Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Aku memang bodoh


__ADS_3

Hari yang sangat cerah, tapi tidak secerah hati gadis itu. Akhirnya Casey kembali lagi masuk kuliah setelah seminggu libur, dia tersenyum melihat Anna yang sedang berjalan menghampirinya.


“Bagaimana kabarmu?” tanya Anna seraya menggandeng tangan gadis itu.


“Sudah lebih baik,” jawab Casey dengan senyuman yang di paksakan seraya berjalan menuju ke ruangan.


“Baguslah, aku senang mendengarnya. Seminggu tidak melihatmu membuatku sangat rindu padamu,” canda Anna lalu gadis itu tertawa dan mencolek pinggang sahabatnya itu.


Saat jam pertama selesai Casey pergi ke cafe, seperti biasa dia memesan teh dan duduk. Gadis itu memperhatikan setiap pengunjung yang masuk, dia ingin melihat apakah pria itu akan datang. Tapi sampai selesai yang ditunggu tak kunjung datang.


Saat akan kembali ke ruangan dia berpapasan dengan Hernand, gadis itu tersenyum dan menyapa pria itu. Ingin bertanya tentang Zelo tapi dia mengurungkan niatnya.


“Hi, Hernand. Bagaimana kabarmu?” tanya Casey seraya berjalan di samping pria itu.


“Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja,” jawab Hernand sambil matanya melihat sana-sini. Pria itu mencari sesuatu lalu dia berhenti dan menatap Casey.


“Dimana Zelo?” tanya Hernand sambil menatap Casey tapi gadis itu hanya mengedikkan kedua bahu dan menggelengkan kepala.


“Aku tidak tahu, apakah dia tidak ada di ruangan?” tanya Casey, dia tidak ingin mengatakan kepada pria itu kalau hubungannya dengan Zelo sudah berakhir.


“Dari jam pertama dia tidak masuk,” jawab Hernand lalu Casey mengkerutkan dahi, dia langsung terpikir perkataan pria itu padanya.


“Mungkin saja dia sibuk,” ujar Casey seraya berjalan menuju ke ruangan. “Baiklah aku masuk.” Hernand menganggukan kepala kemudian dia masuk ke ruangan lain.


Perkataan Zelo, masih terngiang di telinga gadis itu, apalagi sudah beberapa hari ini pria itu tidak terlihat di kampus. Tapi Casey memilih tidak perduli, dia berpikir itu hanyalah ancaman agar dirinya bisa menerima sang mantan kembali padanya.


****


Nampak gadis itu terburu-buru keluar dari mobil sambil melihat jam di tangannya, ‘aku sudah terlambat.’ Gumam gadis itu seraya berlari masuk ke dalam kampus menuju ke ruangan, saat Casey masuk dosen sudah berada di dalam. Dia menyapa pengajarnya kemudian pergi duduk.


Sementara dari dalam mobil, Zelo memperhatikan gadis itu. Saat ini dia hanya bisa melihat Casey dari jauh, semangat untuk kuliah dan mengurus perusahan orang tuanya tidak ada lagi. Pria itu meniggalkan kampus dan kembali ke rumah.

__ADS_1


Zelo tiba dan pergi ke ruang latihan, dia melepaskan amarahnya dengan memukul samsak tinju. berulang kali dia menendang serta meninju samsak itu lalu memeluknya dan menangis.


“Aku sangat mencintaimu.” Pria itu tersungkur dan  kembali menangis.


“Aku lebih baik mati.” Kembali dia berdiri dan memukul juga menendang samsak itu. Zelo terlihat sangat kesal, dia marah terhadap dirinya sendiri.


“Aku bodoh,” teriaknya sambil menendang samsak. Pria itu tidak tahu lagi bagaimana untuk membuat Casey kembali padanya.


Malamnya Zelo pergi ke Club, dia ingin melupakan gadis itu dengan cara bersenang dengan wanita dan mabuk-mabukan. Zelo masuk dan duduk di bartender kemudian memesan minuman.


Sementara dari kejauhan Felix kakak Jaime menatapnya dengan marah, dia menunggu sampai Zelo mabuk dan mengajak teman-temannya untuk memberi pelajaran kepada pria itu. Felix sangat membenci Zelo atas perbuatannya kepada adiknya dan ingin membalasnya.


Felix mengumpulkan beberapa temannya dan memberikan mereka minum, dia meminta kepada sahabatnya untuk mengawasi Pria itu. Zelo tidak tahu kalau dia dalam bahaya, dia memperhatikan para pengunjung yang datang dengan pasangan mereka masing-masing.


Kembali dia teringat gadis itu, Zelo memesan lagi minuman. Pria itu tidak perduli sudah berapa banyak yang diminum olehnya, yang terpenting dia harus menghilangkan pikirannya yang selalu tertuju kepada kebodohannya.


Zelo berdiri dan sempyongan dia berjalan  pergi ke toilet. Zelo tidak tahu berberapa orang mengikutinya, apalagi saat ini dia sedang dalam keadaan mabuk.


