Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Yang terbaik buatmu


__ADS_3

Tiga orang sedang berbincang-bincang di sebuah cafe, mereka adalah Casey, Ellie dan Isaiah. Ketiganya sedang membahas gaun pengantin yang akan di kenakan oleh Casey.


Awalnya Casey ingin menggunakan gaun yang pernah dia pakai saat Ellie mengajaknya menjadi model, tapi sayang gaun itu sudah terjual dan kini Casey meminta untuk membuatkan yang baru.


Casey juga meminta Ellie untuk membantu mengatur pernikahannya dengan Isaiah, karena pikirnya Ia tidak bisa sendiri. Casey tidak ingin mengganggu Isaiah karena pria itu sibuk mengurus beberapa relasih yang membutuhkan investor.


“Tenang saja, aku akan membantumu. Oh ya siapa yang akan menjadi pendampingmu?” Casey terdiam atas pertanyaan Ellie.


Dia menjadi bingung siapa yang akan mendampinginya nanti, Casey tidak ingin ayahnya. Sejenak wanita itu berpikir kira-kira siapa yang akan Ia minta tolong menjadi pendamping.


“Bagaimana kalau grandapa saja,” saran Isaiah. Maksud dari pria itu adalah tuan Frank tapi Casey menggeleng pelan.


“Sepertinya aku ingin mencoba tuan Smith, semoga saja dia mau.” Isaiah yang sudah tahu kisah masa lalu Casey hanya menganggukkan kepala.


“Yang terbaik saja buatmu,” ucap Isaiah sambil mengusap dengan lembut rambut Casey.


Mereka kembali membahas rencana pernikahan Casey dan Isaiah, masih ada dua bulan lagi. Ellie akan mempersiapkan semuanya dengan matang, dia juga akan meminta beberapa karyawan di butik untuk membantunya.


Sementara di tempat lain, Dany kedatangan seorang pria. Terlihat wajah Dany tidak begitu suka dengan lelaki itu, dilihat dengan tatapan Dany yang begitu sinis.


“Ada apalagi datang menemuiku?” tanya Dany dengan tatapan yang tajam.


“Aku butuh uang,” jawab pria itu sambil duduk walau’pun tidak di suruh oleh Dany.


“Uang? Kau pikir aku ini pabrik uang lalu seenaknya kau datang dan meminta? Sudah cukup aku membiayai kehidupan kalian,” ujar Dany dengan sangat kesal.


“Kalau kau tidak memberikan apa yang aku minta maka siap-siap saja rahasiamu terbongkar,” ancam pria itu tanpa ada perasaan takut sama sekali.


“Bagaimana rasanya kalau rahasia ini aku katakan kepada ayahmu, kalau kau sendiri yang menyuruh aku untuk mencelakakan kakak dan istrinya.” Pria itu tersenyum smirk melihat wajah Dany yang menahan marah.


“Berani sekali kau mengancamku, kalau sampai kau mengatakan pada ayahku, maka aku sendiri yang akan membunuhmu.” Dany balik mengancan pria itu tapi dari raut wajahnya tidak ada takut sama sekali.

__ADS_1


“Silahkan saja, sekali’pun aku mati, tetap ayahmu akan tahu karena bukan aku saja yang memegang rahasia ini.” Pria itu kembali menggertak Dany dengan ancaman sehingga membuat Dany begitu emosi.


“Bangsat! Kau ingin memerasku?” Dany menggeretakkan rahangnya menahan marah yang sudah siap meledak.


“Bisa dikatakan seperti itu, aku tunggu sampai malam. Kalau tidak ada uang masuk ke rekeningku maka siap-siap saja mengalami kehancuran.” Tanpa banyak berkata lagi pria itu meninggalkan ruang kerja Dany.


“Sialaan.” Dany menggebrak meja melampiaskan emosinya, dia tak menyangka pria itu masih saja memerasnya.


“Aku harus melakukan sesuatu, tak akan ku biarkan dia memerasku terus.” Dany mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang.


Sementara di luar kantor, anak buah Asher terus mengawasi gedung itu. Dia melihat seorang pria yang keluar dengan keadaan emosi membuatnya menjadi curiga dan mengikuti lelaki itu.


Anak buah Asher mengambil jarak sehingga tiba di suatu bengkel mungkin milik dari pria itu karena dilihat dia dengan santai membuka bengkel itu dan masuk sedangkan sang pengawal tetap mengawasi dari jarak jauh.


Sang pengawal memberikan kabar tentang pria itu kepada Asher bahkan mobil-mobil yang ada di bengkel itu tak luput dari informasi anak buah Asher.


Sementara di kantor, mendapatkan informasih dari pengawalnya, Asher telihat sangat senang. Pikirnya sebentar lagi belang Dany akan terbuka, Ia tak sabar lagi melihat sang uncle masuk penjara.


Kali ini Asher tidak ingin membiarkan Dany bebas berkeliaran setelah membunuh kedua orang tuanya. Cukup sudah belasan tahun dia mendapatkan kebebasan tapi untuk saat ini Asher tak akan melepaskan pria itu.


