Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Aku akan memberi pelajaran


__ADS_3

Setelah benar-benar sembuh, Zelo mencari informasi dimana tempat Felix dan teman-temannya berkumpul. Pria itu sudah berniat untuk membalas semua perbuatan mereka kepadanya. Zelo ingin membuat para pengeroyok dirinya jerah agar tidak ada korban lain lagi.


Zelo berencana setelah dia memberi pelajaran kepada Felix, dia juga akan memutuskan hubungan kerja sama perusahannya dengan ayah Zaneta. Zelo sangat membenci wanita itu, dia tahu pasti perempuan itu yang menghasut Felix.


Tanpa sepengetahuan Casey, Zelo menemui Sabino untuk meminta bantuan menghadapi Felix dan teman-temannya. Pria itu tahu dia tidak bisa sendiri melawan kakak Jaime dan rekan-rekannya.


Zelo mendapat informasi dari Orland tempat Felix dan rekan-rekannya berkumpul, pria itu langsung menemui Sabino, dia melihat temanya itu sedang melatih anak-anak. Zelo duduk dan menunggu Sabino sambil mengutak atik ponsel.


Sementara di apartemen, Casey sedang duduk termenung di teras menghadap pantai. Semenjak dia tidak melayani Zelo malam itu, dia sudah jarang bertemu dengan pria itu. Di kampus  juga jarang melihatnya, entah mengapa ada perasaan rindu terhadap kekasihnya.


Casey ingin menelepon pria itu tapi akhirnya dia mengurungkan niatnya.  Gadis itu berdiri kemudian meninggalkan apartemen dan pergi ke pantai, dia duduk di atas pasir dan menghirup udara sore.


Sedangkan Zelo, dia masih duduk  menunggu Sabino. Dia melihat jam di tangan kemudian berdiri dan berjalan keluar, Zelo bersandar di dinding kemudian mengeluarkan ponsel. Zelo  menghubungi Casey, beberapa hari tidak melihat gadis itu membuat dia rindu padanya.


Pria itu mengkerutkan dahi karena tidak ada jawaban di ujung telepon, dia mencoba menelepon kembali tapi tetap sama. Dia mendengus dan masuk menemui Sabino, Zelo duduk dan memperhatikan temannya sedang berjalan menghampirinya.


“Kamu sudah baca pesanku?” tanya Zelo seraya berdiri menghampiri Sabino.


“Iya, aku sudah baca. Jam berapa kita ke sana?” Zelo melihat jam di tangannya dan berpikir.


“Um … bagaimana kalau jam 22:30 saja kita ke tempat mereka?” ujar Zelo dengan menatap temannya.


“Baiklah.” Sabino menepuk pelan lengan Zelo lalu mengajaknya untuk pergi ke cafe.


Zelo dan Sabino meninggalkan tempat latihan dan pergi ke cafe, mereka memesan kopi lalu pergi duduk. Kembali kedua sahabat itu berbincang-bincang, Zelo dan Sabino mengatur rencana untuk malam nanti.


“Apa yang akan kamu lakukan kalau bertemu dengan Felix?” tanya Sabino seraya mengaduk-aduk kopinya.


“Aku akan memberi pelajaran yang tidak akan dia lupakan seumur hidupnya,” jawab Zelo dengan geram. Wajah berubah sangat marah saat mengingat apa yang dilakukan Felix dan rekan-rekan kepada dirinya.


Zelo sudah berpikir, dia akan membuat Felix cacat seumur hidup agar pria itu tidak menjadi sombong dan seenaknya kepada orang lain.  Bukan hanya Felix saja tapi mereka yang terlibat menganiayanya akan diberi pelajaran olehnya.


Sabino memperhatikan wajah Zelo lalu dia menenangkan pria itu, dia tidak ingin Zelo melakukan hal yang sangat buruk dan merugikan dirinya sendiri.


“Cukup beri pelajaran saja, jangan berbuat yang lebih,” saran Sabino tapi Zelo menggelengkan kepala. Dia sudah bertekad untuk membuat Felix dan rekan-rekannya cacat seumur hidup.


“Kalau hanya pelajaran ringan, mereka tidak akan pernah jerah. Felix akan merasa dia yang paling berkuasa, aku akan mempermalukan dia. Lihat saja nanti.” Sabino hanya diam mendengar Zelo berkata begitu, dia melihat pria itu sudah bertekad untuk menjalankan rencananya.


Zelo melihat jam di tangannya kemudian berdiri, sebelum ke tempat Felix dia ingin bertemu dengan Casey. Sudah beberapa hari dia tidak melihat gadis itu sehingga membuat Zelo sangat rindu padanya.


“Baiklah, kita bertemu nanti malam,” ujar Zelo lalu Sabino menganggukan kepala dan ikut berdiri. Mereka berdua meninggalkan cafe, Zelo langsung menuju ke tempat tinggal Casey. Dia tiba dan memarkirkan mobilnya.