Mereka mengeroyok Zelo, pria itu tidak bisa membalas. Dia menjadi bulan-bulanan kakak Jaime dan rekan-rekannya, Felix dan temannya memukul bahkan menendang tubuh Zelo yang sudah tidak berdaya.


Wajahnya penuh dengan darah, mereka tidak berhenti dengan beringas Felix memukul dan menginjak Zelo walaupun pria itu sudah tidak berdaya lagi.


Felix ingin  lelaki itu mati, dari kejauhan Orland memperhatikan aksi Felix dan teman-temannya. Orland ingin menolon tapi dia takut kepada kakak Jaime.


Merasa Zelo tidak bernyawa lagi, mereka meninggalkan dia sendiri dan kembali ke dalam club. Orland melihat mereka sudah masuk, dia langsung berlari dan menolong Zelo. Dia menyeret pria itu dan memasukannya ke mobil.


Orland langsung melarikan Zelo ke rumah sakit, dia menambah kecepatan mobilnya Orland tidak ingin pria itu mati. Tiba di rumah sakit Orland berlari masuk meminta tolong kepada petugas.


Mereka langsung mengangkat Zelo dan membawa ke ruang gawat darurat, dengan cepat dokter langsung menangani pria itu. Orland menunggu di luar, dia mondar-mandir di depan ruangan.


Ingin menelpon Casey tapi Orland takut gadis itu terkejut melihat keadaan Zelo, akhirnya dia mengurungkan niatnya. Wajah Orland terlihat tidak tenang, dia masih menunggu di depan pintu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian dokter keluar menemui Orland, dia memberitahukan keadaan pria itu dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri. Orland menjadi khawatir, dia bingung siapa yang akan dia beritahu tentang keadaan Zelo.


 Akhirnya dia memutuskan akan menemani pria itu sampai sembuh, kebetulan adik perempuannya bekerja di rumah sakit itu. Orland meminta bantuannya untuk mengawasi Zelo. Orland ingin memberitahukan Casey kalau keadaan Zelo sudah melewati masa kritis.


****


Casey tidak tahu kalau Zelo sedang dalam keadaan kritis di rumah sakit, dia pergi ke kampus dan selalu memperhatikan parkiran mobil. Gadis itu ingin melihat apakah kendaraan Zelo ada atau tidak, saat dia memasuki kampus Casey bertemu dengan Jaime juga Orland, dia tersenyum kepada mereka berdua.


“Casey, beberapa hari ini aku tidak pernah melihat Zelo. Kemana dia?” tanya Jaime seraya berjalan di samping gadis itu.


“Aku tidak tahu, dia juga tidak memberi kabar padaku. Um, mungkin dia sedang sibuk.” Orland hanya mendengarkan perbincangan Casey dan Jaime, dia belum ingin mengatakan kepada gadis itu tentang keadaan Zelo.


“Oh … baiklah. Aku ke ruanganku.” Casey tersenyum dan menganggukan kepala lalu Orland dan Jaime meninggalkannya.


Casey pergi mencari Hernand, dia ingin menanyakan tentang Zelo. Dia khawatir sudah terjadi sesuatu kepada pria itu, mengingat ucapan Zelo saat terakhir bertemu dengannya.


Gadis itu melihat Hernand sedang berbincang-bincang dengan temannya kemudian dia memberi isyarat kepada pria itu. Dengan berlari Hernand menghampiri Casey dan tersenyum.


“Ada apa, Casey,” tanya Hernand sambil menatap gadis itu.


“Apakah Zelo hari ini masuk kuliah?” Hernand mengerutkan dahi lalu dia menggelengkan kepala.


“Sudah beberapa hari ini dia tidak masuk, aku mencoba menghubungi ponselnya tapi tidak aktif,” jawab Hernand lalu gadis itu bersandar di dinding. Ada perasaan cemas dalam dirinya.


“Kalian ada masalah?” tanya Hernand dengan mengernyitka dahi, dia melihat wajah gadis itu murung. “Casey?” Wanita itu hanya menggelengkan kepala.


“Baiklah aku haru masuk.” Hernand menjadi bingung melihat sikap gadis itu kemudian dia kembali berbincang dengan teman-temannya.


Casey kembali ke ruangan, pikirannya tidak tenang. Perkataan pria itu terus terngiang-ngiang di telinganya, Casey tidak konsentrasi mengikuti mata kuliah.


Dia ingin cepat-cepat selesai dan pulang, gadis itu ingin pergi ke rumah yang baru saja Zelo beli. Casey mau memastikan apaka Zelo baik-baik saja.

__ADS_1


Casey pergi ke rumah Zelo dari kejahuan dia memperhatikan tempat tinggal pria itu, Casey tidak melihat mobil Zelo terparkir di sana. Dia menarik napas panjang lalu kembali ke apartemen.


__ADS_2