Alia (Apa kamu baik baik saja?)

Alia (Apa kamu baik baik saja?)
Alia hilang?


__ADS_3

Alia yang mendengar suara tersebut, perlahan lahan mulai mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah sumber suara.


"Kamu..." ucap Alia dengan nada yang bingung sekaligus terkejut ketika melihat seseorang yang tak asing di ingatannya.


"Apakah mobil ku mengenai mu? aku minta maaf ya... aku benar benar tidak tahu..." ucap seseorang itu lagi yang ternyata adalah Rendra.


Rendra yang mengetahui itu Alia kemudian lantas membantu Alia bangkit berdiri sambil mengebaskan pakaian Alia yang sedikit kotor.


"Aku tidak apa apa, kamu tidak perlu khawatir justru malah aku yang harusnya minta maaf karena tanpa sadar malah berjalan ke arah tengah dan membuat mu terkejut." ucap Alia merasa bersalah akan kelakuannya.


"Santai saja, kamu mau kemana biar aku antar sekalian." ucap Rendra lagi menawarkan bantuan.


"Tidak perlu aku hanya..." ucap Alia namun terhenti ketika tak jauh dari posisinya berdiri, Alia melihat mobil Fabian hendak melintas semakin dekat ke arahnya.


Alia yang takut ketahuan oleh Fabian, lantas langsung melompat dan memeluk tubuh Rendra dengan tiba tiba, membuat Rendra yang mendapat pelukan dengan tiba tiba lantas langsung terdiam seketika dengan debaran jantungnya yang berdetak kencang.


"Semoga saja Fabian tidak melihat ku... semoga saja Fabian tidak tahu..." ucap Alia dalam hati sambil memejamkan matanya dalam posisi yang masih memeluk Rendra.


"Apakah ada sesuatu Al..." ucap Rendra kemudian dengan nada yang sedikit bergetar karena grogi.


"A.... ada kecoa... kecoa aku geli..." ucap Alia berdalih padahal ia sama sekali tidak melihat adanya kecoa di sana barang seekor pun.


"Mana di mana? biar aku kasih pelajaran dia karena sudah menakuti mu!" pekik Rendra yang langsung membuat Alia dengan spontan melepas pelukannya karena terkejut akan respon yang di berikan oleh Rendra barusan.


"Ti... tidak perlu sampai seperti itu, dia... dia sudah pergi kok ke sana..." ucap Alia kemudian dengan nada yang kikuk.


"Kalau begitu ayo naik aku akan mengantar mu, kamu tidak mau bukan kecoa itu datang lagi dan mengejutkan mu?" ucap Rendra kemudian tanpa basa basi.


"Ta.. tapi aku..." ucap Alia hendak menolak tapi bingung hendak mengatakan apa kepada Rendra.


"Sudahlah... lagi pula aku tidak akan mengigit dan tentunya lebih tampan dari pada kecoa." ucap Rendra lagi sambil membuka pintu mobil agar Alia bisa masuk ke dalamnya.

__ADS_1


Pada akhirnya Alia yang melihat Rendra membukakan pintu untuknya, tidak lagi bisa menolak dan memilih mengikuti perkataan dari Rendra tanpa bisa protes lagi.


Setelah memastikan Alia masuk ke dalam dengan aman, Rendra kemudian memutari mobilnya dan masuk ke dalam kursi pengemudi untuk melajukan mobilnya ke tempat tujuan.


**


Suasana yang canggung terjadi di dalam mobil ketika keduanya tidak mendapatkan topik pembicaraan yang pas untuk mereka berdua obrolkan, hingga setelah beberapa menit berada di dalam keheningan, Rendra kemudian lantas mulai membuka pembicaraan.


"Kamu mau aku antar ke mana?" tanya Rendra dengan nada yang lirih namun masih bisa di dengar oleh Alia.


"Entahlah aku juga tidak tahu..." jawab Alia dengan singkat.


"Bagaimana kalau ke toko atau rumah mu mungkin?" tanya Rendra lagi mencoba untuk menawarkan opsi kepada Alia.


