
Cukup beristirahat Nathan dan Alice bersiap-siap untuk acara selanjutnya, Alice kini sudah berganti gaun berbeda yang dia pakai saat pemberkataan tadi.
Walau’pun warnanya tetap sama tapi model gaun pengantinnya berbeda, ini terlihat lebih terbuka dari awal. Kali ini gaunnya tanpa lengan dan menampakan tulang selangka dan leher jenjang Alice yang indah serta belahan sampai paha sehingga memperlihatkan kaki indah wanita itu.
Alice menggandeng lengan Nathan dan turun dari lantai dua dengan perlahan-lahan, kedua mempelai menuju ke halaman belakang dimana para undangan sudah berkumpul dan menanti kehadiran mereka berdua.
Alice dan Nathan melemparkan senyum kepada tamu yang sudah hadir lalu berjalan ke meja yang sudah disiapkan, sementara dari kejauhan nampak seorang wanita menatap Alice dengan penuh kebencian. Dia berencana untuk mengacaukan pesta pernikahan Nathan dan Alice.
Sementara tuan Frank dan Rosse baru saja turun dari mobil dan melihat wanita itu, Rosse sangat mengenalnya. Dia berhenti dan mengerutkan dahi menatap orang itu, tuan Frank memperhatikan wajah putrinya.
“Ada apa?” tanya tuan Frank seraya menghampiri putrinya.
“Aku curiga dengan wanita itu, sepertinya dia ingin melakukan sesuatu di pesat pernikaha Alice.” Tuan Frank mengikuti arah yang di tunjuk oleh Rosse.
“Kamu mengenalnya?” Kembali tuan Frank bertanya dengan memperhatikan wanita yang di tunjuk oleh Rosse.
“Iya, dia adalah Ruth mantan Nathan.” Tuan Frank juga melihat wanita yang mondar-mandir itu sangat mencurigakan kemudian dia memanggil anak buahnya untuk mengawasinya.
Tuan Frank juga ingin pesta pernikahan Alice berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan dari mana’pun. Dia sudah mendengar kalau istri tuan Smith dan menantunya sangat membenci Alice, makanya dia ingin melindungi sahabat putrinya.
“Ayo, kita masuk. Dia tidak akan berbuat macam-macam kepada Alice.” Tuan Frank memegang tangan putrinya dan pergi ke halaman belakang tempat pesta pernikahan Alice dan Nathan.
Saat tuan Frank masuk semua mata tertuju kepada pria itu, siapa yang tidak kenal dengannya. Seorang pengusaha ternama di kota Houston, banyak yang ingin menjadi partner bisnis dengannya tapi sengat tidak mudah karena tuan Frank sangat teliti.
“Apakah dia kerabat dari mempelai wanita?” tanya salah satu tamu di pesta itu.
“Aku dengar istri Nathan adalah sahabat putri dari tuan Frank dan pria itu sudah menganggapnya anak.”
“Ya, aku juga dengar seperti itu.”
__ADS_1
“Beruntung sekali tuan Smith menikahkan putranya dengan Alice, jika di gabungkan bisnis keduanya maka akan menjadi perusahan raksasa di kota ini.
Mereka terus memperbincangkan tuan Frank bahkan mengaggumi pria itu serta putrinya. Melihat tuan Frank ayah Nathan berdiri dan menyambutnya, serta mengajak duduk bersama dia dan Nathan juga Alice.
Alice berdiri dan memeluk tuan Frank serta mencium kedua pipi pria itu, begitu juga dia melakukannya kepada Rosse. Alice menarik sahabat untuk duduk di dekatnya.
Sementara nyonya Smith dan Lea duduk di meja lain dan menatap tidak suka kepada Alice juga Rosse, apalagi sang suami menyambut tuan Frank membuat nyonya Smith semakin kesal.
Sedangkan Dany dia memanfaatkan situasi dengan mendekat kepada tuan Smith dan tuan Frank, dia bergabung dengan kedua pria itu dan berbincang-bincang.
