Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Itu sudah menjadi duri


__ADS_3

Sesuai dengan permintaan Zelo akhirnya mereka memindahkan pria itu di rumah, ambulance terdengar di sepanjang jalan. Mobil-mobil memberikan jalan sehingga perjalanan mereka menjadi lancar. Casey mendampingi Zelo di Ambulance.


Tiba di rumah beberapa perawat membantu menurunkan Zelo dan membawa dia ke kamar, Casey membantu membawa peralatan milik pria itu kemudian meletakan di meja. Gadis itu mengatur tempat tidur juga bantal lalu mereka meletakan Zelo di atas kasur.


Perawat mengatur infus juga memberitahukan Casey obat-obat yang harus diminum oleh pria itu. Zelo memperhatikan Casey yang begitu sibuk mengurusnya, nampak keletihan di wajah gadis itu. Zelo menarik napas yang dalam lalu memejamkan mata.


Aku sudah berbuat salah padanya tapi dia masih saja memperhatikanku. Gumam pria itu lalu dia merasakan selimut menutupi kakinya, Zelo membuka mata dan melihat Casey sedang duduk di sisi tempat tidur menatap dirinya.


“Aku harus pulang, di sini ada pelayan juga pengawalmu. Tugasku belum selesai karena harus bolak-balik kampus dan rumah sakit.” Zelo hanya diam tapi raut wajahnya berubah sedih, dia sangat berharap Casey dapat tinggal dan merawatnya.


“Kalau tidak sibuk, aku pasti ke sini lagi,” ujar Casey seraya berdiri lalu Zelo memalingkan pandangannya. Jakunnya bergerak berat menelan saliva, dia menarik napas begitu dalam.


Casey memperhatikan wajah pria itu, dirinya tahu Zelo menginginkannya untuk tinggal tapi  dia lebih memilih untuk pulang. Casey mencium pipi Zelo kemudian meninggalkannya sendiri. Airmata mengalir di sudut matanya, Zelo berpikir dengan kejadian yang menimpanya akan membuat gadis itu akan kembali padanya.


Zelo sangat kecewa, dia menghampus airmatanya lalu pelayan masuk membawakan makanan untuknya tapi Zelo tidak mau makan. Dia lebih memilih mati dari pada berpisah dengan Casey, “Kenapa Orland tidak membiarkanku mati saja,” ujar pria itu dengan memukul kasur.


“Tuan harus makan,” ujar pelayan tapi Zelo hanya memalingkan wajah dan mendorong makanan yang di pegang oleh wanita itu.


“Taruh saja di meja, aku tidak ingin makan.” Melihat tuannya seperti itu pelayan menjadi khawatir dia berdiri dan meninggalkan Zelo.


Sementara Casey, begitu tiba di apartemen dia langsung menghempaskan tubuh di kasur dan memejamkan mata. Karena kelelahan bolak-balik kampus dan rumah sakit bahkan dia jarang tidur menjaga Zelo membuat gadis itu langsung tertidur.


Sudah dua hari Zelo tidak mau makan dan minum, bahkan obat yang sudah disiapkan perawat tidak mau disentuhnya. Pelayan menjadi khawatir melihat tuannya seperti itu, semenjak Casey tidak pernah datang lagi Zelo menjadi seperti itu. Dia mengurung diri dan tidak mengijinkan siapapun masuk ke kamar.


Akhirnya pelayan mengirim pesan kepada Casey tentang keadaan Zelo. Mendapat kabar seperti itu, Casey menjadi khawatir kemudian pergi ke kediaman pria itu. Saat tiba pelayan menyambutnya dengan wajah yang sedih.


“Sudah beberapa hari ini tuan tidak mau makan, dia bahkan mengunci diri di kamar dan tidak mengijinkan siapapun masuk.” Mendengar itu, Casey langsung pergi ke kamar Zelo. Dia membuka pintu tapi terkunci dalam, Casey mencoba mengetuk.


“Zelo ini aku, buka pintunya.” Casey terus mengetuk tapi tidak di bukakan oleh pria itu. Casey menemui beberapa pengawal dan meminta mereka untuk mendobrak pintu itu.


Dua orang pengawal mengikuti Casey dari belakang. Tiba di depan kamar, gadis itu menyuruh mereka mendobrak pintu itu. Kedua pengawal melakukannya, pintu terbuka lalu Casey masuk dan melihat pria itu sedang tidur. Dia menggelengkan kepala dan meminta pelayan untuk membawakan makanan.


