Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Terlalu berani


__ADS_3

92


Tuan Smith terlihat gelisah, sampai saat ini Asher tidak ada berita. Beberapa kali dia menghubungi cucunya tapi tidak ada jawaban dari pria itu.


Walaupun tuan Smith tahu kehebatan sang cucu tapi tetap saja dia merasa khawatir, tanpa berpikir panjang lagi dia menghubungi tuan Moralez. Pria tua itu tidak ingin terjadi sesuatu kepada Asher.


Sekian lama tidak bertemu, dia tidak ingin kehilangan cucunya lagi. Kini benda pipi itu menempel di telinganya, sambil mondar-mandir dia menunggu jawaban dari panggilannya.


"Hallo, Moralez," sapa tuan Smith saat mendengar suara ayah angkat Asher di seberang telepon.


"Tuan Smith, apa kabar?" tanya tuan Moralez, tumben sekali pria tua itu menghubunginya, pikir tuan tuan Moralez.


"Baik-baik saja, maaf sudah mengganggumu. Aku hanya ingin menanyakan keberadaan cucuku, sudah dua hari tidak ada kabar darinya," tutur tuan Smith seraya duduk di kursi kerjanya.


"Oh, Anda tidak perlu khawatir. Dia sedang berada di Italy, aku meminta dia kesana untuk memeriksa bisnisku di negara itu." Tuan Moralez berbohong kepada tuan Smith, dia tidak ingin pria tua itu khawatir kepada Asher kalau putranya kesana untuk mencari siapa yang ingin membunuh dirinya.


"Baiklah, aku hanya khawatir saja tidak ada kabar darinya. Terima kasih."


"Sama-sama, Tuan," Balas ayah angkat Asher kemudian tuan Smith menutup teleponnya, kini pikirannya menjadi tenang setelah mendapat kabar dari tuan Moralez.


Di tempat lain, Asher sedang bersiap-siap bersama Jhon dan Alden serta beberapa anak buah dari Alderic. Mereka ingin mengunjungi kantor dari pria yang ingin membunuh dia dan Isaiah.


Salah satu anaak buah Alderic menjadi sopir Asher, mereka tiba di kantor. Asher langsung turun kemudian masuk, dia bertanya kepada reseptionis kemudian wanita itu menyuruh mereka untuk naik ke lantai 26.


Asher mengajak Jhon untuk ikut bersamanya, sedangkan yang lain dia meminta untuk menunggu di mobil saja. Asher dan Jhon masuk ke dalam lift.


Tiba di lantai 26 Asher langsung meminta kepada asisten pria itu untuk bertemu dengannya.


"Maaf, Anda siapa? Apakah sudah membuat janji?" tanya Asisten dengan memperhatikan wajah Asher.


"Aku belum membuat janji dengannya tapi katakan saja kepada pimpinanmu Asher ingin bertemu dengannya." Asisten itu langsung pergi menemui atasannya.


Tidak menunggu lama, asisten itu datang memanggil Asher dan Jhon. Kedua pria itu langsung berdiri dan mengikuti wanita itu.


Dia membuka pintu dan menyuruh Asher dan Jhon masuk. Asher langsung menatap tajam kepada pria itu saat asisten meninggalkan mereka.


Dengan langkah cepat Asher menghampiri pria itu dan melayangkan pukulan ke wajahnya.


"Berani sekali kamu mengganggu keluarga." Kembali Asher melayangkan pukulan di wajah pria itu.


"Apa maksudmu? Siapa yang mengganggu keluargamu?" Pria itu berpura-pura tidak tahu sehingga membuat Asher semakin naik pitam dan kembali menghajarnya.


Sementara Jhon hanya menonton mereka berdua, dia tidak ingin menahan Asher. Jhon hanya berdiri dan berjaga di pintu.


"Kamu pikir aku tidak tahu siapa yang menyerang mansion grandpaku? Hah ...." Asher menarik kemeja pria itu dan mendudukannya di kursi.

