
Subuh Casey terbangun, dia melihat sang ayah masih tertidur pulas di sampingnya. Perlahan-lahan dia bangun dan pergi ke kamar mandi. Casey cepat-cepat membersihkan tubuhnya, dia ingin segera meninggalkan apartemen.
Casey mengambil koper dan mengatur beberapa potong pakaian, dia juga mengambil tas punggung. Casey memasukan laptop juga ijasah, perlahan dia keluar dari kamar.
Gadis itu menulis surat lalu dia letakan di atas meja, dengan berat hati Casey keluar dari apartemen. Tiba di lobby dia meminta sopir taxi untuk mengantarnya ke hotel.
Sepanjang jalan airmata terus mengalir, Casey ingin meninggalkan Zelo dan keluarganya. Mungkin ini yang terbaik buat Casey, untuk apa mempertahankan kekasihnya jika pria itu tidak dapat melindungi dirinya. Padahal dia sudah mulai mencintai pria itu, tapi sungguh sangat mengecewakan dirinya.
Casey tiba di hotel dan memesan kamar, wajahnya terlihat sangat kusut. Petugas mengantar Casey, begitu masuk dia langsung merebahkan dirinya di kasur.
Kembali Casey menangis, dua orang pria yang sangat dia sayangi tidak dapat melindungi dirinya. Casey sudah berjanji untuk tidak akan pernah kembali kepada keluarganya dan selamanya tidak ingin melihat Zelo lagi.
Casey bangun dan menyalakan laptop, dia ingin melihat tiket ke Amerika. Casey membuka salah satu situs dan melihat harga tiket Valencia-Houston.
Walaupun mahal Casey membayar tiket itu, besok lusa dia akan berangkat ke Amerika. Casey mengambil ponsel dan menelepon Diaz.
Casey menceritakan kepada Diaz apa yang telah di alaminya, dia juga mengatakan kepada pria itu tentang kekecewaannya kepada Zelo yang hanya mementingkan temannya.
Tapi Casey tidak mengatakan kepada Diaz kemana dia akan pergi. Casey tidak ingin ada yang tahu kalau dia ke Amerika, gadis itu ingin melupakan semua yang terjadi padanya dan memulai hidup baru di negara itu.
Apartemen
Ayah Casey terbangun, dia melihat Casey tidak ada di sampingnya. Pria itu duduk dan memperhatikan sprei yang sangat berantakan.
Matanya tertuju di kain putih, dia melihat tanda pulau yang begitu besar. Pria itu tersenyum lalu mengingat bagaimana Casey dalam sekali pelepasan mengeluarkan cairan yang banyak dan semalam entah berapa kali gadis itu mengalami puncak kenikmatan sehingga sprei menjadi basah.
Ayah Casey meraba noda yang berbentuk pulau itu dan kembali tersenyum, dia mengingat desahaan dan rintihan yang keluar dari bibir Casey. Pria itu ingin mengulangnya pagi ini.
Dia bangun dan langsung keluar mencari Casey, pria itu berpikir putrinya masih di apartemen. Tuan Paulo memanggil Casey tapi tidak ada jawaban dari gadis itu.
Matanya tertuju di meja, dia melihat selembar kertas di sana. Ayah Casey mengambil lembaran itu dan membacanya.
‘Papa adalah orang yang paling aku kagumi dan aku sayangi. Tapi sungguh tidak di sangka papa tega melakukan hal itu padaku, aku pikir papa adalah pria yang baik, juga setia kepada mama dan bisa melindungiku. Tapi papa tega memperkosa anaknya sendiri.
‘Tapi anggap saja semalam itu, aku melayani papa untuk membalas budi karena sudah membesarkan aku. Maaf ini terakhir kalinya papa melihatku, aku tidak akan pernah menampakan wajahku lagi kepada papa.
‘Aku akan pergi jauh dan jangan pernah mencariku, titip salam untuk mama juga adikku tersayang.’
Casey.
Pria itu terduduk lemas, tidak disangka Casey akan pergi. Apa yang harus dia katakan kepada istrinya? Sedangkan hari ini dia dan Casey akan kembali bersama ke rumah.
