Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Belum mencintainya


__ADS_3

Semenjak merasakan kenikmatan itu, Casey dan Zelo selalu melakukannya. Bahkan untuk memuaskan kekasihnya, gadis itu belajar  dari film-film dewasa yang dia tonton.


Walau’pun dia belum mencintai Zelo tapi Casey tidak ingin pria itu berpaling ke wanita lain. Casey akan berusaha untuk menumbuhkan rasa cintanya kepada Zelo.


Begitu juga dengan Zelo, semenjak bersama Casey dia selalu mencurahkan perhatiannya kepada gadis itu. Rasa cintanya begitu besar kepada Casey sehingga dia membatasi diri dengan teman-temannya, bahkan dia tidak mau berlama-lama di kantor. Zelo selalu ingin berada di samping Casey.


Hari ini pria itu pergi ke tempat latihan bela diri, semenjak bersama Casey dia sudah jarang berlatih. Zelo tiba dan mencari Sabino, dia ingin berlatih dengan lelaki itu. Melihat kehebatannya membuat Zelo lebih memilih Sabino.


Dia masuk dan melihat pria itu sedang memberikan latihan kepada beberapa anak kecil. Zelo melambaikan tangan kepada Sabino kemudian duduk dan memperhatikan pelatih itu.


Tidak lama kemudian Sabino menghampiri Zelo dan duduk sampingnya, mereka berbincang-bincang lalu pria itu mengajak Zelo untuk berlatih bersamanya.


“Sudah lama kamu tidak datang ke sini,” ujar sang pelatih seraya berjalan di samping Zelo menuju ke arena.


“Iya, aku sibuk mengurus perusahan juga kuliahku,” ujar Zelo.  Sabino tersenyum kemudian mengambil tongkat dan melemparkannya kepada Zelo.


Mereka pergi ke arena dan berlatih, Zelo memang jago bela diri. Sewaktu di Brazil dia bergaul dengan beberapa orang jepang, pria itu sering berlatih bersama mereka.


Sabino dan Zelo menunjukan  kelihaian mereka dalam menggunakan tongkat, Zelo sangat lincah sehingga membuat Sabino menggeleng-gelengkan kepala. Sabino selalu menyerang Zelo tapi dengan mudah dihindari oleh pria itu.


“Kamu sangat hebat, Zelo,” puji Sabino seraya menyerang Zelo tapi  pria itu dengan cepat menangkis serangan sang pelatih.


“Kamu juga hebat,” balas Zelo dengan melakukan serangan balik kepada pria itu. Sabino tertawa, dia kewalahan melawan temannya itu. Napasnya tidak teratur, Sabino duduk di lantai dan melepaskan tongkat seraya menarik napas begitu dalam dan menghembuskan kembali.


“Cukup, Zelo. Aku menyerah, kamu terlalu hebat,” ujar pria itu seraya menepuk lengan Zelo serta berdiri lalu meletakan tongkat di tempatnya. Mereka berdua duduk dan kembali berbincang-bincang.


“Oh ya, ada yang ingin aku katakan padamu.” Sabino mengangkat keningnya dan menatap Zelo.


“Apa itu?” tanya pria itu dengan mengkerutkan dahi.


“Um, aku ada masalah dengan beberapa orang di kampus. Salah satu dari mereka kakaknya pemimpin gengster.”  Sabino menatap Zelo dengan wajah serius.

__ADS_1


“Benarkah?” Zelo menganggukan kepala dan mengeluarkan ponsel lalu menunjukan foto kakak Jaime kepada Sabino.


“Felix?” Sabino tertawa kemudian dia meletakan tangan satunya di punggung Zelo.


“Kalau kamu butuh bantuanku, aku bersedia.” Zelo tersenyum dan bersalaman dengan pria itu. Dia sangat senang Sabino mau membantunya.


Zelo berpikir dia tidak akan sanggup menghadapi Fekix sendiri. Pria itu tahu kakak Jaime pasti punya banyak teman dan kapan saja bisa menyerang dirinya. Zelo memilih untuk lebih berhati-dengan dengan Felix, apalagi dia sudah mendengar tentang pria itu.


Akhirnya dia berpamitan kepada Sabino dan kembali ke apartemen. Pria itu tiba lalu  tersenyum melihat kekasihnya sedang berada di dapur hanya mengenakan underwear dan kaos, Zelo menatap Casey dari ujung kaki sampai kepala. Dia menggigit ujung bibirnya melihat yang di kenakan gadis itu.


Perlahan-lahan dia menghampiri Casey lalu memeluknya dari belakang. Casey terkejut dan memukul tangan yang melingkar di perutnya, sehingga Zelo tertawa dan mencium pipi gadis itu.


“Kamu membuatku terkejut,” ujar Casey dengan wajah cemberut kemudian dia memutar tubuhnya dan melingkarkan tangan di punggung pria itu.


