Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Rasa canggung


__ADS_3

Mendengar putrinya sudah ditemukan, sepasang suami istri itu langsung menuju ke rumah sakit berserta Robby, mama Casey sangat senang akhirnya akan bertemu dengan Casey.


Melihat sang putri terbaring dengan infus di tangan nyonya Paulo langsung menghambur memeluk Casey, dan mencium dahi wanita itu sambil mata mengeluarkan air bening.


Sementara Casey terkejut melihat ibunya berada di rumah sakit, dia membalas pelukan wanita yang membesarkannya sambil mata tertuju kepada pria yang membuat dia meninggalkan Zelo dan keluarganya.


Tidak ada senyuman saat melihat papanya berdiri di depan pintu, Casey mengalihkan pandangan kepada adiknya dan tersenyum. Dia mengisyaratkan dengan tangan agar Robby mendekat.


Casey melepaskan pelukan mamanya lalu memeluk Robby dengan erat, kerinduannya kepada sang adik membuat dia mencium pipi Robby berulang kali sehingga membuat pria itu tertawa.


“Sudah, pipiku nanti penuh dengan air liurmu,” ujar Robby dengan bercanda lalu mengecup dahi Casey.


“Tidak perduli, aku sangat rindu padamu,” ucap Casey dengan mencubit kedua pipi Robby tanpa menghiraukan sang ayah yang sudah berdiri di samping istrinya.


“Senang melihatmu lagi,” kata papa Casey seraya mencium dahi putrinya.


“Terima kasih.” Casey berusaha tersenyum kepada papanya, sambil mata menatap kepada Isaiah yang masih duduk di sofa memperhatikan mereka.


Nyonya Paulo melihat perubahan sang putri, biasanya Casey begitu antusian kalau bertemu papanya tapi kali ini Ia memperhatikan wanita itu bahkan seperti enggan akan kehadiran sang ayah.


“Bagaimana keadaanmu?” tanya mama Casey dengan memegang tangan putrinya.


“Sudah membaik, tidak seperti tadi siang. Aku hanya kekurangan cairan dan badan terasa lemas karena tidak makan selama tiga hari.” Casey menjelaskan panjang lebar dengan membalas menggenggam tangan mamanya.


“Syukurlah kalau begitu, mama langsung datang ke sini saat membaca kamu di culik. Mama sangat khawatir apalagi satu tahun lebih tidak ada kabar darimu.” Air mata wanita itu menetes di pipi lalu memeluk kembali putrinya.


“Maafkan aku, bukan aku tidak ingin memberi kabar kepadamu tapi aku tidak ingin membebani pikiranmu dengan kepergianku.” Casey mengusap airmata mamanya lalu tersenyum.


“Aku hanya ingin mandiri saja, kalau aku memberi kabar kepada mama pasti mama tidak akan mengijinkanku,” tutur Casey dengan membelai pipi mamanya.


Casey tidak mungkin mengatakan kepada mamanya alasan mengapa dia meninggalkan mereka. Casey tahu kalau Ia jujur, pasti keluarganya akan berantakan, mamanya pasti akan meminta cerai dari papanya.

__ADS_1


“Sudah pasti mama tidak akan mengijinkanmu, kalau kau ke Amerika siapa yang akan mengurus perusahan kita.” Casey terkekeh mendengar ungkapan sang mama.


“Makanya aku tidak mengabarimu,” ujar Casey dengan bercanda. “Oh ya, Mam. Apakah kalian sudah kenal dengan tunanganku?” Casey melirik kepada Isaiah yang sedang duduk di sofa.


“Iya, mama bertemu dengan Isaiah di kantor polisi. Dia sangat tampan, Sayang dan sepertinya sangat mencintaimu,” goda mama Casey sambil mata ikut melirik kepada Isaiah.


“Mama bisa saja.” Casey tersenyum lalu memberi isyarat kepada sang kekasih untuk mendekat.


Sedangkan papa Casey hanya menatap interaksi istri dan putranya serta Isaiah yang terlihat begitu akrab bersama Casey, ingin bergabung tapi ada rasa canggung terhadap sang putri mengingat apa yang sudah dia perbuat terhadap wanita itu.


Rindu seperti dulu dimana Casey begitu manja kepadanya, sering duduk di pangkuan apabila lama tidak bertemu. Apalagi kalau bersenda gurau bersama sang putra mereka bertiga terlihat sangat dekat.


Tapi sekarang seperti ada tembok tinggi dan tebal membatasi dia dan Casey, putrinya terlihat dingin kepadanya. Casey hanya berpura-pura tersenyum  saat di depan istrinya atau Robby.


Ada perasaan menyesal tapi semua sudah terlambat, keadaan tidak bisa kembali seperti semula. Kini papa Casey hanya menerima semua konsekuensi dengan apa yang telah diperbuatnya.


“Kebetulan nyonya dan tuan ada di sini, aku berencana sekembalinya ke Amerika, aku akan mengurus pernikahanku dengan putri kalian,” tutur Isaiah dengan menggenggam tangan Casey.


