Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Sudah memaafkanmu


__ADS_3

Di kamar yang mewah terlihat seorang wanita dan pria sedang saling tatap mata, mereka adalah Casey dan Zelo. Jossie membujuk pria itu agar mau menemui Casey yang awalnya menolak untuk bertemu dengan sang mantan.


Kini Casey dan Zelo berdiri dengan jarak yang begitu dekat, saling tatap mata menunggu siapa yang akan memulai pembicaraan. Sampai akhirnya Zelo meraih tangan sang mantan, dengan wajah penuh kesedihan dia berlutut di depan Casey.


“Maafkan aku.” Dua kalimat itu yang keluar dari bibir Zelo dengan rasa penuh penyesalan dan kepala tertunduk


Teringat dia menampar Casey begitu keras membuat hatinya sakit sudah memperlakukan oran yang sangat dicintainya begitu kasar, tak terasa airmata menetes jatuh di atas karpet kamar. Selama ini dia mengurung diri di kamar menyesali apa yang sudah dia perbuat kepada wanita itu.


Melihat Zelo berlutut, dengan cepat dia menarik pria itu untuk berdiri, Casey menangkup kedua pipi Zelo dan menatap nanar mata sang mantan. Kesedihan yang begitu dalam terpancar di sana.


“Zelo, aku sudah memaafkanmu juga tidak marah.” Sambil berucap dia menyeka airmata yang jatuh di pipi pria itu.


Casey menarik Zelo dan mengajak duduk pria itu di sofa, Ia tak tega melihat keadaan sang mantan seperti ini. Casey menjadi sedih, walau bagaimana’pun Zelo pernah hadir dalam hidupnya.


“Aku sangat mencintaimu.” Sambil berucap Zelo memegang pipi Casey dan menatap dengan sendu mata sang mantan.


“Jangan tinggalkan aku.” Zelo kembali berlutut dan memohoh kepada Casey.


Dia seperti ini karena Casey adalah cinta pertamanya, Zelo ingin berjuang untuk mendapatkan kembali wanita itu sehingga dia melakukan dengan cara apapun.


Sementara di tempat lain, Dany dan mantan Direktur sedang berbincang dengan beberapa anak buahnya. Kedua pria itu memarahi mereka karena tidak berhasil menculik Casey.


Kini Dany sedang merencanakan kembali untuk membunuh Casey sehingga dia mengundang mantan direktur untuk bertemu dengannya. Mereka tidak tahu Casey akan kembali ke Amerika besok pagi.


“Aku tidak ingin kalian gagal lagi, cegat mobilnya dan langsung tembak. Aku ingin dia mati,” perintah Dany kepada anak buah mereka.


“Kau awasi mereka.” Mantan direktu hanya menganggukkan kepala mendapat perintah dari Dany.

__ADS_1


Di kediaman tuan Moralez Casey dan Zelo masih berbincang-bincang di kamar pria itu, Casey terus berusaha memberi pengertian kepada sang mantan. Ternyata lebih mudah membujuk anak kecil dari pada orang dewasa.


“Zelo, jangan seperti ini, sudah berapa kali aku katakan padamu kalau aku tidak bisa meninggalkan Isaiah.” Zelo menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya dengan perkataan Casey.


Dia begitu yakin kalau Casey sangat mencintainya, dan Isaiah hanyalah pelarian Casey untuk melupakan dirinya. Tidak mungkin hubungan hampir empat tahun semudah itu sang mantan melupakannya.


“Kau berbohong, hampir empat tahun kita lalui suka dan duka, tidak mungkin semudah itu kau jatuh cinta kepada laki-laki lain.” Casey menarik napas panjang, nampak keputus asaannya menjelaskan kepada sang mantan.


“Zelo, lihat mataku. Adakah kebohongan disana?” Pria itu tidak ingin menatap mata Casey, dia memilih menundukkan kepala.


“Aku tidak ingin ada permusuhan di antara kita, biarkan aku dengan Isaiah dan kamu lanjutkan hidupmu.” Zelo hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Casey, sungguh saat ini dia belum iklas Casey dengan pria lain.


“Kau benar-benar mencintaiku?” Tidak ada suara hanya anggukan kepala menjawab pertanyaan Casey.


“Kalau memang kau mencintaiku, lepaskan aku dan jalani hidupmu. Mencintai bukan kau harus memiliki diriku.” Casey menangkup kedua pipi Zelo dan menatap mata pria itu yang terlihat begitu sayu.


“Bukankah cinta harus diperjuangkan?” Seraya berucap Zelo memegang tangan Casey yang menempel di kedua pipinya.


“Jadi kau benar-benar tidak mencintaiku lagi?” tanya Zelo dengan wajah yang begitu sedih.


