
Saat kembali ke ruangan perawatan Isaiah, disana sudah berada Ellie, Wesley juga tuan Frank. Mereka terlihat sedang berbincang-bincang dengan tuan Hynes tentang keadaan Isaiah yang belum bangkit dari koma.
Nyonya Hynes dan Casey masuk dengan wajah yang terlihat sangat ceria, melihat mereka berdua tuan Hynes mengerutkan dahi dan menatap aneh kepada sang istri.
“Bagaimana pemeriksaan Casey? Apakah baik-baik saja?” tanya tuan Hynes sambil mengulurkan tangan dan meminta sang istri untuk duduk sampingnya.
“Iya, dia baik-baik saja,” sahut nyonya Hynes sambil tersenyum dan melirik kepada Casey.
“Ah … syukurlah kalau begitu.” Tuan Hynes terlihat senang mendengar sang menantu baik-baik saja.
“Ada apa dengan Casey?” tanya tuan Frank karena saat dia datang Casey tidak berada di ruangan.
“Tadi dia merasa pusing dan aku membawanya ke dokter kandungan dan ternyata ….” Nyonya Hynes sengaja menggantung penjelasannya ingin melihat mimik wajah mereka.
“Apa yang terjadi? Apakah Casey hamil?” tanya Ellie kepada ibunnya lalu menatap Casey.
“Ya, aku sedang hamil.” Kali ini Casey yang menjawab dengan tersenyum.
Tuan Frank langsung berdiri dan memeluk Casey, walau’pun tidak ada hubungan darah tapi pria tua itu sudah mengganggap Casey cucunya. Dia terlihat sangat bahagia mendengar istri Isaiah sedang mengandung.
Begitu juga tuan Hynes spontan dia berdiri dan memeluk Casey setelah tuan Frank melepaskan wanita itu. Tuan Hynes mengecup lembut dahi sang menantu, akhirnya dia akan memiliki cucu.
Casey duduk di samping brankar lalu menggenggam tangan Isaiah, Ia memperhatikan wajah sang suami dan tersenyum mengingat sebentar lagi mereka berdua akan memiliki anak.
“Babe, ayo bangun. Aku punya kabar yang sangat indah untukmu,” ucap Casey dengan suara pelan sambil mendekatkan wajah di dekat telinga sang suami.
“Sebentar lagi kamu akan menjadi ayah, apakah kautidak ingin merasakan moment kehamilanku?” Kembali Casey berbisik di telinga Isaiah dengan membelai wajah pria itu.
“Cepat sadar, Babe. Jangan biarkan aku menjalani ini dengan sendiri aku butuh dirimu.” Airmata menetes di pipi wanita itu.
Ellie dan Nyonya Hynes memperhatikan Casey yang terus berbisik di kuping Isaiah, wajah mereka berdua terlihat sangat sedih. Walaupun senang mendengar Casey sedang hamil tapi Nyonya Hynes tidak tega melihat sang menantu akan menjalani masa kehamilannya tanpa Isaiah.
“Sayang, istirahat. Kamu sedang mengandung.” Casey menganggukkan kepala dan berdiri mengikuti saran sang mertua.
Ellie menemani Casey pergi ke ruangan sebelah, dia duduk di sofa sementara Casey berbaring di tempat tidur. Ellie sangat memahami perasaan kakak iparnya saat ini.
“Kami selalu ada untukmu,” hibur Ellie seraya berdiri dan duduk di sisi tempat tidur lalu memegang tangan Casey.
“Kamu harus kuat demi anak yang sedang berada di dalam perutmu.” Casey tersenyum dan membalas memegang tangan Ellie, di saat seperti ini dia memang butuh dukungan orang-orang terdekatnya.
“Terima kasih, Ellie. Aku tidak tahu apa jadinya jika tidak ada kalian.” Kembali air sebening kristal mengalir di sudut mata Casey.
__ADS_1
“Isaiah kakakku dan kau istrinya, tidak mungkin kami membiarkan kamu menghadapi ini sendiri.” Sambil berucap Ellie menghampus airmata yang mengalir di sudut mata Casey lalu memakaikan selimut kepada kakak iparnya itu.
“Kami selalu ada untukmu dan Isaiah.” Casey berusaha tersenyum lalu memejamkan mata, tiba-tiba terdengar pintu di ketuk.
