Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Kamu hanya masa laluku


__ADS_3

Casey dan Isaiah sedang berada di sebuah butik, dia sedang memilih gaun untuk di kenakan malam nanti di pesta ulang tahun tuan Moralez.


Sementara Isaiah sedang duduk menunggu sang kekasih sambil membaca berita lewat ponsel, sesekali matanya melihat ke ruang pas pakaian. Saat Casey keluar dari kamar  mata Isaiah tak berkedip melihat gaun yang di kenakan sang kekasih.


"Wow." Kata kagum keluar dari bibir Isaiah, matanya masih terpaku menatap sang kekasih.


"Apakah ini cocok dengan tubuhku?" tanya Casey seraya menghampiri Isaiah.


"Tentu saja, kau terlihat sangat cantik." Isaiah memegang tangan Casey dan memutar tubuh wanita itu. "So perfect," bisik Isaiah saat mendekap Casey.


"Terima kasih." Casey melepaskan tangan Isaiah dari pinggangnya lalu mengedipkan mata sebelahnya sambil berjalan menuju ke kamar pas.


Selesai memilih gaun, Casey dan Isaiah kembali ke hotel. Ia menggantung gaun itu lalu berbaring di samping Isaiah dan meletakan kepalanya di dada bidang sang kekasih.


"Besok lusa kita kembali ke Amerika, yang terpenting kita sudah tahu keuangan perusahan ini, juga aku sudah meminta Edgar dan Naima untuk terus melapor padaku kalau ada yang mencurigakan," tutur Casey dengan membelai dada Isaiah.


"Iya, aku juga harus membuat site plan dan menyusun anggaran untuk pembiayaan mega proyek ini," ujar Isaiah sambil memegang tangan Casey yang ada di atas perutnya.


Malamnya Isaiah dan Casey pergi ke kediaman tuan Moralez, awalnya mereka akan menggunakan mobil perusahaan tapi asisten tuan Moralez meminta sopir untuk menjemput pasangan kekasih itu.


Casey dan Isaiah tiba di Mansion tuan Moralez, sang asisten langsung mengantar pasangan kekasih itu untuk bertemu dengan atasannya.


"Akhirnya, tamu yang ku tunggu-tunggu akhirnya tiba." Tuan Moralez sangat senang, dia menyambut Casey dan Isaiah dan memperkenalkan kepada rekan-rekan bisnisnya.


Tangan Casey tidak pernah lepas dari lengan Isaiah, wanita itu terus menempel kepada sang kekasih karena yang hadis di pesta itu banyak wanita cantik.


"Selamat ulang tahun, Tuan," ucap Casey saat tuan Moralez berdiri di hadapan dia dan Isaiah. Casey mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan pria itu.


"Terima kasih, Nona. Anda cantik sekali." Tuan Moralez memuji Casey sambil mencium punggung tangan wanita itu.


"Selamat ulang tahun," ucap Isaiah sambil berjabat tangan dengan tuan Moralez.


"Terima kasih." Tuan Moralez memberi isyarat kepada asistennya untuk memanggil istri dan kedua anaknya. Dia ingin mengenalkan mereka kepada Casey dan Isaiah.


Sementara dari kejauham seorang pria sedang memperhatikan kemesraan Casey kepada Isaiah. Ia tidak menyangkah wanita yang dia kagumi sudah memiliki kekasih, dengan langkah gontai dia meninggalkan pesta.


Tuan Moralez melihat istri dan putrinya sedang berjalan ke arahnya, dia tersenyum dan memegang tangan wanita itu.


"Kenalkan, ini istri dan putriku. Namanya Jossie." Casey dan Isaiah tersenyum kepada kedua wanita itu dan bersalaman.


"Casey, senang bertemu dengan Anda." Casey memperkenalkan dirinya kepada istri dan putri tuan Moralez. Begitu juga Isaiah.


"Senang bertemu dengan kalian," ucap sang istri kepada Casey dan Isaiah seraya tersenyum.


