Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Dia sangat cantik ya


__ADS_3

Universitas Valencia terlihat sangat ramai, terlebih fakultas ekonomi, Casey tersenyum saat memasuki sebuah ruangan dan melihat beberapa mahasiswa dan mahasiswi sedang berbincang. Dia meletakan tas di meja kemudian duduk, Casey mengeluarkan laptop dan menghidupkannya.


Gadis itu melihat sekelilingnya, semua kursi sudah terisi penuh, kembali mata melihat ke laptop dan mencari informasi. Tidak lama kemudian seorang dosen laki-laki masuk, mereka memberi salam kepada pria itu.


Sementara di ruangan lain seorang pria sedang duduk, matanya memperhatikan para mahasiswi yang masuk. Dia berharap gadis itu satu ruangan dengannya tapi sampai mata kuliah akan di mulai apa yang di harapkan tidak kunjung datang.


Wajahnya terlihat kecewa, ‘mungkin dia di ruangan lain.’ gumamnya seraya memperhatikan seorang dosen wanita masuk. Pria itu nampak tidak bersemangat, dia mengeluarkan buku juga pulpen dan memperhatikan sang dosen sedang memperkenalkan dirinya.


Saat mata kuliah pertama selesai Casey pergi ke cafe, seperti biasa gadis itu memesan teh juga kue kemudian mencari tempat duduk. Begitu juga dengan Zelo, dia masuk dan memesan kopi lalu duduk.


Zelo memperhatikan Casey yang sedang duduk di pojok kemudian tersenyum, dia mencari cara untuk mendekati gadis itu. Lalu datang seorang wanita cantik menyapanya.


“Hi, apakah kursi ini kosong.” Zelo menatap orang yang menyapanya lalu menganggukan kepala, wanita itu tersenyum kemudian duduk dan meletakan kopi di atas meja.


Sedangkan Casey dia menikmati kue dan teh sambil mata tetap di laptop, saat dia mengangkat kepala matanya langsung tertuju kepada pria itu tapi dengan cepat sang gadis mengalihkan pandangannya.


“Oh ya, apakah kamu jurusan ekonomi juga?” tanya wanita itu tapi Zelo tidak memperhatikannya. “Maaf kalau aku mengganggumu.” Zelo tersadar kemudian dia tersenyum.


“Ah … sama sekali tidak. Oh ya kamu bertanya tadi padaku?” Wanita itu tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala, dia sudah berpkir pria itu tidak memperhatikannya.


“Iya, tadi aku bertanya kalau kamu jurusan ekonomi juga.” Zelo kembali tersenyum sambil mata memandang Casey yang sibuk dengan laptopnya.


“Iya, aku ekonomi juga.” Wanita itu memperhatikan mata Zelo kemudian dia melirik kepada Casey.


“Dia sangat cantik ya.” Zelo menjadi gugup dan mengalihkan pandangannya.


“Siapa yang sangat cantik?” Wanita itu tertawa  kemudian dia memberi isyarat dengan matanya kepada Casey. Zelo menjadi salah tingkah, lalu dia tersenyum.

__ADS_1


“Oh ya, aku Zelo.” Dia memperkenalkan namanya kepada wanita itu seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman.


“Anna,” balas wanita itu dengan menyambut tangan Zelo lalu mereka berdua tertawa. “Wanita itu namanya Casey, dia satu ruangan denganku,” sambungnya seraya menatap Casey.


“Oh, begitu.” Anna tersenyum dan menganggukan kepala.


“Kamu ingin mengenalnya?” Zelo menatap Anna kemudian dia tertawa.


“Ah … nanti saja.” Wanita itu melengkungkan bibirnya kemudian dia melihat jam di tangan.


“Aku harus kembali ke ruangan, terima kasih tempat duduknya.” Zelo tersenyum dan menganggukan kepala, dia juga berdiri dan kembali ke ruangan.


Casey mematikan laptop kemudian memasukan ke dalam tas, dia meninggalkan cafe dan pergi ke ruangan. Saat akan masuk ke kelas dia berpapasan dengan Zelo. Pria itu tersenyum padanya tapi sikap Casey begitu dingin, dia masuk dan meletakan tas di meja.


Sedangkan Zelo dia mengernyitkan dahi lalu masuk ke dalam ruangan, pria itu menjadi penasaran kepada Casey. Zelo bahkan ingin menyelidiki dimana gadis itu tinggal, ‘baru kali ini aku bertemu dengan wanita yang begitu dingin. Biasanya mereka yang tergila-gila padaku,’ Gumam pria itu seraya duduk.