Ellie berdiri dan berjalan membuka pintu, dia terkejut melihat Zelo berdiri di hadapannya. Sementara Casey berusaha melihat siapa yang datang berkunjung, dia juga terkejut melihat melihat pria itu.
Casey turun dari tempat tidur lalu berjalan menghampiri Zelo dengan tatapan dingin, Ia sama sekali tidak menginginkan kehadiran pria itu di rumah sakit. Casey sangat menduga kalau Zelo dalang di balik kecelakaan Isaiah.
“Ada apa kamu kemari?” tanya Casey dengan suara yang dingin dan menatap tajam mata Zelo.
“Aku hanya ingin menjenguk suamimu.” Ada perasaan sakit melihat tatapan Casey seperti itu kepadanya.
“Kau ingin melihat apakah suamiku masih hidup dan merencanakan untuk membunuhnya lagi?” Ellie terkejut mendengar tuduhan Casey kepada Zelo. Dia langsung menatap Zelo dengan wajah yang penuh amarah.
“Oh, jadi kau yang sudah menabrak Isaiah?” Zelo menjadi bingung dengan tuduhan kedua wanita di hadapannya.
Zelo sudah menduga ini pasti akan terjadi, mengingat dia dan Casey pernah memiliki hubungan yang sangat dekat bahkan dia juga pernah menculik Casey sudah pasti mereka curiga dialah pelakunya.
“Apa yang kau tuduhkan itu tidak benar,” elak Zelo dengan wajah yang sedih. Ia benar-benar datang untuk melihat keadaan Isaiah dan turut merasakan apa yang dialami oleh suami Casey.
“Kalau bukan kau, siapa lagi.” Ellie begitu ketus menuduh Zelo tanpa bukti hanya berdasarkan apa yang terjadi kepada Casey sebelumnya.
“Aku akan buktikan padamu kalau bukan aku pelakunya,” ujar Zelo kepada Casey. “Aku datang kesini benar-benar ingin melihat keadaan Isaiah dan turut prihatin apa yang menimpa suamimu.
Zelo masuk melewati Ellie yang menatapnya tidak suka, Ia melihat ibu dan ayah Isaiah juga Wesley dan tuan Frank sedang duduk di sofa dan berbincang-bincang. Zelo tersenyum dan menyapa mereka.
“Selamat siang, maaf kalau kedatanganku mengganggu kalian. Aku datang hanya ingin melihat keadaan Isaiah.” Tuan Hynes menganggukkan kepala, sementara Wesley dia terlihat dingin kepada Zelo.
Tanpa berlama-lama lagi Zelo berdiri di samping brankar dan memperhatikan Isaiah yang masih tidak sadarkan diri. Tuan Frank melihat Zelo lalu berusaha tersenyum kepada pria itu, dia berdiri di samping Zelo dan menepuk punggung mantan Casey itu kemudian berbisik.
“Semoga bukan kamu pelakunya.” Mendengar bisikan tuan Frank, Zelo menatap pria tua itu dengan mengerutkan dahi.
“Aku mengerti kalian semua pasti curiga padaku karena aku pernah punya hubungan dengan Casey. Tidak masalah bagiku.” Zelo menarik kursi lalu duduk dan berbisik kepada Isaiah.
“Aku akan mencari siapa yang telah menabrakmu, semoga di saat aku menemukan orang itu kau sudah sadar dan membalas perbuatan mereka.” Zelo berdiri lalu dia berpamitan kepada keluarga Isaiah.
Saat berada di depan pintu dia melihat Casey sedang duduk di sofa, berhenti sejenak Zelo menarik napas dan melepasnya dengan kasar. Kecewa karena Casey sama sekali tidak ingin menatapnya.
“Bisa aku bicara berdua denganmu?” tanya Zelo dengan berharap wanita itu mengabulkan permintaannya.
“Tidak ada yang perlu kita bicarakan,” jawab Casey tanpa menatap Zelo, Ia hanya berpura-pura menatap layar ponsel.
__ADS_1
“Aku mohon beri sepuluh menit saja.” Casey mengangkat wajahnya menatap pria yang berdiri di hadapannya dengan mengerutkan dahi.
“Baik, sepuluh menit.” Casey berdiri dan menggerakkan kepalanya sebagai isyarat agar Zelo ikut bersamanya ke taman yang berada di depan ruangan VVIP.
