Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Belum cinta tapi sakitnya menusuk


__ADS_3

Dua hari sudah Zelo berada di Brazil, Casey termenung sendiri di pinggir kolam renang. Dia sangat merindukan sang kekasih video call tak cukup baginya. Tiba-tiba ponsel berbunyi, dengan cepat dia mengambil dan melihat pesan dari Zelo.


Sementara di Brazil, Zelo sedang berbincang dengan seorang wanita cantik di kantor. Dia adalah rekan bisnis yang akan bekerja sama dengan perusahan ayahnya. Pria itu sangat mengagumi kecantikan gadis yang ada di depannya sehingga saat di ajak ke club Zelo mau mengikutinya.


Zelo pun mengirim pesan kepada Casey dan memberitahukan kepada gadis itu kalau dia akan pergi ke club bersama rekan bisninya.


{Apakah rekan bisnismu laki-laki? Bunyi} pesan Casey lalu Zelo membalas.


[Iya, laki-laki.] Karena berpikir rekannya adalah pria Casey mengijinkan Zelo untuk pergi ke club.


Malamnya Zelo bersiap-siap menjemput wanita itu, dia menyemprot parfum ke tubuhnya lalu memakai kemeja. Pria itu berdiri di depan cermian kemudian menyisir rambut dan tersenyum sendiri.


Dengan bersiul Zelo meninggalkan rumah  menjemput rekan bisnisnya, saat tiba dia tergagum melihat baju seksi yang di kenakan wanita itu. Rok mini dan kaos tipis dengan belahan dada membuat jakun pria itu bergerak menelan saliva.


Sejenak dia melupakan sang kekasih yang berada di Valencia, dia terhipnotis dengan kaos transparan yang menampakan keindahan tubuh wanita itu. Zelo tertegun menatapnya.


“Zelo, kita berangkat sekarang?” Pria itu tersadar lalu cepat-cepat merubah raut wajahnya dengan tersenyum.


“Oh, iya. Kita berangkat sekarang.” Dia membukakan pintu mobil kepada wanita itu lalu mereka berangkat ke club. Sepanjang jalan matanya melirik ke dada rekan bisnisnya.


Akhirnya tiba, saat masuk pelayan langsung mengantar mereka ke meja yang sudah di pesan oleh Zelo. Mereka naik ke lantai dua dan duduk di sofa, pria itu langsung memesan minuman kepada pelayan itu.


Suara dentuman musik di club  membuat para pengunjung bergoyang, kilauan lampu dan permainan Dj menghipnotis mereka. Zelo sudah terlihat mabuk, wanita itu menariknya dan mengajak kekasih Casey untuk berjoget. Zelo benar-benar lupa kepada wanita yang ada di Valencia, dia sangat menikmati malam ini dengan rekan bisnisnya.


Saat wanita itu melingkarkan kedua tangan di punggung Zelo dan mencium bibirnya, pria itu tidak menyadari kalau seseorang memotret mereka.


Zelo meletakan tangan di pinggang wanita itu dan membalas ciumannya, dia menggigit dengan lembut bibir rekan bisnisnya dan kembali ada yang merekam adegan itu.


Zelo mengajak wanita itu duduk di sofa dan kembali mereka berdua saling berciuman. Tangannya mulai menggerayangi tubuh sang rekan bisnis, Zelo tidak tahu seseroang sedang merekam aksi mereka berdua.


Wanita itu duduk di pangkuan Zelo lalu berciuman kembali. Tangannya membuka resleting, Zelo membiarkan rekan bisnisnya memegang miliknya. Dia menikmati elusan jemari lembut itu.


Zelo mengangkat rok wanita itu kemudian mereka melakukan hubungan di sofa, nampak rekan bisnisnya begitu lincah dia atas pangkuan pria itu. Zelo benar-benar lupa kalau dia sudah punya kekasih.

__ADS_1


Rekaman permainan mereka terus berlanjut sampai kedua pasangan itu mengalami pelepasan, entah apa tujuan dari orang itu untuk mengambil video kepada Zelo dan wanita itu.


Sementara di Valencia, Casey sedang siap-siap untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Saat akan mengambil kunci mobil ponselnya berbunyi, dia melihat ada beberapa pesan berbentuk foto dan video masuk di aplikasi tempat dia berkirim pesan dari nomor yang tidak dikenal.


Sambil berpikir itu nomor siapa, matanya melotot tatkala melihat sang kekasih sedang berciuman dengan wanita lain. Dada terasa sesak, airmata mulai mengalir di pipi. Lebih sakit lagi saat melihat video wanita itu duduk di pangkuan kekasihnya dan berciuman.


Tarikan napas begitu dalam untuk menenangkan diri, sakit bagaikan di sayat belati melihat orang yang mulai dia cinta bercumbu dengan wanita lain.


Tidak tahan melihatnya dia meletakan ponsel di meja kemudian menyalakan komputer lalu lalu Casey memindahkan semua foto dan video ke perangkat itu. Casey menulis surat dan meletakan di atas meja.


