Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Di culik


__ADS_3

99


"Benar tidak mau ikut bersamaku ke Houston?" Asher bertanya kepada Chloe saat keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya seraya berjalan dan duduk di tepi tempat tidur.


Hari ini dia harus ke Houston karena ada pertemuan dengan rekan bisnis tuan Moralez, tiga hari di Paris membuat pekerjaannya menumpuk.


Asher membelai wajah Chloe yang terlihat masih kelelahan habis bercinta dengannya. Chloe hanya menggelengkan kepala kemudian memejamkan mata.


Badannya terasa remuk setelah melayani hasrat Asher yang begitu tinggi, untuk ke kamar mandi saja dia tidak sanggup berjalan.


"Bagaimana mau ikut bersamamu, kamu membuat tulang-tulangku serasa ingin lepas dati tubuhku," keluh Chloe dengan suara manja membuat Asher tertawa dan ingin menggempurnya kembali, tapi sayang dia harus bersiap-siap.


"Baiklah, tapi selama aku di Houston jangan pergi kemana-mana. Ingat, pria tua itu pasti sedang mencarimu." Pria yang dimaksud adalah tuan Aubert, dia sangat yakin pasti saat ini anak buah lelaki tua itu berada di Paris.


"Iya, kamu tidak usah khawatir." Asher tersenyum kemudian mengecup sekilas bibir Chloe dan memperhatikan hasil karyanya di leher serta seputaran dada gadis itu.


Asher berdiri dan membiarkan Chloe beristirahat kemudian mengambil kemeja serta celana slim lalu memakainya.


Asher kembali duduk di sisi tempat tidur dan membelai rambut Chloe, dia merasa kasihan kepada gadis itu. Asher mengecup lembut dahi Chloe dan berbisik.


"Aku segera kembali." Chloe menganggukan kepala dan menggenggam tanga Asher.


"Hati-hati," ucap Chloe dengan mata terpejam.


"Iya." Kembali Asher mengecup dahi lalu bibir Chloe kemudian berdiri, menarik koper meninggalkan Chloe sendiri di kamar. Ke dapur dan berpesan kepada pelayan untuk mengantarkan sarapan kepada gadis itu.


Asher menemui Alderic dan menitipkan Chloe kepada pria itu kemudian sopir Alderic mengantarnya ke airport.


Sebelas jam penerbangan akhirnya Asher tiba di Houston, karena sudah larut malam, dari airport dia langsung menuju ke pethouse. Asher tidak ke mansion tuan Smith karena tidak ingin pria tua itu terganggu.


Saat tiba dia langsung mengehempaskan tubuhnya di ranjang, oh tidak lupa dia harus menghubungi gadis itu untuk mengabarkan kalau dirinya sudah tiba di Houston


Mengambil ponsel dari saku celana lalu menghubungi gadis itu, hanya dua kali panggilan terdengan suara manja di ujung telepon.


"Hi, sudah tiba?" Asher tersenyum mendengar suara Chloe.


"Iya, baru saja," jawab Asher dengan lembut sambil melepaskan kancing kemeja. "Sudah makan?"


"Sudah, istirahat saja. Kamu pasti lelah." Chloe tahu jarak Paris ke Houston sangatlah jauh karena dia sudah pernah berlibur kesana dan itu sangat melelahkan karena harus terbang dengan belasan jam.


"Baiklah, nanti saat bangun aku akan menghubungimu. Jangan lupa berhati-hati disana, kalau mau bepergian ajak anak buah Alderic." Dia tidak ingin gadis itu jatuh ke tangan pria tua yang dijodohkan ayah tirinya.


Walaupun belum cinta tapi Asher ingin memiliki Chloe pikirnya suatu hari nanti dia akan jatuh cinta pada gadis itu. Ada sesuatu yang membuat Asher menyukai Chloe.


"Iya, kamu jangan khawatir, istirahat sekarang. Aku mencintaimu." Mendengar ungkapan dari Chloe serasa ada ribuan kupu-kupu menari di perutnya. Hatinya menghangat mendengar pengakuan gadis itu.


"Terima kasih, Sayang. Besok aku telepon lagi." Dengan tersenyum Asher menutup telepon lalu berdiri, mengayunkan langkah ke kamar mandi kemudian menyalakan shower.


Air membasahi tubunya, pikiran Asher melayang kepada Chloe, dia tersenyum sendiri saat mengingat bagaimana panasnya dia dan Chloe bergelut di ranjang. Entah berapa kali pelepasan gadis itu dibuatnya.

