Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Siapa yang menculiknya?


__ADS_3

Setelah mendapat laporan dari Isaiah dan Tuan Moralez, polisi Caracas langsung mencari di mana keberadaan Casey, pertama yang mereka temui adalah seorang pria penemu ponsel Casey.


Polisi meminta keterangan dari pria itu, menanyakan plat nomor mobil tapi keterangan dari lelaki itu bahwa kendaraan yang mereka gunakan tidak memiliki plat kecuali mobil Casey.


Sementara tuan Moralez sedang duduk di ruang kerja memikirkan Casey, bagaimana’pun pria itu khawatir kepada rekan bisnisnya. Casey sudah membantu dia mendapatkan proyek bahkan di mata tuan Moralez Casey adalah wanita yang baik.


“Aku dengar Casey di culik, apakah benar?” Tiba-tiba saja Zelo masuk dan bertanya kepada ayahnya.


“Ya, aku juga sudah membayar detektif untuk mencari Casey. Kalau sampai bertemu dengan penculik itu, tak akanku beri ampun.” Tuan Moralez terlihat begitu geram sehingga mengatup rapat rahangnya.


“Apakah Casey mempunyai musuh di sini?” Kembali Zelo bertanya, dia ingin tahu siapa saja yang tidak senang kepada mantan kekasihnya.


“Menurut Isaiah, mantan direktur yang Casey pecat juga ada salah satu orang terdekat dari pria tersebut tapi dia tinggal di Houston.” Sembari menarik napas yang dalam tuan Moralez menjelaskan kepada putranya.


“Siapa dia?” tanya Zelo dengan penasaran sambil duduk di depan meja kerja.


“Dia adalah anak dari atasan Casey, namanya Dany. Aku dengar dari Isaiah kalau pria itu dulu pernah berencana untuk membunuh kedua keponakannya karena ingin menguasai harta dari tuan Smith.” Zelo membulatkan mata mendengar penjelasan ayahnya.


“Benarkah? Jangan-jangan dia juga dalang dari penculikan Casey?” celetuk Zelo seraya berdiri dan berpikir siapa saja yang ingin menculik mantan kekasihnya itu.


“Bisa saja, karena proyek diberikan kepada perusahaan kita sehingga dia dendam kepada Casey.” Tuan Moralez berpikir sejenak lalu dia mengambil ponsel dan menghubungi anak buahnya.


Sementara Zelo dia berdiri dan meninggalkan tuan Moralez, dia masuk ke mobil dan kembali ke rumah. Sepanjang jalan dia memikirkan mantan kekasihnya itu.


Di tempat lain, Casey sedang duduk di sebuah ruangan. Ia ingin tahu siapa yang telah menculiknya, sudah lebih dari dua puluh empat jam di culik tapi Casey belum bertemu dengan biangnya.


Salahnya Casey dia tidak mengatakan kepada Isaiah kalau salah satu ponsel miliknya terhubung dengan ipad juga MacBook pria itu, kalau seandainya Isaiah tahu pasti dia sudah di temukan.


Casey sungguh tidak berdaya, dia hanya terkunci di ruangan yang tidak terlalu besar, beruntung dia masih bisa melihat keluar lewat jendela kaca berteralis. Makanan yang diberikan para penjaga tidak disentuh olehnya.


Sementara di luar seorang pria sedang berbincang dengan anak buahnya, dia belum ingin menampakan diri kepada Casey karena masih mengatur rencana untuk wanita itu.


“Apakah dia sudah makan?” tanya pria itu kepada salah satu anak buahnya.


“Belum, Tuan. Dari semalam dia tidak makan.” Pria itu menghembuskan napas dengan kasar mendengar informasi anak buahnya.


“Tetap berikan dia makanan, kalau lapar dia pasti akan makan,” perintah pria itu lalu segera meninggalkan villa.


****


Sudah tiga hari Casey menghilang, Isaiah sering bolak-balik ke kantor polisi untuk menanyakan kabar perkembangan dalam mencari kekasihnya, tapi saat ini mereka belum mendapatkan dimana tempat Casey di sekap.