Tiba di taman Casey duduk di kursi berbentuk bulat yang terbuat dari semen, sementara Zelo berdiri di depan Casey dengan kedua tangan berada di saku celana.
“Apa yang ingin kau bicarakan,” tanya Casey tanpa berbasa-basi lagi, Ia tidak ingin berlama-lama dengan pria itu.
“Aku tidak akan meyakinkanmu lagi tentang tuduhanmu kepadaku, tapi akan membuktikan kalau bukan aku pelakunya.” Casey hanya diam sambil menatap Zelo, dia masih ingin mendengar apa yang akan dikatakan pria itu kepadanya.
“Aku datang kesini juga hanya ingin memastikan padamu kalau aku sudah menerima pernikahanmu dengan Isaiah, saat itu aku memang tidak hadir untung merenung.” Zelo melayangkan pandangannya ke gedung lalu kembali berucap.
“Walau’pun hatiku begitu sakit tapi aku harus terima. Memaksakan kehendak ku hanya akan membuat kamu tersiksa.” Zelo tertunduk dia tidak ingin Casey melihat kalau matanya mulai berkaca.
Rasa sangat sesak di dada saat mengungkapkan apa yang ada di hati dan pikirannya, Zelo kembali menatap Casey dan melanjutkan apa yang ingin dikatakan kepada wanita itu.
“Benar apa yang kamu katakan, cinta tak selamanya memiliki. Kalau aku terus memaksakan, kamu akan semakin membenciku dan aku tidak ingin itu terjadi.” Casey menatap dalam mata Zelo, dia ingin mencari kesungguhan perkataan pria itu.
“Casey, boleh’kah aku mencintaimu sebagai adikku?” Casey mengerutkan dahi, dia bisa merasakan kesungguhan Zelo dari mata pria itu yang mulai berkaca-kaca.
Jakun Zelo bergerak tanda sedang menelan saliva dengan kasar, dia menunggu jawaban dari wanita yang sangat dia cintai. Matanya tak lepas menatap wajah cantik itu dan berharap sang mantan tidak menolak permintaannya.
Casey menunduk dia juga ingin membangun hubungan dengan Zelo, tapi dia takut keluarga Isaiah berpikir yang tidak-tidak padanya. Mengingat hubungan dia dan Zelo dulu bukan hanya seorang teman tapi sepasang kekasih.
“Casey?” Wanita itu mengangkat kepala dan menatap Zelo dengan tatap teduh. “Bolehkan aku menganggapmu adikku?” pinta Zelo dengan wajah permohonan.
Casey hanya diam mendengarkan permintaan Zelo masih ada keraguan di wajah wanita itu, kembali dia menunduk dan memikirkan apakah dia akan mengambulkan permohonan sang mantan.
“Casey?” Kembali Zelo memanggil wanita itu. “Kalau kau tidak ingin aku tidak akan memaksanya.
Tiba-tiba Casey berdiri dan memeluk Zelo dengan erat, dia menangis di dada bidang pria itu. Melepaskan rasa rindu yang selama ini Ia tahan untuk menjaga perasaan Isaiah maupun keluarga sang suami.
“Aku mengijinkanmu menganggapku sebagai adik. Ini yang aku inginkan saat kamu datang membuka identitasmu kepada tuan Smith.” Zelo memejamkan mata mendengar ucapan Casey.
“Aku tidak ingin memanggilmu Zelo tapi Asher.” Mendengar itu Zelo menganggukkan kepala dengan senang.
“Iya, tentu saja. Kau harus memanggilku Asher kalau memanggilku Zelo itu tandanya kau masih mencintaiku,” canda Zelo dengan melepaskan pelukan Casey dan mengusap airmata wanita itu.
Casey tertawa dan memukul dada bidang Zelo, mereka berdua saling bertatap mata. Kembali Casey memeluk Zelo dengan erat ada perasaan bahagia di dalam dirinya.
Tanpa Zelo dan Casey sadari, tuan Frank dan Ellie sedang memperhatikan interaksi mereka berdua. Wajah Ellie berubah tidak suka melihat pemandangan yang ia lihat, wanita itu kembali masuk dan duduk di samping branka.
__ADS_1
Sementara Casey dan Zelo masih berbincang-bincang di taman, wajah pria itu kembali ceria karena kini Ia bisa dekat lagi dengan Casey.