Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Jaga dia dengan baik


__ADS_3

Satu minggu setelah Alice diwisuda, tibalah saatnya kedua pasangan itu akan menikah. Nampak Alice sedang berada di ruangan dan sementara dirias. Rosse juga berada di sana menemani sahabatnya itu agar tidak terlihat gugup.


Rosse meminta ayahnya untuk menjadi pendamping Alice, untung saja tuan Frank sudah sangat mengenal sahabat putrinya. Bahkan dia sudah menganggap Alice seperti anaknya sendiri, dengan senang hati pria itu mengabulkan permintaan Rosse.


Sedangkan Nathan sementara juga bersiap-siap, tuan Smith memakaikan dasi berbentuk kupu-kupu di leher sang putra lalu mengambil tuxedo dan mengenakan kepada Nathan.


Tuan Smith memegang kedua lengan Natha dan tersenyum, wajahnya terlihat sangat bahagia akhirnya putra sang putra akan menikah dengan wanita yang dia cintai.


“Kau terlihat sangat tampan,” puji tuan Smith dengan merapikan tuxedo Nathan.


“Terima kasih, Dad. Sudah merestui aku dan Alice,” ucap Nathan seraya memeluk ayahnya dengan erat.


“Asalkan kamu bahagia, Nak.” Tuan Smith melepaskan pelukan Nathan. “Baiklah, sebaiknya kita keluar sekarang. Sepertinya pastor sudah datang.”


Pernikahan Nathan serta Alice di adakan di halaman belakang Mansion milik Nathan, pemberkatan nikah hanya dihadiri oleh keluarga sedangkan resepsi akan di laksanakan pada malam hari.


Nyonya Smith terkejut melihat Mansion milik Nathan, dia tidak mengira putra tirinya memiliki kediaman lebih besar dari suaminya. Apalagi Lea dan Dany, mereka merasa iri dengan keberhasilan Nathan.


Berbeda dengan tuan Smith, dia sangat bangga kepada putranya karena tidak pernah berharap darinya. Apa yang dimiliki Nathan murni karena kerja kerasnya.


Nathan membeli Mansion itu tanpa sepengetahuan keluarganya, apalagi Alice. Dia ingin memberikan kejutan saat pernikahan dia dan sang kekasih di laksanakan.


Kini halaman belakang Mansion sudah di sulap menjadi tempat pernikahan yang indah, para keluarga sudah duduk dan menunggu penganti untuk keluar.


Melihat pastor sudah datang, Nathan dan tuan Smith langsung meyambut pria yang akan memberkati pernikahan Alice dan Nathan. Tuan Smith menyuruh pastor duduk lalu dia memberi isayarat kepada asistennya agar pergi ke ruangan tempat Alice dirias.


Tuan Smith tidak ingin meminta tolong kepada istrinya karena dia tahu wanita itu tidak suka kepada Alice bahkan dia mendengar kalau nyonya Smith dan Ruth berencana akan membuat pernikahan Nathan batal sehingga Ia mengancamnya akan mengusir nyonya Smith dari Mansion miliknya.

__ADS_1


Di depan ruang rias tuan Frank sudah menunggu Alice, dia mondar-mandir lalu asisten tuan Smith menghampiri pria itu.


“Tuan, apakah nona Alice sudah selesai? Pastor sudah berada di halaman belakang,” tanya asisten itu seraya mencari mempelai wanita.


“Sebentar lagi,” jawab tuan Frank dengan tersenyum lalu pintu kamar terbuka. “Ah, ini dia pengantinya.” Tuan Frank menatap Alice dengan penuh kegaguman. “Anakku kau sangat cantik.” Alice dan Rosse tersenyum mendengar pujian tuan Frank.


“Ayo, pastor dan pengantin pria tidak sabar lagi ingin melihatmu.” Tuan Frank memberikan lengannya kepada Alice untuk di gandeng wanita itu.


Rosse memegang jumbai gaun pengantin Alice dan berjalan turun bersama Alice dan tuan Frank. Mereka langsung menuju ke halaman belakang, saat berada di depan pintu, Alice berhenti di ikuti oleh tuan Frank. dia nampak gugup lalu tuan Frank menepuk punggung tangan Alice.


“Tidak usah gugup, ayo jalan. Lihat mata kekasihmu tidak berkedip menatapmu,” goda tuan Frank dengan tersenyum.


Alice terkekeh lalu kembali berjalan dengan perlahan bersama tuan Frank, semua yang hadir berdiri meyambut mempelai perempuan. Sementara mata Nathan tidak berkedip menatap Alice, dia sangat mengagumi kecantikan wanitanya.


