Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Mulai menyelidiki


__ADS_3

Selesai berbicang di taman Casey dan Zelo alias Asher kembali ke ruang perawatan, wajah mereka berdua terlihat sangat ceria. Saat masuk Casey melihat wajah Ellie berubah kepadanya.


Dia memakluminya, Ellie pasti tidak suka melihat Asher berada di ruangan tersebut. Begitu juga Asher, dia mengerti mengapa adik Isaiah itu tidak suka padanya. Tidak berlama-lama Asher pamit kepada tuan Frank serta orang tua Isaiah serta Casey.


“Aku lihat kau kembali dekat dengan pria itu, apakah karena kakaku koma kau ingin kembali padanya?” Casey terkejut mendengar perkataan Ellie kepadanya.


“Mengapa kau berkata begitu? Sekalipun Isaiah tidak pernah bangun aku tidak akan pernah kembali kepadanya. Lagipula aku sedang mengandung anak kakakmu.” Casey tidak suka dengan ucapan Ellie lalu dia duduk di dekat brankar.


“Bisakah kalian tinggalkan aku dan Isaiah?” Suara Casey begitu dingin sehingga semua yang ada di ruangan itu berdiri dan meninggalkan dia sendiri.


Perginya mereka Casey menggenggam tangan Isaiah lalu airmata menetes di pipinya, Ia membelai wajah sang suami dengan lembut.


“Babe, cepat bangun. Jangan biarkan aku menjalani ini semua dengan sendiri, aku sangat membutuhkan dirimu.” Casey terisak sambil mengusap kepala sang suami.


Entah sampai kapan Isaiah akan seperti itu, tapi dengan sabar Casey selalu berada di samping sang suami. Berbincang walau’pun tidak di balas tapi Casey tetap melakukannya.


Casey percaya walau’pun Isaiah dalam keadaan koma tapi sang suami pasti mendengar apa yang Ia katakan. Sebelum tidur Casey selalu berdoa untuk kesembuhan Isaiah.


Sementara di Venezuela mendengar Isaiah mengalami kecelakaan, sebenarnya  tuan Moralez ingin segera ke Amerika tapi berhubung pekerjaan tidak bisa ditinggalkan pria itu menunda untuk mengunjungi Isaiah.


Tapi kini begitu ada waktu tuan Morales berangkat ke Amerika dengan menggunakan jet pribadi, tiba di airport terlihat Asher sudah menunggu di pintu kedatangan khusus.


Tuan Morales tersenyum melihat putra angkatnya, mereka berdua saling berpelukan lalu Asher mengajak sang ayah masuk ke mobil. Dari airport Asher langsung mengantar tuan Moralez ke rumah sakit.


“Apakah separah itu kecelakaan yang di alami Isaiah?” tanya tuan Moralez seraya mata tetap memandang ke depan.


“Iya, kalau tidak parah mana mungkin dia koma.” Tuan Moralez menarik napas yang dalam mendengar perkataan Asher alias Zelo.

__ADS_1


“Apakah Casey mencurigaimu?” Kembali tuan Moralez bertanya.


“Ya, awalnya Casey bahkan keluarganya curiga kalau aku yang menabrak Isaiah tapi aku meyakinkan Casey,” jawab Asher sambil fokus menyetir.


“Apakah dia percaya?” Asher menganggukkan kepala menjawab pertanyaan tuan Moralez.


“Tapi tidak keluarga Isaiah, mereka tetap curiga seolah-olah aku yang menabrak Isaiah. Aku memakluminya, mengingat hubungan aku dan Casey sebelumnya.” Tuan Moralez hanya diam dan mengerti penjelasan sang putra.


Tidak berselang lama Asher dan tuan Moralez tiba di rumah sakit, mereka berdua langsung menuju ke ruang perawatan. Di sana hanya ada Casey yang setia menunggu sang suami.


“Hi, hanya sendiri?” tanya Asher seraya berjalan menghampiri Casey diikuti tuan Moralez.


”Iya,” jawab Casey pendek seraya tersenyum kepada tuan Moralez dan menyambut pria itu. “Bagaimana kabarmu?” tanya Casey seraya bersalaman dengan tuan Moralez.


“Aku baik-baik saja, maaf baru sempat menjenguk Isaiah. Pekerjaan tidak bisa ditinggalkan.” Casey tersenyum mendengar penjelasan tuan Moralez lalu dia memberikan kesempatan pria itu duduk di dekat brankar tempat Isaiah terbaring.