Acara akhirnya dimulai Nathan dan Alice berdiri di depan kue pengantin dengan memegang pisau, mereka di tuntun oleh seorang mc perempuan. Alice dan Nathan sama-sama memotong kue lalu meletakkan di piring kecil, kini mereka saling menyuap. Terdengar tepuk tangan para undangan. selesai, Nathan memegang tangan Alice dan berjalan ke meja mereka.
Sementara Tuan Smith dengan wajah bahagia dia berdiri kemudian mengambil microphone untuk memberikan petuah kepada Nathan dan Alice. Pertama-tama tuan Smith menyapa tuan Frank yang sedang duduk bersama Nathan dan Alice serta Rosse.
“Suatu kebanggaan tersendiri, di pesta pernikahan putraku hadir seorang tamu kehormatan. Yaitu tuan Frank, semua pasti mengenal siapa beliau.” Mendengar namanya di sebut, tuan Frank mengangkat gelas yang berisikan wine kepada tuan Smith dengan tersenyum.
“Semua pasti tahu, beliau adalah pemilik Miller Corporation. Perusahan terbesar yang berada di kota Houston, dalam kesempatan ini aku ingin mengucapkan banyak terima kasih karena di tengah kesibukan, Anda masih bisa menyempatkan diri hadir di tempat ini.” Kembali tuan Frank tersenyum lalu berdiri dan membungkukan badannya menghargai apa yang di utarakan oleh tuan Smith.
“Sekali lagi aku ucapkan terima kasih, dan untuk kedua mempelai. Nathan dan Alice, aku ingin mengatakan pernikahan itu bukan hanya bersatunya laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan keturunan, tidak seperti itu.” Tuan Smith menatap Alice dan Nathan lalu tersenyum.
“Pernikahan bukanlah perjalanan satu dua hari seperti kalian berpacaran, bisa diakhiri kapan saja setelah kalian bosan. Tapi pernikahan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan suatu kesetiaan, komitmen dan penerimaan.” Nathan dan Alice dengan seksama mendengarkan nasehat tuan Smith.
“Pernikahan bukanlah akhir, tapi justru awal dari segalanya. Mungkin banyak dari kita berpikir pernikahan sangat menyenangkan, aku pikir juga seperti itu memang sangat menyenangkan tapi bukan berarti kehidupan setelah pernikahan akan selalu mudah.” Tuan Smith berhenti sejenak dan menatap Dany juga Lea karena dia juga menyinggung rumah tangga mereka.
“Akan banyak masalah yang datang, baik itu dari keluarga, pekerjaan atau hal-hal lain yang memicu pertengkaran. Tapi kalian harus selalu ingat pada komiten pernikahan kalian, yaitu untuk saling setia, saling menjaga, saling merawat satu sama lain dan janji-janji lainnya.” Alice dan Nathan mengangguk-anggukkan.
“Janji kalian bukan hanya kepada keluarga saja tapi kepada Tuhan, yang namanya pernikahan tidak akan selamanya berjalan mulus. Tapi disaat ujian atau cobaan datang, ingatlah komitmen kalian berdua.” Para undangan juga mendengarkan segala nasehat tuan Smith.
Sementara di depan gerbang, pengawal tuan Frank berusaha menahan Ruth yang ingin mengacau di pernikahan Nathan dan Alice. Wanita itu berusaha melepaskan diri sambil berteriak kepada orang suruhan dari tuan Frank.
__ADS_1
Para pengawal menyeret Ruth dan membawa keluar dari kediaman Nathan, serta menutup pintu gerbang. Sementara Ruth tetap berteriak seperti orang gila meminta agar mengijinkan dia masuk.
Di dalam, Nathan dan Alice serta para undangan tidak tahu apa yang terjadi di luar. Mereka terlalu fokus dengan petuah-petuah yang diberikan oleh tuan Smith.
“Jangan lupa komunikasi, mau mendengarkan pasangan, tetap romantis. Tidak lupa dan jangan malu mengatakan tolong, maaf, dan terima kasih. Satu hal lagi, hindari berpikir negatif tentang pasangan.” Ucapan tuan Smith mendapatkan tepuk tangan dari semua undangan.
“Ah, aku sudah bicara terlalu panjang lebar.” Semua undangan tertawa mendengar tuan Smith berkata begitu, termasuk tuan Frank.
