Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Yakin


__ADS_3

Akhirnya Casey dan Isaiah kembali ke Amerika tepatnya kota Houston, sepanjang jalan menuju ke apartemen Isaiah memilih diam karena dari semalam pria itu menunggu Casey untuk menceritakan tentang Zelo.


Isaiah sudah tahu tentang masa lalu Casey tapi Isaiah tidak tahu kalau mantan  Casey bernama Zelo karena wanita itu tidak pernah menyebut nama kekasihnya.


Saat mendengar percakapan Casey dan Zelo, Isaiah  berpikir kalau Casey selalu melakukan kunjungan ke Venezuela, pasti Zelo akan terus mengganggu kekasihnya. Kali ini tidak akan membiarkan Casey pergi ke negara itu sendiri.


Walaupun sudah mendengar langsung dari mulut Casey bagaimana wanita itu mengatakan tidak mencintai sang mantan tetapi tetap saja ada rasa khawatir di dalam diri Isaiah.


Saat tiba di apartemen, Isaiah langsung melepaskan koas juga celana jeans dan melemparkan ke keranjang pakaian kotor lalu masuk ke kamar mandi.


Sementara Casey melihat Isaiah seperti tidak biasanya, dari bangun pagi sampai di apartemen pria itu terlihat lebih banyak diam. Casey tidak menyadari sang kekasih seperti itu karena dirinya.


Casey juga ikut melepaskan pakaiannya dan menyusul Isaiah yang sementara mandi. Casey bergabung dan memeluk pria itu dari belakang sambil membelai dada berotot itu.


“Kenapa dari tadi kamu hanya diam saja? Apakah aku berbuat salah padamu?” tanya Casey dengan mengecup berulang kali punggung sang kekasih.


“Tidak, Sweety. Aku hanya lelah saja.” Isaiah berbohong kemudian memutar tubuhnya menghadap Casey.


“Benarkah?” Isaiah menjawab dengan anggukan kepala dan mengecup dahi Casey. “Selesai mandi ada yang ingin aku katakan padamu,” tutur Casey seraya meneteskan sabun di telapak tangannya lalu menggosokkan di dada Isaiah.


Isaiah tersenyum, dia juga meneteskan sabun di telapak tangan dan menggosokkan di badan Casey, dia meremas kedua gundukan yang menggantung di dada Casey lalu menyandarkan tubuh wanita itu di dinding kaca kamar mandi.


“Kamu selalu membuatku bergairah,” bisik Isaiah lalu mencium leher Casey.


Casey menengadahkan kepala ke atas agar  lebih memberikan akses kepada Isaiah untuk mencium lehernya. Lenguhan keluar dari bibir Casey tatkala jemari Isaiah memainkan punca dada yang sudah mulai mengeras.


Puas dengan leher kini Isaiah turun dan mencium salah satu dada milik Casey, dia memainkan lidah di punca berwarna merah muda itu dan menggigitnya dengan lembut sambil tangan  meremas gundukan satunya lagi.


Kembali Casey mendesaah dan meremas rambut Isaiah, dia memejamkan mata begitu merasakan tangan Isaiah mengelus pangkal pahanya dan memainkan salah satu jari di daerah intinya.


Tangan Casey tidak tinggal diam, dia memegang keperkasaan Isaiah yang sudah berdiri tegak dan mengelusnya dengan lembut. Casey dan Isaiah saling melakukan pemanasan sebelum melakukan penyatuan.


Sudah merasa cukup, kini Isaiah mengarahkan miliknya ke area inti Casey. Dengan perlahan dia mendorong keperkasaannya sehingga masuk semua. Kini Isaiah menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan perlahan sambil mengangkat satu kaki sang kekasih untuk di letakan di pinggangnya.


Rintihan kenikmatan keluar dari bibir Casey tatkala Isaiah menghujamnya dengan cepat dan kasar, dia melingkarkan kedua tangan di punggung sang kekasih sambil menengadahkan kepala ke atas menahan kenikmatan yang di berikan oleh Isaiah.


Desahaan mereka berdua menggema di ruang kamar mandi, Isaiah terus berpacu memberikan kenikmatan kepada sang kekasih. Dia meremas salah satu gundukan sambil menggerakan pinggulnya dengan cepat.


Napas Casey dan Isaiah semakin memburu, Isaiah tidak berhenti menghujam milik Casey dengan senjata tempurnya. Pinggulnya semakin cepat bergerak, ada sesuatu yang semakin memuncak di dalam Isaiah.

__ADS_1


Begitu juga dengan Casey, Napasnya semakin tidak beraturan. Tubuhnya mulai menegang, dia memeluk erat tubuh Isaiah dan melingkarkan kedua kaki di pinggang pria itu.


“Aku mau keluar,” bisik Casey sambil mendesaa di telinga Isaiah.


“Cum for me, Sweety.” Isaiah semakin mempercepat hujamannya, dia juga merasakan segera ingin keluar.


“Ah … Babe.” Tubuh Casey tersentak bagaikan terkena aliran listrik, kini dia mencapai puncak kenikmatan.


Isaiah tidak berhenti, dia terus menggerakkan pinggulnya dan akhirnya dia memeluk Casey dengan erat. Isaiah menghentakkan pinggulnya berulang kali melepaskan sisa-sisa kenikmatan.


