Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Itu tas menantuku


__ADS_3

Dua minggu mereka mencari suami istri itu, jurang-jurang yang mengarah ke kota tujuan Nathan dan Alice mereka sisir semuanya lalu anak buah Frank bersama beberapa polisi menemukan bangkai mobil yang sudah hangus terbakar.


Mereka bahkan menemukan dua tengkorak di dalam mobil tersebut, polisi langsung mengangkat kedua tengkorak itu dan memuatnya di helikopter. Mereka juga menemukan sebuah tas tidak jauh dari lokasi kecelakaan.


Salah satu anak buah langsung menghubungi tuan Frank dan memberitahukan kalau mereka sudah menemukan  Alice dan Nathan. Mendapat kabar, pria itu langsung menuju ke kantor polisi.


Dia ingin memastikan apakah benar itu Alice dan Nathan. Tidak lupa dia menghubungi tuan Smith dan memintanya ke kantor polisi untuk memastikan apakah itu putra dan menantunya.


Setelah mendapat kabar dari tuan Frank, ayah Nathan langsung menuju ke kantor polisi. Wajah pria itu terlihat begitu murung, dia sudah memastikan putra dan menantunya tidak selamat. Tapi setidaknya dia sudah bisa melihat dengan pasti Nathan dan Alice.


Tiba di kantor polisi tuan Smith langsung masuk dan mencari tuan Frank, dia melihat pria itu sedang berbincang dengan beberapa polisi. Ayah Nathan langsung menghampiri tuan Frank dan menyapanya.


“Hi, Frank.” Pria itu menoleh kemudian dia memeluk tuan Smith dan menenangkannya.


“Kamu pastikan, apakah tengkorak itu putra dan menantumu. Mereka juga menemukan tas tidak jauh dari bangkai mobil itu.” Polisi mengajak Smith dan menunjukan tas yang mereka temukan.


Mereka mengeluarkan isi tas itu dan menunjukan kepada tuan Smith, dia melihat tas itu yang sering digunakan menantunya. Dengan lemas dia duduk dan menangis.


“Itu tas menantuku, coba lihat dompetnya pasti ada foto mereka.” Salah satu polisi membuka dompet itu dan menunjukan kepada tuan Smith.


Pria itu menangis melihat foto putra dan menantu serta kedua cucunya, dia memejamkan mata dan menundukan kepala. ‘Dia berhasil membunuh putra dan menantuku,’ batinnya


Melihat kesedihan tuan Smith, ayah Rosse memeluk dan menenangkannya. Dia bisa merasakan kesedihan pria itu, bagaimana tidak selama pencarian akhirnya putra dan menantunya di temukan dalam keadaan tidak bernyawa bahkan sudah menjadi tengkorak.

__ADS_1


“Kecelakaan mereka sebenarnya di sengaja.” Tuan Frank terkejut mendengar bisikan pria itu, dia melepaskan pelukannya kemudian dia mengajak tuan Smith keluar.


“Apa maksudmu kecelakaan mereka di sengaja?” Tuan Smith mengajak tuan Frank ke mobil kemudian dia menceritakan semua apa yang dia dengar. Pria itu terkejut mendengar penjelasan ayah Nathan.


“Lalu di mana cucumu sekarang,” tanya Frank dengan heran. Dia tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan Dany.


“Mereka sudahku kirim ke Spanyol, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kedua anak itu.” Tuan Frank menarik napas panjang, dia merasa kasihan melihat tuan Smith.


“Aku akan membantu mengawasi putramu itu supaya dia tidak bisa menyentuhmu.” Tuan Smith tersenyum dan menggelengkan kepala.


“Tidak perlu, Anda sudah terlalu banyak menolongku. Terima kasih sudah menemukan putra dan menantuku.” Tuan Frank ikut tersenyum dan menghargai penolakan tuan Smith.


Ayah Nathan dan tuan Frank meninggalkan kantor polisi, tuan Smith kembali ke rumah sedangkan tuan Frank dia pergi ke kantor.


Mengetahui kalau polisi sudah menemukan Nathan dan Alice, Dany langsung menemui tuan Smith. Dia ingin melihat bagaimana kondisi ayahnya dan kapan tengkorak itu akan di kuburkan.


