Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Kamu mau tunjuk hebat?


__ADS_3

Saat tiba dia melihat Sabino sudah menunggunya di depan gedung tempat latihan, Zelo membunyikan klatson lalu pria itu berlari masuk ke mobil. Mereka berdua langsung menuju ke tempat Felix.


“Oh ya Sabino, biar nanti aku yang menghadapi Felix. Kamu cukup mengawasiku saja, kalau aku tidak sanggup kamu bisa membantuku,” ujar Zelo seraya melajukan mobilnya. Sabino  menganggukan kepala, dia mengikuti apa yang dikatakan oleh pria itu.


Zelo dan Sabino tiba di tempat Felix berkumpul, dari dalam mobil mereka memperhatikan situasi di sekitar rumah itu. Zelo melihat salah satu pria yang ikut menganiaya dia di Club, wajahnya langsung berubah.


Ingin segera dia turun dan menghajar pria itu tapi dengan cepat Sabino menahan tangannya. Sabino tidak ingin Zelo gegaba.


“Sabar, yang lainnya baru tiba.” Zelo melihat dua mobil masuk ke tempat itu, dia mengambil dua double stick di jok belakang dan menyelipkan di pinggangnya.


Begitu juga dengan Sabino dia mengambil peralatannya kemudian turun bersama Zelo, mereka mengamati rumah itu. Merasa sepi kedua pria itu berlari masuk dan bersembunyi di balik tembok. Zelo mengintip dari jendela, dia ingin tahu berapa banyak mereka di dalam.


Zelo melihat beberapa pria  sedang duduk dan bermain kartu bersama dan lainnya sedang minum alkohol, dia mencari Felix tapi tidak terlihat. Dia berjalan ke belakang dan mengintip lagi dari jendela, Zelo melihat pria yang dia cari sedang bersama wanita.


Dia langsung memberikan isyarat kepada Sabino lalu pria itu berjalan menghampirnya. Mereka berdua mencari jalan untuk masuk ke dalam rumah itu.


Zelo memberi isyarat kepada temannya untuk lewat pintu belakang. Sabino menganggukan kepala kemudian mereka menuju ke belakang, pintu tidak terkunci. Zelo mendorongnya kemudian masuk perlahan-lahan di ikuti Sabino dari belakang. Dia langsung menuju ke ruangan tempat Felix dengan wanita itu.


Terdengar tangisan di sebuah kamar,  Zelo membuka pintu itu dan melihat seorang wanita sedang berusaha menghindar dari Felix. Dengan cepat Zelo menarik pria itu dan melayangkan pukulan ke wajahnya. Felix terjatuh lalu Zelo menarik wanita itu dan menyuruhnya memakai pakaian.


Felix berdiri dan ingin menyerang Zelo tapi dengan cepat Zelo menghindar dan menendang dada Felix sehingga pria itu terjatuh kembali. Felix berdiri kemudian berlari keluar dan meminta bantuan.


Zelo menyuruh wanita itu untuk keluar dari pintu belakang dan memberikan kunci mobil kepadanya kemudian dia mengejar Felix di ikuti Sabino. Saat masuk di ruang tengah, anak buah Felix menghadang Zelo dan Sabino tapi mereka di hajar oleh kedua pria itu.


Felix tidak bisa lari lagi, dia mengeluarkan pisau kemudian menyerang Zelo tapi dengan cepat kekasih Casey menangkap tangan pria itu dan mendorongnya hingga terjatuh. Zelo menendang perut Felix sehingga dia tidak bisa berdiri lagi.


Anak buah Felix tidak bisa beruat apa-apa, saat Zelo menarik kaos pria itu. Tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di wajahnya, Zelo terkejut dan jatuh. Dia bangkit berdiri dan menghajar orang yang sudah memukulnya, Sabino hanya diam. Dia menunggu isyarat dari Zelo.


Zelo menghajar habisa-habisan Felix beserta anak buahnya, saat Zelo ingin memenggal tangan kakak Jaime, Sabino langsung menahannya. Dia memberikan isyarat agar pria itu tidak melakukan tindakan yang berlebih.

__ADS_1


Felix memeluk kaki Zelo dan memohon kepadanya untuk tidak memotong tangannya, dia berjanji untuk tidak akan pernah mengganggu Zelo lagi. Kekasih Casey terlihat sangat marah kemudian kembali dia menendang perut Felix sehingga pria itu tergelatak tak berdaya di lantai.


Sabino menahan Zelo kemudian  mengajak pria itu untuk pulang, dia tidak ingin Zelo melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka meninggalkan tempat itu lalu Zelo mengantar Sabino pulang.


Awalnya dia ingin membuat Felix cacat tapi Sabino menahan pria itu dan menasehatinya, akhirnya Zelo mengurungkan niatnya. Selesai mengantar Sabino Zelo pergi ke apartemen Casey, dengan perlahan dia masuk ke kamar dan melihat gadis itu suda tertidur pulas.