Isaiah kini duduk termenung di kantor, dia sudah mengabarkan kepada tuan Smith dan tuan Frank tentang hilangnya Casey. Bahkan Isaiah juga mengabarkan kepada Wesley kakaknya.

__ADS_1


Hilangnya Casey menjadi berita utama di setiap stasiun tv yang ada di kota Caracas, bahkan menjadi tajuk utama di media bisnis yang bisa dibaca oleh siapapun.


Mendengar kabar hilangnya Casey tuan Smith dan tuan Frank juga Wesley langsung berangkat ke Venezuela, bahkan tuan Frank rela menyewa detektif untuk mencari wanita itu.


Sementara kedua orang tua Casey mendapat kabar dari berita yang ada di media sosial, papa dan mama Casey juga adiknya langsung mengambil penerbangan hari itu juga ke Venezuela.


Tiba di Venezuela orang tua Casey langsung menuju ke kantor polisi dan mengatakan kalau mereka adalah ayah dan ibu dari wanita yang hilang itu. Bertepatan di tempat itu juga ada Isaiah yang sedang berbincang-bincang dengan tuan Moralez juga tuan Frank dan Smith serta Wesley.


Mendengar kedua orang tua Casey juga berada di kantor polisi Isaiah langsung mencari mereka, terutama dia ingin bertemu dengan ibu dari Casey.


Isaiah bertanya kepada petugas lalu salah satu polisi mengantar Isaiah bertemu dengan mama Casey di ruangan lain. Isaiah tersenyum melihat wanita paruh baya itu lalu Ia memperkenalkan diri.


“Maaf, aku Isaiah tunangan Casey.” Isaiah mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan mama Casey.


“Tunangan Casey?” tanya seorang pria yang tak lain adalah ayah dari Casey.


“Benar, Tuan,’” jawab Isaiah dengan menatap dingin pria itu, mengingat apa yang diceritakan Casey tentang lelaki yang ada di depannya.


“Oh, begitu,” gumam ayah Casey seraya memperhatikan Isaiah dari ujung kaki sampai kepala.


“Bagaimana perkembangan pencarian Casey? Apakah sudah ada kemajuan?” tanya mama Casey dengan wajah yang penuh khawatir.


“Belum ada, tapi kami juga sudah menyewa detektif untuk mencari Casey. Dia pasti akan di temukan,” hibur Isaiah walau sebenarnya dia juga tidak tenang sebelum melihat tunangannya.


“Jangan menangis, Ma. Casey pasti di temukan,” hibur Robby sambil mengusap lengan mamanya.


Sementara papa Casey terus memperhatikan Isaiah, ada perasaan tidak suka dan cemburu saat melihat ketampanan tunangan putrinya.


Melihat sikap papa Casey kepadanya, Isaiah berpamitan kepada mama Casey juga Robby. Dia sama sekali tidak ingin menyapa orang yang sudah memperkosa tunangannya.


Di ruangan lain tuan Smith dan Frank juga Wesley sedang berbincang dengan penyidik, mereka mendesak untuk terus melakukan pencarian kepada Casey lalu Isaiah masuk dan duduk di dekat kakaknya.


“Sudah bertemu dengan kedua orang tua Casey?” tanya Wesley dengan meletakkan tangannya di punggung Isaiah.


“Sudah, mereka di ruangan sebelah,” jawab Isaiah disertai anggukan kepala.


“Kira-kira apa motif mereka menculik Casey? Apakah penculik itu meminta tebusan?” Kembali Wesley bertanya tapi ini tentang penculikan Casey.


“Aku juga tidak tahu, mungkin dendam kepada Casey. Masalahnya sampai sekarang tidak ada satu’pun dari penculik yang meminta tebusan,” tutur Isaiah dengan wajah gusar.


“Kira-kira menurutmu siapa?” Isaiah memijit ruang di antara alis memikirkan pertanyaan Wesley.


“Ada tiga orang yang aku curigai,” jawab Isaiah dengan berbisik kepada kakaknya.

__ADS_1


“Siapa?” tanya Wesley dengan penasaran.