Ayah Casey mondar-mandir, dia tidak tahu harus mencari kemana putrinya. Pikirnya perbuatan semalam membuat Casey menikmati karena desahaan juga rintihannya sangat jelas gadis itu menyukainya.
Tapi sayang justru membuat sang putri meninggalkan keluarganya, ayah Casey tidak tahu harus berbuat apa. Wajah yang tadinya terlihat ceria kini nampak kusut.
__ADS_1
Pria itu mengambil rokok dan menyalakannya, dia ke teras dan duduk di sana. Ayah Casey masih mengingat perbuatannya semalam, dia tidak terpikir kalau apa yang di lakukannya akan membuat Casey pergi.
Hotel
Casey masih masih berbaring di tempat tidur, badannya masih terasa lemas akibat gempuran ayahnya yang tiada henti. Gadis itu masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi semalam, bagaimana sang ayah begitu perkasa membuat dia berulang kali mengalami pelepasan.
Akhirnya Casey berpikir itu sebagai balas budi kepada papanya. Tapi untuk Zelo, dia tidak ingin melihatnya lagi. Seandainya pria itu datang, tidak mungkin ayahnya akan melakukan hal itu kepadanya.
Hari ini Casey tidak ingin kemana-mana, dia memikirkan apa yang akan dilakukan saat tinggal di Amerika.
Sementara di kediaman Zelo, terlihat pria itu baru saja bangun. Dia mengambil ponsel dan melihat begitu banyak panggilan dari Casey. Semalam sengaja dia tidak menjawab telepon gadis itu karena sedang berbincang dengan Sabino.
Sabino meminta bertemu dengan Zelo karena pria itu ada masalah dan tidak ada tempat untuk berbicara, lalu dia meminta tolong kepada Zelo untuk menemuinya.
Zelo mencoba menelepon Casey tapi nomor Casey tidak dapat dihubungi, dengan mengerutkan dahi dia melihat ke layar ponsel. ‘Kenapa tidak aktif?’ gumam pria itu sambil turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.
Langkahnya terhenti tatkla mendengar pintu di ketuk, Zelo membatalkan ke kamar mandi. Dia pergi membuka pintu dan melihat pelayan berdiri di hadapannya.
“Ada yang mencari Anda, Tuan.” Zelo mengerutkan dahi dan melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul 10:15am.
“Siapa yang mencariku?” tanya Zelo seraya berjalan keluar dari kamar.
“Teman, Anda,” jawab pelayan seraya ikut berjalan di belakang pria itu.
“Diaz? Ada apa?” tanya Zelo dengan heran, karena baru kali ini pria itu datang berkunjung ke rumahnya.
“Aku ingin bicara denganmu,” jawab Diaz dengan ketus. Sungguh pria itu ingin melayangkan pukulan di wajah Zelo, mengingat apa yang telah Casey ceritakan padanya.
“Apakah ada masalah?” Kembali Zelo bertanya sambil duduk di depan Diaz.
“Iya, ini tentang Casey,” sahut Diaz dengan menatap tajam kepada Zelo.
“Ada apa dengan Casey?” Wajah Zelo tampak tegang apalagi melihat sikap Diaz yang terlihat dingin.
“Apakah kamu mencintai Casey?” tanya Diaz dengan menatap mata Zelo.
“Tentu saja aku mencintai Casey,” jawab Zelo seraya berdiri dan melipat tangan di dadanya.
“Mencintai.” Diaz tertawa sinis dan ikut berdiri. “Kalau benar-benar mencintainya, kamu tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padanya.”
Kali ini wajah Zelo berubah lebih tegang lagi begitu mendengar perkataan Diaz. Dia ingin tahu apa yang sudah terjadi kepada kekasihnya.
“Apa yang terjadi kepada Casey?” tanya Zelo dengan wajah yang terlihat khawatir.
“Belasan kali Casey menelponmu semalam untuk minta tolong tapi kamu lebih mementingkan temanmu dari pada menyelamatkan Casey.” Zelo semakin tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Diaz.
__ADS_1
“Diaz, tolong jelaskan apa yang terjadi kepada Casey,” desak Zelo dengan geram sambil rahang terkatup rapat.