Casey duduk di sisi tempat tidur dan memperhatikan wajah Zelo yang semakin kurus. Dia menghela napas yang dalam lalu membangunkan pria itu untuk makan.


“Zelo bangun.” Casey menepuk dengan pelan pipi Zelo lalu pria itu bangun dan menatap Casey. “Ayo duduk dan makan.” Zelo berusaha duduk di bantu oleh gadis itu.


Zelo nampak senang melihat orang yang sangat dicintainya ada di hadapannya, dengan sayu dia menatap gadis itu dan memegang tangannya. Lalu pelayan masuk membawakan makanan, Casey mengambilnya dan menyuapi Zelo.


“Jangan seperti anak kecil,” ujar Casey dengan wajah datar seraya menyuap makanan ke dalam mulut Zelo. Sebenarnya gadis itu tidak tega melihat Zelo seperti itu, walau bagaimana’pun masih ada rasa suka dalam dirinya tapi dia tidak ingin menunjukkan kepada pria itu.


Selesai menyuapi Zelo, dia kembali mengatur tempat tidur dan membantu membaringkan pria itu. Casey memakaikan selimut kepada Zelo kemudian  duduk di sisi tempat tidur.


“Aku tidak bisa setiap hari datang ke sini, tugas kuliahku sangat banyak. Mohon pengertianmu,” ujar Casey sambil memakaikan selimut kepada Zelo.


“Tinggal saja disini supaya kamu tidak bolak-balik ke apartemen, kalau tidak mau sekamar denganku tidak apa-apa,” mohon Zelo dengan wajah permohonan seraya memegang tangan gadis itu.


“Baiklah.” Zelo sangat senang akhirnya Casey mau tinggal di rumahnya, berulang kali dia mengecup tangan gadis itu. “Aku harus kembali ke apartemen untuk mengambil pakaianku,” ujar Casey seraya berdiri dan meninggalkan Zelo lalu kembali ke tempat tinggalnya.

__ADS_1


****


Akhirnya Casey kembali tinggal di rumah Zelo walaupun mereka tidak sekamar, gadis itu mengikuti permintaan Zelo hanya ingin agar dia cepat sembuh dan kembali kuliah juga kerja. Dari teras kamar Casey memperhatikan Zelo sedang duduk di halaman belakang.


Walau satu rumah, Casey dan Zelo jarang berbincang, mereka bertemu saat gadis itu mengantarkan makanan untuk Zelo. Casey merasa senang melihat pria itu sudah membaik dan sebentar lagi dia akan kembali ke apartemennya.


Malamnya Casey sedang membuat tugas, dia melihat jam sudah menunjukan pukul 00:15.  gadis itu menguap dan mematikan laptop kemudian berbaring di kasur, barus saja memejamkan mata Casey mendengar teriakan Zelo. Dia berdiri dan pergi ke kamar pria itu, Casey duduk di sisi tempat tidur dan membangunkannya.


“Zelo … Zelo ….” Gadis itu menepuk pipi Zelo lalu pria itu terbangun, napasnya begitu cepat dan badannya berkeringat. “Kamu bermimpi?” pria itu menatap Casey dan memegang tangannya lalu airmata mengalir di sudut mata.


“Jangan pergi,” pinta pria itu dengan memohon lalu Casey naik ke tempat tidur dan memeluknya.


“Ayo tidur.” Zelo meletakan kepalanya di dada Casey dan memejamkan mata, dia merasa nyaman berada di pelukan gadis itu.


Pagi Casey terbangun dan memperhatikan wajah Zelo, kemudian membelai pipi pria itu. Saat dia ingin mengecup keningnya, Zelo terbangun. Casey langsung mengurungkan niatnya lalu mereka berdua saling bertatap mata.


Zelo memegang pipi Casey dan membelainya, dia menatap bibir merah itu lalu menciumnya. Casey memejamkan mata dan merasakan lidah pria itu menerobos masuk ke dalam mulutnya. Dengan pelan Casey mendorong tubuh Zelo kemudian bangun dan kembali ke kamarnya.


Dia menghempaskan tubuh di kasur lalu memejamkan mata, saat berciuman  Casey teringat video Zelo bersama wanita itu. Dia belum bisa menerima pria itu kembali padanya, karena dia tahu hubungannya tidak akan berjalan lancar seperti dulu.