Tanpa berpikir panjang, dia mengambil keputusan untuk meninggalkan pria itu walaupun sangat mulai ada rasa cinta. Buat Casey perbuatan sang kekasih tidak dapat di maafkan, pertama dia berbohong dan kedua dia mengkhianati cintanya.


Dengan menarik koper gadis itu melangkahkan kaki meningggalkan rumah itu. Mata berkaca-kaca dia membuka pintu mobil dan memasukan kopernya di bagasi lalu salah satu pengawal datang menghampirinya.


“Nona, Anda mau kemana?” tanya pria itu seraya melihat mata Casey yang sembab.


“Aku harus ke airport, orang tua ku di rumah sakit.” Gadis itu berbohong agar mereka tidak menahannya.


“Baiklah aku akan mengantarmu ke airport.” Casey tidak mengijinkan pengawal itu, dia tidak ingin mereka tahu kalau dirinya akan meninggalkan bos mereka.


Dia langsung menuju ke villa milik orang tuanya, sepanjang jalan airmata mengalir terus. ‘Tega sekali kamu menyakitiku.’ gadis itu terisak tatkala mengingat video yang dikirim seseorang padanya.


Saat lampu merah dia menghentikan mobilnya, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Lebih baik aku pergi jauh. Bunyi klatson berulang kali terdengar sehingga menyadarkannya.


Dia tiba di villa, seorang penjaga membukakan pintu lalu Casey turun dari mobil dan mengambil koper kemudian masuk langsung menuju ke kamar dan mengunci pintu. Gadis itu berbaring, tak tahan lagi lalu pecah tangisnya.


Brazil


Di Brazil, Zelo terbangun dan melihat dirinya dalam keadaan telanjang serta seorang wanita masih ada dalam pelukannya. ‘Shiit …aku mabuk semalam,’ umpat pria itu seraya berdiri dan memakai kemeja juga celananya.


‘Kalau Casey tahu dia bisa meninggalkanku.’ Tanpa sepengetahuan rekan bisnisnya, pria itu meninggalkan hotel. ‘Apa yang telah aku lakukan? Aku sudah mengkhianati Casey.’


Sepanjang jalan pria itu terus berpikir, dia melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Zelo meraih ponsel dan menghubungi Casey, tapi tidak ada jawaban di sana.

__ADS_1


Kembali dia menghubungi Casey tapi ponsel gadis itu tidak aktif lagi, Zelo mengerutkan dahi dan melajukan mobil dia ingin segera tiba di rumah dan menelepon kembali kekasihnya.


Saat tiba dia menghubunginya lagi tapi tetap sama ponsel gadis itu tidak aktif lalu Zelo menghubungi salah satu pengawalnya panggilan terhubung, pria itu langsung bertanya kepada bodyguard itu.


“Apakah Casey di rumah?” tanya Zelo seraya berjalan dan berdiri di depan jendela.


“Nona Casey sudah pergi, Tuan.” Pria itu terkejut mendengar jawaban  dari pengawalnya.


“Dia bilang mau melihat orang tuanya, tapi aku lihat matanya sembab seperti baru selesai menangis.” Zelo menjadi khawatir dengan  informasi pengawalnya lalu dia menutup telepon.


Dia langsung memesan tiket untuk kembali ke Valencia, pria itu takut terjadi sesuatu kepada Casey. Zelo tidak tahu kalau Casey sudah meninggalkannya karena melihat rekaman dia dan wanita itu.


Sementara di Villa, gadis itu sedang berdiri di teras memandang pantai dan indahnya kota Valencia. Tapi tidak menarik di matanya karena sakit yang begitu dalam, airmata menetes kembali. ‘Sekalipun kamu bersujud di kakiku aku tidak akan pernah memaafkanmu, luka yang kamu gores terlalu dalam dan sakit.’


Sementara termenung terdengar suara seorang wanita memanggilnya, Casey dengan cepat menghapus airmata kemudian berdiri dan berusaha tersenyum.


“Maria?” Casey memeluk wanita setengah baya itu dengan erat.


“Kamu sangat cantik, Sayang.” puji Maria orang yang dipercayakan mengurus villa orang tua gadis itu.


“Terima kasih, Maria.” Casey berusaha tersenyum tapi Maria bisa menebak kalau gadis itu sedang ada masalah.


“Sudah lama di Valencia kenapa baru kali ini datang kesini?” tanya wanita itu seraya mengajak Casey duduk.


“Aku sibuk kuliah, karena ini libur dan tidak tahu mau kemana jadi aku putuskan datang ke sini.” Gadis itu berbohong supaya Maria tidak banyak bertanya lalu wanita itu tertawa dan mencubit pipi Casey.


“Baiklah, aku tinggal sebentar.” Casey menganggukan kepala kemudian Maria meninggalkannya sendiri.


Kembali Casey termenung, dia  masih merasakan sakit dan sesak di dada. Belum mencintai seutuhnya tapi sudah sesakit ini, Casey ingin berteriak dan memaki pria itu.


Merasa lelah, Casey kembali ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di ranjang.


Jangan lupa like dan komentar ya.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2