas menghentikan langkah kakinya ketika keduanya sudah berada di luar toko.
"Bisakah kakak untuk tidak bertindak seperti ini?" ucap Fabian dengan nada yang memohon.
"Kau yang harusnya lebih sadar Bi, lihatlah Shila di sana menderita... tapi kau malah asyik berduaan dengan dia." ucap Setya dengan nada yang menyindir.
"Kak, aku dan Shila sudah tidak ada hubungan apapun... antara kami berdua sudah selesai tepat setelah semua rahasia itu terbongkar." ucap Fabian dengan nada yang kesal karena Setya sama sekali tidak mengerti walau Fabian sudah menjelaskannya secara berulang kali padanya.
"Bukankah kau mencintainya Bi? tentu akan mudah bukan untuk memaafkannya? lalu apalagi yang membuat mu membatalkannya? jika memang keluarga mu tidak mendukung akan hubungan kalian berdua maka tinggalkan saja mereka, keluarga kami akan siap menampung mu." ucap Setya dengan nada yang santai.
Sedangkan Fabian yang mendengar ucapan Setya barusan tentu saja terkejut bukan main. Fabian benar benar tidak menyangka perkataan tersebut akan keluar dari mulut Setya.
"Aku tidak menyangka kalau kata keluarga ternyata sangat gampang bagi kakak, di saat kakak berjuang mati matian untuk Shila agar mendapat kebahagiaannya, lalu mengapa kakak malah menyuruh ku untuk meninggalkan keluarga ku? bukankah kakak egois?" ucap Fabian dengan tersenyum sinis kemudian pergi meninggalkan Setya begitu saja yang terdiam tanpa kata setelah mendengar ucapannya barusan.
Sepertinya apa yang di katakan oleh Fabian, benar benar telah merasuk ke dalam hatinya. Setya juga tidak menginginkan hal ini, hanya saja melihat Shila seperti mayat hidup di Rumah Sakit, membuat hati Setya begitu sakit sehingga membuatnya berambisi untuk menyatukan kembali hubungan antara Fabian dan juga Shila adiknya walau dengan cara apapun juga.
__ADS_1
"Argggggg mengapa semua begitu terasa sulit? aku tidak bisa membiarkan Shila terus terusan seperti itu, namun aku juga tidak bisa memaksa Fabian untuk kembali bersama dengan Shila. Mengapa harus jadi seperti ini?" ucap Setya dengan nada yang sangat frustasi setelah kepergian Fabian dari sana.
Bersambung