Terdengar pintu kamar di ketuk, Casey bangun dan pergi membuka pintu. Dia melihat Zelo dengan wajah kusut menatap dirinya, tiba-tiba pria itu berlutut dan menangis memeluk kaki Casey.


“Aku ingin kita seperti dulu, tolong maafkan aku.” Casey menarik tangan Zelo untuk berdiri kemudian dia menatap mata pria itu.


“Kamu akan menderita kalau menjalin kembali hubungan denganku,” ujar Casey. Gadis itu tidak ingin ada yang tersakiti, dari awal Zelo membuat masalah, dia sudah bertekad untuk tidak akan pernah kembali lagi kepada pria itu.


“Kamu serius?” tanya Casey lalu Zelo menganggukan kepala dengan wajah penuh permohonan. “Baiklah, tapi ada syaratnya.” Dengan cepat pria itu langsung menatap Casey, dia ingin tahu syarat apa yang akan di ajukan gadis itu.


“Apa syarat?” tanya Zelo dengan penasaran.


“Pertama, tidak ada balas dendam kepada kakak Jaime. Kedua, aku tetap tinggal di apartemenku dan kamu di sini. Kamu hanya bisa datang ke apartemenku akhir pekan saja.” Dengan berat hati Zelo menyutujui persyaratan itu.


“Baik, aku akan mengikuti persyaratanmu itu, tapi kalau di kampus kita akan tetap bersama bukan?” Casey menganggukan kepala. Zelo berpikir dari pada tidak sama sekali lebih baik mengikuti semua permintaan gadis itu.


Tapi untuk membalas dendam kepada Felix dia berpura-pura setuju, Zelo akan tetap mencari pria itu dan memberikan pelajaran kepadanya. Dia ingin Felix tahu siapa dirinya, Zelo bahkan tidak takut untuk datang ke tempat Felix dan kawan-kawannya berkumpul.


Setelah pria itu pulih, Casey kembali tinggal di apartemennya. Gadis itu ingin membiasakan diri hidup tanpa Zelo, walaupun hubungan mereka kembali lagi tapi Casey tidak ingin terlalu dekat dengan pri itu.


Dia berpikir kalau suatu waktu mereka  berpisah lagi tidak akan sesakit seperti yang sebelumnya. Sementara merenung di depan teras terdengar ketukan pintu, Casey berdiri kemudian mengintip dari lubang kecil. Dia membuka pintu dan menyuruh Zelo masuk.


Pria itu mengecup kedua pipi Casey kemudian masuk dan meletakan sebuah bungkusan di atas meja. Casey memperhatikan bungkusan itu kemudian dia menatap Zelo.


“Apa ini?” tanya Casey seraya mengangkat bungkusan itu dan menunjukan kepada Zelo.


“Makanan,” jawab pria itu seraya berjalan menghampiri Casey. “Kamu pasti belum makan’kan?” Gadis itu hanya menganggukan kepala kemudian dia mengatur makanan itu di atas meja.


“Kamu sudah makan?” tanya Casey seraya duduk lalu Zelo menggelengkan kepala. “Kalau belum makan kenapa hanya berdiri di situ?” Seperti anak kecil pria itu menarik kursi dan duduk. Sambil mengambil makanan dia menatap Casey yang terlihat acuh tak acuh.

__ADS_1


Selesai makan Zelo pergi duduk di teras, dia menunggu Casey yang sedang membersihkan meja juga mencuci piring. Sambil mata memandang ke pantai dia berpikir bagaimana agar hubungannya dengan gadis itu bisa seperti dulu lagi.


Apakah libur semester aku ajak saja dia pergi berlibur. Sambil berpikir dia mengintip ke dalam apakah gadis itu masih di dapur, Zelo berdiri kemudian mondar-mandir di teras. Dia meliha Casey sedang berjalan ke arahnya, Zelo cepat-capat duduk dan berpura-pura melihat ke pantai.


“Besok masuk kuliah?” tanya Casey seraya duduk di dekat Zelo.


Nampak pemuda itu sedikit grogi melihat sikap Casey seperti itu kepadanya, setelah apa yang di perbuatnya, Zelo tidak berani menatap mata gadis itu.