“Kamu mau tahu apa yang terjadi kepada Casey semalam?” tanya Diaz dengan sinis.
Diaz maju dan mendekatkan wajahnya di hadapan Zelo. “Casey di perkosa berulang kali oleh ayahnya,” ungkap Diaz dengan menahan amarahnya.
Zelo terkejut dengan melangkah mundur dia menatap Diaz. Zelo tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria itu, tidak mungkin seorang ayah memperkosa putrinya sendiri.
“Tidak … tidak … itu tidak mungkin, Diaz.” Berulang kali kata-kata itu keluar dari mulut Zelo sambil menggeleng-geleng kepala.
“Kamu tidak percaya?” Diaz mengeluarkan ponsel lalu membuka semua pesan yang sengaja Casey kirim kepadanya. “Baca!” Diaz menyodorkan ponselnya kepada Zelo.
‘Diaz, aku harus pergi jauh. Tadi malam dua orang pria membuat aku sangat kecewa. Kedua pria itu adalah, ayahku dan kekasihku.
‘Kamu tahu, Diaz? Tadi malam ayahku memperkosa aku. Dan Zelo tidak sanggup menyelamatkanku, dia terlalu sibuk bersama sahabatnya sehingga belasan panggilanku tidak di jawab.
‘Tapi, Diaz. Aku menikmati apa yang di lakukan ayah padaku, dia sangat hebat di ranjang. Ayahku lebih perkasa dari Zelo, dia tahu cara membuat aku mengalami pelepasan yang luar biasa.
‘Entah berapa kali aku mencapai puncak kenikmatan, sehingga kain sprei menjadi basah. Sungguh ayahku sangat hebat. Sampai sekarang aku masih merasakan kenikmatan itu.’
Casey sengaja menulis kata-kata seperti itu untuk menyakiti Zelo agar pria itu tidak mencarinya lagi. Casey tidak ingin berhubungan lagi dengan Zelo.
Saat Zelo membaca semua pesan Casey yang di kirimkan kepada Diaz, dia terduduk lemas di sofa. Nampak penyesalan di wajahnya. Kenapa dia tidak menjawab telepon Casey, sungguh Zelo merasa tidak berguna menjadi kekasih gadis itu.
“Dimana Casey sekarang?” tanya Zelo dengan suara pelan.
“Aku tidak tahu, dia hanya mengatakan kalau ingin meninggalkanmu juga keluarganya,” jawab Diaz seraya ikut duduk.
Zelo tertunduk, hatinya terasa sakit mendengar Casey diperkosa ayahnya sendiri. Lebih lagi gadis itu meninggalkan dirinya. Wajah Zelo menjadi merah, dia terlihat sangat marah.
“Aku memang tidak berguna.” Zelo mengambil Asbak yang ada di meja dan membantingnya di lantai hingga pecah.
Diaz terkejut dan bangkit berdiri, dia tidak ingin berlama-lama di kediaman Zelo. Pikirnya yang penting apa yang diminta Casey sudah dia laksanakan. Diaz langsung pamit lalu meninggalkan pria itu sendiri.
Begitu Diaz pergi Zelo langsung ke kamarnya, dia membanting ponsel di lantai dan berteriak. Zelo menyesal kenapa tidak menjawab telepon Casey.
“Aku bodoh,” umpat Zelo seraya memungut ponsel dari lantai dan membantingnya lagi.
“Aku akan menghajar pria itu.” Zelo keluar dari kamar dan mengambil kunci mobil, dia langsung meluncur ke apartemen Casey.
Tidak berselang lama Zelo tiba, dia langsung berlari masuk ke gedung dan menuju ke apartemen Casey. Zelo mengetuk pintu berulang kali tapi tidak ada jawaban.
Pikirnya ayah Casey masih berada di apartemen, dia tidak tahu pria itu sudah kembali ke negaranya. Zelo akhirnya kembali ke rumah, dia mengambil ponsel yang satu lalu mencoba menghubungi Casey tapi telepon gadis itu tidak aktif.
Zelo tidak tahu harus mencari Casey kemana, dia berjalan mondar-mandir di kamar dan mengumpat dirinya sendiri.
__ADS_1