Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Menyusun rencana


__ADS_3

Akhirnya jet yang di tumpangi Asher tiba di Lyon-Saint Exupery Airport, kini pria itu sedang bersama dengan Alderic membahas bagaimana cara membebaskan Chloe dari tuan Aubert.


Wajah kedua pria itu namak serius, mereka berdua tidak akan gegabah mengingat siapa tuan Aubert. Dahi Asher mengerut memikirkan cara untuk membebaskan Chloe, dia mondar-mandir di ruangan.


“Oh ya, coba cari informasi dimana mereka mencetak undangan pernikahan Chloe dan  pria tua itu.” Alderic langsung berdiri dan meminta anak buahnya melakukan seperti apa yang diminta oleh Asher.


“Apa rencanamu?” Asher menceritakan semua apa yang ada di pikirannya kepada Alderic, pria itu langsung setuju dan rencana Asher.


“Aku mendukungmu, segera kita laksanakan rencana ini.” Alderic dan Asher meninggalkan ruangan dan meminta beberapa anak buahnya untuk ikut mereka.


Sementara anak buah lainnya sedang mengawasi kediaman tuan Aubert, mereka selalu memberikan informasi kepada Asher dan Alderic perkembangan di tempat pria tua itu.


Tidak lupa juga Asher menghubungi Lucas untuk menjatuhkan saham milik pria tua itu. Sementara Alderic menambah anak buahnya serta memasok senjata dari Paris. Alderic memberi arahan kepada anak buahnya yang baru saja tiba di kota Lyon.


Sedangkan Asher berusaha mencari titik lemah dari pria tua itu, dia menyelidiki apakah tuan Aubert memiliki keluarga. Tapi yang di dapat Asher nihil, tuan Aubert adalah putra tunggal tidak memiliki anak dan tidak pernah menikah.


"Ternyata pria tua kesepian, pantas saja menginginkan wanita jauh dibawah umurnya," gumam Asher tanpa suara dengan menggeleng-gelengkan kepala.


"Rencana yang kamu katakan sudah di laksanakan tinggal rencana kedua dan ketiga." Asher langsung menoleh begitu mendengar suara Alderic, pria itu  tersenyum smirk mendengar informasi dari Alderic.


Dia ingin melihat tuan Aubert dipermalukan. "Aku ingin lihat wajah tua itu saat semua rencana kita berhasil." Alderic terkekeh dan menepuk punggung Asher.


"Semoga saja dia tidak terkena serangan jantung." Alderic dan Asher tertawa lalu menuang minuman, mendetingkan kedua gelas lalu meminumnya.


"Pria tua itu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Apakah Lucas berhasil menjatuhkan saham tuan Aubert?" tanya Alderic  sambil mengeluarkan sebatang rokok dan menyulutkan api.


"Sementara dilakukan Lucas, aku ingin pria tua itu mengetahuinya saat pernikahan itu tiba." Alderic melengkungkan bibir kemudian menghisap rokok dan menghembuskan asap keluar dari mulutnya.


"Semoga rencana ini berjalan dengan lancar." Asher tersenyum dan menganggukan kepala kemudian  berpamitan kepada Alderic lalu pergi ke kamar.


Asher mengeluarkan ponsel kemudian berbaring sambil menatap foto Chloe  yang ada di gawainya.


"Bersabar sayang, aku pasti akan menyelamatkanmu." Asher memejamkan mata, mengingat semua yang dia dan Chloe lakukan. Pria itu tersenyum sendiri dan menggeleng-gelengkan kepala.

__ADS_1


Houston


Tuan Smith terlihat gelisah belum ada kabar dari Asher, dia takut terjadi sesuatu kepada cucunya. Pria itu mengabarkan kepada tuan Moralez tentang situasi Asher.


"Jangan khawatir, Asher pasti baik-baik disana karena dia bersama dengan temanku. Jangan terlalu banyak berpikir, ingat kesehatanmu," ucap tuan Moralez menenangkan pria tua itu.


Tuan Moralez selalu mendapat kabar dari Alderic mengenai Asher, pria itu juga tidak begitu khawatir karena dia tahu kemampuan putra angkatnya itu.


"Oh baiklah, aku hanya khawatir saja. Kalau begitu terima kasih." Tuan Smith menutup telepon, sambil menarik napas panjang dia berjalan dan duduk di sofa.


'Semoga saja begitu' gumamnya pada diri sendiri. Tuan Smith bangkit berdiri kemudian meninggalkan kediamannya dan pergi mengunjungi Casey.


Saat tiba sang cucu sudah menunggunya di depan sambil menggendong Enzo. Dia tersenyum melihat putra Casey lalu turun dari mobil dan mencium mereka.


Casey mengajak tuan Smith masuk lalu mereka berpapasan dengan tuan Hynes dan nyonya. Pasangan suami istri itu menyambut tuan Smith lalu duduk dan berbincang-bincang.