“Iya, besok aku kuliah,” jawab Zelo seraya menunduk dan memutar-mutar kedua jempolnya. Dia tidak tahu harus bicara apa kepada Casey, Zelo merasa gadis itu seperti baru saja dia kenal. “Boleh aku menjemputmu?” tanya Zelo seraya menatap mata Casey lalu memalingkan wajahnya ke pantai. Dia tidak berani menatap mata kekasihnya dengan lama.


“Iya,” jawab gadis itu dengan singkat. Zelo terlihat sangat senang kemudian  memberanikan diri memegang tangan Casey, dia ingin melihat apakah gadis itu akan menghindar tapi ternyata tidak.


Zelo lebih berani menyentuh pipi Casey dan membelainya, mereka berdua saling bertatap mata. Lama kelamaan wajahnya dan Casey semakin dekat lalu gadis itu memejamkan mata tatkala bibir Zelo menyentuh bibirnya.


Mereka berdua saling berciuman, Zelo memainkan lidahnya di dalam mulut Casey. Kali ini dia lebih berani lagi menyentuh dan menggerayangi tubuh gadis itu. ******* terdengar dari bibir Casey saat jemari pria itu menyelinap di antara pahanya.


Zelo menarik Casey duduk di pangkuannya kemudian kembali mencium bibir gadis itu. Perlahan ciumannya turun ke leher sambil tangan satunya meremas dengan lembut salah satu dada yang tidak terlalu besar itu.


Terdengar desahaan dari bibir Casey, dia membelai rambut Zelo seraya menikmati setiap kecupan yang dilakukan pria itu di lehernya. Dia memegang pipi Zelo dan mencium bibirnya, kembali mereka saling berciuman kemudian Zelo membawa Casey ke kamar.


Pria itu melepaskan pakaian Casey dan membaringkannya di tempat tidur kemudian kembali mencium bibir gadis itu. Tangannya mulai turun ke bawah dan masuk di antara paha sang kekasih.


Jemarinya bermain di sana sehingga membuat tubuh gadis itu menggeliat, Casey meremas rambut Zelo dan mendesaah di kuping pria itu. Matanya terpejam tatkala merasakan jari itu menerobos masuk ke dalam miliknya.


“Zelo ….” Dia merintih di telinga pria itu dan merasakan jari itu bermain dengan cepat. Kembali dia mendesah lalu Zelo menindih tubuhnya.


Pria itu mulai bekerja di atas tubuh Casey, sambil mencium bibir gadis itu dia menggerakan pinggulnya naik turun dengan pelan. Casey merasakan milik Zelo mulai cepat masuk keluar di are intinya, dia mulai merasakan kenikmatan itu.


Saat mendesaah tiba-tiba terbayang di matanya video Zelo dengan wanita lain, Casey langsung mendorong tubuh pria itu lalu duduk. Dia memakai kembali pakaianya kemudian keluar dan duduk di teras.


Zelo menjadi bingung, dia bangun dan memakai kaos juga celananya kemudian menyusul kekasihnya ke teras. Dia duduk di samping gadis itu dan memegang tangannya, Zelo tidak mengerti kenapa Casey seperti itu.


“Ada apa?” tanya Zelo dengan lembut seraya membelai rambut gadis itu.


“Maaf, tiba-tiba saja aku teringat video kamu dengan wanita itu. Aku tidak bisa lupa melihat expresi wajahmu yang sangat menikmati permainannya.” Airmata menetes di pipi gadis itu, Zelo hanya diam dan mengalihkan pandangan ke pantai.


“Pasti kalian melanjutkannya di hotel.” Zelo tidak menjawab, dia tidak ingin bertengkar dengan Casey walau’pun apa yang di katakan gadis itu benar tapi dia tidak ingin mengingatnya lagi.


“Tolong jangan di ungkit lagi,” mohon Zelo dengan menatap mata gadis itu.


“Itu sudah menjadi duri dalam hubungan kita, sulit bagiku untuk melupakannya.” Zelo menunduk kemudian berdiri, dia menarik napas panjang dan kembali menatap ke pantai.


“Kamu benar, itu akan terus menjadi duri,” ujar pria itu kemudian dia mengambil kunci mobil dan ponsel lalu memasukan ke saku celana. “Baiklah aku pergi.” Zelo langsung meninggalkan gadis itu sendiri.


Casey terdiam melihat pria itu pergi, dia berdiri kemudian masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di kasur. Gadis itu memeluk bantal dan menangis.


Jangan lupa liek dan komentar ya.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2