Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Pernikahan


__ADS_3

Tiba hari pernikahan Casey dan Isaiah, keluarga kedua belah pihak sudah berkumpul di Mansion milik keluarga Isaiah. Nampak wajah ayah Casey tidak bersahabat, dia merasa kecewa bukan dirinya yang akan mendampingi Casey.


Sementara kedua orang tua Isaiah yaitu tuan Hynes dan nyonya Hynes sibuk menyambut para undangan yang merupakan rekan bisnis mereka. Wajah sepasang suami istri itu terlihat sangat bahagia, bagaimana tidak putra yang mereka kira hanya menyukai pasangan sejenis kini akan menikah dengan wanita yang sangat cantik.


Pernikahan Casey dan Isaiah dilaksanakan di kediaman orang tua Isaiah, bukan karena tidak punya modal tapi pasangan kekasih itu tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Kini Casey sedang berada disebuah kamar, dia sedang dirias oleh penata rias yang didatangkan oleh Ellie. Casey tidak ingin dimake up secara berlebihan, di poles sedikit saja wajah wanita itu sudah cantik.


Sedangkan Isaiah, dia berada di kamar yang berbeda dengan Casey. Isaiah sangat gugup dimana hari ini akan menjadi mempelai pria dan menikah dengan wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta.


“Jangan gugup seperti itu,” ujar Wesley kakak Isaiah dengan bercanda karena sedari tadi dia melihat Isaiah mondar-mandir tidak tenang.


“Kamu tahu sendiri aku tidak pernah berpacaran dan tiba-tiba saja akan menikah, ini seperti mimpi bagiku.” Wesley tertawa dan menepuk pundak sang adik.


“Ternyata usahaku tidak sia-sia meminta daddy untuk menyuruhmu kembali ke sini,” celoteh Wesley seraya terkekeh mengingat dia meminta ayahnya untuk menggantikan sang adik di German.


“Oh … ternyata semua rencanamu?” Isaiah baru saja tahu kalau dia dikirim ke Houston karena ulah sang kakak.


“Iya, itu aku lakukan karena melihatmu tidak pernah bersama wanita. Padahal usiamu sudah sangat dewasa,” jawab Wesley. “Semua keluarga berpikir kalau kamu tertarik dengan spesis yang namanya pria.” Isaiah memutar bola matanya mendengar penuturan Wesley.


“Aku masih normal, Wes,” ujar Isaiah dengan wajah kesal. Dia tidak terpikir kalau semua keluarganya menganggap dirinya kelainan.


“Sudah, lupakan saja yang terpenting sekarang kamu akan menikah dengan wanita yang sangat cantik.” Isaiah kembali tersenyum mengingat bagaimana kebersamaan dia dan Casey.


“Sepertinya kamu harus keluar sekarang, Pastor sudah berada di halaman belakang.” Isaiah segera mengintip dari jendela kamar dan melihat para tamu undangan sudah berada di halaman belakang.


“Baiklah, ayo kita keluar.” Isaiah dan Wesley langsung meninggalkan kamar dan menuju ke halaman belakang tempat dia dan Casey akan di berkati.


Terlihat keluarga dari kedua belah pihak sudah berkumpul di halaman beserta para undangan, Isaiah menghampiri kedua orang tuanya dan memeluk dan mencium kedua pipi mereka.


“Ayo berdiri di depan bersama pastor, sebentar lagi Casey akan keluar,” titah ibu Isaiah seraya mengusap wajah sang putra dengan lembut.

__ADS_1


Dia tidak menyangkah akhirnya Isaiah akan menikah, tak terasa airmata menetes di pipinya. Nyonya Hynes memeluk erat Isaiah dan berulang kali mengecup pipi sang putra.


“Ah … Sayang, akhirnya kamu akan menikah, mommy sangat bahagia,” ucap nyonya Hynes dengan menyeka airmatanya.


“Kalau mommy bahagia kenapa menangis?” tanya Isaiah dengan bercanda lalu nyonya Hynes terkekeh.


“Itu karena mommy sangat bahagia, Sayang. Ayo pastor sudah menunggumu di depan.” Isaiah tersenyum dan kembali mengecup pipi sang ibu lalu pergi berdiri di depan berdekatan dengan pastor.


Sementara di kamar Casey baru saja selesai di make up, dia berdiri di depan cermin lalu salah satu wanita yang merias wajahnya memakaikan gaun juga veil. Casey tersenyum di depan cermin melihat dirinya.


Pintu terbuka, nampak wajah Ellie terkejut melihat penampilan dari Casey, gaun yang dia rancang sangat indah dikenakan oleh calon kakak ipar.


“Kamu sangat cantik dengan gaun ini, Casey,” puji Ellie dengan memperhatikan tubuh Casey yang berbalutkan gaun pengantin.


“Jangan memujiku, nanti atap rumah ini tidak bisa menahanku untuk terbang,” canda Casey di ikuti dengan tawa.


“Apakah kau sudah siap?” Suara tuan Smith menghentikan candaan Casey dan Ellie, mereka berdua menoleh kepada tuan Smith dan tersenyum melihat pria tua itu.