“Iya, Nyonya. Aku tidak ingin kehilangan Casey, aku sangat mencintainya,” jawab Isaiah meyakinkan nyonya Paulo.


Sementara Casey hanya tersenyum melihat keterkejutan mamanya, Ia juga tidak akan menolak rencana sang kekasih karena sangat mencintai pria itu. Dia menemukan kebahagiaan dan kenyamanan selama bersama Isaiah.


Di tempat lain, terlihat Zelo masih ditahan di kantor polisi. Di sana tuan Moralez sedang memarahi putranya itu, Ia sangat malu dengan apa yang di lalukan oleh Zelo. Tuan Moralez tidak habis pikir mengapa Zelo melakukan hal itu.


Tuan Moralez tidak tahu kalau Casey adalah mantan kekasih Zelo, pria itu tidak tahu bagaimana cintanya sang putra kepada Casey sampai-sampai menggunakan obat terlarang untuk melupakan wanita itu.


Zelo hanya memilih diam mendengar ocehan-ocehan tuan Moralez dan istrinya, dia tidak ingin membantah karena Zelo sadar apa yang Ia lakukan adalah salah bahkan berdampak terhadap saham perusahan ayahnya.


Mengetahui kalau putra tuan Moralez yang telah menculik Casey membuat saham perusahan ayah dari Zelo sempat turun jauh, wartawan terus mengejar tuan Moralez untuk bertanya motif atas penculikan Casey oleh putranya.


Seperti saat ini para wartawan masih berada di depan kantor polisi, mereka menunggu tuan Moralez dan istrinya untuk diwawancarai. Sementara di dalam ruangan sepasang suami istri itu masih berbicang-bincang dengan Zelo.

__ADS_1


“Aku melakukan hal itu karena tidak ingin kehilangannya lagi, aku sangat mencintai Casey, Mom.” Zelo berucap sambil menundukkan kepala, ada air bening jatuh dari matanya.


“Kalian sudah lama saling mengenal?” tanya nyonya Alvin dengan membelai rambut Zelo.


“Iya, hampir empat tahun  hubungan kami berdua. Tidak semudah itu aku melupakannya, aku sangat mencintainya. Banyak hal sudah kami lalui bersama, Mom” Zelo tidak tahan lalu memeluk ibunya dan menangis di pelukan wanita itu.


“Aku tidak bisa melupakannya, Mom. Aku sangat tersiksa.” Mendengar pengakuan putranya tuan Moralez duduk di dekat Zelo dan membelai dengan lembut rambut sang putra.


“Sayang, mengapa dia meninggalkanmu? Apa yang sudah kau perbuat sehingga Casey begitu kecewa padamu?” tanya nyonya Alvin dengan memegang dagu Zelo dan mengangkat wajah sang putra untuk menatap wajahnya.


“Dia kecewa padaku karena tidak bisa menyelamatkannya dari pria bajingan itu.” Tuan Moralez mengerutkan wajah menatap Zelo.


“Maksudmu?” tanya tuan Moralez dengan mengubah posisi duduk menghadap Zelo.


“Ayah Casey memperkosanya, dan saat Casey meneleponku berulang kali, aku tidak menjawab karena sedang berbincang dengan temanku. Saat itu aku tidak bisa meninggalkan sahabatku karena dia sedang ada masalah.” Tuan Moralez dan istrinya terkejut mendengar penjelasan Casey.


“Benarkah? Ayah macam apa pria itu, lagi pula mengapa kau tidak peka terhadap kekasihmu. Kalau dia telepon berulang kali berarti itu sangat penting.” Zelo hanya tertunduk diam mendengar ucapan ayahnya.


“Dad, aku ingin bertemu dengan Casey untuk minta maaf. Tolong bantu aku bertemu dengannya tapi sebelum itu aku ingin bertemu dengan ibunya, aku juga ingin minta maaf kepadanya.” Tuan Moralez ragu apakah bisa membantu Zelo bertemu dengan Casey dan ibunya.


“Akanku coba, nanti dari kantor polisi aku akan mampir ke rumah sakit.” Zelo terlihat sangat senang, lalu memeluk  tuan Moralez dengan erat.


“Terima kasih, Dad.” Tuan Moralez tersenyum lalu mengecup dahi Zelo dan menepuk dengan pelan punggung putranya.


“Baiklah, daddy dan mommy akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Casey.” Tuan Moralez dan istrinya meninggalkan Zelo.


Saat berada di depan, terlihat banyak wartawan sedang menunggu tuan Moralez. Begitu tuan Moralez dan istrinya keluar, mereka langsung menyerbu dengan beragam pertanyaan kepada tuan Moralez.


Para pengawal tuan Moralez menghadang mereka dan membawa pasangan suami itu ke mobil, sopir langsung meninggalkan area parkir dan menuju ke rumah sakit.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2