Dany membuka pintu dan melihat tuan Smith sedang berdiri di depan jendela, dia memeluk pria itu dan pura-pura menangis. Sedangkan tuan Smith hanya diam saja.


“Mengapa ini terjadi kepada mereka.” Tuan Smith melepaskan pelukan Dany kemudian dia duduk di sofa, dia merasa jijik dengan kemunafikan putra tirinya.


“Aku juga tidak tahu, polisi masih menyelidikinya,” ujar tuan Smith seraya menatap Dany. Pria itu ikut duduk di sofa kemudian dia memegang tangan sang ayah.


“Kapan mereka akan di kuburkan?” Tuan Smith kembali melayangkan mata ke luar jendela, dia tidak ingin melihat wajah Dani yang penuh dengan kepura-puraan.

__ADS_1


“Selesai otopsi, mereka ingin melihat mereka murni kecelakaan atau di bunuh. Mereka juga sedang berusaha memeriksa mobil yang di gunakan Nathan.” Dany menjadi gugup tanpa dia sadari tuan Smith memperhatikan raut wajahnya.


“Baiklah, daddy bisa sendiri?” Pria itu menganggukan kepala tanpa menatap Dani. “Kalau begitu aku pergi, kabari kalau mereka akan di makamkan.” Dany meninggalkan tuan Smith dan kembali ke rumah.


Sementara di Spanyol, Asher dan Zelda berserta Celeste tinggal di sebuah rumah yang di sewa oleh tuan Smith. Segala keperluan kedua anak itu dipercayakan kepada wanita itu.


Saat di Spanyol kedua anak itu terlihat murung, mereka selalu menanyakan tentang  orang tuanya kepada Celeste. Wanita itu harus berbohong kepada Asher dan Zelda, untuk menghibur mereka dia selalu membawa anak-anak itu ke tempat hiburan.


Asher mulai mengerti melihat sikap Celeste yang selalu menghindar kalau dia bertanya tentang kedua orang tuanya dan mengapa mereka berada di Spanyol. Anak itu tidak pernah bertanya lagi tapi dia berusaha menghibur sang adik yang selalu menangis mencari ayah dan ibu mereka.


Sementara di Amerika, tuan Smith menguburkan mayat putra dan menantunya yang sudah menjadi tengkorak. Dia terlihat sangat sedih, di sana hadir juga tuan Frank dan Dany.


 Tuan Smith selalu di dampingi oleh anak buahnya, saat di rumah dia memilih berdiam diri di kamar.


Tidak ingin perusahan Nathan jatuh ke tangan Dany dia bekerja sama dengan tuan Frank, dia meminta pria itu pura-pura membeli perusahan milik putranya. Untuk membantu tuan Smith, pria itu menjalankan rencana ayah Nathan.


Frank menempatkan beberapa karyawan yang sudah menjadi kepercayaannya di perusahan Nathan yang sudah di belinya. Sedangkan Dany, mengetahui perusahan Nathan sudah bukan milik kakaknya lagi dan kedua anak tidak ada di Amerika dia sangat marah dan segera ingin membunuh sang ayah.


Pria itu mencari cara untuk membunuh  ayahnya, dia ingin segera menguasai harta kekayaan juga perusahan orang yang sudah membesarkannya.


“Dia selalu mendapat pengawalan yang ketat, bahkan makanannya pun di awasi. Sepertinya dia mulai curiga padaku, aku harus mencari cara untuk membunuhnya.” Pria itu modar-mandir di ruang kerja, dia juga ingin mencari tahu kemana sang ayah menyingkirkan kedua anak itu.


Dany menyewa orang untuk mencari informasi keberadaan kedua anak Nathan, dia sudah berpikir dengan menghabisi Asher dan Zelda akan membuat sang ayah meninggal karena mereka adalah cucu kesayangan pria itu.

__ADS_1


“Kalau aku menemukan kedua anak itu dan menghabisi mereka, ayah pasti akan terkena serangan jantung.” Dia tersenyum sendiri di kamar. “Dengan sendirinya dia akan mati dan aku bisa menguasai semua kekayaannya karena aku ahli waris satu-satunya.” Kembali pria itu  tersenyum.


Dany tidak tahu kalau semua harta dan kekayaan sudah di alihkan atas nama kedua anak itu di bawah pengawasan sang pengacara.


__ADS_2