Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Tidka usah dipikirkan


__ADS_3

Di rumah sakit terlebih di ruangan VIP dimana Casey di rawat, terlihat beberapa pria sedang berbincang-bicang. Mereka yaitu tuan Smith, tuan Frank, tuan Paulo papa Casey, juga Isaiah dan Wesley.


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu, Isaiah langsung berdiri dan pergi membukanya. Pria itu tersenyum melihat tuan Moralez dan istrinya, Ia mengajak mereka berdua masuk untuk menemui Casey.


Tuan Moralez menyapa keempat pria itu tapi dia sempat tertegun melihat tuan Paulo, dia sangat mengingat jelas dengan wajah ayah Casey. Tuan Moralez memutus pandangannya lalu mengikuti Isaiah menemui Casey yang hanya berada di ruang sebelah. Pria itu tersenyum melihat Casey yang sedang duduk di sisi brankar.


“Bagaimana keadaan?” tanya tuan Moralez seraya menarik tangan sang istri untuk di perkenalkan kepada Casey.


“Semakin membaik,” jawab Casey dengan tersenyum kepada tuan Moralez dan istrinya.


“Oh ya, Casey. Kenalkan ini istriku.” Tuan Moralez menarik sang istri agar lebih dekat lagi dengannya.


“Senang bertemu dengan Anda, Nyonya. Tapi bukankan Anda sudah mengenalkannya di ulang tahun Anda?” Tuan Moralez terkekeh, benar apa yang di katakan Casey dia saja yang lupa karena terlalu banyak menghadapi masalah.


“Iya, kita sudah saling kenal saat ulang tahun suamiku. Oh ya, kami minta maaf atas perlakuan Zelo kepadamu,” ucap nyonya Alvin dengan memegang tangan Casey dan memperhatikan wajah wanita itu.


‘Selain cantik, dia juga terlihat sangat baik dan ramah. Pantas saja putraku tergila-gila padanya.’


“Tidak apa-apa, Nyonya. Tidak usah dipikirkan,” ucap Casey dengan mengembangkan senyuman yang tulus kepada suami istri itu.


“Kami sangat malu atas perlakuan Zelo kepadamu, aku baru tahu ternyata kalian berdua punya hubungan di masa lalu,” tutur tuan Moralez dengan menggeleng-gelengkan kepala tak percaya.


Sebenarnya dia sangat tahu siapa tuan Paulo  hanya saja tuan Moralez tidak ingin mengatakan kepada Casey dan Zelo.


“Lupakan saja, Tuan. Lagi pula aku baik-baik saja.”


“Terima kasih, Casey. Kau sangat baik,” ucap tuan Moralez dengan menepuk pelan lengan Casey.


Sementara mama Casey memperhatikan kedua orang tua Zelo, dia tidak puas kalau tidak memasukan putra mereka ke penjara karena sudah menculik putri kesayangannya.


“Sayang, apakah kau tidak menuntut pria yang sudah menculikmu?” tanya mama Casey seraya berjalan menghampiri sang putri dan menatap dengan sinis kepada tuan Moralez dan istrinya.


Tuan Moralez langsung menatap mama Casey, walaupun perkataan wanita itu tidak enak didengar tapi tuan Moralez tetap berusaha tersenyum kepada mama Casey.


“Kalau Anda ingin menuntut putra kami silahkan, aku tidak akan membelanya karena sudah berbuat salah.” Tuan Moralez berkata dengan suara yang tenang menatap mama Casey.


“Tidak, Tuan. Aku sama sekali tidak akan menuntut, Zelo seperti itu juga karena aku.” Mendengar perkataan Casey nyonya Alvin merasa lega dan memegang kembali tangan Casey.


“Terima kasih, Casey.” Sekali lagi nyonya Alvin berucap kepada Casey dengan mata tedunya menatap wanita itu.

__ADS_1


“Babe, tolong cabut tuntutan terhadap Zelo. Aku tidak ingin memperpanjang masalah ini.” Isaiah menganggukkan kepala dan menghampiri Casey.


Beda hal dengan mama Casey, dia tidak suka putrinya tidak memberi pelajaran kepada Zelo. Dia mendesak Casey untuk tetap melanjutkan tuntutannya kepada pria yang sudah menculiknya.


“Mam, cukup!” Mama Casey terdiam lalu meninggalkan ruangan itu dan bergabung dengan suaminya di ruangan sebelah.


“Maaf atas sikap mamaku,” ucap Casey


Tuan Moralez menganggukkan kepala lalu mereka berbincang-bincang seputar pertemuan Casey dan Zelo, wanita itu menceritakan hubungannya dengan sang mantan tak lain adalah putra tuan Moralez.


Sementara Isaiah, dia hanya mendengarkan. Ia tidak merasa cemburu karena sang kekasih sudah membuktikan padanya betapa wanita itu sangat mencintainya dan lebih memilih mati dari pada hidup bersama Zelo.


Tuan Moralez dan istrinya mendengar semua kisah Casey dan Zelo tapi mereka berdua tidak ingin menanyakan perihal apa yang diceritakan putra mereka tentang perbuatan ayah dari Casey.


Sementara berbincang ayah Casey masuk, raut wajah sang putri langsung berubah dan itu di perhatikan oleh tuan Moralez serta istrinya. Begitu juga dengan Isaiah, dia tahu Casey tidak menyukai kehadiran sang ayah.


“Oh ya, Tuan Morales ini papaku.” Walaupun tidak suka Casey tetap memperkenalkan ayahnya kepada tuan Moralez.


