Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Disingkirkan


__ADS_3

Tuan Moralez tahu Asher, Casey dan Isaiah dalam keadaan bahaya. Dia langsung memerintahkan sang asisten untuk menyediakan penerbangan saat itu juga.


Dengan gesit sang asisten langsung menelepon pilot dan mengurus ijin penerbangan di wilayah Amerika serta pendaratan di landasan pribadi seorang pengusaha di kota Houston.


Begitu mendapatkan ijin, tuan Moralez langsung berangkat bersama dua anak buahnya. Ayah Angkat Asher memiliki jet pribadi serta landasan, mereka tiba dan di sambut oleh pilot dan co pilot.


Tuan Moralez masuk ke dalam pesawat lalu duduk, datang seorang pramugari dan menawarkan redwine kepada pria itu. Tuan Morlaez mengambil gelas berisikan minuman, meneguknya kemudian meletakkan di atas meja.


“Bagaimana keadaan Zelo?” tanya tuan Moralez kepada anak buahnya.


Walau’pun nama putra angkatnya Asher tapi tuan Moralez lebih suka memanggilnya Zelo yang di pendekkan dari nama Marzello putra kesayangannya yang meninggal saat berumur depalan tahun akibat dibunuh oleh seorang mafia.


“Masih terlibat saling baku tembak, tapi Anda tenang saja. Lucas sudah berada di sana.” Tuan Moralez menganggukkan kepala tanpa menatap anak buannya, dia lebih memilih melihat ke ponsel mengecek email.


Sementara di bangunan kosong Asher dan Lucas serta anak buahnya masih terlibat saling baku tembak dengan musuh.  Lawan mereka semakin banyak, ternyata mereka mendapatkan bantuan dari seorang mafia di kota Houston.


Lucas meminta bantuan Jhon agar mengirim anak buahnya untuk membantu mereka, tidak berselang lama dua buah helikopter mengitari bangunan kosong itu dan melepaskan tembakan.


Sementara di helikopter yang satu dua orang turun menggunakan tali dengan senjata di punggung mereka, begitu tiba kedua pria itu langsung berlari mencari posisi.


Ternyata mereka berdua adalah sniper yang di kirim oleh Jhon untuk membantu Asher dan Lucas. Hawk dan Peter nama kedua sniper itu, kini mereka sudah berada di posisi dan mengatur senjata mereka.


Hawk menempelkan matanya di teropong dan mencari posisi Asher dan Lucas. Begitu juga dengan Peter, dia mengawasi pergerakan musuh kemudian melepaskan tembakan.


Satu musuh tergeletak di tanah dengan luka tembak di kepala, Peter membidik lagi salah satu penjahat yang berlari menuju ke sopir Asher kemudian melepaskan tembakan.


Sang sopir terkejut melihat musuh mati di depan matanya, dengan merunduk dia berlari ke arah mobil dan melihat seorang pria di helikopter sedang memberi isyarat kepadanya.


Sementara Asher sedang melayani pria berbadan besar yang berusaha memukulnya, Asher menghindar dan melepaskan tendangan tepat di wajah musuh itu.


Asher kembali memasang kuda-kuda dan menghajar salah satu pria yang hendak memukulnya dengan balok, penjahat itu terpental setelah mendapatkan tendangan Asher.


Salah satu musuh ingin menembak Asher tapi dengan cepat Hawk melepaskan tembakan sehingga pria itu tersungkur di tanah tepat di depan Asher.


Salah satu dari musuh mendapatkan pesan untuk mundur, dia memberikan isyarat kepada rekan-rekannya lalu berlari masuk ke mobil tapi salah satu dari mereka berhasil di tahan oleh Lucas.

__ADS_1


Kini Asher dan Lucas serta beberapa anak buahnya sudah berada di markas, Asher langsung pergi ke ruangan tempat Isaiah dan Casey berada. Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk lalu tersenyum kepada sang mantan.


“Apakah kau baik-baik saja?” Casey menoleh ke arah suara, dia melihat Asher di depan pintu lalu menghampiri pria itu dan memeluknya dengan erat.


“Terima kasih, kamu selalu membantu aku dan Isaiah.” Asher tersenyum dan membelai rambut Casey dengan lembut.


“Tidak ada kata terima kasih, aku  menganggapmu sebagai adaikku, jadi sudah sepatutnya seorang kakak menjaga adiknya.” Casey lebih mengeratkan pelukkannya kepada Asher.


“Bagaimana keadaan Isaiah?” tanya Asher seraya meleraikan pelukkan Casey kepadanya.


“Seperti yang kamu lihat,” jawab Casey dengan melingkarkan tangan satunya di pinggang Asher dan berjalan menuju ke branka.


“Kau tidak ingin melihat perkembangan kandungan istrimu? Kalau kau tidak bangun juga, jangan salahkan aku jika membawa mereka pergi darimu.” Casey tersenyum, Ia tahu kalau Asher hanya bercanda dan memprovokasi suaminya supaya sadar.


“Ah, sepertinya kau nyaman sekali dengan tidurmu.” Asher melirik kepada Casey lalu mereka berdua tertawa.


