Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Mengundurkan diri


__ADS_3

“Apa?” Suara seorang pria terkejut begitu mendengar berita dari seseorang di seberang telepon. “Darimana kau dapatkan informasi itu,” tanya pria itu seraya tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


“Aku dengar dari perbincangan karyawan di perusahan itu, ternyata salah satu cucu laki-laki tuan Smith sudah kembali.” Pria itu terduduk lemas di kursi kerjanya.


“Kalau anak dari Nathan sudah kembali otomatis perusahan itu akan jatuh kepada putranya dan ini bisa berakibat fatal terhadap bisnisku,” gumam pria itu yang tak lain adalah Dany.


“Apa yang harus kami lakukan, Tuan?” tanya seorang pria di ujung telepon menunggu petunjuk dari Dany.


“Aku pikirkan terlebih dahulu, jangan ambil tindakan sebelum aku perintahkan.” Dany menutup telepon lalu memijit dahinya.


“Satu belum selesai kini sudah datang lainnya, damn!” Dany terlihat sangat kesal, bagaimana tidak, melenyapkan Casey saja belum bisa kini muncul cucu dari tuan Smith.


Dany benar-benar pusing, apalagi dia akan berhadapan dengan putra Nathan sudah pasti akan lebih sulit. Dany berdiri dan monda-mandir di dalam ruang kerjanya, pintu terbuka pria itu memutar bola matanya melihat sang istri yang masuk.


“Ada apa lagi?” tanya Dany tanpa menatap istrinya tetapi memalingkan wajah keluar jendela.


Disaat-saat seperti ini Dany tidak suka ada yang mengganggunya, karena tidak ingin ada masalah atau tercipta pertengkaran antara dia dan istrinya.


“Aku ingin pergi berbelanja dengan temanku,” ujar sang istri tanpa memikirkan keadaan suaminya yang lagi pusing.


“Uang … uang, itu yang selalu ada di kepalamu tanpa berpikir betapa sulitnya sekarang bisnisku.” Dany nampak begitu kesal kepada istrinya yang tidak melihat situasi dan kondisi keuangannya.


“Ada apa denganmu? Kenapa marah-marah seperti itu.” Bertanya seolah-olah tidak tahu apa perkataan dari sang suami.


“Tidak mengerti juga? Mengapa aku bisa menikah dengan wanita bodoh sepertimu. Kau tidak lihat kondisi perusahanku saat ini?” Sang istri tidak senang dengan ucapan Dany, wajahnya terlihat merah menahan marah.


“Kau mengatakan aku bodoh? Berani sekali kau berkata begitu.” Sang istri tidak terima dia mengambil asbak yang ada di meja lalu membantingnya di lantai dan meninggalkan ruang kerja.


“Suami tidak beguna,” umpat istri Dany sambil berjalan pergi ke kamarnya.


Sementara Dany, dia terperangah dengan apa yang dilakukan sang istri. Selama pernikahan mereka wanita itu tidak pernah bersikap seperti itu kepadanya.


****


“Jadi Smith sudah bertemu dengan cucu laki-lakinya?” tanya tuan Frank kepada Isaiah yang sedang duduk dekat dengan Casey.


“Iya, dan ternyata cucunya itu Zelo. Mantan dari Casey.” Tuan Frank terkekeh mendengar kalau Zelo adalah cucu dari Smith.

__ADS_1


“Kenapa baru sekarang dia mengakui kalau cucu dari Smith? Aku jadi curiga jangan-jangan dia merencanakan sesuatu terhadap Casey.” Tuan Frank mengerutkan dahi dan berpikir tujuan kedatangan Zelo ke Amerika.


“Aku juga tidak mengerti mengapa baru sekarang dia datang.” Casey menggeleng-gelengkan kepala sampai saat ini Ia masih belum percaya kalau sang mantan adalah cucu tuan Smith.


“Beberapa hari ini aku dan Casey berdiskusi dan akhirnya memutuskan kalau Casey akan resign dari perusahan milik orang tua Zelo atau Asher apapun namanya.” Isaiah terlihat sangat kesal karena pikirnya ada rencana terselubung dari Zelo.


“Iya, aku ingi mengundurkan diri,” sambung Casey mengiyakan apa yang dikatakan Isaiah kepada tuan Frank.


“Kalau itu sudah keputusanmu aku tidak bisa memaksanya, kau bisa kembali bekerja di perusahan ini,” tawar tuan Frank kepada Casey sambil mata menatap Isaiah meminta persetujuan dari cucu sepupunya.


“Untuk sementara Casey tidak akan bekerja, dia akan sibuk mempersiapkan pernikahan kami.” Tuan Frank membulatkan mata mendengar ucapan Isaiah, Ia terlihat sangat senang.


“Akhirnya kalian akan menikah, aku ingin pesta kalian diadakan secara besar-besaran. Aku sudah menganggap Casey cucuku jadi aku tidak ingin pesta pernikahan kalian terlihat biasa saja,” tutur tuan Frank.


Casey dan Isaiah hanya saling tatap mata lalu tersenyum, pasangan kekasih itu juga senang tuan Frank sangat mendukung  hubungan mereka berdua bahkan tidak segan-segan untuk membiayai pernikahan Casey dan Isaiah.


“Terima kasih, Anda baik sekali,” ucap Casey seraya berdiri dan memeluk tuan Frank dengan erat.


“Tidak perlu berterima kasih, kau sudah ku anggap cucuku.” Tuan Frank membalas pelukan Casey lalu membelai rambut wanita itu dengan lembut.


