
Mengetahui tuan Alvin berada di Valencia, ayah Zaneta langsung menemuinya. Dia ingin meminta Zelo di jodohkan dengan putrinya. Pria itu berpikir tuan Alvin akan mengabulkannya karena mereka rekanan bisnis yang sudah lama.
Tuan Alfredo menemui ayah Zelo di kantor, dia tersenyum melihat pria itu lalu memeluknya. Sedangkan Zelo dia hanya duduk dan memperhatikan mereka.
“Kamu sudah mengenal tuan Alfredo?” tanya tuan Alvin kepada Zelo lalu pria itu menganggukan kepala.
“Iya, beberapa bulan yang lalu dia datang mengunjungiku.” Tuan Alvin tertawa dan menepuk pelan pipi Zelo.
“Benar sekali, aku datang bersama putriku.” Tuan Alvin mengernyitkan dahi kemudian dia menatap tuan Alfredo.
“Zaneta?” Alfredo tersenyum dan menganggukan kepala. “Tidak terasa putrimu juga sudah dewasa.” Tuan Alfredo kembali tersenyum dan menatap Zelo.
Sementara Zelo dia tidak tertarik dengan perbincangan kedua orang itu, dia berdiri dan berpamitan kepada tuan Alfredo dan ayahnya. Pria itu langsung pergi ke apartemennya. Perginya Zelo, tuan Alfredo langsung membahas tentang perjodohan antara putrinya dan putra tuan Alvin.
“Bagaimana kalau Zelo kita nikahkan dengan Zaneta.” tuan Alvin tersenyum kemudian dia berdiri dan duduk dekat dengan tuan Alfredo.
“Saranmu itu bagus, tapi aku tidak bisa memaksa putraku. Aku harus bicarakan terlebih dahulu bersama Zelo dan istriku, kalau dia setuju aku akan nikahkan dia dengan putrimu.” Tuan Alfredo menganggukan kepala dan berusaha tersenyum, dia berharap Zelo mau menikah dengan putrinya.
“Kalau kamu yang meminta pasti Zelo tidak akan menolaknya.” Kembali tuan Alvin tertawa kemudian dia menatap tuan Alfredo.
“Ya benar sekali, tetapi kalau Zelo menolak aku tidak akan pernah memaksanya. Aku ingin putraku bahagia.” Tuan Alfredo menunduk, dia tidak bisa memaksa tuan Alvin untuk menikahkan Zelo dengan putrinya.
“Baiklah, mudah-mudahan Zelo tidak menolaknya,” ujar pria itu lalu tuan Alvin menepuk dengan pelan lengan tuan Alfredo. Kembali mereka berbincang-bincang soal bisnis.
Malamnya Zelo kembali ke rumah, dia melihat tuan Alvin dan istrinya sedang duduk di ruang santai. Zelo menghampiri mereka lalu dia memeluk dan mencium kedua pipi ibunya.
“Jossie tidak ikut?” tanya Zelo seraya duduk di dekat ibunya.
“Sekolahnya belum libur,” jawab tuan Alvin kemudian dia berdiri dan duduk berhadapan dengan Zelo. “Ada yang ingin aku katakan padamu.”
“Apa itu, Dad?” tanya Zelo dengan mengernyitkan dahi menatap tuan Alvin.
“Tadi Alfredo datang dan memintaku untuk menikahkan kamu dengan Zaneta.” Zelo langsung tertawa mendengar ayahnya berkata begitu.
“Sudah kuduga, lalu apa jawab daddy?” tanya Zelo seraya melirik kepada ibunya.
“Aku katakan kepada Alfredo, aku harus bicarakan terlebih dahulu dengan ibumu juga denganmu.” Zelo menatap dan memegang tangan ibunya.
__ADS_1
“Apakah mommy mau aku menikah dengan anak tuan Alfredo?” Nyonya Alvin memegang pipi Zelo dan tersenyum.
“Semua terserah padamu, kamu bisa menerima atau menolaknya. Aku tidak akan memaksamu.” Zelo bersandar di sofa, dia tidak ingin menikah dengan wanita itu karena dia sudah terlanjur jatuh cinta kepada Casey.
“Mom, aku tidak bisa menikah dengan wanita yang tidak aku cintai.” Tuan Alvin tersenyum dan membelai rambut putranya.
“Daddy tidak akan memaksamu.” Zelo tampak senang kemudian dia memeluk tuan Alvin.
“Terima kasih, Dad.” Nyonya Alvin juga tidak mau memaksa Zelo untuk menikah dengan putri tuan Alfredo, dia begitu sayang kepada pria itu.
“Mommy ingin kamu bahagia.” Zelo menganggukan kepala kemudian memeluk ibunya dengan erat.
Zelo berdiri kemudian berpamitan kepada tuan Alvin dan istrinya, dia pergi ke kamar dan menghempaskan tubuh di kasur. ‘Untung saja mommy dan daddy tidak memaksaku menikah dengan Zaneta. Aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita itu, dia terlihat angkuh.’ Zelo bangun kemudian dia berdiri di depan jendela.
Pria itu meninggalkan kamar kemudian mengambil kunci mobil dan pergi ke apartemen, Zelo tiba dan berlari masuk ke dalam gedung. Dia berdiri di depan teras lalu melihat Casey sedang duduk sendiri di pantai. Zelo tersenyum kemudian dia pergi menemui Casey.
“Sudah malam mengapa sendiri di pantai?” Casey terkejut kemudian dia menoleh dan tersenyum simpul kepada pria itu.