__ADS_1


"Aku sudah menyelidikinya, kamu pikir walau tinggal jauh dari negaraku aku tidak akan menemukanmu?" Asher menepuk pipi pria itu yang nampak mulai ketakutan melihat wajah Asher.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu, mana mungkin aku menyerang keluargamu sedangkan aku tinggal di negara ini." Asher nampak kesal karena pria itu masih mengelak kemudian dia mengeluarkan ponsel dari saku celana lalu memutar rekaman perbincangan antara dia dan Salvator.


Pria itu tidak bisa berkata apa-apalagi, dia terdiam dan menatap Asher. Ingin lari tapi Jhon sudah menjaganya di pintu.


"Kalau aku tidak mengingat kamu sudah membesarkan Casey sudah ku bunuh kau. Aku datang menemuimu untuk mengingatkan padamu agar jangan pernah mengganggu keluarga ku, apalagi Casey." Pria itu menelan saliva dan mencoba untuk tenang menghadapi Asher.


"Aku tahu siapa kamu, seorang pria miskin yang menumpang hidup kepada seorang wanita. Tapi sungguh tidak tahu balas budi, malah kau mengkhianati kepercayaan istrimu dengan memperkosa seorang wanita yang sudah di anggap putri oleh istrimu." Asher menarik kursi dan duduk di depan pria itu.


"Bagaimana tuan, Paulo? Aku ingin melihat reaksi istrimu saat mengetahui kamu memperkosa Casey." Wajah pria itu langsung berubah ketakutan dia tidak ingin istrinya tahu apa yang sudah dia lakukan kepada Casey.


"Tolong, jangan katakan pada istriku. Aku memang salah sudah mengganggu keluargamu karena menginginkan Casey." Asher tersenyum sinis menatap tuan Paulo yang tak lain adalah ayah angkat Casey.


"Casey adalah adik kandungku, nama sebenarnya adalah Zelda. Kami terpisah saat berada di stasiun kereta di Barcelona, ingin sekali aku membunuhmu karena sudah memperkosa adikku." Tuan Paulo tertawa mendengar penuturan Asher sehingga membuat kakak Casey itu menjadi bingung.


"Kamu kakak kandung Casey tapi sekaligus pria yang mengambil perawan adiknya." Kembali pria itu tertawa mengejek Asher dan menggeleng-gelengkan kepala.


"Ternyata lebih bejaat kamu daripada aku." Wajah Asher langsung berubah marah dan melayangkan pukulan di wajah pria itu.


"Itu terjadi karena aku tidak tahu kalau dia adikku, tapi lihat dirimu. Aku ingin lihat bagaimana kamu menjadi miskin kembali." Kini wajahnya yang berubah tegang mendengar ancaman Asher.


"Tolong jangan katakan kepada istriku, aku janji tidak akan mengganggu keluargamu lagi. Aku mohon padamu." Sambil berlutut di depan Asher tuan Paulo memohon kepada pria itu agar jangan sampai istrinya tahu.


Tuan Paulo tahu kalau sampai ketahuan oleh istrinya maka dia akan menjadi miskin kembali karena semua aset dan perusahan atas nama istrinya.


"Kali ini aku tidak akan mengatakan kepada istrimu, tapi kalau kamu masih mengganggu keluargaku maka siap-siap dengan kehancuran dirimu." Asher berdiri kemudian melepaskan satu pukulan di perut pria itu.


Tuan Paulo meringis kesakitan dan memegang perutnya kemudian Asher mengajak Jhon untuk meninggalkan ruangan pria itu.


Asher langsung meminta anak buah Alderic untuk mengantarnya bertemu dengan Alderic.


Sementara di kantor, begitu Asher pergi dia langsung menghubungi Santino orang bayarannya. Tuan Paulo meminta Santino untuk membatalkan sementara rencana mereka sampai Asher dan tuan Moralez lengah.


Malamnya Asher diajak oleh Alderic pergi ke club, pria itu tidak menolaknya. Dia juga butuh hiburan setelah mengalami beberapa masalah.


Alderic mengajak Asher naik ke lantai dua, lalu memesan minuman kepada pelayan. Saat mereka duduk beberapa wanita cantik bergabung bersama Asher dan Alderic.


Asher tidak begitu tertarik dengan wanita yang ada di sampingnya, dia memperhatikan seorang gadis cantik sedang duduk sendiri sambil menikmati minumannya.