"Dimana putraku?" tanya tuan Moralez sambil melihat sekelilingnya mencari putranya.


"Tadi aku melihat dia berdiri di sebelah sana, tapi sekarang kemana dia," sahut Jossie sambil tangan menunjuk dimana sang kakak tadi berdiri.


"Mungkin dia di dalam rumah," ujar sang istri sambil menggandeng tangan tuan Moralez.


Tuan Moralez lebih memilih melayani Casey dan Isaiah dari pada rekan bisnis lainnya, pria itu melakukannya karena sudah mendengar dari sang asisten kalau perusahan yang Casey pimpin akan mengadakan proyek besar makanya tuan Moralez ingin mengambil hati Casey.


"Apakah Anda akan menetap di kota ini?" tanya tuan Moralez kepada Casey sambil mengambil red wine yang dibawakan oleh pelayan.


"Um, tidak. Besok lusa kami sudah harus kembali ke Amerika," jawab Casey seraya tersenyum kepada pelayan yang memberikannya red wine.


"Oh ... begitu, sayang sekali terlalu cepat kembali." Tuan Moralez memberi isyarat kepada sang asisten agar mendekat.


"Atur pertemuanku besok dengan Casey dan booking restoran terbagus di kota ini," bisik tuan Moralez kemudian dia mengajak Casey berbincang kembali.


Hari semakin larut malam akhirnya Isaiah dan Casey berpamitan kepada tuan Moralez, kembali sopir pribadi pria itu mengantar sepasang kekasih itu ke hotel.


****


Casey dan Isaiah pergi lebih awal ke kantor, ada pekerjaan yang harus mereka berdua selesaikan sebelum kembali ke Amerika. Pintu di ketuk lalu terlihat Edgar masuk dan menyapa Casey.


"Selamat pagi, Nona," ucap Edgar seraya meletakan sebuah map di atas meja.


"Ya, selamat pagi," balas Casey seraya membuka map yang di berikan Edgar. "Oh ya, besok aku dan Isaiah akan kembali ke Amerika, aku minta padamu untuk selalu memberi laporan setiap hari padaku," titah Casey kepada asistennya.


"Baik, Nona. Oh ya, tadi asisten tuan Moralez menelponku dan mengatakan kalau atasannya itu ingin bertemu dengan Anda." Casey mengangkat kepalanya menatap Edgar dengan mengerutkan dahi.

__ADS_1


"Apakah penting?" tanya Casey dengan menutup map.


"Dia hanya mengatakan kalau beliau ingin bertemu dengan Anda." Casey mengangguk dengan pelan lalu bersandar di kursi kerja.


"Jam berapa?" Kembali Casey bertanya sambil mata melirik ke ruangan Isaiah.


"Sekitar jam sebelas," jawab Edgar.


"Baiklah, katakan saja kalau mereka sudah datang." Edgar membungkukkan badan lalu meninggalkan Casey.


Kembali wanita itu membuka map dan memeriksa laporan yang dia minta kepada Edgar. Sesekali dia mengerutkan dahi karena ada yang tidak di mengertinya.


"Pengeluaran yang tidak jelas," gumam Casey lalu mengambil pulpen dan mencoretnya.


Casey akan membuat laporan kepada tuan Smith dan Frank tentang keuangan di perusahaan itu, Casey curiga direktur sudah menyelewengkan uang perusahan.


Menjelang siang, Edgar masuk dan memberitahukan Casey kalau tuan Moralez sudah berada di ruang meeting. Casey segera bergegas ke sana, dia tidak ingin membuat tuan pria ini menunggu lama.


Saat dia masuk, Casey terkejut melihat seorang pria yang duduk di dekat tuan Moralez. Casey sangat mengenal sosok pria itu, dengan cepat dia merubah raut wajahnya lalu tersenyum kepada tuan Moralez.


"Tidak perlu berdiri," ujar Casey seraya menarik kursi dan duduk.


