
Walaupun sudah mendengar langsung dari Casey alasan mengapa wanita itu meninggalkannya dan mendengar perasaan sang mantan, Zelo tidak percaya. Pikirnya semua apa yang di katakan oleh Casey hanya untuk membuat dia menjauh.
Zelo sudah bertekad untuk memiliki Casey kembali, tidak perduli kalau wanita itu sudah bertunangan. Zelo terlalu yakin kalau Casey masih mencintainya.
Pria itu menghubungi asisten ayahnya untuk menanyakan nomor telepon Casey tapi sayang sang asisten tidak tahu, selama ini dia hanya berkomunikasi dengan Edgar tidak langsung kepada Casey.
Zelo menyuruh sang asisten untuk meminta nomor telepon Casey kepada Edgar tapi lagi-lagi tidak berhasil karena Casey sudah berpesan kepada Edgar untuk tidak memberikan nomor telepon kepada siapapun.
Kalau ada kepentingan dengan Casey, semuanya harus melalui Edgar tidak ada yang boleh langsung kepada wanita itu. Casey sengaja melakukan itu bukan karena dia merasa seorang pimpinan tapi dia tidak ingin berhubungan lagi dengan Zelo.
Apa yang dilakukan oleh Zelo tidak membuahkan hasil, dia tidak tahu lagi bagaimana cara untuk mendapatkan kontak dari wanita yang dia cintai. Akhirny Zelo memilih menunggu sampai Casey datang kembali ke Venezuela.
Enam bulan sudah Casey berada di Houston, sekembalinya dari Venezuela dia terlihat sangat sibuk menyiapkan summary project yang akan mereka kerjakan di Venezuela.
Sementara Isaiah dia begitu sibuk bersama temannya membuat site plan mega project serta menghitung berapa besar biaya yang akan di gunakan untuk proyek tersebut.
Karena berbeda kantor, Casey dan Isaiah hanya bisa bertemu saat mereka pulang ke apartemen. Sibuknya pekerjaan membuat pasangan kekasih itu jarang berduaan, libur’pun mereka habiskan dengan pekerjaan.
Di Houston pekerjaan Casey di bantu oleh sang asisten yaitu Adam, selain mengerjakan summary project Casey meminta Adam untuk menyelidiki perusahan yang bekerja sama dengan anak Global group di Venezuela.
Casey tidak ingin menyerahkan mega proyek ini kesembarangan perusahan, dia juga meminta untuk menyelidiki perusahan tuan Moralez karena dia berencana bekerja sama dengan pria itu tapi bukan karena putranya Zelo.
Dengan membaca company profile milik perusahan tuan Moralez, Casey sangat yakin kalau perusahan pria itu sangat bagus dan sangat kompeten.
Sambil bekerja Casey berbincang-bincang dengan Adam di ruang kerja, mereka tidak menyadari kalau hari sudah larut malam. Pintu terbuka Casey mengangkat kepala dan melihat Isaiah sedang berjalan menghampirinya.
“Babe?” Casey melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 23:15, dia membelalakan mata dan menatap Isaiah.
“Aku pulang ke apartemen tapi kamu tidak ada, beberapa kali menelepon ponselmu tapi tidak aktif dan aku telepon ke kantor juga tidak ada yang menjawabnya,” tutur Isaiah dengan wajah cemas sambil membelai rambut sang kekasih.
“Maaf, tadi aku sengaja mematikan ponselku karena sering diganggu dengan nomor yang tidak aku kenal.” Isaiah tidak marah, dia malah senang karena sang kekasih baik-baik saja.
“Masih lama?” tanya Isaiah seraya melepaskan pelukannya.
“Aku sudah selesai, kita pulang sekarang.” Casey mengajak Isaiah untuk kembali ke apartemen. Di dalam mobil Isaiah menggenggam tangan Casey dan mengecupnya.
“Summary project sudah selesai?” tanya Isaiah membuka pembicaraan dia dan Casey.
“Iya, site planmu bagaimana? Apakah sudah selesai juga?” Casey bertanya balik kepada Isaiah seraya memijit tengkuknya yang terasa pegal.
__ADS_1
“Semua sudah selesai, besok lusa kita adakan meeting dengan grandpa dan tuan Smith.” Memperhatikan Casey yang sedang memijit tengkuknya Isaiah mengulurkan tangan mengelus rambut sang kekasih.
“Kamu pasti lelah.” Casey tidak menjawab hanya menganggukkan kepala.
Casey dan Isaiah tiba di apartemen, mereka berdua langsung melepaskan pakaian dan masuk kamar mandi, sambil menampung air di bathup Casey mengambil shower cup dan memakainya. Sementara Isaiah menyalakan shower dan membasahi tubuhnya.
Casey memperhatikan Isaiah mandi lalu dia menghampiri pria itu dan meneteskan sabun di telapak tangan lalu menggosokan di belakang sang kekasih.
Selesai membantu Isaiah, Casey masuk ke bathup dan bebaring. Ia memejamkan mata serta menghirup aroma mawar yang dia campurkan di air. Rasa lelah seketika hilang saat Casey berendam air hangat.
Isaiah membungkukkan badan dan mengecup dahi Casey, dia tersenyum melihat tubuh polos sang kekasih. Ingin melakukan tapi Isaiah tahu saat ini Casey sedang lelah.
Dia mengambil handuk dan melingkarkan di pinggang lalu meninggalkan Casey sendiri di kamar mandi. Isaiah memakai boxer ketat lalu menghempaskan tubuh di ranjang.
Sambil berbaring dia memeriksa email lewat ponselnya, saat Casey keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, pandangan Isaiah langsung teralih kepada wanita itu.