“Zelo, aku harap kau mengerti. Saat ini yang ada di hatiku hanyalah Isaiah, satu tahun dia berada di sisiku dimana aku berjuang untuk melupakan apa yang terjadi padaku.”


Hampir empat tahun hubungan yang mereka jalani tentu saja sulit untuk di lupakan, teringat bagaimana Casey terus berusaha melupakan Zelo serta kejadian yang menimpanya dan hanya Isaiah lah yang selalu berada di sisi wanita itu di saat Wesley harus pergi ke Jerman.


Melihat betapa Isaiah memperhatikan dirinya, disitu Casey membuka hatinya untuk pria itu. Awalnya Casey berpikir kalau Isaiah tidak tertarik padanya, tapi seiring waktu berjalan Ia melihat bahwa perhatian Isaiah padanya sungguh luar biasa yang akhirnya membuat Casey jatuh cinta.


Kepribadian Isaiah memantapkan Casey menerima lamaran pria itu bahkan tidak menolak di ajak menikah. Pikir Casey, Isaiah adalah tempat terakhir cintanya berlabu.

__ADS_1


“Zelo, aku yakin kamu pasti bisa asalkan kamu mau membuka hati untuk wanita. Seperti aku membuka hatiku untuk Isaiah dan akhirnya semua berhasil. Lihat masa depanmu.” Casey terus membuka pikiran Zelo, dia tidak ingin pria itu terlalu terobsesi kepadanya.


Saat ini yang Casey lihat di diri Zelo bukanlah cinta tapi sebuah obsesi untuk memiliki, yang terpenting dia nyaman dan suka tanpa berpikir apakah pasangan itu bahagia atau tidak.


Ini adalah pemikiran yang egois buat Casey bagaimana memaksakan suatu hubungan yang baginya sama sekali sudah tidak rasa lagi alias hambar, bukankah hubungan seperti itu tidak sehat dan hanya akan saling menyakiti.


Zelo hanya menganggukkan kepala saat mendengar ucapan Casey, dia tidak akan memaksakan lagi perasaannya. Zelo memegang kedua pipi Casey dan mencium bibir wanita itu.


Casey yang mendapat serangan mendadak itu dibuatnya terkejut, matanya membulat merasakan bibir Zelo menempel di bibirnya. Ingin menolak tapi kedua tangan Zelo begitu kuat menahan pipinya.


Casey membalas ciuma Zelo, pikirnya ini yang terakhir kali dia berciuman dengan sang mantan dan akhirnya wanita itu menghentikan ciuman sepihak. Casey berdiri lalu mengecup kedua pipi Zelo.


“Aku harus pergi, seperti yang aku katakan lanjutkan hidupmu.” Casey melepaskan tangan Zelo lalu meninggalkan kamar pria itu.


Casey kembali ke ruang utama menemui Isaiah dan tuan Moralez serta istrinya, Ia tersenyum kepada mereka bertiga lalu duduk di samping sang kekasih.


Sementara di dalam kamar, Zelo memikirkan apa yang Casey nasehatkan kepadanya. Pria itu berdiri dan pergi ke walk in closet, dia membuka laci dan mengeluarkan sebuah kalung dengan buah berbentuk kotak serta isi di dalamnya foto dia dan adiknya.


Dia mengusap sang adik yang di dalam foto itu lalu airmata menetes di pipinya, kini Zelo berpikir dia akan ke Amerika ada suatu rencana yang terbesit di pikirannya.


Zelo tidak akan mengerjar Casey lagi, dan tak ingin menghancurkan hubungan sang mantan dengan kekasihnya tapi ada suatu rencana yang dia sudah susun.


Di ruang utama Casey dan Isaiah masih berbincang-bincang dengan tuan Moralez dan istrinya, saat Casey kembali dari kamar Zelo nyonya Alvin menanyakan kondisi putranya karena semenjak pasca penculikan itu Zelo banyak berdiam diri di kamar.


“Dia baik-baik saja, aku memberikan pengertian padanya dan akhirnya Zelo mau menerimanya.” Tuan Moralez dan istrinya terlihat lega mendengar penjelasan Casey.


“Syukurlah kalau begitu, aku merasa tenang,” ucap nyonya Alvin dengan menggenggam tangan suaminya.

__ADS_1


“Baiklah, sudah larut malam. Sebaiknya aku dan Isaiah pamit undur diri, terima kasih sudah menerima kami.” Sambil berdiri Casey kembali menyalami tuan Moralez dan istrinya, begitu juga dengan Isaiah.


Tuan Moralez dan istrinya mengantar Casey dan Isaiah sampai depan rumah dan kembali mengucapkan terima kasih kepada Casey yang sudah mau menemui putra mereka.


__ADS_2