__ADS_1


Rintihan serta jeritan kenikmatan dari Chloe begitu jelas terngiang di telinga Asher, dia benar-benar membuat gadis itu tidak berdaya. Asher menggelengkan kepala lalu menarik handuk serta melingkarkan di pinggangnya setelah membersihkan sabun yang menempel di tubuhnya.


Mengayunkan kaki pergi ke walk in closet lalu mengambil boxer ketat dan memakainya, begitula Asher setiap tidur hanya menggunakan underwear boxer.


Setelah mengambil ipad dia duduk di tempat tidur sambil menyandarkan tubuhnya di headboard lalu memeriksa email.


****


Paris


Anak buah tuan Aubert berhasil melacak dimana Chloe tinggal tapi mereka tidak ingin menyerang kediaman Alderic karena pengawalan di Mansion itu sangat ketat, mereka menunggu moment dimana Chloe akan pergi disitu mereka akan menculiknya.


Di kediaman Alderic, merasa bosan terkurung di mansion, Chloe menelepon Asher dan meminta ijin kepada pria itu untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Asher mengijinkan gadis itu asalkan bersama anak buah Alderic.


Chloe mengikuti perintah Asher, dua anak buah Alderic mengawal Chloe pergi ke pusat perbelanjaan. Tanpa disadari kendaraan yang mereka tumpangi sedang diikuti oleh anak buah Aubert.


Saat tiba di jalan sepi, kendaraan mereka di salib oleh beberapa mobil. Empat pria berbadan besar turun dan menodongkan senjata. Chloe menjadi takut dan bersembuyi di belakang kursi.


Sedangkan anak buah Alderic dengan cepat mengambil pistol dan melepaskan tembakan seraya menarik tuas transmisi mundur lalu menginjak pedal gas sehingga mobil menjauh.


Anak buah Aubert tidak tinggal diam, mereka juga melepaskan tembakan. Salah satu mobil langsung mengejar kendaraan yang di tumpangi Chloe.


Pengawal yang menjadi sopir Chloe menarik tuas rem tangan dan memutar stir sehingga menimbulkan bunyi perpaduan ban mobil dan aspal yang memekakan telinga.


Dengan cepat dia memindahkan tuas transmisi dan tancap gas. Terjadilah kejar-kejaran antara anak buah tuan Aubert dan Alderic.


"Cepat telepon tuan Alderic," perintah rekannya sambil fokus menyetir.


"Kirim lokasinya." Suara begitu tegas dari Alderic memberi perintah anak buanya lalu telepon di tutup.


Anak buah Alderic memberitahukan lokasi mereka tapi naas ban mobil bagian belakang mereka tertembak sehingga kendaraan mereka tersusul oleh anak buah tuan Aubert.


Mereka menembak anak buah Alderic dan menarik dengan paksa Chloe untuk masuk ke mobil. Gadis itu meronta ingin melepaskan diri dari pria berbadan besar tapi tenaganya tidak cukup kuat.


Akhirnya Chloe pasrah dan ikut bersama mereka, di dalam mobil dia berharap Alderic dan Asher bisa menyelamatkannya. Kini mobil mereka menuju ke Lyon tempat pria tua itu tinggal.


Sementara di kediaman Alderic nampak pria itu gelisah karena anak buahnya gagal menyelamatkan Chloe, dia bingung harus berkata apa kepada Asher.


Tapi pada akhirnya dia memberanikan diri menghubungi Asher, ada nada panggail tapi belum di jawab oleh pria itu.


Kembali Alderic menelepon Asher sambil mata melihat jam sudah menunjukan pukul 16:35pm. Masih tidak ada jawaban dari Asher, kembali Alderic menjadi gelisah kemudian mengumpulkan semua anak buahnya.


"Kita ke Lyon sekarang, siapkan semua peralatan senjata." Para anak buah yang berjumlah puluhan itu langsung menjalankan perinta Alderic.


Tidak lupa juga dia menghubungi anak buahnya yang berada di Lyon untuk mencari informasi tentang tuan Aubert serta kediamannya. Alderic berencana ingin menyerang kediaman pria tua itu untuk membebaskan Chloe.


Houston


Asher sedang melakukan meeting bersama tuan Smith dan beberapa rekan bisnis, dia tidak tahu kalau Alderic menghubunginya. Pria itu terlihat sibuk mendengarkan laporan dari salah satu anak perusahan mereka.

__ADS_1


Begitu meeting selesai dia kembali ke ruang kerja di ikuti oleh tuan Smith, Asher langsung menuju ke meja kerja dan meletakan map yang berisikan laporan.