Dia bangun dan menghampiri Casey, Isaiah memeluk sang kekasih dari belakang. Ia mengecup punggung Casey lalu melepaskan shower cap serta mengatur rambut wanita itu ke samping.
“Aku ingin melakukan tapi kamu pasti lelah,” bisik Isaiah seraya tangan membelai kedua lengan Casey.
“Kamu bisa menahannya?” tanya Casey sambil menatap Isaiah lewat cermin.
“Tentu saja, Sweety.” Isaiah tersenyum kemudian mengecup ubun kepala Casey lalu kembali berbaring.
“Selesai melakukan pertemuan dengan tuan Smith dan Frank, minggu depan aku harus segera ke Venezuela,” tutur Casey seraya berbaring di samping Isaiah dan meletakkan kepala di dada bidang pria itu.
“Iya, aku juga pasti ikut bersamamu. Sekarang tidur nanti kita bahas lagi besok.” Isaiah merubah posisi tidur menghadap Casey lalu memasukan pahanya di antara kedua kaki sang kekasih.
Begitu juga Casey dia menaikkan pahanya di pinggul Isaiah lalu tidur berpelukan dengan pria yang sangat Ia cintai.
****
Setelah melalui pembahasan yang panjang di meeting akhirnya tuan Fank siap mengujurkan dana untuk mega proyek yang akan di laksanakan di Venezuela.
Casey dan Isaiah sedang menuju ke airport, hari ini mereka berdua akan berangkat ke Venezuela untuk menyeleksi beberapa nama perusahan yang sudah masuk ke tangan Casey.
Sementara Adam dan Edgar diminta oleh Casey untuk memeriksa semua perusahan yang sudah memasukan Company Profile kepadanya, tidak terkecuali perusahan dari tuan Moralez.
Casey tidak ingin mega proyek ini jatuh ke tangan yang salah, wanita itu ingin mewujudkan keinginan dari Nathan sang pendiri perusahan Global group.
__ADS_1
Akhirnya pasangan kekasih itu tiba di Venezuela tepatnya kota Caracas, dari airport Casey dan Isaiah langsung menuju ke apartemen yang mereka sewa. Beberapa hari sebelum keberangkatan mereka berdua ke Venezuela Casey meminta Edgar untuk mencarikan apartemen.
Kini Casey dan Isaiah sedang merapikan tempat tinggal mereka, walaupun masih lelah dari airport wanita itu mengatur semua pakaian mereka di lemari. Sementara Isaiah, dia membersihkan ruang tamu dengan menggunakan vacum cleaner.
Casey dan Isaiah untuk sementara akan menetap di Venezuela untuk mengawasi proyek perusahan Global group. Sementara merapikan kamar ponsel Casey berbunyi, Ia melihat panggilan dari Edgar.
“Hallo, ada apa, Edgar?” tanya Casey seraya duduk di sisi tempat tidur.
“Nona, disini ada tuan Moralez. Beliau ingin berbincang dengan Anda,” jawab Edgar dari ujung telepon.
Mendengar Casey sudah berada di Venezuela, tuan Moralez bersama asistennya langsung pergi ke perusahan untuk bertemu dengan Casey, dia berpikir wanita itu langsung ke kantor. Tidak mendapati Casey di sana tuan Moralez meminta Edgar untuk menghubungi atasannya.
“Oh, katakan kepada beliau aku tidak akan ke kantor hari ini.” Selesai berucap terdengar suara tuan Moralez.
“Maaf, Nona Casey. Tadi aku mendengar Anda sudah tiba di Caracas makanya aku datang ke kantor untuk menemuimu, tapi ternyata kau tidak ada,” tutur tuan Moralez diikuti tawa khasnya.
“Oh, begitu. Besok aku masuk kantor, kalau Anda ingin bertemu denganku jam sepuluh pagi aku sudah di sana,” ujar Casey seraya memberi isyarat kepada Isaiah yang sedang berjalan menghampirinya.
“Baiklah kalau begitu, sampai bertemu besok,” ucap tuan Moralez lalu memberikan kembali ponsel kepada Edgar.
Casey menutup telepon kemudian berdiri dan melingkarkan tangan satunya di punggung Isaiah serta sebelahnya mengusap keringat di dahi pria itu.
“Besok aku akan mendapatkan kabar dari Adam dan Edgar tentang perusahan-perusahan yang sudah masuk di tanganku,” ungkap Casey seraya melepaskan tangannya dari punggung Isaiah dan duduk di sofa.
“Bagus, aku juga tidak ingin proyek ini jatuh ke tangan yang salah. Tapi menurutku perusahan tuan Moralez sangat bagus, aku lihat Company Profilnya mereka sudah banyak mengerjakan proyek-proyek besar,” tutur Isaiah sambil ikut duduk di samping Casey.
“Iya, aku juga berpikir seperti itu. Besok kita akan lihat hasilnya. Ah … badanku lengket dengan keringat, aku mau mandi.” Casey kembali berdiri dan melepaskan pakaiannya.
Saat akan masuk kamar mandi Isaiah menarik tangan Casey dan menghempaskannya di ranjang. Ia langsung menindih tubuh Casey dan mengecup dahi wanita itu.
“Bagaiman kalau sebelum mandi kita berolahraga terlebih dahulu,” saran Isaiah sambil memainkan kedua alisnya naik turun menggoda Casey.
“Olahraga apa?” tanya Casey dengan berpura-pura tidak tahu maksud sang kekasih.
“Um … olahraga yang mendatangkan kenikmatan.” Jawaban Isaiah membuat Casey terkekeh dan mencubit perut pria itu.
“Baiklah, ayo kita berolahraga siang.” Casey langsung melepaskan kaos yang membalut tubuh Isaiah.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komenta ya
Terima kasih