“Baiklah, aku harus pergi. Ada yang ingin aku selesaikan.” Casey mengangguk dan melepaskan tangannya dari pinggang Asher.


Asher meninggalkan ruangan itu lalu pergi ke belakang, di sana ada sebuah gudang di bawah tanah. Disitu para tawanan dikurung. Asher masuk dan melihat para anak buahnya menyiksa tawanan yang menyerang mereka tadi.


“Belum, tapi melihat dari tatto ini, mereka hanyalah gengster baru yang masih amatiran.” Asher terkekeh mendengar penuturan anak buahnya.


Dia berdiri dan memperhatikan tatto di tubuh pria itu, Asher memicingkan matanya mengamati gambar rajawali dengan sebuah mata berwarna merah.


“Aku tahu markas mereka,” ujar Lucas yang baru saja masuk lalu berjalan menghampiri Asher.


“Benarkah?” Lucas menganggukkan kepala dengan yakin menjawab pertanyaan Asher.


“Bagus, kalau begitu nanti malam kita akan menyerang  markas mereka,” ujar Asher sambil berjalan dengan kedua tangan menyelip di saku celan dan meninggalkan  gudang itu.


****


Di kediaman tuan Hynes terjadi kegemparan, sang istri menangis saat mendapatkan kabar kalau rumah sakit diserang oleh sekelompok orang dengan bersenjatakan otomatis.


Para sherif terlambat tiba di rumah sakit, para penjahat itu sudah meninggalkan rumah sakit saat tidak menemukan Isaiah dan Casey. Tuan Hynes dan istrinya sangat khawatir.

__ADS_1


Suami istri itu sangat khawatir terjadi sesuatu kepada Casey dan Isaiah, sementara Wesley pergi ke rumah sakit mencari sang adik dan istrinya.


Tidak henti-hentinya nyonya Hynes menangis, dia memaksa suaminya untuk pergi ke rumah sakit tapi tidak diijinkan oleh Wesley putra mereka.


“Sayang, kita tidak bisa berdiam diri disini. Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada Casey dan Isaiah, atau para penjahat itu berhasil menculik putra dan menantu kita.” Tuan Hynes berusaha menenagkan sang istri.


“Kita tunggu kabar saja dari Wesley, di luar tidak aman,” bujuk tuan Hynes seraya membawa sang istri ke kamar.


“Hubungi Wesley dan tanyakan kabar Isaiah dan Casey,” pinta nyonya Hynes dengan memegang kedua tangan sang suami.


“Iya, pasti aku hubungi.” Tuan Hynes membaringkan sang istri lalu mengambil ponsel dan menghubungi Wesley.


Sementara itu tuan Moralez tiba di Houston, dari landasan dia langsung menuju ke mansion tuan Hynes. Karena tidak memungkinkan menggunakan alat komunikasi pria itu ingin menemui keluarga Isaiah secara langsung.


Tuan Moralez berpikir pasti keluarga Isaiah saat ini sedang dalam keadaan cemas memikirkan putra dan menantu mereka. Tidak berselang mobil tuan Moralez tiba di kediaman tuan Hynes.


Para penjaga sudah mengenal tuan Moralez sehingga mereka mengijinkan pria itu untuk masuk, salah satu pelayan mengantar tuan Moralez ke ruang tamu dan mempersilahkannya untuk duduk.


Sambil menunggu pelayan memanggil tuan Hynes, tuan Moralez duduk dan memperhatikan isi mansion orang tua Isaiah. Figura besar mau’pun kecil menghiasi dinding berwarna putih.


“Ah … maaf membuat Anda menungguku.” Suara tuan Hynes memecah keheningan seiring datang seorang pelayan membawakan minum untuk tuan Moralez dan tuan Hynes.


“Tidak masalah, bagaimana kabarmu?” tanya tuan Moralez seraya menjabat tangan tuan Hynes.


“Seperti yang Anda lihat, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan dirimu?” Kini tuan Hynes yang bertanya kepada tuan Moralez.


“Aku juga baik-baik saja.” Mereka berdua tertawa lalu duduk kembali, walau’pun melayani tuan Moralez dengan ramah tapi wajah tuan Hynes terlihat cemas.


“Oh ya, kedatanganku kesini untuk memberitahukan keadaan Isaiah dan Casey. Anda tidak perlu khawatir karena mereka berdua baik-baik saja.” Wajah tuan Hynes seketika berubah senang.


“Benarkah? Sebenarnya apa yang sudah terjadi?” Kembali tuan Hynes bertanya, dia ingin memastikan apakah benar putra dan menantunya baik-baik saja.


Tuan Moralez menjelaskan semua kepada tuan Hynes mengapa mereka harus memindahkan Isaiah ke markas Lucas, nampak wajah tuan Hynes terkejut. Tuan Moralez juga memberitahukan kepada ayah Isaiah untuk sementara ini tidak boleh melakukan komunikasi telepon.


Beruntung tuan Hynes mengerti dan menerima semua saran dari tuan Moralez. Kini dia merasa lega, Isaiah dan Casey dalam keadaan baik. Pria itu sangat berterima kasih kepada ayah Asher sudah mau membantu melindunig putra dan menantunya.

__ADS_1


__ADS_2