Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Ternyata kamu dalangnya


__ADS_3

Badan Casey semakin lemas, tiga hari dia tidak makan dan minum. Sengaja Ia melakukan itu agar dalang penculikan datang menemuinya, Casey terbaring lemas di ranjang rasa haus dan lapar di tahan olehnya.


Sementara di luar pria yang menyuruh menculiknya sedang berbincang dengan anak buahnya, dia mendapat laporan kalau sampai saat ini Casey tidak mau makan.


Merasa khawatir akhirnya pria itu pergi menemui Casey, perlahan dia membuka pintu dan melihat wanita itu sedang terbaring di ranjang dengan tubuh yang lemas. Ia menghampiri Casey dan berdiri di sisi tempat tidur memperhatikan tubuh yang sudah terlihat mulai kurus.


Merasa ada yang memperhatikannya perlahan Casey membuka matanya, samar-samar dia melihat pria yang menculiknya. Casey tersenyum smirk menatap lelaki itu, Ia menggeleng-gelengkan kepala lalu tertawa.


“Ternyata rencanaku berhasil, akhirnya si penculik datang menunjukkan batang hidungnya di depanku. Apakah kau takut aku mati?” ujar Casey dengan meledek pria yang ada di depannya.


Dengan badan terasa lemas Casey berusaha bangun dan duduk di tempat tidur sambil mata tak lepas menatap pria tampan yang berada di hadapannya.


“Kau pikir dengan menculikku bisa memilikiku?” Casey tersenyum smirk kepada pria yang menculiknya, yang tak lain adalah Zelo.


“Tentu saja,” jawab Zelo dengan membelai rambut Casey dengan lembut.


Casey tertawa mendengar jawaban Zelo, dia berusaha berdiri dan menjauh dari pria itu. Tatapan penuh kebencian dia arahkan kepada sang mantan.


“Aku lebih memilih mati dari pada hidup bersamamu.” Casey berusaha untuk tetap sadar karena saat ini badannya terasa sangat lemah.


“Tidak akan kubiarkan kau mati, aku sangat mencintaimu. Kita akan hidup bersama selamanya.” Ucapan Zelo membuat Casey tertawa.


“Zelo … Zelo … naif sekali.” Casey menggeleng-gelengkan kepala. “Itu bukan cinta tapi obsesi, kau hanya terobsesi untuk memilikiku tanpa perduli aku bahagia atau tidak.” Kini pandangan Casey mulai buram tapi dia berusaha untuk tetap sadar.


“Aku tidak perduli cinta atau obsesi, yang terpenting kau hanya milikku.” Zelo berucap dengan tegas.


“Kau hanya akan memiliki jasadku, aku lebih memilih mati dari pada terpisah dari Isaiah. Pria yang sangat aku cintai, ingat itu!” ujar Casey dengan menekankan jari telunjuk di dada Zelo.


Zelo terlihat marah dia menarik Casey dan menghempaskan ke tempat tidur lalu menindih tubuh wanita itu. Zelo menahan kedua tangan sang mantan karena berusaha memberontak.


“Kamu ingin memperkosaku seperti apa yang dilakukan oleh papaku? Silahkan saja.” Casey tersenyum mengejek kepada Zelo. “Kasihan sekali wanita yang sudah melahirkan anak seperti dirimu.”


Wajah Zelo memerah mendengar hinaan Casey, seketika dia menampar sang mantan dengan keras sehingga sudut bibir wanita itu mengeluarkan darah.


Casey terkejut dengan perlakuan Zelo, dia tidak merintih kesakitan tetapi tertawa dengan apa yang di lakukan oleh pria itu kepadanya. Tatapan matanya begitu meremehkan Zelo.

__ADS_1


“Ternyata ini sifat aslimu,” ujar Casey dengan senyuman smirknya. “Aku semakin yakin untuk tidak bersamamu, ternyata kau pria ringan tangan.” Casey menyeka darah di sudut bibirnya lalu menatap Zelo dengan penuh kebencian.


Sementara Zelo terpekun dengan apa yang dia lakukan, Ia tidak menyangka sudah menampar wanita yang sangat dicintainya. Zelo dengan cepat memegang kedua pipi Casey tapi langsung ditepis oleh wanita itu.


“Sungguh aku jijik melihatmu.” Casey mendorong tubuh Zelo dan berusaha berdiri, saat berhasil wanita itu jatuh pingsan.


Dengan cepat Zelo langsung menangkap tubuh Casey dan membaringkan di tempat tidur, Ia terlihat sangat khawatir melihat wajah Casey begitu pucat. Zelo menepuk dengan pelan pipi Casey untuk menyadarkan wanita itu.


Karena takut terjadi sesuatu kepada Casey, Zelo langsung menggendong wanita itu dan membawanya keluar, Ia memasukkan Casey ke mobil bersama salah satu anak buahnya lalu membawanya ke rumah sakit.


Berselang lima belas menit polisi tiba di villa bersama tuan Moralez, Isaiah dan Wesley. Sebelumnya saat berada di kantor polisi, Isaiah menunjukkan kepada pihak kepolisian lokasi ponsel Casey berada.