Saat turun, dia melihat Casey sedang duduk di pantai. Zelo tersenyum kemudian berjalan menghampiri gadis itu dan berdiri di belakangnya.


“Apa yang kamu pikirkan?” Casey terkejut dan menoleh ke arah suara itu. Dia berusaha tersenyum saat melihat pria itu, ada perasaan senang tapi dia menyembunyikannya.


“Kamu membuatku terkejut,” ujar Casey dengan suara manja lalu Zelo tertawa. Dia duduk di samping gadis itu dan memegang tangannya.

__ADS_1


“Kamu sudah makan?” tanya pria itu dengan lembut seraya mengatur rambut Casey ke belakang telinga. Gadis itu tersenyum simpul dan menggelengkan kepala.


“Belum, aku tidak lapar,” jawab Casey lalu Zelo melengkungkan bibir kemudian berdiri dan menarik tangan gadis itu. Zelo mengajaknya masuk ke apartemen, dia ingin melepaskan rindu kepada kekasihnya.


Casey mengikuti Zelo dan berjalan di samping pria itu. Saat berada di dalam apartemen, Zelo langsung memeluknya. Casey membalas pelukan sang kekasih dan membelai punggungnya, dia memejamkan mata dan melepaskan rindu dengan memeluk Zelo begitu erat.


“Aku sangat rindu padamu,” bisik Zelo di telinga Casey seraya mencium ubun kepala gadis itu.


“Kamu kemana saja? Kenapa beberapa hari ini aku tidak pernah melihatmu di kampus?” tanya Casey seraya melepaskan pelukan pria itu.


“Aku mengambil kuliah siang karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan,” jawab Zelo seraya menarik tangan Casey untuk duduk di pangkuannya.


“Oh, begitu. Besok kuliah siang juga?” tanya Casey seraya melingkarkan tangannya di punggung Zelo.


“Um, besok tidak ada mata kuliah. Aku libur,” jawab Zelo dengan membelai rambut gadis itu.


“Baiklah, aku akan memesan makanan,” ujar Casey seraya berdiri. “Kamu akan makan di sini?” tanya gadis itu lalu Zelo berdiri dan menganggukan kepala.


Dia mengikuti Casey masuk ke dalam kemudian duduk di sofa, Zelo memperhatikan gadis itu lalu tersenyum sendiri. Walaupun beberapa hari yang lalu dia sempat kecewa tapi pria itu tetap mencintai Casey.


Dia mengambil remote dan menghidupkan tv, Zelo memberi isyarat agar Casey duduk di sampingnya.


“Sudah selesai memesan makanan?” tanya pria itu dengan menarik tangan Casey agar lebih dekat padanya.


“Iya,” jawab gadis itu seraya menyandarkan kepala di dada Zelo dan menonton film yang di tayangkan oleh salah satu tv yang ada di Valencia.


Zelo tidak menyangka ternyata  film yang mereka tonton banyak adegan dewasa. Napasnya naik turun melihat kedua pasangan itu sedang melakukan hubungan badan.


Kembali dia melirik Casey yang sedari tadi hanya diam menonton film tersebut. Zelo merasakan miliknya semakin keras, lalu tangannya mulai masuk di antara paha Casey.


Casey memejamkan mata dan membiarkan jemari pria itu bermain di area intinya lalu terdengar lenguhan dari bibir Casey.


Dia sengaja membuka pahanya agar jari Zelo bisa leluasa memainkan miliknya, Casey mulai mendesaah tatkala jemari Zelo menerobos masuk.


Zelo berhenti kemudian melepaskan kaos juga celananya, dia juga menanggalkan pakaian Casey kemudian mencium bibir gadis itu.


Zelo membaringkan Casey di sofa, dia menindih tubuh gadis itu. Zelo mencium bibir Casey sambil jemari memainkan suatu benda kenikmatan milik Casey.


Awalnya pria itu takut untuk melakukan hubungan lagi dengan Casey, dia tidak ingin gadis itu teringat kembali videonya dengan wanita saat  berada di Brazil.


Tapi Zelo tidak bisa menahan hasratnya, dia mencium leher jenjang itu kemudian turun ke dada dan meninggalkan kecupan di sana. Pria itu berhenti kemudian mengangkat Casey bagaikan pengantin dan membawanya ke kamar.


Kembali dia menindih tubuh Casey dan  mencium sekujur tubuh sang kekasih sembari jemarinya bermain di antara paha gadis itu. Kali ini dia berharap Casey tidak mengingat video itu,  Zelo  mengarahkan miliknya lalu menekan dengan perlahan-lahan.