“Casey kau harus bicarakan terlebih dahulu dengan tuan Smith perihal pengunduran dirimu,” saran tuan Smith setelah melepaskan pelukannya dan duduk di kursi kebesarannya.


“Tentu saja tuan, Frank. Aku pasti akan mengundurkan diri secara baik-baik.” Tuan Frank tersenyum, dia sangat senang melihat hubungan Casey dan Isaiah.


“Baiklah, aku akan mengantar Casey ke kantornya.” Isaiah dan Casey berdiri dan berpamitan kepada tuan Frank.


“Jangan lupa pesanku, bicara dengan baik-baik kepada tuan Smith.” Kembali tuan Frank mengingatkan kepada Casey tentang pesannya tadi.


“Tentu saja,” sahut Casey seraya tersenyum lalu dia dan Isaiah meninggalkan ruang kerja tuan Frank.


Isaiah dan Casey langsung pergi ke perusahan yang dipercayakan oleh tuan Smith kepada Casey untuk merapikan semua barang miliknya, rencana hari ini wanita itu akan mengajukan surat pengunduran diri kepada tuan Smith.


Tidak berselang lama, Casey dan Isaiah tiba. Mereka berdua langsung menuju ke ruangan kerja. Isaiah membantu Casey memasukan semua barang-barang milik sang kekasih ke dalam kardus.


“Aku sangat senang kau mengikuti saranku,” tutur Isaiah setelah selesai membantu Casey.


“Kalau aku tetap bekerja di perusahan ini yang ada hanya masalah, makanya aku menuruti saranmu. Aku juga tidak ingin kehilanganmu.” Casey menghampiri Isaiah dan menyandarkan kepalanya di dada Isaiah.

__ADS_1


“Aku tahu Zelo tidak akan pernah berhenti menggangguku, jadi lebih baik aku berhenti.” Isaiah menganggukkan kepala menyutujui apa yang dikatakan sang kekasih.


“Baiklah, apakah setelah dari sini kau ingin langsung ke kantor tuan Smith?” tanya Isaiah seraya mengatur rambut Casey ke belakang telinga.


“Aku rasa lebih baik sekarang, jangan ditunda- tunda lagi.” Isaiah tersenyum dan menganggukan kepala.


“Baiklah, aku akan membawa barang-barangmu ke mobil.” Isaiah melepaskan pelukan Casey dan mengangkat dus dan meninggalkan ruang kerja.


Sementara Casey dia masih berdiri dan memperhatikan ruangan yang selama ini Ia tempati. Ia menarik napas panjang dan menghembuskan dengan kasar.


Dengan langkah berat Casey meninggalkan ruang kerjanya, saat di lobby dia bertemu dengan Adam. Pria itu tidak tahu kalau Casey akan mengundurkan diri. Casey tersenyum menatap Adam lalu  mengajak berbincang asistennya itu.


“Adam, ini hari terakhir aku disini, mulai besok aku tidak lagi bekerja di perusahan ini.” Adam membelalakan mata, dia tidak percaya Casey mengundurkan diri.


“Kenapa? Apakah ada masalah?” tanya Adam dengan mengerutkan dahi menatap Casey.


“Tidak, aku hanya ingin fokus mengurus pernikahanku dengan Isaiah. Lagi pula dia tidak ingin aku bekerja lagi.” Alasan Casey untuk menutupi kalau dia ingin menghindar dari Zelo.


“Oh … kalau begitu aku harus kembali ke perusahan tuan Frank karena disini aku hanya ikut denganmu,” tutur Adam.


“Baiklah kalau begitu, aku harus pergi sekarang. Isaiah sudah menungguku di mobil.” Casey meninggalkan Adam dan menyusul sang kekasih yang sudah menunggunya di parkiran.


Begitu Casey masuk Isaiah langsung menjalankan mobil menuju ke perusahan tuan Smith, Isaiah menggenggam tangan Casey untuk menenangkan sang kekasih karena terlihat gugup.


“Tidak perlu berlama-lama berbincang dengan tuan Smith, langsung utarakan saja maksud kedatanganmu ke kantornya.” Casey hanya menganggukkan kepala menanggapi ucapan sang kekasih.


“Aku hanya akan menunggumu di luar, kalau aku ikut masuk nanti kesannya aku yang memaksamu mengundurkan diri walaupun itu keinginan ku juga,” ungkap Isaiah dengan mengecup punggung tangan Casey.


“Iya, aku pasti akan menjaga namamu. Kau tenang saja,” ucap Casey dengan bergurau sambil mencolek pinggang Isaiah.


Kembali di dalam mobil menjadi hening, Casey memilih memandang keluar jendela. Dia memikirkan alasan apa yang akan dia beri kepada tuan Smith mengenai pengunduran dirinya. Kalau mengatakan akan mengurus pernikahannya pasti tuan Smith hanya akan meminta dia cuti.


“Babe, bagaimana kalau aku beri alasan kalau kita berdua akan pindah ke Jerman? Kalau aku mengatakan akan mengurus pernikahan pasti tuan Smith akan memintaku cuti saja.” Akhirnya Casey mengutarakan idenya kepada Isaiah.


“Terserah kamu saja, berarti setelah ini kita berdua akan pergi ke Jerman,” ujar Isaiah sambil tetap fokus menyetir.


“Tidak masalah kalau kita ke Jerman, satu minggu cukup’kan?” Isaiah menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Casey.

__ADS_1


__ADS_2