
Semenjak menjadi pasangan kekasih, Casey dan Zelo selalu berangkat ke kampus bersama. Mereka berdua bahkan tidak malu berjalan sambil bergandengan tangan dan menunjukan kemesraan di kampus.
Banyak yang iri melihat mereka, apalagi Zaneta. Dia sangat membenci Casey karena berpikir gadis itu sudah menggagalkan rencananya untuk mendapatkan Zelo. Wanita itu tidak jera, dia bahkan rencana untuk membunuh Casey dan Zelo.
“Kalau aku tidak bisa memiliki Zelo, kamu juga tidak akan pernah memilikinya,” ujar wanita itu seraya menatap Casey dan Zelo dari kejauhan, tatapan yang penuh dengan kebencian.
Zaneta menceritakan kepada kakak Jaime apa yang sudah diperbuat Zelo kepada adiknya, mendengar informasi dari wanita itu kakak Jaime sangat marah dan ingin membunuh Zelo.
“Mengapa baru sekarang kamu beritahu aku?” Zaneta menatap kakak Jaime lalu berdiri dan berjalan ke jendela.
“Apakah Jaime tidak menceritakan padamu.” Sang kakak menggelengkan kepala kemudian ikut berdiri di samping wanita itu.
“Dia tidak pernah mengatakannya padaku.” Kakak Jaime kembali duduk, dia terlihat sangat marah dengan apa yang menimpa adiknya.
“Kamu harus memberi pelajaran kepada Zelo.” Zaneta mulai menghasut kakak Jaime, dia ingin pria itu membunuh sepasang kekasih itu.
“Iya, aku akan membunuhnya, berani sekali dia berbuat itu kepada adikku.” Kakak Jaime berdiri kemudian meninggalkan Zaneta dan pergi mencari adiknya, dia ingin mendengar langsung dari Jaime apa yang di lakukan Zelo kepadanya.
Sementara di apartemen nampak sepasang kekasih sedang bermesraan. Semenjak menjadi kekasih Casey, Zelo tidak mau jauh dari gadis itu. Dia pindah satu apartemen dengan kekasihnya walau berbeda kamar.
Karena tidak ada mata kuliah mereka berdua lebih memilih tinggal di apartemen, Zelo membantu Casey merapikan ruangan. Sesekali pria itu mengganggu kekasihnya, dia terlihat sangat bahagia bersama gadis itu.
“Zelo, mana pakaian kotormu.” Pria itu berhenti mengepel lantai kemudian masuk kamar mengambil baju kotor lalu melemparkan ke wajah gadis itu.
Casey melototkan mata dan melempar kembali kaos itu kepada Zelo lalu pria itu tertawa dan memeluk Casey, dia merasa lucu melihat mimik wajah kekasihnya.
“Kamu marah padaku?” tanya Zelo dengan bercanda dan melingkarkan tangan di pinggang gadis itu.
“Untuk apa marah,” jawab Casey dengan wajah cemberut lalu pria itu membelai pipinya.
“Kalau tidak marah kenapa wajahmu seperti itu?” Casey mengeryitkan dahi menatap kekasihnya.
“Kenapa dengan wajahku?” Kembali gadis itu bertanya seraya melepaskan tangan Zelo dari pinggangnya dan memasukan pakaian kotor ke dalam mesin cuci.
“Terlihat jelek,” canda Zelo lalu Casey mencubit perut kekasihnya. Pria itu langsung tertawa dan memegang tangan Casey.
“Sakit, Sayang.” Casey tidak melepaskan cubitannya lalu pria itu meringis kesakitan. “Iya … iya, kamu cantik.” Casey tertawa kemudian dia melingkarkan tangannya di punggung pria itu.
“Apakah sakit?” tanya Casey dengan bercanda lalu Zelo menganggukan kepala sambil mengusap bekas cubitan kekasihnya.
__ADS_1
“Jangan galak-galak, kamu tidak sayang padaku.” Casey tersenyum kemudian dia mengecup bibir pria itu.
“Aku sayang dan cinta padamu.” Wajah pria itu terlihat sangat senang kemudian dia mengangkat Casey dan membaringkannya di sofa.
Zelo menindih tubuh Casey kemudian dia membelai pipi lembut itu, mereka berdua saling bertatap mata lalu berciuman. Gadis itu memejamkan mata dan merasakan lidah kekasihnya menerobos masuk ke dalam mulutnya.
Dia menggigitnya dengan lembut dan membalas memainkan lidah di dalam mulut pria itu. Tangan Zelo mulai menggerayangi tubuh Casey, dia meremas salah satu bukit tapi dengan cepat Casey menahan tangannya.
Zelo berhenti kemudian menatap gadis itu seraya tersenyum, kembali dia mencium bibir Casey. Kali ini dia berani mencium leher wanita itu, dan menghembuskan napas di kupingnya.
Casey memejamkan mata dan membelai rambut sang kekasih, dia membiarkan tangan pria itu masuk ke dalam kaos dan meremas dengan lembut salah satu bukit miliknya. Casey merasakan sesuatu yang aneh di antara kedua pahanya.
“Zelo, jangan di teruskan nanti kamu tidak bisa menahannya,” bisik gadis itu lalu Zelo menghentikan ciumannya kemudian melihat kebawa.
Dia tertawa saat melihat sesuatu yang menonjol di balik celana pendeknya lalu dia mengecup bibir gadis itu. Casey tersenyum dan membelai pipi kekasihnya.
Sebenarnya Casey ingin melakukannya tapi dia takut kalau pria itu mendapatinya tidak virgin lagi, gadis itu masih terbayang dengan apa yang di lakukan oleh Jaime dan Orland. Dia berpikir kedua pria itu sudah berhasil memperkosanya.
