Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Dia bukan ibu kandungmu


__ADS_3

Akhirnya sang ibu mertua di kuburkan, Nathan meminta sang istri untuk sementara tinggal di rumah orang tuanya. Pria itu tidak ingin meninggalkan  ayahnya sendiri. Alice tidak keberatan karena tuan Smith terlihat sayang kepadanya.


Pasangan suami istri itu tinggal di rumah orang tuanya sebulan, Nathan mengajak tuan Smith untuk tinggal bersama mereka tapi pria itu menolak. Alice dan Nathan tidak ingin memaksa, tapi setiap minggu mereka selalu berkunjung ke rumah orang tuanya.


Sedangkan Dany, semenjak ibunya meninggal dia jarang berkunjung ke rumah ayahnya. Pria itu lebih memilih menghabiskan waktu bersama istri dan anak, apalagi dia tidak suka kepada tuan Smith. Dany berpikir kalau orang tua itu hanya menyayangi Nathan.


Berselang empat bulan kematian sang ibu mertua akhirnya Alice melahirkan anak perempuan, lengkap sudah kebahagiaan mereka. Nathan menamai putrinya Zelda.


Asher begitu menyayangi adiknya, dia selalu tidur bersama Zelda. Setiap malam Asher menemani Zelda sambil memijit-mijit lembut telinga sang adik sampai tertidur. Begitu Asher juga tertidur Nathan selalu memindahkan sang putra ke kamarnya.


Di saat Asher berumur satu tahun pasangan suami istri itu sudah membiasakan putra mereka tidur sendiri di kamarnya dan saat ini umur Asher sudah masuk tiga tahun.


Setiap bangun pagi anak itu selalu berlari masuk ke kamar Zelda, ingin melihat apakah adiknya masih tidur atau sudah bangun. Asher memanjat box dan berbaring di samping Zelda sambil membelai lembut pipi bayi perempuan itu.


Nathan dan Alice tersenyum melihat putra mereka, mereka melihat Asher bisa menjadi kakak yang baik dan bisa melindungi Zelda jika besar nanti. Terbukti masih kecil saja, dia selalu menemani dan menjaga Zelda.


Kini usia Bangun tidur Asher langsung mencari adiknya dan mengajak bermain, sampai dia berumur 10 tahun dan Zelda 7 tahun dia selalu tidur bersama sang adik. Bahkan di sekolah Asher selalu menjaganya.


Nathan dan Alice begitu senang melihat sikap Asher yang selalu mengalah terhadap adiknya, bahkan suka memanjakan Zelda.


Sementara ayah Nathan karena sudah merasa tua dan tidak sanggup lagi mengurus perusahan, dia meminta Nathan untuk datang ke rumahnya. Pria itu ingin memberikan perusahan kepada Nathan.


Nathan mengajak Alice untuk menemaninya bertemu dengan tuan Smith, mereka pergi dengan membawa Asher dan Zelda karena sang ayah sangat rindu kepada kedua cucunya.


Pertemuan Nathan dengan sang ayah di ketahui Dani, pria itu juga pergi ke rumah orang tuanya. Dia ingin mendengar apa yang mereka perbincangkan, saat tiba Dani melihat mobil kakaknya sudah terpakir di halaman.


Dani memarkirkan mobil sedikit jauh dari rumah kemudian dia turun dan berjalan menuju kediaman orang tuanya, dia pintu belakang.


Sementara di dalam rumah tepatnya di ruang kerja terjadi perbincangan antara ayah dan anak sedangkan Alice beserta kedua anaknya duduk di ruang santai.


"Nathan, kamu saja yang mengurus perusahan. Aku sudah terlalu tua dan tidak sanggup lagi." Nathan menarik kursi dan duduk di depan sang ayah.

__ADS_1


"Dad, kamu tahu sendiri aku sudah punya perusahan. Kalau aku mengurus milik daddy nanti bagaimana dengan perusahaanku?" Pria itu menatap Nathan kemudian dia memohon lagi.


"Suruh saja Alice mengurus perusahanmu dan perusahanku kamu yang tangani." Nathan tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala.


"Dad, Alice pasti akan menolaknya. Bagaimana kalau Dani saja yang mengurus perusahan daddy." Pria tua itu terkekeh mendengar saran dari putranya.


"Dia tidak bisa mengurus perusahanku, kerja saja tidak becus dan hanya menghambur-hamburkan uang." Pria itu menatap Nathan ada sesuatu yang dia ingin sampaikan kepada putranya tapi masih ada keraguan.


"Dad, siapa tahu dia sudah berubah. Apalagi kalau diberikan tanggung jawab yang besar pasti dia bisa menjalankannya." Sang ayah menggelengkan kepala kemudian dia bangkit dan berdiri di depab jendela.


"Aku tidak punya hak untuk menyerahkan perusahan ini kepada Dany. Ini adalah milik ibumu, dan kamu memiliki hak atas semuanya ini.  Dany juga bukan anak kandungku." Nathan berdiri, dia tidak mengerti apa yang di katakan oleh sang ayah.


"Maksud, Daddy?" Pria itu membalikan badan menghadap Nathan kemudian mengajak duduk kembali putranya.


"Ini sudah saatnya kamu mengetahui kebenarannya." Pria itu kembali duduk sedangkan Nathan dia masih bingung arah pembicaraan ayahnya.