Di tempat duduk nampak nyonya Smith tidak mau menatap Alice, wajahnya di tekuk pertanda kalau pernikahan ini tidak disukai olehnya. Begitu juga dengan Lea, dia hanya duduk tanpa mengalihkan pandangannya ke depan.


“Jaga dia dengan baik, semoga berbahagia,” ucap tuan Frank dan mendapatkan anggukan kepala dari Nathan.


“Terima kasih,” ucap Nathan kemudian dia dan Alice berdiri menghadap pastor. Sedangkan tuan Frank langsung pergi duduk di dekat Rosse.


Pastor kemudia memimpin doa untuk pernikahan Nathan dan Alice, setelah itu dia meminta pasangan pengantin itu untuk saling berhadapan dan mengucapkan janji suci pernikahan.


“Alice Walker, aku mengambilmu sebagai istri untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Baik pada waktu susah mau’pun senang, pada waktu kelimpahan mau’pun kekeruangan. Pada waktu sehat mau’pun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita. Sesuai dengan hukum Alla yang kudus dan inilah janji setiaku yang tulus.” Nathan mengucapkan janji sucinya dengan lancar tanpa hambatan.


Selesai Nathan berucap pastor meminta cinci kedua mempelai lalu mengangkatnya dan mengucapkan makna dari benda itu.


“Cincin ini bulat, tanpa awal dan akhir sebagai lambang kasih Alla yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin menyatakan bagi saudara berdua untuk meniru kasih Alla dalam rumah tangga dengan mengasihi pasangan tanpa awal juga tanpa akhir.”

__ADS_1


Pastor memberikan cinci kepada Nathan dan meminta untuk memasangkan di jari manis Alice dan mengucapkan janji.


“Alice, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku.” Nathan memasangkan cincin itu di jari manis wanita yang dia cintai, kemudian Alice mengucapkan janji suci pernikahan.


“Nathan Smith, aku menerimamu sebagai suami untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Baik pada waktu susah mau’pun senang, pada waktu kelimpahan mau’pun kekeruangan. Pada waktu sehat mau’pun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita. Sesuai dengan hukum Allah yang kudus dan inilah janji setiaku yang tulus.”


Alice mengucapkan janjinya dengan menatap mata Nathan tanpa berkedip, lalu pastor memberikan lagi cincin kepada Alice dan meminta untuk memasangkan di jari Nathan.


“Nathan Smith, aku berikan cincin ini sebagai lambang cintaku yang tulus kepadamu, dan akan selalu setia menjadi istri yang baik untukmu.” Alice juga memasangkan cincin itu di jari manis Nathan.


“You may kiss your bride.” Nathan membuka vail yang menutup wajah Alice dan mengecup dengan lembut bibir wanita yang sudah menjadi istrinya.


Kedua mempelai kemudian berlutut, pastor meminta yang hadir untuk berdiri karena dia akan melakukan doa pemberkatan kepada kedua mempelai.


“Hiduplah menurut janjimu, hayatilah tugas dan tanggung jawabmu dan terimalah berkat Tuhan.” pastor menumpangkan tangan ke atas kepala kedua mempelai.


“Alla yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perkawinan ini akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia supaya dalam iman, pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selamanya.” Selesai, semua berkata Amin.


Nathan membantu Alice berdiri lalu bersalaman dengan pastor, sesi pemberkatan selesai. Tuan Smith langsung maju ke depan dan memberikan selamat kepada putranya.


“Aku bahagia akhirnya kamu menikah, segera berikan aku cucu.” Nathan tertawa lalu Tuan Smith memeluk dan menepuk punggung punggung putranya.


“Terima kasih, Dad,” ucap Nathan dengan berbisik di telinga ayahnya.


Tuan Frank dan Rosse tidak ketinggalan mereka berdua berdiri dan menghampiri kedua mempelai itu dan memberikan ucapan selamat. Sedangkan nyonya Smith langsung masuk ke dalam Mansion bersama Lea dan putrinya


Dany juga memberikan selamat kepada Nathan dan Alice lalu dia berbicang-bincang dengan kedua mempelai itu serta tuan Smith.

__ADS_1


Selesai melakukan sesi foto, Nathan mengajak Alice masuk ke Mansion. Kedua mempelai itu melihat nyonya Smith dan Lea sedang duduk di ruang tengah. Alice hanya tersenyum lalu dia dan Nathan masuk ke lift untuk naik ke lantai dua.


__ADS_2