'Di tempat seperti ini terlalu berani dia datang sendiri.' Asher memperhatikan wanita itu sudah mulai mabuk.


Saat wanita itu akan pergi ke toilet, Asher berdiri dan mengikutinya. Dia berpura-pura masuk ke bagian pria tapi tidak berselang lama Asher kembali keluar dan menunggu yang dia ikuti.


Nampak wanita itu keluar dari toilet tapi seorang pria menariknya membawa masuk kembali. Asher melihatnya dan ingin menyelamatkan wanita itu.

__ADS_1


Di dalam toilet, wanita itu berusaha melepaskan diri dari pria predator yang ingin melecehkannya. Asher menepuk punggung pria itu.


"Apakah kamu pacarnya?" tanya Asher sebelum memberikan pelajaran, dia tidak ingin terjadi kesalah pahaman.


"Iya, kamu siapanya?" tanya pria itu dengan ketus dan menatap tajam kepada Asher.


"Bohong, aku tidak mengenalnya." Mendengar jawaban dari gadis itu, Asher langsung menariknya dan menyuruh berdiri di belakang Asher.


"Ternyata kamu bohong, dia bukan siapa-siapa kamu." Asher bersiap-siap ingin menghajar pria itu.


"Jangan mencampuri urusanku." Pria itu melayangkan pukulan ke wajah Asher tapi dengan gesit putra Moralez menghindar lalu melepaskan tendang tepat di wajah pria itu sehingga tersungkur di lantai.


"Mau coba-coba lagi?" Pria itu menggelengkan kepala sambil memegang wajahnya yang terkena tendangan Asher.


Asher langsung mengajak wanita itu untuk kembali ke tempat duduk, dengan langkah gontai dia mengikuti Asher.


"Kamu hanya sendiri?" tanya Asher dengan suara keras karena bising dengan musik saat mereka tiba di tempat duduk.


Wanita itu menganggukan kepala lalu mengambil gelas yang masih berisikan minuman kemudian meminumnya. Asher memperhatikannya dan berpikir.


'Apakah dia sedang mengalami masalah sehingga melampiaskan di tempat ini? Asher duduk di depan wanita itu dan menjaganya.


Alderic melihat Asher kemudian berdiri dan menghampiri pria itu. Dia tersenyum melihat cucu tuan Smith sedang bersama wanita.


"Kamu tertarik padanya?" tanya Alderic dengan berbisik kepada Asher.


"Tidak, aku hanya menolongnya tadi saat di toilet. Ada seorang pria ingin mengganggunya." Alderic melengkungkan bibir dan menganggukan kepala sambil memperhatikan wanita cantik yang duduk berhadapan dengan Asher.


"Apakah kamu berasal dari kota ini, Nona?" tanya Alderic seraya menarik kursi dan duduk dekat Asher.


"Tidak." Wanita itu menggelengkan kepala, dia sudah terlihat mabuk. "Aku dari Lyon." Alderic tersenyum sambil melirik kepada Asher yang sepertinya mulai tertarik dengan wanita itu.


"Siapa namamu?" Kembali Alderic bertanya dengan sedikit keras karena suara musik begitu kencang.


"Um ...." Wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangan kepada Alderic. "Chloe." Alderic menyambut tangan gadis itu dan bersalaman.


"Panggil saja aku Alderic atau Ric dan ini Asher temanku." Asher hanya tersenyum melihat interaksi Chloe dan Alderic.


"Baiklah, aku harus pulang." Saat akan berdiri, Chloe terduduk kembali. Dia sudah sangat mabuk, dengan cepat Asher memegang tangan gadis itu.


"Kamu akan pulang kemana?" tanya Asher seraya menuntun Chloe berjalan menuruni tangga.


Chloe tidak menjawab, merasa tidak kuat lagi akhirnya gadis itu pingsan. Asher langsung menggendongnya ala pengantin dan membawanya ke mobil.


Asher tidak tahu harus mengantarnya kemana, sementara Alderic tertawa melihat putra Moralez yang kelihatan bingung.

__ADS_1


"Bawah saja dia ke hotel," ujar Alderic lalu meminta sopir pribadinya untuk mengantar Asher dan gadis itu.


__ADS_2