Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Sudah bosan?


__ADS_3

“Jadi itu alasanmu ingin berhenti? Tidak ada yang lain?” tanya tuan Smith, dari raut wajahnya terlihat pria itu kecewa dengan pengunduran diri Casey.


“Iya, Tuan. Selesai menikah aku dan Isaiah akan pindah ke Jerman untuk mengurus bisnis milik orang tuanya disana,” sahut Casey meyakinkan tuan Smith yang terlihat ragu padanya.


“Aku pikir karena kehadiran cucuku yang sekaligus mantan kekasihmu.” Tuan Smith berucap sambil melirik Asher yang sedang duduk di kursi kerja.


“Tidak, Tuan. Sebenarnya sebelum kedatangan cucumu ….” Casey tidak ingin menyebut nama Zelo. “Um, Aku sudah berniat mengundurkan diri. Aku bahkan ingin Adam yang menggantikan posisiku,” lanjut Casey menjelaskan kepada tuan Smith.


“Sayang sekali, padahal aku ingin kamu mengurus perusahan ini dan Asher akan ikut bersamaku untuk bisnis yang lain.” Tampak tuan Smith menarik napas dengan berat atas keputusan Casey.


“Tuan, aku rasa cucu Anda lebih tepat mengurus perusahan ini, karena proyek yang sedang berjalan di kerjakan oleh ayah angkatnya,” tutur Casey, dia tidak ingin menyebut nama sang mantan karena bingung apakah harus menyebut Zelo atau Asher.


“Baiklah kalau  itu sudah menjadi keputusanmu, aku tidak akan memaksa.” Dengan berat hati tuan Smith mengabulkan permintaan Casey.


Sementara Asher dia terlihat tidak senang dengan pengunduran Casey, bahkan mendengar sang mantan akan segera menikah raut wajah pria itu berubah tidak suka. Tapi Ia tidak bisa berkata apa-apa hanya mendengar perbincangan Casey dan kakeknya.


“Terima kasih, Tuan. Kalau begitu aku permisi,” ucap Casey seraya bangkit berdiri dan bersalaman dengan tuan Smith, juga melemparkan senyum kepada Asher.


Begitu keluar dari ruangan tuan Smith Casey langsung menemui Isaiah dan mengajak pergi, Ia telihat sangat lega pada akhitnya mundur dari perusahan tuan Smith.


“Semua lancar?” tanya Isaiah seraya membukakan pintu mobil kepada Casey.


“Iya, awalnya tuan Smith menahanku tapi aku yakinkan dia kalau selesai menikah aku dan kamu akan tinggal di Jerman,” tutur Casey dengan menggunakan sabuk pengaman.


“Bagus kalau begitu.” Isaiah langsung menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran.


Perginya Casey seorang pria turun dari mobil yang tak lain adalah Dany, sedari tadi dia berdiam diri dan menunggu Casey untuk pergi. Dany langsung masuk menuju ke ruangan tuan Smith, Ia mengetuk pintu lalu terdengar suara dari dalam.


“Masuk.” Dany membuka pintu dan melihat tuan Smith sedang berbicang dengan Asher, Ia pura-pura tersenyum dan bahagia putra Nathan sudah kembali.


“Akhirnya keponakanku kembali,” ujar Dany seraya merentangkan tangan ingin memeluk Asher.


Asher’pun berdiri dan berpura-pura menyambut Dany dengan bahagia seolah-olah tidak tahu kalau pria itu yang sudah membunuh kedua orang tuanya.

__ADS_1


“Uncle Dany, apa kabarmu?” tany Asher dengan memeluk Dany.


“Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja,” ucap Dany sambil melerai pelukannya lalu memeluk tuan Smith. “Bagaimana kabarmu, Dad?”


“Sangat baik dan bahagia atas kepulangan cucuku yang satu ini,” sahut tuan Smith dengan menunjukkan kepada Dany wajah yang begitu penuh dengan kebahagiaan.


“Senang mendengarnya.” Dany duduk di sofa di ikuti tuan Smith juga Asher.


“Bagaimana bisnismu?” tanya tuan Smith dengan memperhatikan wajah Dany yang terlihat sedikit berbeda, seperti ada sesuatu yang di sembunyikan.


“Bisnisku baik, hanya untuk saat ini ada sedikit kendala,” tutur Dany lalu menatap Asher. “Selama ini kau tinggal dimana? Dan mengapa baru sekarang muncul?” Asher dan tuan Smith saling pandang mendengar pertanyaan Dany.


“Oh, setelah insiden penembakan itu aku di selamatkan oleh seorang pria yang kaya raya. Untuk menjaga keselamatanku mereka membawaku ke Venezuela,” ungkap Asher dengan menatap Dany.


“Mengapa aku baru muncul sekarang? Karena aku lagi mempersiapkan diri untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuaku,” ujar Asher dengan mengepalkan tangannya menahan marah.


“Bukannya kedua orang tuamu meninggal karena kecelakaan?” ujar Dany dengan menunjukkan wajah yang tenang agar tidak dicurigai oleh tuan Smith dan Asher walau’pun sudah diketahui oleh kedua pria itu.