“Pertama Dany anak dari tuan Smith. Kedua Zelo, mantan kekasih Casey dan satunya lagi pria yang di pecat Casey dari jabatannya sebagai direktur,” ungkap Isaiah dengan suara pelan sambil mata mengawasi agar tidak ada yang mendengar.


“Kenapa kau curiga kepada mantan direktur dan Dany?” Lagi-lagi Wesley bertanya karena ingin mendapatkan penjelasan tentang kedua pria itu.


“Dany kecewa Casey memutus kerja sama dengan perusahannya sedangkan mantan direktur sakit hati di pecat oleh Casey.” Wesley menganggukkan kepala dengan pelan mendengar penjelasan Isaiah.


Wesley mencoba menghubungi ponsel Casey, ada nada panggil tapi tidak ada yang menjawabnya. Wesley menatap Isaiah lalu berbisik di telinga sang adik.


“Aku mencoba menghubungi ponsel Casey, ada nada panggil tapi tidak di jawab.” Mendengar Wesley berkata begitu, Isaiah mengerutkan dahi dan menatap sang kakak.


“Kamu menghubungi ponsel Casey?” Wesley menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Isaiah.


Pria itu mengernyitkan dahi lalu mengeluarkan ponsel milik Casey yang diberikan oleh seorang pria saat mereka menemukan perangkat itu. Isaiah menunjukkan benda pipi itu kepada Wesley.


“Tidak ada panggilan, coba kau lihat.” Wesley mengambil ponsel dari tangan Isaiah lalu mengusap layar berukuran 6.7 inch itu  dan benar saja tidak ada panggilan Wesley tertera di benda tersebut.


Isaiah mengeluarkan ponsel lalu mencoba menghubungi nomor Casey, benar ada nada panggil tapi perangkat yang di pegang Wesley tidak berdering. Kedua kakak beradik itu saling tatap kemudian  Isaiah mengambil benda pipi itu dari Wesley.


Isaiah memeriksa ponsel Casey apakah terhubung dengan perangkat lainnya, dia mengutak-atik benda itu tapi Isaiah tidak menemukan apa yang dia cari.


Pria itu tidak tahu kalau ponsel lain milik Casey terhubung dengan ipad miliknya, Isaiah menatap Wesley dengan wajah kebingungan.


“Apakah dia memiliki dua ponsel?” tanya Wesley dengan mengerutkan dahi.


“Iya, ponsel yang ini baru saja dia beli dua bulan yang lalu,” jawab Isaiah sambil menunjukkan ponsel yang ada di tangannya.


“Berarti yang kita hubungi tadi ponsel yang lama? Apakah tidak terhubung dengan perangkatmu?” Kembali Wesley bertanya mungkin saja sang adik lupa.


“Tidak,” jawab Isaiah di ikuti gelengan kepala.


“Ah, sayang sekali,” gumam Wesley seraya menepuk punggung Isaiah.


“Sebentar mungkin aku bisa lacak dengan menggunakan iphoneku.” Tiba-tiba saja Isaiah ingat cara melacak iphone yang hilang.


“Apakah kau tahu id maupun pasword iphone lama Casey?” tanya Wesley karena untuk melacak ponsel Casey Isaiah harus tahu id maupun paswor perangkat milik sang kekasih.


“Kalau ponsel yang baru aku tahu paswordnya tapi kalau yang lama aku tidak tahu mudah-mudahan sama.” Isaiah mengeluarkan ponselnya dari saku celana.


Dia membuka fitur find my phone lalu menuju ke find my app, Isaiah mengikuti pentunjuk yang ada dia mencoba memasukan id yang di gunakan di ponsel yang baru, juga pasword yang sama.


Mata Isaiah membulat tatkala melihat lokasi ponsel milik Casey, dia langsung menunjukkan kepada Wesley dimana perangkat itu.

__ADS_1


Wesley langsung meraih ponsel dari tangan Isaiah dan memperhatikan lokasi yang tertera di layar sebesar 6,7inch. Pria itu berharap hari ini juga Casey di temukan.


__ADS_2