
Zelo membawa Casey ke ruangan kosong, dia menarik wanita itu masuk dan mengunci pintu. Zelo langsung menarik Casey ke dalam pelukannya.
Casey melepaskan pelukan Zelo lalu sedikit menjauh dari pria itu, dia mengerutkan dahi dan menatap tajam kepada Zelo. Casey tidak mengerti mengapa sang mantan membawanya ke ruangan ini.
“Mengapa kau membawaku ke sini?” tanya Casey dengan dingin, tak ada satu senyuman ‘pun ditunjukan wanita itu kepada Zelo.
“Casey, aku mohon padamu. Kembalilah padaku, aku sangat mencintaimu.” Zelo memohon kepada Casey dengan mengatupkan kedua tangannya di hadapan wanita itu.
“Maaf, Zelo. Sampai kapan‘pun aku tidak akan meninggalkan Isaiah, aku sangat mencintainya,” terang Casey dengan melipat kedua tangan di depan dadanya.
“Tidak mungkin, aku tahu kau hanya mencintaiku.” Casey terkekeh melihat Zelo terlalu percaya diri.
“Oh ya? Jangan terlalu yakin, bukan‘kah sudah pernah ku katakan padamu kalau aku sama sekali tidak mencintaimu?” Kembali wanita itu mengingatkan Zelo tentang percakapan mereka di parkiran restoran.
“Aku tidak percaya.” Casey tidak perduli dengan ucapan Zelo yang tidak percaya padanya, dia berjalan ke arah pintu tapi tangannya langsung di tahan oleh pria itu.
“Jangan menghindar dariku, Casey. Aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Zelo menarik Casey dan mencium bibir sang mantan.
Casey terlihat sangat marah, dia mendorong tubuh Zelo lalu mendaratkan tamparan yang keras di pipi pria itu. Dia menatap marah kepada Zelo karena sudah bersikap kurang ajar kepadanya.
Sementara Zelo terkejut mendapat hadiah lima jari di pipinya, dia mengelus tempat yang kena tamparan. Zelo mengatup rapat rahangnya sehingga terlihat jelas kalau dia sedang berusaha menahan amarahnya.
“Jangan pernah mendekatiku lagi, aku berkunjung ke perusahan ini bukan untuk bertemu denganmu tapi dengan tuan Moralez. Jangan terlalu berbangga diri karena aku sama sekali tidak mencintaimu.” Casey langsung membuka pintu dan meninggalkan Zelo sendiri.
Ucapan Casey sungguh membuat hati Zelo sangat sakit, matanya memerah bukan karena ingin menangis tapi amarah yang tidak dapat dia lampiaskan. Zelo melempar kursi yang ada di depannya ke dinding.
“Kita lihat saja, Casey. Aku akan segera memilikimu sekali‘pun kau tidak mencintaiku. Kau akan menjadi milikku selamanya.” Zelo meninggalkan ruangan itu dengan kesal.
Sementara Casey pergi menemui Isaiah dan tuan Moralez, dia ingin meninggalkan tempat itu. Di depan kedua pria itu Casey berusaha tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia juga bersikap biasa kepada Zelo yang sudah berdiri di dekat tuan Moralez.
“Baiklah, aku harus segera kembali ke kantor. Ada yang ingin bertemu denganku,” ujar Casey dengan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
__ADS_1
“Oh begitu, terima kasih sudah berkunjung ke perusahan kami,” ucap tuan Moralez sambil berjalan di samping Casey menuju ke mobil.
“Sama-sama, Tuan.” Tanpa menatap Zelo, Casey langsung masuk ke mobil diikuti oleh Isaiah.
Casey dan Isaiah melambaikan tangan kepada tuan Moralez lalu meminta sopir segera mengantar mereka ke kantor. Di dalam mobil Casey hanya diam, dia menatap keluar jendela dan mengingat kejadian antara dia dan Zelo di ruangan itu.
“Mengapa tadi menghilang?” pertanyaan Isaiah membuyarkan lamunan Casey.
“Oh, tadi saat kamu berbincang dengan tuan Moralez dan asistennya tiba-tiba Zelo menarik tanganku dan membawa ke ruangan.” Casey tidak ingin menutupinya, dia tidak ingin Isaiah berpikiran negatif kepadanya.
“Lalu?” Kembali Isaiah bertanya dengan mengubah posisi badannya menghadap Casey.
“Zelo memaksaku untuk kembali padanya, bahkan dia tiba-tiba mencium bibirku dan ….” Casey menatap Isaiah lalu memegang tangan pria itu.