"Begini, Nathan. Saat kamu berusia 3 tahun ibumu meninggal." Nathan menarik kursi dan duduk, dia terkejut mendengar penjelasan ayahnya.


"Dia adalah pengasuhmu, dan saat aku menikahinya dia sudah memiliki anak berumur satu tahun yaitu Dany. Tapi aku menganggap dia sebagai anakku juga, tapi sifatnya berbeda jauh denganmu." Nathan mulai mengerti mengapa wanita itu lebih menyayangi Dani dari pada dirinya.


“Asal kamu tahu saja, saat aku menikah dengan ibumu aku hanyalah pria miskin. Tapi keluarga dari ibumu menerimaku, makanya tidak mungkin aku serahkan perusahan yang bukan milikku kepada Dany.” Tuan Smith menatap Nathan dan menepuk punggung putranya.


“Nathan, aku ingin kamu yang mengurus perusahan ini karena peninggalan ibumu. Jangan menolaknya.” Nathan diam sejenak dan memikirkan bagaimana dia dulunya.


"Pantas saja dia lebih menyayangi Dany dari pada aku, ternyata aku bukan anaknya." Tuan Smith tersenyum dan menepuk pipi Nathan dengan pelan.


"Maka dari itu aku ingin perusahan ini kamu yang ambil alih?" pinta pria itu dengan memohon kepada putranya.


Sementara di luar, Dany terkejut mendengar pembicaran mereka. Dia bersandar di dinding dan memejamkan mata, pria itu tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Jadi aku bukan anak kandungnya? Pantas saja dia lebih menyayangi Nathan dari pada aku." Wajah Dany berubah merah, dia begitu membenci Nathan karena perusahan itu akan menjadi milik pria itu.

__ADS_1


"Aku harus menyingkirkan Nathan dan Alice, aku tidak akan membiarkan mereka memiliki ini semua." Karena terlalu rakus sampai tidak berpikir kalau semua itu bukan haknya tapi milik Nathan karena warisan ibu kandungnya. Dengan marah Dany langsung meninggalkan kediaman orang tuanya.


Sedangkan Nathan dan ayahnya masih berbincang-bincang di ruang kerja. Sementara Alice dan kedua anaknya menonton tv di ruang keluarga, dia tidak ingin mencampuri urusan suaminya dan ayah mertua.


"Baiklah, Dad. Aku akan bicarakan dengan Alice, mudah-mudahan saja istriku mau." Pria itu tersenyum kemudian berdiri dan memeluk Nathan.


"Aku senang mendengarnya." Nathan ikut berdiri dan memeluk sang ayah, mereka meninggalkan ruang kerja dan menemui Alice.


Alice melihat suami dan ayah mertua sedang berjalan ke arahnya, dia berdiri dan tersenyum kepada mereka berdua. Asher dan Zelda ikut berdiri dan memeluk sang kakek. Pria itu sangat bahagia melihat kedua cucunya.


Mereka bersenda gurau di ruang keluarga, sang ayah meminta Nathan dan Alice untuk pindah di rumahnya tapi Nathan menolak, sebaliknya dia malah mengajak sang ayah untuk tinggal bersama mereka.


Karena sudah merasa tua dan ingin dekat dengan cucunya pria itu mengikuti permintaan Nathan, hari itu juga ayah Nathan tinggal bersama mereka. Pasangan suami istri sangat senang karena sang ayah sudah bersama mereka, pikiran Nathan sudah menjadi tenang.


Sementara Dany, dia merencanakan untuk membunuh Nathan dan Alice, pria itu berpura-pura baik kepada suami istri itu. Dany sering berkunjung ke tempat tinggal Nathan dengan alasan ingin melihat ayah mereka.


Dany ingin membunuh suami istri itu dengan membuat mereka mengalami kecelakaan, dia mendapatkan informasi kalau Nathan dan Alice akan pergi keluar kota dengan menggunakan kendaraan roda empat.


Dia menyewa sebuah truk untuk menabrak mobil kakaknya. Sementara di kediaman Nathan terlihat pasangan suami istri itu sedang bersiap-siap untuk berangkat, Nathan meminta sang istri untuk menemaninya ke luar kota.


Alice menitipkan kedua anak mereka kepada pelayan rumah juga ayah mertuanya. Mereka berdua langsung pergi ke kota tersebut, sepanjang perjalanan mereka tidak ada firasat apapun. Suami istri itu terlihat santai di dalam mobil bahkan Nathan dan Alice saling bercanda.


Tiba di tikungan yang sepi sebuah truk menabrak mereka dari belakang, Nathan mencoba menghindar dengan melajukan mobil tapi truk itu tetap mengejar dan kembali menabraknya lalu kendaraan itu masuk ke jurang.


Mobil itu terguling ke dalam jurang yang sangat dalam, lalu terdengar ledakan. Kendaraan itu terbakar sehingga membuat pasangan suami istri itu meninggal. Untuk menuju ke tempat itu sangat sulit karena jurang itu sangat terjal.


Mendapat kabar dari sopir truk, Dany terlihat sangat senang. Pikirannya harta dan kekayaan juga perusahan itu sudah akan menjadi miliknya. Pria itu tertawa sambil mondar-mandir di ruang kerja.


Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2