"Terima kasih, oh ya, kenalkan ini putraku namanya Zelo." Casey tersenyum kepada Zelo dan bersalaman dengan pria itu.


"Senang bertemu denganmu," ucap Casey dengan mengembangkan senyumnya untuk menghilangkan rasa gugup.


"Sama-sama," balas Zelo seraya kembali duduk.


Casey dan Zelo pura-pura tidak saling kenal, saat wanita itu berbincang-bincang dengan tuan Moralez mata Zelo tidak   lepas menatap sang mantan kekasihnya.


Casey pura-pura tidak tahu kalau Zelo selalu meliriknya, biasanya kalau bertemu dengan orang yang pernah bersama kita pasti ada debaran-debaran lain tapi bagi Casey tidak. Dia terlihat biasa saja saat bertemu sang mantan.


Mungkin yang lain akan sulit melupakan hubungan yang terjalin selama hampir empat tahun, tapi tidak untuk Casey. Saat ini pria yang ada di hadapannya hanyalah masa lalu yang sudah dia kubur, Isaiah bagi Casey adalah masa depan.


Tadi dia merasa gugup karena terkejut ternyata Zelo adalah putra dari tuan Moralez tapi setelah itu dia menunjukan sikap tenang bahkan terlihat sangat santai.


Berbeda dengan Zelo, dia sangat senang melihat Casey dalam keadaan baik-baik saja. Walaupun dia tahu Casey sudah bertunangan tapi Zelo yakin wanita itu akan kembali kepadanya. Zelo berpikir kalau Casey masih mencintainya.


"Oh ya, Babe. Kenalkan ini Zelo putra tuan Moralez." Isaiah langsung berdiri dan menyalami Zelo.


"Senang bertemu denganmu," ucap Isaiah lalu kembali duduk.


"Terima kasih," ucap Zelo dengan berusaha tersenyum kepada Isaiah sambil duduk kembali.


"Oh ya, Nona Casey. Aku ingin mengundang kalian berdua untuk makan siang bersama, aku sudah meminta asisten untuk booking tempatnya," ujar tuan Moralez. Pria itu berharapa Casey dan Isaiah tidak menolaknya.


"Ouw, baiklah dan terima kasih," ucap Casey dengan melirik kepada Isaiah dan memberikan isyarat kepada pria itu dengan menganggukan kepala.


Tadinya Casey dan Isaiah berencana untuk pergi ke restoran untuk mencoba mencicipi menu yang dia lihat di iklan tapi berhubung tuan Moralez mengundang mereka berdua akhirnya Casey membatalkannya.


Akhirnya Casey dan Isaiah mengikuti ajakan tuan Moralez, mereka pergi ke restoran dengan mobil terpisah. Isaiah dan Casey menggunakan kendaraan yang sudah disediakan perusahan untuk mereka gunakan selama berada di Venezuela.


Mereka tiba disebuah restoran dengan gaya eropa, Casey dan Isaiah mengikuti tuan Moralez dan Zelo dari belakang. Asisten sengaja memesan vip room agar lebih bebas berbincang.


Casey dan Isaiah duduk berdampingan sementara tuan Moralez juga Zelo duduk tepat di hadapan pasangan kekasih itu.


Sambil menunggu makanan yang sudah di pesan terlebih dahulu oleh asisten mereka berbincang soal pekerjaan. Saat Casey ingin menunjukkan sesuatu kepada tuan Moralez dia mencari ponselnya tidak ada.


"Ponselku tertinggal di mobil." Casey mengambil kunci mobil dan berdiri meninggalkan ruang vip.


Bersamaan dengan ponsel Zelo berbunyi, pria itu juga berdiri dan pergi keluar. Dia melihat Casey sedang membuka pintu mobil, Zelo memasukan benda pipi itu ke saku celana dan menghampiri Casey.


Sebenarnya Zelo tidak menerima telepon dari siapapun, sengaja dia membunyikan nada dering seolah-olah ada yang menghubunginya padahal trik Zelo agar bisa berbincang dengan sang mantan di luar.