"Kenapa Asher jarang terlihat?" tanya tuan Hynes setelah menyatukan pantatnya dengan sofa sambil mengusap kepalah sang cucu yang coba berjalan dengan berpegangan di meja.


"Oh, dia sedang berada di Paris. Dua hari yang lalu Asher mendapatkan kabar kalau kekasihnya di culik makanya dia langsung pergi." Casey mengangkat kedua alis sehingga membentuk kerutan di dahinya mendengar kekasih Asher diculik.


"Belum, tapi tidak usah khawatir. Kamu tahu sendiri bukan, siapa Asher." Casey tersenyum dan menganggukan kepala.


Tentu saja dia tahu, hampir empat tahun Casey bersama Asher suda pasti sangat mengenal Asher. Pria yang tidak pernah takut dengan siapapun.


"Iya, mudah-mudahan pacarnya secepatnya ditemukan." Tuan Smith tersenyum kemudian menggendong Enzo tapi putra Casey ingin bermain di lantai.


Sementara tuan Hynes dan istrinya hanya menjadi pendengar, walau belum lama mengenal Asher tapi mereka bisa melihat kenekatan dari kaka Casey. Juga betapa hebatnya pria itu dalam melindungi keluarga mereka.


Lyon


Chloe duduk termenung di depan jendela, dia memikirkan pernikahannya dengan pria tua itu. Chloe merasa tidak ada tanda-tanda Asher untuk menyelamatkannya, ingin menghubungi pria itu tapi ponselnya di tahan oleh anak buah tuan Aubert.


Kini gadis itu hanya terlihat pasrah, melihat sekeliling mansion dijaga ketat tidak mungkin dia bisa melarikan diri. Chloe menarik napas dengan dalam dan menghembuskannya.

__ADS_1


"Asher, kamu dimana?" gumam Chloe pada dirinya sendiri. Besok adalah hari pernikahan dia dan tuan Aubert.


Pintu terbuka, Chloe menoleh dan melihat tuan Aubert serta pelayan sedang berjalan ke arahnya dengan membawa sebuah gaun pengantin.


"Gaun ini akan sangat indah bila kamu yang mengenakannya." Chloe hanya melihat sekilas lalu memalingkan wajahnya.


Mungkin kalau Asher yang membawanya pasti dia akan bahagia tapi sayang pria tua yang tidak diinginkan. Sebagus apapun gaun itu sama sekali tidak menarik di mata Chloe.


"Letakan saja di tempat tidur." Chloe sama sekali tidak ingin menatap pria tua yang sangat menjijikan baginya.


"Baik, istirahatlah karena besok akan menjadi hari yang panjang dan melelahkan." Gadis itu tidak menggubris perkataan tuan Aubert, dia lebih memilih menatap keluar jendela dari pada menatap pria berwajah iblis.


Tuan Aubert dan pelayan meninggalkan Chloe sendiri lalu mengunci kamar gadis itu, sementara Chloe, dia berbaring dan memejamkan mata. Tidak ada harapan lagi dalam dirinya, air bening mengalir lewat sudut matanya.


"Kenapa aku harus terperangkap disini? Seandainya mommy tidak menikah dengan pria itu, ini semua tidak akan terjadi." Chloe merasa kesal pada ibunya serta menyesal mengapa dia datang ke Lyon.


"Lihat, akhirnya aku berakhir seperti ini. Mommy lebih mementingkan diri sendiri daripada aku." Chloe menutup wajahnya dengan bantal dan menangis.


Sementara di tempat Alderic nampak Asher dan pria itu sedang memberikan arahan kepada anak buah mereka untuk besok hari dalam misi penyelamatan Chloe.


"Apakah rencana satu sudah selesai?" tanya Alderic kepada anak buah yang di tugakan.


"Sudah tuan, semua sudah beres." Alderic tersenyum dengan jawaban anak buahnya.


"Kamu sudah mendapatkan orang-orang untuk melaksanakan rencana kedua?" Kembali Alderic bertanya kepada seorang pria.


"Sudah, Tuan. Mereka semua bersedia." Kali ini Asher yang tersenyum dan membayangkan wajah prua tua itu saat dia datang menyelamatkan Chloe.


"Baiklah, untuk sniper kalian sudah mendapatkan tempat yang bagus?" tanya Alderic kepada beberapa pria yang bertugas menjadi sniper.


"Iya, kami sudah mendapat posisi yang bagus." Alderic bertepuk tangan senang karena semua anak buahnya bekerja sangat baik.


"Bagus, kalau begitu segera kembali mengawasi mansion itu. Jangan sampai ada yang curiga kepada kalian." Mereka semua meninggalkan ruangan  menyisahkan Alderic dan Asher.

__ADS_1


"Anak buahmu bekerja dengan sangat baik," puji Asher seraya memberikan gelas yang berisikan red wine kepada Alderic.


"Mereka semua sudah terlatih," sahut Alderic dengan mendetingkan gelasnya dengan gelas Asher.


__ADS_2