Hari semakin siang, Casey memasukan laptop di tas kemudian meninggalkan ruangan, saat dia akan pergi ke parkiran terdengar seseorang memanggilnya. Gadis itu berhenti dan menoleh ke belakang kemudian tersenyum.


Diaz dan Casey saling tatap kemudian mereka berdua tertawa melihat teman seruangan sedang berlari menghampiri dia dan Diaz.


“Casey, kamu langsung pulang?” Casey menatap wanita itu lalu dia menganggukan kepala.


“Iya, Anna. Ada yang ingin aku kerjakan, kenapa?” tanya Casey seraya berjalan menuju ke mobil.


“Aku ingin mengajakmu ke perpustakaan.” Casey tersenyum lalu dia menggandeng tangan wanita itu.


“Besok saja, aku ada urusan penting,” ujar Casey seraya membuka pintu mobil.

__ADS_1


Sementara di  mobil lain, Zelo memperhatikan Casey dan kedua temannya. Dia berencana untuk mengikuti gadis itu, Zelo ingin tahu dimana Casey tinggal.


Saat mobil gadis itu meninggalkan parkiran, Zelo langsung mengikutinya dan  mengambil jarak. Dia memperhatikan kemana tujuan kendaraan Casey.


Mobil itu berhenti di sebuah apartemen, Zelo langsung menghentikan kendaraannya dan memperhatikan tempat tinggal gadis itu. ‘Oh … dia tinggal di sini. Tempatnya sangat bagus, aku suka.’ kata pria itu,


Lalu dia melihat Casey turun dan masuk ke gedung yang hanya tiga lantai. Zelo turun dan berlari menyusul gadis itu, dia ingin tahu Casey tinggal di lantai berapa.


Casey tidak menyadari kalau dia sedang di ikuti, dia menaiki anak tangga lalu tiba di lantai dua. Gadis itu langsung menuju ke apartemennya, dia membuka pintu dan masuk. Casey meletakan tas di sofa kemudian membuka kulkas.


Sementara Zelo, dia berdiri di depan tempat tinggal Casey dan memperhatikan apartemen. Dia ingin menyewa salah satu tempat di situ, pria itu sangat suka dengan pantai. Aku akan kembali lagi kesini dan mencari informasi.  Zelo meninggalkan gedung tersebut  dan kembali ke rumah.


Tiba di rumah dia langsung menuju kamar dan menghempaskan tubuh di kasur. Zelo memejamkan mata membayangkan kecantikan Casey, dia sangat menyukainya dan ingin mendapatkan gadis itu. Zelo tersenyum kemudian bangun dan duduk di tempat tidur.


“Ah … Casey kamu lain dari pada yang lain.” Pria itu menggelengkan kepala lalu pergi ke kamar mandi.


****


Dinginnya gadis itu membuat Zelo semakin penasaran, selama ini banyak wanita yang mengejarnya. Tapi Casey justru tidak perduli dengan ketampanan Zelo, dia sama sekali tidak tertarik dengan pria itu.


Sementara Zelo, dia berhasil menyewa apartemen dimana Casey tinggal,  bahkan satu lantai dengannya. Tanpa menunda lagi, dia langsung pindah di tempat itu. Zelo berdiri di teras sambil menikmati indahnya pantai disore hari, tanpa sengaja matanya melihat Casey sedang berjalan tanpa menggunakan alas kaki di bibir pantai.


“Gadis itu sangat cantik, tapi mengapa dia begitu dingin. Apakah mungkin dia pernah di kecewakan?” Zelo melengkungkan bibirnya kemudian kembali masuk dan memakai kaos lalu keluar menuju pantai.


Pria itu berpura-pura berjalan ke pantai, dia ingin mendekati Casey. Saat sudah dekat dengan gadis itu, Zelo berlari seolah-olah sedang berolahraga. Dia melewati Casey dan meliriknya, tapi gadis itu sama sekali tidak menggubrisnya.


Zelo menoleh ke belakang dan melihat Casey sedang berjalan menuju ke apartemen lalu  dia berhenti. **** … melirikku saja tidak, umpat pria itu kemudian duduk di pasir. Bagaimana cara menarik perhatiannya, matanya memandang ke pantai dan berpikir caranya untuk mendapatkan gadis itu.

__ADS_1


Akhirnya pria itu memutuskan kembali ke apartemen, saat masuk dia melihat Casey sedang berbincang dengan security. ‘Kenapa aku harus tergila-gila padanya, banyak wanita yang suka padaku.’


Zelo akhirnya tidak jadi kembali ke apartemen, dia memutuskan untuk pergi ke cafe. Begitu tiba pria itu langsung memesan kopi dan duduk.


__ADS_2