“Moralez, senang bertemu denganmu.” Tuan Moralez berjabat tangan dengan papa Casey, dia meremas kuat tangan pria itu untuk melepaskan rasa kesalnya.


“Paulo, senang juga bertemu denganmu,” ucap papa Casey seraya melepaskan tangannya dari tuan Moralez dan mengalihkan pandangannya kepada Casey.


“Papa dan mama akan kembali ke hotel, nanti malam ke sini lagi.” Casey hanya menganggukkan kepala dan berusaha tersenyum kepada papanya.


“Baik, Ma. Hati-hati ya,” pesan Casey seraya melambaikan tangan kepada mamanya.


Suami istri itu meninggalkan rumah sakit sementara Robby adik Casey memilih untuk tinggal menemani sang kakak, lama tidak bertemu, Robby ingin bersama terus dengan Casey.


****


“Kau sudah siap, sweety?” tanya  Isaiah seraya berjalan menghampiri Casey yang sedang berdiri di depan cermin.


Sehari kepulangan dari rumah sakit, Casey meminta ijin kepada Isaiah untuk pergi ke kediaman tuan Moralez. Ia ingin bertemu dengan Zelo dan berbincang dengan pria itu, Casey tidak mau pria itu memusuhi dirinya.


Isaiah mengijinkan Casey asal pergi bersamanya, pria itu tidak ingin kejadian waktu lalu terulang lagi, walaupun di sana  ada kedua orang tua Zelo tapi Isaiah tidak ingin sang kekasih bertemu sendiri dengan Zelo.


“Sudah, Babe. Ayo kita berangkat sekarang.” Mereka berdua meninggalkan apartemen dan menuju ke kediaman tuan Moralez.


Casey sengaja ingin bertemu dengan sang mantan karena besok dia dan Isaiah akan kembali ke Amerika, sekaligus wanita itu ingin berpamitan kepada tuan Moralez dan istrinya.

__ADS_1


Saat tiba di kediaman tuan Moralez, sepasang suami istri sudah menunggu Casey dan Isaiah di depan. Pasangan kekasih itu turun lalu memberikan kunci mobil kepada pelayan pria untuk memarkirkan kendaraan mereka.


“Selamat malam, Tuan, Nyonya,” sapa Isaiah dan Casey sambil bersalaman dengan tuan Moralez dan istrinya.


“Selamat datang.” Tuan Moralez sangat senang dengan kedatangan Isaiah dan Casey ke rumahnya. Dia mengajak sepasang kekasih itu menuju ke ruang tamu.


Tuan Moralez dan istrinya mempersilahkan Isaiah Casey duduk lalau memberikan isayarat kepada pelayan rumah untuk membuatkan minum untuk pasangan kekasih itu.


Sementara Casey memperhatikan rumah itu, bukan melihat isinya tapi dia mencari sesosok pria tampan yaitu mantan kekasihnya. Casey memperhatikan foto keluarga yang tergantung di dinding.


Casey berharap malam ini dia bisa bertemu dengan Zelo dan berbincang dengan pria itu, Casey tidak ingin sang mantan dendam kepada dirinya, makanya dia ingin memberi pengertian kepada putra dan tuan Moralez.


“Kami sangat senang atas kunjungan kalian,” tutur tuan Moralez dengan wajah berbinar.


“Sengaja aku dan Casey berkunjung karena besok pagi kami akan kembali ke Amerika.” Tuan Moralez mengangkat kedua alisnya mendengar pemberitahuan Isaiah.


“Kalian kembali besok? Tapi akan sering berkunjung ke negara ini, bukan?” tanya tuan Moralez dengan mengerutkan dahinya.


Tuan Moralez begitu senang dengan Casey dan Isaiah, dia sudah merasa dekat dengan mereka berdua bahkan menganggap pasangan kekasih ini seperti anaknya.


“Kalau sangat penting kami akan berkunjung.” Nampak wajah tuan Moralez berubah tapi dengan cepat dia tersenyum.


“Oh ya, Zelo mana?” Casey menyela pembicaraan mereka karena tidak melihat pria yang dicarinya berbarengan masuk adik dari Zelo.


“Selamat malam,” ucap Jossie dengan wajah ceria menghampiri tuan Moralez dan istrinya seraya mencium kedua pipi suami istri.


“Malam, sayang. Kenalkan ini rekan bisnis papa. Casey dan Isaiah.” Jossie menatap Casey dan Isaiah lalu tersenyum.


“Jossie, senang bertemu kalian,” ucap Jossie dengan memperhatikan wajah tampan serta tubuh kekar Isaiah dan mengangguminya dalam hati.


“Sama-sama,” balas Casey sambil bersalaman dengan Jossie, begitu juga dengan Isaiah lalu kembali duduk.


“Oh ya, Zelo ada di kamarnya,” ujar nyonya Alvin menjawab pertanyaan Casey yang tertundah.


“Oh, boleh aku bertemu dengannya?” Tuan Moralez menatap istrinya seolah bertanya ‘apakah kau ijinkan’


Setelah Casey mencabut tuntutan atas penculikan yang Zelo lakukan, pria itu banyak berdiam diri di kamar. Dia tidak ingin bertemu dengan siapapun kecuali adik perempuannya.


“Aku akan mengantarmu, semoga saja kakaku mau bertemu denganmu.” Belum mendapatkan persetujuan dari nyonya Alvin dengan cepat Jossie mengajak Casey.

__ADS_1


Casey menatap Isaiah dengan tatapan teduh mengisyaratkan kepada sang kekasih ‘aku akan baik-baik saja’ Casey meminta ijin kepada nyonya Alvin lalu mengikuti Jossie menemui Zelo.


Selamat membaca


__ADS_2