Dia sudah menganggap Isaiah dan Casey sebagai putra dan putrinya, tuan Moralez berdiri lalu duduk di dekat Casey dan menatap wanita itu. Ia ingin menawarkan bantuan untuk mencari dalang yang menabrak Isaiah.


“Apakah polisi belum juga menemukan si penabrak?” tanya tuan Moralez dengan suara berat.


“Belum, sampai saat ini kami belum tahu apa motif mereka menabrak Isaiah.” Casey menjawab perntanyaan tuan Moralez dengan wajah yang sedih.


“Ijinkan aku dan Zelo membantu mencari siapa yang menabrak Isaiah,” mohon tuan Moralez dengan memegang tangan Casey.


Kalau Casey mengijinkan tuan Moralez untuk mencari siapa penabrak suaminya, sudah pasti tidak lama mereka akan menemukannya dan akan berakhir tragis. Tuan Moralez terkenal  pria yang sadis, tidak ada kata ampun dalam hidup ayah Asher.


Sifat ini dia wariskan kepada Asher, saat dia mengangkat pria itu sebagai anak laki-lakinya, tuan Moralez mengajarkan cara berbisnis dengan kejam. Dia menyerang mereka yang sengaja mencari masalah dengannya tanpa ampun.

__ADS_1


“Aku mengijinkan,” ucap Casey dengan mantap dengan menatap tuan Moralez dan Asher secara bergantian.


Wajah tuan Moralez dan Asher terlihat senang, sebeneranya Asher segera ingin membantu mencari penjahat itu tapi dia tidak ingin melakukannya tanpa persetujuan dari Casey, tapi saat ini mendapat ijin dari sang mantan pria itu langsung berdiri dan meninggalkan ruangan.


Asher mengeluarkan ponsel lalu menelepon asistennya dan meminta menyiapkan anak buahnya untuk menyelidiki dan mencari dalang dari kecelakaan Isaiah. Selesai menelepon pria itu kembali ke ruangan.


“Aku sudah menyuruh anak buah untuk menyelidikinya,” ujar Asher seraya duduk di dekat tuan Moralez.


Sementara di tempat lain seorang pria tidak suka kalau Isaiah hanya koma saja, dia meminta salah satu anak buahnya untuk membunuh suami dari Casey.  Ia bertekad untuk memiliki wanita itu bagaiman’pun caranya.


“Aku sudah lama menginginkanmu Casey, tapi kau lebih memilih dia dan sekarang terimalah akibatnya.” Pria itu tersenyum sinis lalu meneguk wine yang ada di gelas.


Pria itu berdiri lalu pergi ke depan jendela melayangkan pandangan keluar, melihat gedung-gedung bertingkat dari tempat tinggalnya yang berada di lantai 28.


Tekadnya sudah bulat, Ia harus memiliki Casey walau’pun harus mengorbankan semua apa yang ada padanya. Dia tidak perduli siapa dirinya juga Casey.


Hospital.


Casey dan Asher juga tuan Moralez masih berbincang-bincang lalu kedua orang tua Isaiah beserta Wesley dan Ellie masuk, mereka tidak terlalu suka melihat Asher berada di dalam ruangan itu.


Mereka masih mencurigai kalau Asherlah yang sengaja menabrak Isaiah untuk memisahkan Casey dengan suaminya. Tuan Hynes dan istrinya hanya menyapa tuan Moralez sedangkan Asher diacuhkan oleh suami istri itu.


Begitu juga Wesley dan Ellie, mereka menatap sinis kepada Asher dan tidak menginginkan pria itu berada di dalam ruangan. Merasa di perlakukan seperti itu, Asher mengerti. Ia berbisik kepada Casey lalu berpamitan kepada mereka.


Asher terlihat sangat kesal saat meninggalkan ruang perawatan Isaiah, dia bertekad untuk membuktikan kepada mereka kalau bukan dia yang menabrak Isaiah. Asher langsung kembali ke kantor dan menghubungi asistennya.


Sementara di dalam ruangan, Casey juga mendapatkan tatapan tidak suka oleh Wesley dan Ellie. Mereka berdua heran kenapa Casey masih berhubungan dengan Asher disaat Isaiah masih dalam keadaan koma.

__ADS_1


Casey memaklumi Wesley dan Ellie seperti itu dan tidak ingin menanggapi mereka berdua. Casey lebih fokus memberikan perhatian kepada Isaiah juga janin yang ada dalam kandungannya.


__ADS_2