Gadis itu membuka pahanya dan merasakan milik sang kekasih menerobos masuk ke area intinya, kembali dia memejamkan mata dan mengelus punggung Zelo.


 Casey mulai mendesaah saat merasakan benda itu masuk keluar dengan pelan di miliknya, dia memejamkan mata dan menarik sprei lalu meremasnya.

__ADS_1


“Zelo ….” desaah gadis itu di kuping kekasihnya seraya meremas rambut coklat itu.


“Iya … kamu suka?” tanya Zelo sambil menggerakan pinggulnya naik turun dengan perlahan untuk memberikan rasa nyaman kepada Casey.


Casey hanya menganggukan kepala dan melingkarkan satu kakinya di pinggang Zelo. Casey terus menikmati setiap tusukan-tusukan yang di berikan pria itu di rongga intinya yang sudah basah.


Zelo sangat senang, dia semakin bergairah mendengar rintihan kenikmatan yang keluar dari bibir Casey. Bunyi perpaduan cairan membuat pria itu lebih bersemangat bekerja di atas tubuh Casey.


Lenguhan kenikmatan kembali keluar dari bibir gadis itu, Zelo tidak berhenti dia terus menggerakan pinggulnya dengan tempo sedikit cepat.


Goresan kuku di punggung tidak dia rasakan lagi. Zelo ingin memuaskan Casey, dia ingin melepaskan hasrat yang sudah lama tertahan.


Zelo melingkarkan kedua tangan di punggung Casey dan bekerja lebih cepat. Dia memompa pinggulnya sehingga benturan kulit mereka terdengar di ruangan itu.


 Casey tidak tahan lagi, dia melingkarkan kedua kaki di pinggang Zelo dan memeluknya dengan erat. Napas terhenti serta tubuhnya tersentak saat mencapai puncak kenikmatan.


Zelo tidak berhenti, miliknya terus menggempur area inti sang kekasih. Dia ingin membuat gadis itu tidak berdaya, Zelo mencium bibir Casey sambil terus memompa pinggulnya dengan cepat.


Gadis itu mulai merasakan kembali kenikmatan itu, dia mendorong Zelo lalu duduk di atas perut pria itu. Casey menuntun milik sang kekasih kemudian menggerakan pinggulnya dengan perlahan.


Zelo meremas kedua bukit yang menggantung dan memperhatikan miliknya masuk keluar di area inti gadis itu. Dia memegang pinggang Casey dan membantu menggerakan naik turun dengan cepat.


Pria itu tidak tahan lagi, dia mengambil alih dengan mengganti posisinya. Zelo kembali membaringkan Casey dan mencium bibir gadis itu. Dia bekerja di atas tubuh  kekasihnya sehingga membuat Casey berulang kali mengalami pelepasan.


 Casey sangat menikmati permainan sang kekasih, berulang kali mencapai puncak kenikmatan membuatnya tidak berdaya. Casey memilih pasrah melihat pria itu masih bekerja di atas tubuhnya untuk mencari pelepasan.


 Badannya tidak bisa bergerak saat Zelo memeluknya dengan erat lalu terdengar erangan dari bibir pria itu, dia mengalami pelepasan.


Berulang kali dia menyentakan pinggulnya dan melepaskan lahar hangat di dalam milik sang kekasih. Lambat laun pelukannya mulai merenggang.


Zelo mengangkat kepalanya kemudian dia mengecup bibir Casey, pria itu sangat senang karena sang kekasih tidak mengingat video itu lagi dan bermain sampai mereka berdua mengalami pelepasan.


“Aku sangat mencintaimu,” bisik Zelo di kuping Casey lalu gadis itu memeluknya dengan erat dan membelai punggung Zelo.


“Aku juga mencintaimu,” balas Casey kemudian dia mencium bibir pria itu. Tiba-tiba ponsel Zelo berbunyi.


Dengan cepat dia meraih ponselnya lalu melihat panggilan dari Sabino, Zelo langsung turun dari  tubuh gadis itu  dan pergi ke teras untuk menjawab telepon itu.


Dia tidak ingin Casey tahu kalau dia dan Sabino akan ke tempat Felix dan rekan-rekannya.


“Sabino, tunggu saja aku di tempatmu. Aku segera ke sana.” Zelo menutup telepon kemudian kembali ke kamar menemui Casey.


Dia memakai kaos juga celananya kemudian mengecup bibir sang kekasih. Casey menatap Zelo dengan heran, dia bangun dan duduk di tempat tidur.


“Siapa yang menelepon?” tanya Casey seraya memakai pakaiannya.


“Asistenku, aku lupa kalau malam ini dia akan mengambil dokumen,” bohong Zelo. “Aku akan akan kembali.” Kembali pria itu mencium bibir Casey dan segera berlari keluar mengambil kunci mobil. Zelo langsung pergi menemui Sabino.

__ADS_1


__ADS_2