“Aku yakin itu bukan kecelakaan, tapi sengaja dibuat celaka. Aku pasti menemukan dalangnya.” Dany terdiam melihat kegigihan Asher untuk mencari pembunuh dari kedua orang tuanya.


“Tidak perlu, Uncle. Aku bisa melakukannya sendiri, lebih baik uncle pusat di bisnis saja. Biar aku yang menyelesaikannya.” Asher tahu Dany pasti akan menghalangi pencariannya.


“Baiklah kalau begitu, kau harus hati-hati dan semoga apa yang kau pikirkan itu benar,” ucap Dany seolah-olah mendukung Asher untuk mencari sang pembunuh.


“Terima kasih, Uncle. Aku pasti akan berhati-hati.” Asher tersenyum smirk, dia tahu Dany saat ini tidak tenang.


“Baiklah, aku senang kau sudah kembali. Aku harus kembali ke kantor.” Dany berdiri lalu berpamitan kepada tuan Smith dengan memeluk pria tua itu.


Dany juga memeluk Asher lalu meninggalkan ruangan, setelah berada di luar wajah Dany berubah. Kini dia harus memikirkan bagaimana cara agar Asher tidak menemukan orang yang dia suruh untuk mencelakakan Nathan dan Alice.


Sementara di ruangan kerja, Asher dan tuan Smith tertawa melihat raut wajah Dany seperti itu, Asher sengaja mengatakan hal itu kepada Dany karena dia pikir pria itu pasti akan segera bertindak. Perginya Dany Asher langsung menghubungi pengawalnya untuk mengikuti dan mengawasi Dany kemana’pun dia pergi.


Di tempat lain, Casey dan Isaiah tiba di kantor tuan Frank. Sengaja mereka tidak kembali ke apartemen karena masih ada yang ingin Isaiah kerjakan, Casey menurut saja ketika di ajak sang kekasih untuk menemaninya.

__ADS_1


Kini mereka berdua sedang berada di ruang kerja, Casey menunggu Isaiah yang sedang melakukan  pemeriksaan summary project dari salah satu perusahan kontraktor.


Sambil menunggu Casey melihat gaun-gaun pengantin yang ada di internet, tapi tak ada satu’pun yang menarik di matanya. Ia teringat Ellie adik Isaiah seorang perancang busana.


Casey ingin Ellie yang merancang gaun pengantinya, dia membuka media sosial milik Ellie dan melihat hasil karya wanita itu. Casey sangat kagum dengan rancangan yang di buat Ellie.


“Babe, aku ingin Ellie yang merancang gaun pengantinku,” ujar Casey sambil mata tetap tertuju di layar ponsel.


“Hubungi dia secepatnya, kamu tahu sendiri Ellie sangat sibuk,” saran Isaiah dengan tetap memeriksa lembaran-lembaran yang ada di atas meja.


“Baiklah.” Casey mencari nomor kontak Ellie lalu menghubunginya. Ada nada panggil lalu terdengar suara Ellie di ujung telepon.


“Hallo, Casey. Bagaimana kabarmu? aku terkejut mendengar kau di culik. Mengapa dia menculikmu? Apakah benar dia mantan kekasihmu?” Beruntun pertanyaan Ellie membuat Casey bingung mana yang harus di jawab.


“Banyak sekali pertanyaanmu sampai aku bingung mana yang harus ku jawab.” Terdengar tawa Ellie di ujung telepon, Ia barus sadar kalau sudah mengajukan pertanyaan yang banyak.


“Tidak usah dijawab, yang terpenting kau baik-baik saja. Oh ya ada apa menghubungiku?” tanya Ellie dari seberang telepon.


“Apakah kau sibuk hari ini? Ada yang ingin aku bahas denganmu,” tutur Casey dan berharap hari ini Ellie memiliki waktu untuknya.


“Sore aku tidak sibuk, bagaimana kalau sore ini kita bertemu di cafe,” saran Ellie di ikuti anggukkan kepala Casey walau’pun tidak di lihat oleh lawan bicaranya.


“Ok, sampai nanti sore.” Casey menutup telepon kemudian meletakkan ponsel di atas meja.


Terlihat Casey sudah mulai bosan di dalam ruangan, terbiasa melakukan pekerjaan dan saat ini dia hanya diam saja membuat wanita itu tidak tenang.


Ia bangkit berdiri dan berjalan ke depan jendela kaca, melayangkan pandangannya keluar menatap gedung-gedung bertingkat.


“Sudah bosan ya?” Isaiah melihat tingkah Casey sudah berpikir kalau sang kekasih sudah jenuh berada di ruangan tanpa melakukan apa’pun.


“Sedikit,” jawab Casey dengan duduk di pangkuan Isaiah.


“Kalau begitu bantu aku memeriksa lembaran-lembaran ini.” Casey tersenyum dengan penawaran dari sang kekasih.

__ADS_1


“Kenapa tidak dari tadi,” canda Casey seraya berdiri dan menarik kursi lalu duduk di dekat Isaiah.


Casey mengambil beberapa lembaran yang diberikan Isaiah lalu memeriksanya,  Ia pernah melakukan ini saat Isaiah memintanya makanya dengan mudah Casey  menyelesaikannya.


__ADS_2