"Jangan... jangan keduanya! aku sedang tidak ingin bekerja ataupun pulang ke rumah saat ini." ucap Alia lagi dengan nada setengah berteriak, membuat Rendra yang sedang fokus menyetir lantas di buat sedikit terkejut ketika mendengar jawaban dari Alia barusan.


"Baiklah, jika tidak ingin keduanya... apa kamu punya suatu tempat yang ingin di tuju?" tanya Rendra lagi.


"Atau.... bagaimana kalau kamu datang ke galeri seni ku saja? besok adalah hari pembukaan untuk galeri seni ku dan aku belum mempersiapkan segalanya, jika kamu mau kamu bisa membantu ku untuk mempersiapkannya." ucap Rendra kemudian mencoba untuk menawarkan lagi kepada Alia.


"Apakah kamu yakin aku akan membantu dan bukan malah merecoki mu?" tanya Alia kemudian dengan nada yang tidak yakin.


"Kita tidak akan pernah tahu jika tidak mencobanya bukan?" ucap Rendra kemudian sambil tersenyum dengan cerah, membuat Alia lantas dengan spontan mengangguk tanda setuju akan penawaran dari Rendra barusan.


Setelah Alia setuju akan ajakannya, pada akhirnya Rendra langsung menancap gas dan melajukan mobilnya menuju galeri seni miliknya.


***


Bengkel Ardan


Sementara itu Fabian yang baru saja sampai di bengkel kakaknya, lantas langsung memarkirkan mobilnya dengan sembarangan arah karena ia sedang terburu buru saat ini.

__ADS_1


"Em... maaf mengganggu waktu kebersamaan kalian hanya saja ini darurat." ucap Fabian kemudian ketika melihat Ardan dan juga Allea kini tengah sibuk bercanda dan tertawa bersama di sana.


Mendengar ucapan canggung yang berasal dari Fabian, membuat Allea dan juga Ardan langsung dengan spontan menghentikan candaannya dan berbalik badan menatap ke arah sumber suara.


"Ada apa Bi? kenapa wajah mu serius sekali?" tanya Ardan kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


"Bisa bicara sebentar kak?" tanya Fabian kemudian yang langsung di balas Ardan dengan anggukan kepala tanda mengerti.


"Kamu masuklah ke dalam Lea dan bantu Rani menyiapkan makanan dan juga beberapa minuman untuk Fabian." ucap Ardan kemudian yang langsung membuat Allea mengangguk dan langsung melangkahkan kakinya pergi masuk ke dalam untuk melakukan perintah dari Ardan barusan.


"Katakan ada apa Bi?" tanya Ardan kemudian setelah kepergian Allea dari sana.


"Begini kak, apakah Alia tadi datang ke sini?" tanya Fabian kemudian.


"Ada apa lagi ini Bi? bukankah kamu bilang Alia bersama dengan mu ketika kamu mengatakan Alia mengetahui segalanya?" tanya Ardan dengan raut wajah yang bingung.


"Itu memang benar kak, hanya saja ketika aku terbangun Alia sudah tidak ada... aku sudah mencarinya ke mana mana namun aku tetap tidak menemukan keberadaan Alia kak." ucap Fabian dengan putus asa.


"Lalu bagaimana? sebaiknya kita pergi sekarang dan mencari keberadaannya, jika sampai 24 jam todak ketemu baru kita usahakan dengan cara lain." ucap Ardan memberikan saran.


"Apa kakak yakin akan ikut mencari? aku takut jika kakak ikut dan Alia melihat kakak nantinya... emosi Alia akan naik dan kembali depresi." ucap Fabian kemudian.


"Lalu kamu mau aku bagaimana ha? membiarkan Alia menghilang begitu saja tanpa mencarinya? jangan gila Bi..." teriak Ardan dengan nada yang kesal.


"Bu... bukan begitu maksud ku kak, aku hanya...." ucap Fabian namun terhenti ketika mendengar suara benda jatuh dan pecah tak jauh dari posisi keduanya.


Cetar....


"Al... Alia hilang...?" ucap sebuah suara yang langsung membuat Fabian dan juga Ardan menoleh seketika ke arah sumber suara.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2