Zelo pergi ke kamar mandi kemudian membasuh wajahnya, dia melepaskan kaos kemudian berbaring di samping Casey. Dia mencium kening gadis itu dan memakaikan selimut lalu memeluknya.


Casey terbangun, pria itu langsung pura-pura tidur. Dia tidak ingin kekasihnya tahu kalau dia baru saja selesai berkelahi, tapi Casey memperhatikan wajah Zelo. Gadis itu mengerutkan dahi melihat memar di dekat mata Zelo.


“Kenapa dengan wajahmu?” tanya Casey seraya bangkit dan duduk di tempat tidur.


“Tidak apa-apa, tidur saja,” jawab Zelo seraya menarik Casey untuk tidur tapi gadis itu menepis tangan Zelo.


“Apakah kamu berkelahi dengan kakak Jaime?” tanya Casey dengan marah kepada pria itu.


“Um ….” Zelo tidak bisa menjawabnya dia duduk dan memegang tangan Casey. “Sayang, jangan marah. Aku hanya beri dia pelajaran saja.” Casey menatap marah kepada Zelo dia turun dari tempat tidur dan memarahi pria itu.


“Sayang, kalau aku tidak beri pelajaran kepadanya dia akan semakin sombong,” ujar Zelo membela dirinya.


“Oh begitu, bagaimana kalau kamu terbunuh?” Zelo tersenyum kemudian menarik gadis itu ke dalam pelukannya.


“Tidak akan, buktinya aku ada di sini sekarang,” ujar pria itu seraya membelai rambut Casey. “Ayo tidur.” Zelo menarik tangan Casey kemudian mereka berdua tidur kembali.


Pagi hari Casey terbangun dan melihat Zelo tidak ada di sampingya, dia turun dari tempat tidur lalu mencari pria itu. Casey ke kamar mandi tapi Zelo tidak ada di sana, dia keluar menuju teras tapi tidak menemukannya.


“Kenapa dia tidak membangunkanku?” Casey pergi ke dapur kemudian membuat susu.


Sementara Zelo, dia sedang bersiap-siap ke kantor Tuan Alfredo. Setelah memberikan pelajaran kepada Felix, kini giliran Zaneta. Pria itu ingin memutuskan hubungan kerja sama dengan orang tua gadis itu.

__ADS_1


Zelo sangat membencinya, dia tidak perduli dengan hubungan baik orang tuanya dan ayah Zaneta. Dia benar-benar ingin membuat wanita itu menderita.


Saat tiba di perusahaan Tuan Alfredo, Zelo tidak menjumpai pria itu di tempat. Dia pergi ke kantornya dan menghubungi pengacara perusahan, dia meminta sang pengacara untuk memutuskan kerja sama dengan perusahaan Tuan Alfredo.


Sang pengacara melakukan tugasnya dengan baik, segala apa yang diminta oleh Zelo di kerjakannya. Kini perusahan Tuan Alfredo tidak ada hubungan lagi dengan perusahan milik orang tua Zelo.


Tuan Alfredo tidak terima dengan pemutusan hubungan kerja sama secara sepihak, dia mengadu kepada Tuan Alvin tapi mendengar penjelasan dari putranya, Tuan Alvin menjadi marah kepada Tuan Alfredo. Dia bahkan setuju dengan apa yang dilakukan oleh Zelo.


Pada akhirnya hubungan Casey dan Zelo berjalan dengan baik, tidak ada halangan maupun rintangan yang mereka hadapi. Cinta mereka semakin kuat, pria itu berencana selesai wisuda dia akan melamar Casey.


****


Tibalah Casey dan Zelo akan di wisudah, Casey sempat sedih karena ibunya tidak sempat hadir karena dalam keadaan sakit. Casey memakluminya dengan adanya sang ayah Casey merasa terhibur.


Di sebuah gedung besar sudah terlihat para wisudawan dan wisudawati sedang duduk menunggu sambutan dari rektor Universitas tersebut.


Casey duduk berdekatan dengan Anna dan Diaz juga Zelo serta Hernand. Zelo selalu mencuri pandang kepada Casey. ‘Setelah ini aku akan menikahimu, supaya tidak ada lagi yang akan mengganggu kita berdua,’ gumam Zelo.


Beberapa jam kemudian acara wisuda selesai, Casey mengenalkan Zelo sebagai kekasihnya kepada sang ayah.


Nampak wajah tuan Paulo Casey sempat berubah, dia seperti tidak suka Casey memiliki pacar. Tapi pria itu dengan cepat tersenyum tak ingin melihat putrinya curiga padanya.


Ayah Casey tidak lama-lama mengikuti acara di gedung itu, dia pamit kepada Casey dan kembali ke apartemen.


Sementara Casey dan Zelo masih menikmati akhir kebersamaan bersama teman-temannya. Mereka bahkan ingin mengadakan acara perpisahan nanti malam.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2