Saat sudah dekat dengah Casey, Zelo menarik tangan wanita itu untuk ikut bersamanya. Ia membawa Casey dekat dengah mobilnya.


"Ada apa?" tanya Casey dengan mengernyitkan dahi menatap Zelo.


Sungguh saat ini Casey tidak ada perasaan apapun kepada Zelo, dengan tenang dia menghadapi pria itu.


"Mengapa kamu meninggalkanku?" Zelo sebenarnya sudah tahu alasan Casey tapi dia ingin mendengarnya langsung dari mulut sang mantan yang masih dia anggap kekasihnya.

__ADS_1


"Apakah Diaz tidak mengatakan padamu?" tanya  Casey dengan memicingkan matanya menatap Zelo.


"Diaz mengatakan padaku."


"Lalu kenapa kamu masih bertanya," sela Casey dengan wajah datar.


"Aku hanya ingin mendengar darimu." Zelo meraih tangan Casey dan menggenggamnya tapi dengan cepat wanita itu melepaskannya.


"Apa yang dikatakan Diaz semuanya benar, dan aku mohon kepadamu tolong jangan ganggu aku lagi," pinta Casey dengan berbalik ingin meninggalkan Zelo tapi pria itu dengan cepat menahan lengan Casey.


"Mohon jangan tinggalkan aku." Langkah Casey terhenti mendengar permohonan dari Zelo. "Casey, aku sangat mencintaimu. Saat kau pergi aku sangat tersiksa."


"Maaf, Zelo. Aku tidak bisa." Casey memutar tubuhnya menghadapa Zelo dan menatap pria itu.


"Aku sangat mencintai Isaiah, sampai kapan 'pun!" Zelo tertunduk hatinya merasa di cubit mendengar penolakan dari wanita yang sangat Ia cintai.


"Apakah kamu tidak mencintaiku lagi?" tanya Zelo seraya berjalan menghampiri Casey.


"Tidak, saat ini yang ada di hatiku  hanya Isaiah. Zelo kamu hanya masa laluku, lupakan aku dan jalani hidupmu," saran Casey tapi Zelo menggelengkan kepala.


"Tidak mungkin secepat itu kamu melupakanku, hubungan kita hampir empat tahun dan kamu begitu mudah mengatakan kalau tidak mencintaiku lagi." Kembali Zelo menggelengkan kepala dan menatap Casey.


"Ya memang hubungan kita hampir empat tahun, tapi begitu aku bertemu dengan Isaiah tidak tahu apakah hubungan selama itu aku mencintaimu atau tidak." Ungkapan Casey membuat Zelo menatap wanita itu dengan heran.


"Maksudmu?" tanya Zelo dengan mengerutkan dahi.


"Begini, Zelo. Saat aku pertama kali bertemu denganmu di Universitas, sama sekali tidak ada rasa apapun, aku tahu kamu berusaha mendekatiku." Zelo terdiam mendengar perkataan Casey.


"Aku juga tahu kamu menyelamatkanku dari Jaime dan Orland karena menyukaiku, makanya aku mencoba membuka hati untukmu tapi bukan berarti mencintaimu." Ungkapan Casey membuat hati Zelo sangat sakit.


"Kalau bukan cinta untuk apa kamu serahkan virginmu padaku?" tanya Zelo dengan mengalihkan pandangannya ke tempat lain, tak ingin menunjukkan kepada Casey kalau matanya mulai merah.


"Saat itu aku berpikir, mungkin dengan memberikan virginku padamu bisa membuat aku jatuh cinta padamu. Tapi ternyata apa yang kupikirkan salah." Casey terus mengeluarkan apa yang ada di pikirannya agar pria itu tahu dan tidak berharap lagi.