Kebetulan tuan Moralez juga berada di kantor polisi dan sedang berbincang-bincang bersama tuan Smith juga tuan Frank lalu mendengar kalau sudah menemukan titik lokasi ponsel Casey berada.


Saat melihat lokasi itu, tuan Moralez terkejut karena itu berada di villa miliknya. Dia langsung mengajak polisi juga Isaiah dan Wesley untuk ikut bersama.


Pada saat tiba di villa, Casey sudah di bawah ke rumah sakit oleh Zelo. Jadi tinggalah para penjaga yang diinterogasi oleh polisi juga tuan Moralez.


Alangkah terkejutnya tuan moralez saat mendengar kalau putranya yang menculik Casey, wajahnya entah mau ditaruh dimana. Tuan Moralez sangat malu kepada Isaiah.


“Perintahkan polisi untuk memeriksa disemua rumah sakit,” pinta Isaiah kepada salah satu polisi yang memimpin untuk mencari Casey.


Polisi itu langsung mengambil talkie walkie dan meminta rekan-rekan polisi untuk memeriksa semua rumah sakit yang ada di kota Caracas.


Tidak ketinggalan tuan Moralez memerintahkan semua anak buahnya juga mencari Casey dan Zelo di semua rumah sakit. Sementara Isaiah dan Wesley serta dua orang polisi langsung meninggalkan villa dan pergi mencari rumah sakit yang paling dekat dengan villa.


Sementara tuan Moralez juga anak buahnya mencari ke rumah sakit yang lain, dia benar-benar terlihat marah kepada Zelo dan ingin menghajarnya.


Tuan Moralez pergi ke Caracas Hospital Of Clinics dan mencari informasi di sana, dia menanyakan kepada petugas IGD dengan menunjukkan foto Casey dan Zelo tapi mereka tidak berada disana.


Di tempat lain Isaiah dan Wesley juga kedua polisi pergi ke Hospital Varagas de Caracas, mereka langsung menuju ke ruang IGD dan bertanya kepada petugas.


Mata Isaiah mengawasi ruang sekitar lalu matanya tertuju kepada Zelo yang sedang mondar-mandir di depan ruangan IGD, dengan cepat dia melangkahkan kaki menghampiri pria itu.


Begitu di depan Zelo, Isaiah langsung melepaskan pukulan di wajah Zelo sehingga pria itu terjatu. Isaiah tidak puas dia menarik kerah kemeja mantan kekasih Casey dan kembali memukul Zelo.

__ADS_1


Wesley melihat Isaiah lalu dia berlari menahan sang adik yang sudah terlihat sangat emosi, polisi juga langsung menahan Zelo dan membawanya ke mobil lalu seorang dokter keluar dari ruang IGD.


“Dok, apakah Anda yang menangani nona Casey?” tanya Isaiah dengan wajah penuh kekhawatiran.


“Iya benar, nona Casey baru saja siuman Anda bisa masuk untuk melihatnya.” Isaiah terlihat sangat senang, dia langsung masuk dan melihat sang kekasih terbaring dengan infus di tangan.


“Sweety.” Isaiah langsung memeluk Casey dan berulang kali mengecup dahi wanita itu.


“Babe, akhirnya aku bisa melihatmu.” Casey membalas memeluk Isaiah dan menyusupkan jemarinya di rambut tebal sang kekasih.


Isaiah menatap mata Casey lalu mengecup bibir sang kekasih berulang kali, tak terasa air bening mengalir di pipinya. Tiga hari tidak melihat Casey membuat pria itu tidak tidur.


“Apakah kau tidak tidur selama aku diculik?” tanya Casey dengan membelai pipi Isaiah.


“Bagaimana aku bisa tidur kalau orang yang aku cintai di culik,” jawab Isaiah dengan memegang kedua tangan Casey yang menempel di pipinya.


“Maafkan aku, semestinya aku tidak pergi ke proyek,” ucap Casey lalu dia melihat Wesley masuk. Casey berusaha duduk dan tersenyum kepada pria itu.


“Bagaimana rasanya di culik?” tanya Wesley dengan bercanda sambil berdiri di sisi brankar.


“Jangan bertanya begitu, aku sampai tidak makan selama tiga hari.” Isaiah membulatkan mata mendengar sang kekasih tidak makan selama itu.


“Benarkah?” Isaiah dan Wesley bertanya dengan serampak tak percaya.


“Kalian bisa lihat sendiri aku berakhir di rumah sakit.” gerutu Casey dengan menekuk wajah.


“Kenapa sudut bibirmu memar? Apakah Zelo memukulmu?” Casey menganggukan kepala menjawab pertanyaan Isaiah.


“Dia menamparku karena aku memancing emosinya.” Casey merabah sudut bibirnya yang masih terasa nyeri.


“Bersyukur kau baik-baik saja, dan saranku sebaiknya kau kembali ke Amerika, jangan disini lagi,” saran Wesley sambil mengacak rambut Casey.


“Iya benar, setelah ini kita kembali ke Amerika. Untuk proyek kita bisa pantau dari sana, percayakan semua kepada tuan Moralez.” Casey hanya menggangukkan kepala mendengar saran dari kakak beradik itu.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2