“Aku bosan saja di dalam,” ujar gadis itu lalu Zelo duduk di sampingnya dan ikut menatap rembulan.
“Apakah setiap bosan kamu datang ke pantai,” tanya pria itu dengan bercanda tapi Casey hanya tersenyum.
“Besok kamu kuliah jam berapa?” tanya Zelo seraya matanya melirik kepada Casey.
“Um, aku masuk siang,” jawab Casey dengan berusaha tersenyum kepada pria itu.
“Kalau begitu sama.” Gadis itu hanya diam saja lalu mereka tiba di depan apartemen.
“Aku duluan.” Zelo menganggukan kepala kemudian Casey membuka pintu dan masuk. Sedangkan Zelo, dia kembali ke apartemennya.
****
Mengetahui kalau Zelo menolak untuk menikah dengannya, Zaneta langsung berpikir kalau semua itu karena Casey. Dia berencana untuk menyingkirkan gadis itu, dia tidak ingin Casey menghalanginya untuk mendapatkan Zelo.
Akhirnya Zaneta bekerja sama dengan Jaime dan Orland, wanita itu tahu kalau Orland dan sepupunya sangat menyukai Casey. Mereka merencanakan untuk menculik gadis itu.
Jaime dan Orland adalah dua lelaki yang suka mempermainkan wanita, mereka berdua sering menculik gadis-gadis cantik di kampus dan memperkosanya secara bergilir. Kali ini sasaran mereka adalah Casey.
__ADS_1
Saat Casey sedang duduk di cafe, Zaneta datang dan menyapa gadis itu. Dia berpura-pura baik dan ingin berteman dengan Casey.
Casey sama sekali tidak menaruh curiga kepada Zaneta, karena berpikir wanita itu senior di kampus Casey menyambut dengan baik. Mereka berbincang-bincang soal mata kuliah, apa yang tidak di mengerti oleh Casey di tanyakan kepada Zaneta.
Karena selalu menunjukan sikap baiknya membuat gadis itu sangat percaya kepada Zaneta, kedua temannya sudah mengingatkan Casey agar berhati-hati tapi dia tidak menggubrisnya.
Casey dan Zaneta semakin akrab, gadis itu tidak tahu kalau Jaime adalah sepupu Zaneta. Tetapi Zelo tidak berhenti mengawasi Casey, dia bahkan menyuruh anak buahnya untuk selalu mengikuti wanita itu.
Pria itu menjadi curiga melihat keakraban Zaneta dan Cazey, dia mencari informasi tentang gadis itu. Zelo mulai mendekati beberapa teman Zaneta, dia bahkan mendapat kabar kalau Jaime dan Zaneta saudara sepupu. Zelo menemui Anna dan Diaz di cafe, dia ingin mereka memberitahukan kepada Casey siapa Zaneta.
“Zelo, aku sudah beritahu Casey kalau Jaime dan Zaneta saudara sepupu tapi dia tidak menggubrisnya,” ujar Diaz dengan suara pelan. Dia tidak ingin ada yang mendengar pembicaraan mereka.
“Aku khawatir mereka merencanakan sesuatu padanya, aku dengar Jaime dan Orlando sering memperkosa gadis-gadis cantik di kampus ini.” Diaz membenarkan perkataan Zelo, dia juga khawatir sasaran mereka sekarang adalah Casey.
“Kita harus bagaimana?” tanya Anna dengan wajah khawatir.
“Aku akan tetap mengawasi Casey, beberapa pengawalku sering mengikutinya.” Diaz dan Anna terlihat tenang, mereka tidak ingin terjadi sesuatu kepada sahabatnya.
Malamnya Zelo datang ke apartemen Casey, dia ingin mengatakan kepada gadis itu siapa sebenarnya Zaneta juga Jaime dan Orlando. Dia berharap Casey mau mendengarnya, Zelo mengajak Casey duduk di pantai.
“Apa yang ingin kamu sampaikan padaku?” tanya Casey seraya duduk di atas pasir dengan mata menatap laut yang di tutupi kegelapan malam.
“Aku hanya ingin kamu berhati-hati dengan Zaneta, dia sepupu Jaime.” Casey tersenyum dan menganggukan kepala.
“Kamu tahu tentang Jaime dan Orlando?” tanya Zelo lalu kembali Casey menganggukan kepala.
“Iya, aku tahu. Jangan khawatir, aku pasti akan berhati-hati.” Zelo menatap gadis itu dan ikut tersenyum.
“Oh ya, orang tua Zaneta membujuk ayahku untuk menikahkan aku dengan Zaneta tapi aku menolaknya.” Casey menatap pria itu dengan mengernyitkan dahi.
“Kenapa kamu menolaknya?” tanya Casey dengan heran. “Dia wanita cantik dan pintar,” sambungnya tapi Zelo menggelengkan kepala.
“Aku tidak tertarik, lagipula aku masih ingin kuliah,” ujar pria itu seraya mengalihkan pandangan ke pantai.
“Itu bagus.” Zelo hanya melengkungkan bibirnya kemudian dia menatap Casey. “Baiklah, terima kasih sudah mengingatkanku,” ujar gadis itu seraya berdiri.
“Kamu mau tetap di dini?” tanya Casey lalu Zelo berdiri dan ikut berjalan di samping gadis itu.
__ADS_1
Casey dan Zelo pergi ke apartemen mereka masing-masing. Pria itu berdiri di depan pintu dan melihat Casey kemudian dia tersenyum.