“Sudah makan?” tanya pria itu seraya duduk dan menarik tangan Casey untuk duduk di pangkuannya.


“Belum,” jawab gadis itu seraya menggelengkan kepala. “Aku menunggumu.” Kembali Zelo tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang Casey.


“Baiklah kalau begitu kita makan sekarang.” Casey berdiri kemudian mengatur makanan di meja.


“Apakah benar apa yang di katakan Zaneta kepadaku.” Jaime tersenyum sinis menatap kakaknya, dia tidak mau membahas apa yang telah terjadi kepadanya.


“Sudahlah lupakan saja,” ujar Jaime seraya berjalan meninggalkan kamar tapi sang kakak dengan cepat menarik tangan adiknya.


“Jadi benar apa yang di katakan Zaneta.” Jaime hanya diam dan menunduk. “Aku akan memberi pelajaran kepada lelaki itu,” ujar kakak Jaime dengan geram.


Dia tidak terima dengan apa yang dilakukan Zelo kepada adiknya, dia berencana untuk membunuh pria itu tapi Jaime melarangnya. Dia tidak ingin sang kakak mencampuri urusannya karena pria itu tahu siapa Zelo.


“Untuk apa kamu membunuhnya? Ini semua salahku juga Zaneta, aku terlalu terobsesi kepada gadis itu sedangkan sepupu kita tergila-gila kepada pria itu.” Felix menatap adiknya dengan marah, dia tidak terima Jaime hanya diam saja sudah di perlakukan seperti itu oleh Zelo.


“Aku tidak terima, aku harus membalasnya.” Jaime tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala.

__ADS_1


“Terserah kamu, tapi aku katakan padamu. Ini memang pantas aku terima,  kamu tahu sudah berapa banyak gadis di kampus yang aku perkosa. Jadi aku katakan padamu tidak perlu membalas.” Felix diam mendengar ucapan adiknya, tapi dia sudah bertekad untuk memberi pelajaran kepada Zelo.


Semenjak kejadian itu Jaime menjadi berubah, dia berencana bertemu dengan Casey dan Zelo untuk minta maaf kepada mereka berdua. Pria itu tidak akan lagi terpengaruh dengan hasutan sepupunya.


****


Di kampus pasangan kekasih itu sedang duduk di cafe bersama ketiga sahabatnya, lagi berbincang-bincang lalu datang Jaime dan Orland. Zelo langsung berdiri menatap kedua pria itu dengan mengepalkan kedua tangannya, kehadiran mereka tidak di sukai oleh Zelo.


Casey langsung memegang tangan kekasihnya, dia tidak ingin ada keributan di cafe. Melihat gelagat baik Jaime dan Orland, gadis itu menyuruh mereka duduk.


“Terima kasih,” ucap Jaime seraya duduk di depan Casey dan Zelo lalu gadis itu tersenyum.


Zelo tidak ingin bicara dia ingin melihat apa maksud kedatangan Jaime dan Orland, pria itu curiga mereka merencanakan sesuatu kepada dia dan Casey.


“Ada apa ke sini?” tanya Zelo dengan sinis kepada kedua pria itu lalu Jaime tersenyum dan menatap Casey.


“Aku hanya ingin minta maaf kepada Casey juga kamu,” ucap Jaime seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan gadis itu. Mereka semua saling berpandangan, apalagi Casey dan Zelo.


“Kami berdua sangat menyesal sudah melakukan hal itu kepada Casey juga kepada gadis-gadis yang ada di kampus ini.” Casey tersenyum kemudian dia bersalaman dengan kedua pria itu.


“Aku senang kalian sudah sadar,” ujar Casey dengan menatap Zelo dan memberi isyarat kepada pria itu untuk bersalaman dengan Jaime dan Orland.


Zelo berusaha tersenyum kepada kedua pria itu kemudian menyambut tangan Jaime dan Orland. Casey tersenyum melihat kekasihnya mau memaafkan mereka, sedangkan ketiga sahabat Casey ikut senang Jaime dan Orland sudah sadar.


“Oh ya, Zelo. Aku ingin kamu berhati-hati dengan kakaku, dia sedang mencarimu,” info Jaime, lalu Zelo menatap Jaime dengan mengkerutkan dahi.


“Kenapa dia mencariku?” tanya Zelo dengan heran.


“Zaneta menghasutnya, aku sudah katakan kepada kakaku semua sudah selesai tapi sepertinya dia tidak mau mendengarkanku.” Zelo terlihat sangat senang kemudian menganggukan kepala dan tersenyum kepada Jamie.


“Terima kasih sudah mengingatkanku,” ucap Zelo kemudian dia memesan kopi untuk kedua pria itu. Mereka kembali berbincang-bincang dan bersenda gurau.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya.


Selamat membaca


__ADS_2