"Menurutmu apakah kita harus membiayai proyek yang ada di Swiss?" tanya tuan Smith seraya meletakan tongkat dan duduk di sofa dengan mata menata sang cucu.


"Aku harus periksa terlebih dahulu summary project yang mereka berikan. Kalau layak dibiayai kita kucurkan dana." Sambil berucap Asher memeriksa ponsel dan mendapati beberapa panggilan dari Alderic.


"Ya baiklah, aku serahkan semua padamu." Asher tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh tuan Smith, pikirannya tertuju kepada Alderic.


Asher menghubungi Alderic, ingin tahu ada apa pria itu meneleponnya. Melihat begitu banyak panggilan dari pria itu, sudah pasti sangat penting. Asher berharap tidak terjadi sesuatu disana.


"Hi, Alderic," sapa Asher begitu mendengar suara pris itu di seberang telepon. "Maaf, tadi saat kamu menelpon aku sedang mengadakan meetin. Ada berita apa?"


"Maaf, Asher." Suara Alderic terdengar begitu berat, dia ragu untuk mengatakan kepada Asher kalau anak buah Aubert berhasil membawa Chloe. "Um ...."


Terhenti bicara membuat Asher menjadi curiga, pikirannya langsung tertuju kepada Chloe.


"Apakah Chloe baik-baik saja?" Alderic belum menjawab, dia masih diam dan bingung. "Alderic, apakah terjadi sesuatu kepadanya?" Asher menuntut jawab kepada pria itu.


Sementara tuan Smith memperhatikan Asher dan bingung melihat raut cucunya yang terlihat cemas, apalagi mendengar nama seorang wanita pria itu langsung berpikir apakah sang cucu sudah punya kekasih.


Alangkah senangnya kalau Asher sudah memiliki kekasih, tuan Smith tak lepas menatap Asher yang mondar-mandir berbincang di telepon.


"Apa? Mereka berhasil membawanya?" Asher terkejut mendengar informasi dari Alderic, dia menutup telepon dan menatap tuan Smith.


"Grandpa, boleh aku pinjam jet pribadimu?" Tuan Smith mengernyitkan dahinya menatap Asher dengan heran.


"Ada apa?" Asher duduk di hadapan tuan Smith dan menatap pria itu dengan wajah memohon.


"Aku harus ke Paris, pacarku di culik." Kedua mata tuan Smith membulat terkejut mendengar sang cucu memiliki kekasih, wajahnya terlihat sangat senang.


"Baik, aku akan menghubungi pilot serta manager untuk mengurus ijin terbang ke Paris." Asher terlihat sangat senang kemudian memeluk pria tua itu.


"Terima kasih, Grandpa." Asher segera meninggalkan kantor dan kembali ke penthouse.


Asher memasukan pakaiannya ke koper kemudian berangkat ke airport, disana jet pribadi milik tuan Smith sudah siap. Asher masuk ke pesawat, nampak dia tidak tenang memikirkan Chloe, apakah kekhawatiran pria ini karena sudah jatuh cinta kepada gadis itu. Hanya Asher yang tahu.


Lyon


Hampir lima jam perjalan yang mereka tempuh dari Paris ke Lyon akhirnya para penculik Chloe tiba dia sebuah bangunan besar, itu adalah Mansion milik tuan Aubert. Nampak pria tua itu tersenyum melihat gadis yang dia inginkan berdiri di hadapannya.


"Sejauh mana kau ingin lari dariku, hem?" Pria tua itu tertawa kemudian berdiri menghampiri Chloe dan membelai lembut wajah cantik itu. "Lihat, sekarang kamu ada di tempatku." Chloe hanya diam dan menatap dingin kepada pria itu.


"Ingin sekali aku mencicipi tubuhmu sekarang, tapi harus bersabar sampai malam pengantin kita." Chloe tidak menanggapi pria itu dia menaikan sudut bibir sehingga terbentuk senyum smirk.


"Aku ingin merasakan perawanmu." Pria itu berbisik di telinga Chloe sehingga bulu kuduk gadis itu merinding.


Ingin tertawa tapi Chloe menahannya, bagaimana tidak, pria itu ingin merasakan perawan Chloe tapi gadis itu sudah serahkan kepada Asher.


Sementara anak buah Alderic yang berada di Lyon sudah menemukan dimana Chloe di bawah, mereka diperintahkan oleh Alderic untuk tidak masuk ke kediaman tuan Aubert. Dia meminta menunggu yang lainnya serta Asher.

__ADS_1


Alderic tiba di Lyon sore hari, dia langsung bergabung bersama anak buahnya dan mengawasi kediaman pria tua itu.


__ADS_2