“Ah, aku merasa muda kembali dengan pujian Anda, Ellie.” Kedua wanita itu tertawa lalu tuan Smith berjalan menghampiri Casey. “Kamu sudah siap?” Dengan tersenyum Casey menganggukkan kepala.


Ellie mengatur gaun pengantin Casey lalu dia meninggalkan calon kakak iparnya dengan tuan Smith, dia langsung menuju ke halaman belakang dan bergabung dengan kedua orang tuanya serta kakaknya.


Di depan kamar tuan Smith memberikan lengannya kepada Casey untuk di gandeng wanita itu, dengan perlahan mereka berdua berjalan menuruni anak tangga.


Nampak wajah Casey terlihat gugup, dia memegang erat lengan tuan Smith sambil menarik napas yang dalam dan menghembuskan kembali.


Tuan Smith merasakan ketegangan dan gugupnya Casey, dia menepuk pelan punggung tangan wanita itu dan tersenyum.


“Jangan gugup, aku berjalan bersamamu,” ujar tuan Smith. “Aku merasakan mengantar cucuku sendiri ke pelaminan,” canda tuan Smith mencairkan kegugupan Casey.


“Anggaplah seperti itu, Anda sedang mengantarkan cucumu.” Tuan Smith tersenyum lalu mereka berdiri di depan pintu.

__ADS_1


“Sudah siap?” Casey menganggukkan kepala dan melihat Isaiah sudah berdiri bersama pastor sambil mata menatap dia dan tuan Smith.


Dengan langkah pelan tuan Smith dan Casey berjalan melewati para undangan dan keluarga yang sedang tersenyum menatap mereka berdua. Casey dan tuan Smith tiba di depan lalu Isaiah mengulurkan tangan menyambut Casey.


“Semoga berbahagia,” ucap tuan Smith seraya menyerahkan Casey kepada Isaiah.


“Terima kasih,” balas Isaiah sambil memegang tangan Casey lalu mereka berdua berdiri menghadap pastor.


Semua undangan kembali duduk lalu pastor memimpin misa pemberkatan nikah Isaiah dan Casey. Di tempat duduk wajah ayah Casey nampak tidak suka melihat pernikahan sang putri dengan Isaiah.


Tanpa ayah Casey sadari sang istri sedang  memperhatikan wajahnya dengan tatapan heran dan curiga, pasalnya beberapa hari suaminya terlihat aneh.


“Ada apa denganmu?” tanya wanita itu kepada ayah Casey.


“Tidak, kenapa?” Sang istri tidak menjawab, hanya memalingkan wajahnya melihat Casey dan Isaiah. Dia akan menyelidikinya selesai pernikahan sang putri.


Sementara di depan pastor selesai berdoa dan meminta Isaiah mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Isaiah menatap Casey dan menggenggam kedua tangan wanita itu.


“Casey, aku mengambilmu sebagai istri untuk saling memiliki baik dalam suka maupun duka, akan selalu setia walau dalam susah dan senang. Kita akan menua bersama, walau rambutmu memutih wajahmu menjadi jelek bahkan semua gigimu ompong dan badanmu membungkuk aku akan selalu bersamamu hingga maut memisahkan kita. Apa yang ada padaku semuanya milikmu.” Semua yang mendengar ucapan janji Isaiah tertawa.


Begitu juga Casey, dia tertawa dan memukul lengan Isaiah karena mereasa lucu dengan janji pernikahan yang pria itu ucapkan. Sedangkan pastor dia tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala sambil memperhatikan Isaiah memakaikan cincin di jari manis Casey.


“Selanjutnya mempelai perempuan, silahkan ucapkan janji pernikahanmu.” Casey menarik napas panjang dan menatap Isaiah.


“Isaiah, aku menerimamu sebagai suami untuk saling berbagi kebahagiaan dan kesedihan. Aku akan selalu bersamamu walaupun kepalamu tidak ada rambut lagi atau botak, wajahmu menjadi keriput dan terlihat jelek bahkan sekalipun gigimu sudah habis dan jalanmu membungkuk, aku akan tetap setia dan bersamamu sampai maut memisahkan kita. Apa yang ada padaku semuanya milikmu.” Casey membalas ucapan janji Isaiah sehingga membuat para tamu undangan tertawa.


“Silahkan pasangkan cincin kepada pasangan Anda.” Casey mengambil cincin yang di berikan Ellie lalu memasangkan di jari manis Isaiah.


“Kalian berdua sah sebagai pasangan suami istri, silahlan cium mempelainya.” Isaiah membuka Veil yang menutup wajah Casey lalu mencium bibir wanita itu.


Semua undangan bertepuk tangan menyaksikan pernikahan Isaia dan Casey, terlebih tuan Smith dan tuan Frank mereka berdua yang duduk berdekatan begitu antusias melihat mempelai pria dan wanita.

__ADS_1


Sementara tuan Moralez mencari keberadaan Zelo, dia pikir sang putra hadir di pernikahan Casey dan Isaia. Matanya melihat kesana-kemari tapi Ia tidak menemukan pria itu.


__ADS_2