Isaiah dan Casey saling berpelukan di bawah guyuran air, mereka berdua saling bertatap mata lalu Isaiah mengecup bibir wanita itu.


Casey dan Isaiah melanjutkan mandi, tidak berselang lama mereka meninggalkan ruangan itu dan kembali ke kamar. Casey duduk di depan cermin dan mengeringkan rambutnya yang basah, sementara Isaiah duduk di kursi lalu membuka ponselnya.


Dia menunggu apa yang ingin dikatakan oleh sang kekasih kepadanya, Isaiah berharap Casey mengatakan pertemuannya dengan Zelo. Sesekali pria itu melirik Casey dan tersenyum.


Selesai mengerikan rambut dengan masih menggunakan bathrobe Casey berbaring di tempat tidur sambil memegang ipad dan memeriksa email.


Melihat Casey sudah berbaring, Isaiah melepaskan ponsel dan ikut berbaring di samping sang kekasih. Dia mengambil ipad yang ada di tangan Casey dan meletakkan di atas nakas.


“Apa yang ingin kamu katakan?” Isaiah menagih perkataan Casey tadi saat di kamar mandi.


“Masih tua sudah pelupa.” Isaiah bercanda seraya mencubit pipi Casey.


“Maksudnya?” Casey mengerutkan dahi menatap sang kekasih dia bingung dengan candaan Isaiah.


“Lawan dari tua apa?” tanya Isaiah dengan menarik Casey untuk duduk di atas perutnya.


“Muda,” jawabnya sambil membelai dada bidang Isaiah.


Pria itu terkekeh lalu menarik Casey ke dalam pelukannya, dia menghirup wangi samphoo di rambut wanita itu.


“Ayo, katakan sekarang,” pinta Isaiah lalu Casey menegakkan tubuhnya dan menatap Isaiah.


“Kamu tahu putra tuan Moralez?” Isaiah menganggukan kepala menjawab pertanyaan Casey.


“Pria yang tadi bersama dengannya, bukan?” tanya Isaiah untuk memastikan sambil tangannya memegang pinggang Casey.


“Iya, kamu sudah tahukan namanya Zelo. Dia mantan yang aku ceritakan padamu.” Mendengar penjelasan Casey, Isaiah tidak terkejut karena dia sudah mendengar sendiri saat di Venezuela.

__ADS_1


“Oh ….” Hanya satu kata ikut yang keluar dari mulut Isaiah.


“Kamu tidak terkejut?” tanya Casey seraya mengerutkan dahi menatap sang kekasih dengan heran.


“Tidak, untuk apa terkejut. Dia sudah menjadi mantanmu.” Casey mengangkat kedua alisnya, dia tidak percaya dengan jawaban sang kekasih.


“Ingat saat aku keluar untuk mengambil ponsel dan lama kembali?” Isaiah menganggukan kepala dengan pelan. “Aku lama karena berbincang dengan Zelo.” Isaiah hanya tersenyum mendengar penjelasan sang kekasih sehingga membuat wanita itu heran.


“Kamu tidak cemburu?” tanya Casey dengan mengerutkan keningnya kembali.


“Tidak,” jawab Isaiah disertai gelengan kepala.


“Bagus kalau begitu.” Casey terlihat kesal lalu turun dari atas tubuh Isaiah dan berbaring  sedikit jauh dari pria itu.


“Sweety, aku tidak cemburu karena percaya kamu mencintaiku. Sebelumnya aku minta maaf kepadamu.” Dengan cepat Casey mengalihkan pandangan menatap Isaiah.


“Kenapa minta maaf?” tanya Casey dengan bingung.


“Sebenarnya aku mendengar perbincanganmu dengan mantanmu.” Casey terkejut lalu dia bangun dan duduk di tempat tidur.


“Benarkah?” Isaiah kembali menganggukan kepala sambil tersenyum melihat mimik keterkejutan sang kekasih.


“Pantas saja tidak cemburu, kamu mendengarkan apa yang aku katakan kepada Zelo.” Casey mengubah wajah cemberut lalu kembali berbaring.


Isaiah tertawa lalu memeluk Casey, dia meletakan kakinya di atas paha wanita itu dan mencolek  pinggang sang kekasih.


“Terima kasih sudah mau mencintaiku,” ucap Isaiah dengan membelai pipi Casey. “Next, aku tidak akan mengijinkanmu pergi sendiri ke Venezuela.”


“Kenapa?” tanya Casey dengan membelai tangan Isaiah yang berada di atas perutnya.


“Aku yakin, Zelo pasti tidak akan berhenti mengganggumu. Aku akan selalu berada di sampingmu agar pria itu tidak ada kesempatan untuk menghampirimu.” Casey terkekeh mendengar ungkapan dari sang kekasih.


“Sekalipun kamu tidak ada di sampingku, aku tidak akan pernah mau bertemu dengannya.” Casey meyakinkan Isaiah kalau hanya dialah pria yang Casey cintai.


“Aku percaya padamu tapi tidak dengan mantan kekasihmu itu, aku akan tetap ikut bersamamu kalau mengunjungi Venezuela.” Isaiah tidak akan pernah memberikan kesempatan kepada Zelo untuk mendekati Casey lagi.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2