“Apa yang kamu pikirkan?” tanya Zelo seraya membelai rambut Casey. Gadis itu hanya menggelengkan kepala dan berusaha tersenyum.
“Apakah kamu masih memikirkan yang di lakukan Jaime dan Orland.” Gadis itu tidak menjawab, dia berdiri kemudian pergi ke belakang dan menjemur pakaian yang sudah bersih.
“Aku mohon padamu, jangan diingat lagi. Sekalipun seratus laki-laki sudah menyentuhmu aku tidak perduli.” Zelo memegang kedua pipi gadis itu dan menatap matanya. “Aku sangat mencintaimu.” Casey langsung memeluk pria itu dengan erat.
“Maafkan aku,” ucap gadis itu dengan suara berbisik.” Aku hanya takut saja.” Zelo tersenyum dan kembali mengecup bibir Casey.
“Agar kamu tidak ragu dan takut, kita bisa mencobanya,” canda Zelo lalu gadis itu menatapnya dengan heran.
“Mencoba apa?” tanya gadis itu dengan mengkerutkan dahinya, dia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Zelo.
“Begini, Sayang. Biasanya kalau perempuan belum pernah melakukan hubungan, dia akan merasakan sakit saat pertama kali melakukannya.” Kembali Casey mengkerutkan dahi menatap kekasihnya.
“Lalu?” tanya Casey, dia ingin tahu apa yang akan di katakan pria itu selanjutnya.
“Maksud aku begini, kita coba melakukan hubungan itu. Kalau kamu merasakan sakit aku akan berhenti.” Casey mengangguk-anggukan kepala, kini dia tahu maksud dari pria itu.
“Kalau aku tidak merasakan sakit,” tanya gadis itu dengan menyipitkan mata lalu Zelo tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya. Casey langsung mendorong pipi pria itu dan melepaskan pelukannya.
“Sayang, kita coba saja bagaimana?” Zelo mulai merayu Casey seraya membelai pipi gadis itu.
__ADS_1
“Tapi kalau aku merasakan sakit jangan di teruskan.” Pria itu tersenyum dan menganggukan kepala, dia terlihat sangat senang dan mengecup kembali bibir gadis itu.
“Iya, aku janji.” Mendapat lampu hijau, Zelo langsung melepaskan celana boxer serta kaosnya. Begitu juga dengan gadis itu, lalu mereka kembali berciuman.
Zelo mulai meremas salah satu bukit itu sambil memainkan lidah di dalam mulut kekasihnya. Dia menggigit lembut bibir gadis itu seraya tangan mulai mengelus paha putih Casey.
Casey memejamkan mata dan merasakan jemari pria itu mulai bermain di daerah sensitifnya, dia meremas rambut kekasihnya dan menahan kenikmatan itu.
Kenikmatan yang baru pertama kali dia rasakan, Casey meremas punggung Zelo saat merasakan jemari itu bermain dengan cepat lalu dia memeluk pria itu dengan erat.
Casey mengalami pelepasan kemudian dia membuka matanya dan menatap pria itu. Zelo tersenyum dan membelai pipi kekasihnya kemudian menindih tubuh gadis itu.
“Aku akan mencobanya.” Gadis itu menganggukan kepala lalu Zelo melihat kebawah dan mulai mengarahkan miliknya.
Casey memejamkan mata dan memegang lengan kekasihnya. Saat Zelo mencoba mendorong masuk, gadis itu merintih kesakitan dan menahan tangan pria itu.
Zelo berhenti kemudian mengecup dahi, pipi dan hidung gadis itu. Dia tidak ingin melakukan karena Casey masih virgin, Zelo memakai kembali celana boxer juga kaos lalu berbaring di samping kekasihnya.
“Sakit sekali?” tanya Zelo seraya memeluk gadis itu.
“Iya,” jawab Casey dengan meletakan kepalanya di dada pria itu.
“Kamu masih virgin, miliku juga tidak bisa masuk. Berarti Jaime dan Orland tidak berhasil menyentuhmu,” ujar Zelo dengan bercanda lalu Casey memukul dada pria itu. Zelo tertawa dan mencolek pinggang Casey sehingga tubuh gadis itu tersentak.
“Kamu merasakan kenikmatan itu?” tanya Zelo dengan bercanda, lalu Casey menganggukan kepala. “Rasanya seperti apa?” Kembali pria itu bertanya.
“Um …aku tidak tahu,” jawab gadis itu seraya menutup wajahnya dengan bantal. Zelo tertawa dan menarik tangan Casey.
“Apakah nikmat?” Gadis itu menjadi malu dengan pertanyaan kekasihnya. Dia hanya menganggukan kepala dan mendorong tubuh Zelo kemudian bangun dan memakai pakaiannya.
Kembali Zelo tertawa dan menarik tangan Casey sehingga gadis itu terbaring di sampingnya. Zelo kembali meremas dengan lembut salah satu bukit milik Casey dan berbisik.
“Aku juga ingin mendapatkan kenikmatan itu.” Casey mengernyitkan dahi menatap Zelo, dia belum ingin melakukan hubungan itu.
“Tapi ….” Casey terhenti dan ragu untuk menolak permintaan pria itu.
“Tidak perlu melakukan penyatuan, cukup lakukan dengan tangan atau mulutmu.” Zelo mengambil ponsel lalu membuka film dewasa dan menunjukkan kepada Casey. “Kamu bisa melakukan padaku seperti ini.” Casey memperhatikan film itu lalu mempraktekkannya kepada Zelo.
Jangan lupa like dan komentar ya
__ADS_1
Oh ya Mencintai Bodyguardku sudah di satukan dengan Novel Suami Baajingan di jadikan season 4 dan sudah up sampai bab 10