“Aku menamparnya.” Isaiah terkejut mendengar pengakuan sang kekasih, dia memegang pipi Casey dan menatap dengan dalam mata wanita itu.
“Benarkah?” Casey hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Isaiah.
“Kalau proyek ini sudah berjalan, aku akan segera menikahimu,” ujar Isaiah dengan membelai rambut sang kekasih.
“Aku segera ingin kembali ke Amerika, kalau terus disini Zelo tidak akan pernah berhenti menggangguku.” Isaiah mengerti keluhan Casey, dia juga tidak ingin membiarkan sang kekasih sendiri.
“Tadi kau katakan ada yang ingin bertemu denganmu, siapa dia?” tanya Isaiah sambil memegang tangan Casey.
“Tidak ada, itu hanya alasanku saja agar cepat meninggalkan tempat itu. Aku sangat kesal melihat Zelo,” jawab Casey dengan menyandarkan kepalanya di lengan Isaiah.
“Oh begitu.” Isaiah sangat lega karena Casey selalu terbuka padanya, tidak ada satu ‘pun yang di tutupi oleh wanita itu.
Akhirnya mereka tiba di kantor, Casey dan Isaiah langsung menuju ke ruang kerja masing-masing, saat akan masuk dia bertemu dengan direktur keuangan. Casey berhenti lalu tersenyum kepada pria itu.
“Apakah Edgar sudah memberikan laporan yang aku berikan padanya?” tanya direktur keungan dengan setengah berbisik sambil mata mengawasi kalau ada yang melihatnya.
__ADS_1
“Sudah, terima kasih,” ucap Casey dengan kembali tersenyum. “Besok jam sepuluh akan ada meeting.” Direktur keuangan menganggukkan kepala lalu undur diri dari hadapan Casey.
Casey melirik ke ruangan Isaiah lalu mengedipkan mata kepada pria itu yang sedari tadi memperhatikan dia dan direktur keuangan berbincang.
****
Kembali terjadi perdebatan yang hebat di ruang meeting saat Casey memecat direktur yang di dukung oleh beberapa komisaris. Kali ini sang direktur tidak bisa berbuat apa-apa dia terlihat sangat marah dan menggebrak meja.
“Kalian juga ikut menikmati apa yang diberikan tuan Dany dan sekarang ingin menyingkirkanku!” Direktur menunjuk satu persatu mereka yang membela Casey.
“Bukannya kau yang sangat menikmati pemberian tuan Dany, lalu dasar apa kau mengatakan kami yang menikmati?” bantah salah satu anggota komisaris.
Kali ini bukan Casey yang berdebat tetapi beberapa anggota komisarin dan direktur juga direktur keuangan, mereka saling bantah apa yang dituduhkan oleh direktur.
“Aku tidak perduli siapa yang menikmati, hanya saja bukti menggunakan uang perusahan adalah Anda. Jadi aku memutuskan untuk mengganti Anda, suka atau tidak kau harus terima.” Casey berdiri dan meninggalkan mereka.
Casey mengganti direktur dengan Pablo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan, sedangkan managar keuangan di pecat juga oleh Casey karena melakukan persekongkolan dengan direktur.
Casey menjadikan Naima sebagai direktur keuangan untuk manager diserahkan kepada Naima untuk memilihnya karena Casey belum terlalu kenal karyawan di perusahan tersebut.
Sakit hati di pecat oleh Casey, mantan direktur ingin membalas dendam kepada Casey. Dia ingin memberi pelajaran kepada wanita itu, sementara Dany mendengar direktur yang dia percaya sudah di pecat pria itu langsung pergi ke Venezuela.
Dilain tempat Zelo sedang merencanakan penculikan Casey, dia ingin menculik wanita itu dan membawanya pergi, bahkan dia ingin menikahi Casey walaupun sang mantan menolaknya.
Dia ingin memiliki Casey dengan cara apapun, tidak perduli Casey akan mencintainya atau tidak dalam pikirannya yang terpenting adalah bisa bersama dengan wanita itu.
Kini yang ada di hati Zelo bukan cinta lagi tapi sebuah obsesi untuk memiliki Casey tanpa memikirkan apakah wanita itu akan bahagia bersamanya atau tidak.
Kini yang mengincar Casey bukan hanya Zelo saja tapi Dany juga mantan direktur, tanpa Casey sadari hidupnya di Venezuela sedang terancam. Zelo ingin menculik Casey sedangkan dua orang lainnya ingin membunuh wanita itu.
Mereka sedang mencari cela untuk menculik wanita itu, tapi belum ada yang berhasil karena kemana‘pun Casey pergi selalu bersama Isaiah dan Edgar.
__ADS_1
Selamat membaca