"Aku berusaha untuk jatuh cinta padamu, saat mulai berhasil kamu malah mengkhianatiku. Disitu aku sangat kecewa, aku menangis karena tidak suka dikhianati. Sebenarnya itu kesempatanku untuk meninggalkanmu, tapi saat kamu di keroyok oleh felix dan rekan-rekannya, aku tidak tega dan memilih bertahan denganmu-"


"Semenjak itu saat kamu tidak bersamaku, aku tidak pernah rasa khawatir kamu pergi dengan wanita lain atau rasa cemburu dan aku berusaha untuk membuat diriku jatuh cinta padamu dengan selalu bercinta denganmu. Tapi lagi-lagi di saat rasa itu mulai ada kamu lebih memilih temanmu dari pada menyelamatkanku." Zelo menelan saliva dengan berat mendengar semua apa yang diungkapkan gadis itu.


"Kau tahu, saat itu aku langsung mengambil keputusan untuk pergi darimu selamanya. Mumpung aku belum terlalu mencintaimu dan di saat aku bertemu dengan Isaiah awalnya hanya biasa saja, tapi lama kelamaan perasaanku menjadi lain--"


"Setiap aku bertemu dengannya ada debaran-debaran aneh di dadaku, dan selalu datang rasa ingin berada di dekatnya juga ingin memiliki dirinya. Tanpaku sadari ternyata aku jatuh cinta padanya." Casey dan Zelo tidak tahu kalau Isaiah mendengar percakapan mereka.


"Saat dia melamarku, aku tidak menolaknya malah sangat bahagia. Begitu juga saat Isaiah mengajak tinggal bersamanya aku langsung setuju karena  ingin selalu berada di dekatnya." Zelo tidak percaya dengan semua apa yang di jelaskan Casey padanya.


Zelo berpikir apa yang di katakan oleh Casey hanya untuk membuat dirinya menjauh dari wanita itu, lain hal dengan Isaiah. Dia terlihat sangat bahagia mendengar ungkapan perasaan Casey kepada Zelo. Dengan cepat dia kembali ke dalam restoran.


Tadi Isaiah pergi mencari Casey karena makanan yang dipesan sudah tersedia di meja dan tak ingin tuan Moralez menunggu lama. Saat di parkiran dekat mobil mereka, Isaiah mendengar suara Casey lalu perlahan dia mendekat dan menguping pembicaraan sang kekasih bersama mantannya.


Sementara Casey dan Zelo masih berada di samping mobil, wanita itu terus berusaha untuk meminta Zelo melupakan dirinya.


"Semua yang kamu katakan  itu hanya untuk membuatku menjauh darimu, tapi sebenarnya di dalam hatimu kau masih mencintaiku." Casey tersenyum smirk melihat Zelo terlalu percaya diri.


"Terserah kamu saja, tapi yang pasti aku sangat mencintai Isaiah dan tidak mungkin aku kembali padamu. Oh ya bukannya ayahmu bernama tuan Alvin kenapa disini ayahmu tuan Moralez?" Casey tidak ingin membahas lagi masa lalunya, lalu dia mengalihkan pembicaraan.


"Kalau di Spanyol mereka memanggilnya tuan Alvin tapi disini di panggil nama belakangnya yaitu Moralez," jawab Zelo dengan menekukkan wajahnya.


"Lucu juga ya, hampir empat tahun bersama tapi tidak tahu nama belakangmu." Casey sengaja berkata begitu agar Zelo tahu kalau wanita itu dari dulu tidak ingin tahu siapa dirinya.


"Baiklah, aku harus kembali ke dalam. Ayahmu pasti sedang menunggu kita." Casey meninggalkan Zelo dan masuk ke restoran menuju ke ruang vip.


"Maaf sudah menunggu lama, aku mencari ponselku ternyata terjatuh di bawah kursi," bohong Casey dia tidak tahu kalau Isaiah menguping pembicaraannya dengan Zelo.


"Tidak apa-apa," ujar tuan Moralez seraya tersenyum.


Tidak berselang lama Zelo masuk dan duduk di samping tuan Moralez, dia melirik kepada Casey dan Isaiah terlebih cincin yang melingkar di jari manis sepasang kekasih itu.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2