“Baiklah aku sudahinya saja, mungkin tuan Frank ingin menyampaikan satu dua buah kata untuk kedua mempelai ini.” Mendapat kesempatan, tuan Frank langsung berdiri dan mengambil alih microphone dari tangan tuan Smith.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku, mungkin sebagian dari kalian bertanya-tanya kenapa aku hadir di pernikahan putra tuan Smith padahal kami berdua bukan mitra bisnis.” Tuan Frank melayangkan pandangannya kepada para undangan.
“Beberapa bulan yang lalu, Nathan datang kepadaku dan meminta ijin untuk menikahi Alice. Mungkin tuan Smith berpikir mengapa putranya datang meminta ijin kepadaku, apa hubungan aku dan Alice.” Nampak tuan Smith terkekeh, dia memang bingung kenapa tuan Frank yang menjadi pendamping Alice.
“Alice bukan hanya sekedar teman dari putriku, dia adalah anak angkatku. Saat Alice dan Rosse duduk di bangku sekolah, aku melihat kedekatan dia dan Rosse.” Nampak Alice dan Rosse saling bertatap mata dan tersenyum.
“Aku bukan orang sembarangan yang membiarkan putriku bergaul dengan siapa saja. Kalau itu mendatangkan positif buat Rosse aku tidak akan melarangnya. Saat itu aku meminta asistenku untuk menyelidiki siapa Alice.” Tuan Frank berhenti lalu menatap Alice dengan tersenyum.
“Ternyata dia hanyalah seorang anak yatim piatu, dan hasil laporang asistenku mengatakan dia adalah gadis yang baik, juga berprestasi. Karena kedekatan dia dan Rosse, aku mengadopsinya hanya saja dia tetap menggunakan marga ayahnya. Itu tidak masalah bagiku.” Tuan Frank menarik napas panjang lalu menatap Nathan.
“Aku mengijinkan Nathan menikahi Alice karena putriku mengatakan dia adalah pria yang baik, aku ingin kamu membuktikan itu. Cintai dia dengan tulus, perlakukan dia dengan baik. Jangan pernah membuat dia menangis, karena sudah cukup dia menderita serta tidak merasakan kasih sayang sejak lahir dari kedua orang tuanya.”
Nampak Alice menarik napas panjang dan berusaha untuk tidak meneteskan airmata, dia tersenyum menatap tuan Frank yang sudah dia anggap ayah kandungnya. Tidak berbeda dengan Rosse, dia malah terharu dengan apa yang di katakan oleh tuan Frank.
“Kedua orang tua Alice meninggal saat dia berumur dua bulan, lalu di titipkan di panti asuhan. Aku bukan membuka siapa Alice sebenarnya, tapi di sini aku mau tegaskan. Siapa yang menyakitinya atau bersinggungan dengan dia, itu akan menjadi urusanku. Alice adalah seorang Miller.” Mata tuan Frank tertuju kepada istri tuan Smith juga Lea, karena dia sudah dengar dari Rosse tentang kedua wanita itu.
“Aku mengucapkan terima kasih kepada Alice, sudah memberikan kesempatan untuk mendampinginya, baru kali ini aku merasakan menjadi ayah yang sesungguhnya. Mengantarkan putrinya dan menyerahkan kepada pria yang dia cintai.” Alice tersenyum dan mengangkat gelas yang berisikan wine ke arah tuan Frank.
“Ternyata inilah kesedihan dicampur kebahagiaan seorang ayah yang memiliki putri, dimana mereka harus menyerahkan orang yang mereka sayangi sedari lahir kepada pilihan mereka.”
__ADS_1
“Akhir kata, untuk Alice dan Nathan. Semua rumah tangga pasti ada masalah, tinggal bagaimana kalian berdua menyelesaikannya. Jangan pernah menyerah, apa’pun yang akan terjadi di depan nanti, kalian tetap saling percaya dan jaga cinta kalian. Terima kasih.” Nathan juga tuan Smith berdiri dan memberikan tepuk tangan kepada tuan Frank.
Sedangkan Alice, dia berdiri dan memeluk pria yang sudah mengadopsinya dengan erat.