Tapi untuk sekarang, Asher membiarkan anak buahnya yang bekerja mengawasi Dany. Saat ini pria itu ingin fokus memisahkan Isaiah dan Casey, Asher ingin membatalkan pernikahan sang mantan lewat menyerang mental Isaiah.


Asher akan membuat Isaiah untuk mundur dari kehidupan Casey dengan mengungkit semua masa lalu sang mantan, tapi tanpa Asher tahu kalau Casey sudah menceritakan kepada Isaiah tentang hidupnya.


Ternyata benar, Asher menjalankan rencananya. Kini dia berada di parkiran perkantoran Isaiah. Asher menunggu di dalam  mobil sampai kekasih Casey pulang. Pria itu selalu melirik jam yang ada di pergelangan tangan.


Tiba sore hari terlihat Isaiah keluar dari kantor dan menuju ke parkiran, sambil berjalan dia berbincang dengan sang kekasih di telepon. Terlihat pria itu senyum-senyum sendiri, mungkin sedang bercanda dengan Casey.


Tiba-tiba langkah terhenti saat mendengar ucapan yang tidak mengenakan telinga dari seorang pria. Isaiah menoleh dan melihat ternyata dia adalah Zelo yang tak lain adalah Asher.


Isaiah mengernyitkan dahi menatap Asher, dia tidak memutuskan perbincangan dengan sang kekasih, Isaiah melepaskan headset dari telinganya tapi Ia membiarkan Casey mendengar percakapan dia dan Asher.

__ADS_1


“Maksudmu?” tanya Isaiah dengan heran lalu memasang headset kembali ke telinga.


“Kau tidak mengerti apa yang aku katakan? Dengar baik-baik, bagaimana rasanya tidur bersama wanita bekasku juga ayahnya?” Isaiah terkekeh mendengar hinaan Asher terhadap kekasihnya.


Sementara di seberang telepon Casey mendengar semua apa yang dikatakan Asher kepada Isaiah,  saat Casey hendak bicara, Isaiah mengatur ponsel dengan loudspeaker.


“Sweety, aku tutup teleponnya ya. Aku harus menyetir,” ujar Isaiah. Sebenarnya dia tidak ingin Casey mendengar perbincangan Ia dan Asher makanya Isaiah memberikan alasan seperti itu.


“Baiklah, hati-hati ya. Aku mencintaimu,” ucap Casey di ujung telepon yang membuat hati Asher tidak menentu.


Tentu saja ini membuat Asher terkejut, dia tidak menyangka kalau Casey mendengarkan hinaannya. Raut wajahnya berubah kesal kepada Isaiah dan berpikir kalau pria itu sengaja melakukan hal itu agar sang mantan membenci dirinya.


“Seberapa besar’pun kau menjelekkan Casey aku tidak perduli, aku tetap akan menikahinya,” ucap Isaiah dengan wajah yang tersenyum memperlihatkan kepada Asher kalau dia tidak terpengaruh dengan hinaan yang dia tujukan kepada sang kekasih.


“Oh ya, perlu kau ketahui. Apa yang dilakukan ayahnya bukan kehendak Casey, tapi dia dipaksa oleh pria itu dan anggap saja itu suatu balas budi dari Casey untuk ayah angkatnya karena sudah membesarkan dia dari kecil.” Asher terkejut mendengar pernyataan Isaiah.


“Maksudmu?” Kini Asher yang bertanya kepada Isaiah karena dia tidak percaya dengan kalimat terakhir yang Isaiah katakan.


“Ouw, kau tidak tahu masa kecil Casey? Apakah Casey tidak pernah bercerita padamu kalau pria itu ayah angkatnya?” Asher mengangkat kedua alisnya terkejut dengan perkataan Isaiah.


“Ah … sayang sekali, aku pikir hubungan yang hampir empat tahun mengetahui kisah Casey sedari dia kecil. Ternyata dia hanya bercerita kepadaku dan itu tandanya hanya orang yang dia cintai boleh mengetahui masa lalunya.” Isaiah tersenyum smirk merasa menang atas Asher.


“Aku percaya sekarang kalau Casey benar-benar tidak mencintaimu, buktinya hanya padaku dia bercerita. Aku semakin cinta padanya.” Ungkapan Isaiah membuat Asher menjadi emosi.


“Percaya diri sekali, kalau dia tidak mencintaiku tidak mungkin Casey menyerahkan virginnya padaku.” Isaiah kembali terkekeh, ternyata pikiran Asher begitu kolot.


“Oh … soal itu, Casey mengatakan padaku kalau itu hanya bentuk terima kasihnya kepadamu karena sudah menyelamatkan dia dari kedua predator.” Padahal Casey tidak pernah bicara begitu kepada Isaiah, pria itu hanya mendengar perbincangan Zelo dan Casey saat berada di parkiran restoran.


Saat itu Casey dan Isaiah belum mengetahui kalau Zelo adalah Asher, dan tidak sengaja Isaiah mendengar percakapan mereka dan kini menjadi senjata untuk menyerang Asher.


Merasa tidak berhasil menjauhkan Isaiah dari Casey, Asher memilih masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Isaiah dengan hati yang panas.

__ADS_1


__ADS_2