
Selama di rumah sakit Zelo tidak pernah meninggalkan Casey, dia selalu menamani gadis itu. Zelo bahkan mengorbankan beberapa mata kuliah hanya untuk Casey, dia benar-benar sudah jatuh cinta kepada wanita itu.
Akhirnya Casey sudah bisa pulang, Zelo membantu mengemas barang gadis itu dan membawanya ke mobil. Zelo mengantar Casey ke tempat tinggalnya, saat tiba pria itu membawa tas milik Casey ke apartemen.
“Oh ya, aku akan memesan makanan. Kamu mau makan apa?” tanya Zelo seraya meletakan barang di lantai.
“Apa saja, yang penting bisa dimakan,” jawab Casey dengan bercanda lalu pria itu tertawa dan menggelengkan kepala.
Casey mengambil tasnya dan membawa ke kamar, dia membuka gorden dan pintu arah ke terasa kemudian menghirup udara segar sambil mata tertuju ke pantai. Kembali gadis itu teringat Jaime dan Orland, apakah Jaime berhasil memperkosaku? Wajah Casey berubah sedih lalu terdengar Zelo memanggilnya.
Casey menemui Zelo dan melihat pria itu sedang mengatur makanan, dia tersenyum dan membantu mengambil piring lalu meletakan di atas meja. Terdengar pintu di ketuk, Zelo menatap Casey dengan mengernyitkan.
“Aku saja yang membukanya,” ujar Zelo kemudian dia berjalan ke depan dan mengintip dari lubang kecil. Zelo tersenyum dan membuka pintu.
“Bagaimana kabar Casey?” tanya Diaz seraya masuk di ikuti Anna dan Hernand.
“Sudah membaik,” jawab Zelo sambil berjalan di dekat Hernand dan melirik pria itu. Berharap bisa berduaan dengan Casey tapi malah teman-temannya datang. Hernand tertawa melihat mimik wajah Zelo.
“Maaf mengganggu,” bisik Hernand lalu Zelo menyikut lengan pria itu. Hernand tertawa lebar sehingga Casey menatapnya dengan heran.
“Kenapa?” tanya Casey kepada Hernand seraya mata melirik kepada Zelo.
“Um, tidak apa-apa,” jawab Hernand seraya menggelengkan kepala lalu dia tersenyum kepada Zelo.
“Sayang sekali, aku memesan makanan hanya untukku dan Casey. Kalau tahu kalian akan datang pastiku pesan lebih.” Casey menahan senyum melihat Zelo, dia tahu pria itu sebenarnya ingin berdua dengannya.
“Tidak apa-apa, nanti aku pesan lagi,” ujar gadis itu kemudian dia mengambil ponsel dan memesan makanan lewat online.
“Oh ya, Casey. Besok kamu masuk kuliah?” tanya Anna seraya duduk dan memperhatikan gadis itu mengambil piring dan meletakan di meja.
“Iya, beberapa hari tidak masuk aku sudah ketinggalan.” Casey duduk dan menatap Anna. “Apakah ada yang tahu tentang yang terjadi denganku?” Anna tersenyum dan menggelengkan kepala kemudian memegang tangan gadis itu.
“Kamu jangan khawatir, tidak ada satu orang’pun yang tahu kejadian yang menimpa dirimu. Kami merahasiakannya.” Wajah gadis itu berubah tenang tapi dia berpikir Jaime dan Orland pasti akan menyebarkan kepada orang-orang di kampus.
“Bisa saja Jaime dan Orland …” Gadis itu terhenti bicara dan menunduk.
“Casey, Jaime dan Orland tidak akan mungkin mengatakan kepada orang di kampus kalau mereka menculikmu.” Casey berusaha tersenyum dan menganggukan kepala lalu terdengar pintu di ketuk.
Casey pergi membuka pintu kemudian dia tersenyum kepada pengantar pesanannya. Gadis itu membayar kemudian mengatur makanan itu di meja. Casey pergi ke teras dan memanggil Zelo, Diaz juga Hernand untuk makan.
__ADS_1
Hernand memperhatikan Zelo yang selalu melirik kepada Casey, dia menginjak kaki pria itu kemudian tertawa. Anna dan Casey saling tatap melihat Zelo dan Hernand lalu Anna tersenyum.
Selesai makan Casey dan Anna mengangkat piring kotor dan mencucinya. Kembali mereka duduk di teras dan berbincang-bincang. Casey tidak mau lagi membahas apa yang terjadi padanya, dia meminta mereka untuk tidak mengatakan kepada siapapun.
“Kamu tenang saja, Casey. Tidak mungkin kami menyebarkan apa yang menimpamu,” ujar Anna seraya memegang tangan Casey. “Wanita yang membantu menunjukan tempat itu juga sudah berjanji akan merahasiakannya.
“Terima kasih,” ucap Casey seraya menatap Zelo dan berusaha tersenyum.
“Baiklah, aku pergi sekarang,” ujar Hernand seraya berdiri dan melirik kepada Zelo. “Aku tidak ingin mengganggu kesenangan mereka berdua.” Anna dan Diaz tertawa, mereka juga tahu Zelo sangat menyukai Casey.
“Aku juga.” Anna ikut berdiri di ikuti Diaz dan berpamitan, Casey dan Zelo menjadi bingung melihat ketiga sahabatnya.
“Kalau begitu aku juga pergi,” ujar Zelo seraya berdiri lalu Hernand menekan punggung Zelo sehingga pria itu terduduk kembali.
“Kamu akan meninggalkan Casey sendiri?” Zelo menjadi gagap dia tidak tahu harus bicara apa, pria itu hanya menatap Hernand dan tersenyum simpul kepada temannya itu.
Perginya mereka Zelo hanya diam membisu, kali ini pria itu menjadi gugup di depan Casey padahal dia sudah sering bersama gadis itu. Begitu juga dengan Casey dia tidak tahu harus bicara apa.
“Um …” Secara bersamaan mereka bersuara lalu Zelo tertawa.
“Apa yang ingin kamu katakan?” tanya Zelo sambil mata memandang ke pantai.
“Kamu bisa sendiri?” tanya Zelo dengan menatap mata Casey, sebenarnya pria itu senang sekali kalau Casey mengajaknya tidur di tempat tinggalnya. Dia berpikir ini kesempatan buatnya untuk lebih dekat lagi dengan Casey.
“Um … aku tidak tahu,” jawab Casey dengan mengalihkan pandangannya ke pantai.
“Kalau kamu masih takut sendiri aku akan tidur di sini.” Gadis itu menganggukan kepala, dia merasa tenang ada yang menemaninya.
“Terima kasih,” ucap Casey lalu dia mengambil bantal juga selimut dan memberikannya kepada pria itu.
Hari semakin larut malam akhirnya Casey masuk ke kamar dan merebahkan diri di kasur. Begitu juga dengan Zelo, dia menghempaskan tubuh di tempat tidur dan memejamkan mata. Pria itu membayangkan wajah gadis itu lalu tersenyum sendiri.
Casey terlihat gelisah, dia mencoba menutup mata tapi tidak bisa tertidur. Gadis itu bangun dan pergi ke kamar yang di tempati oleh Zelo, dia membuka pintu dan melihat pria itu tidur tidak memakai kaos.
Casey masuk lalu duduk di sisi tempat tidur dan memperhatikan Zelo yang sudah tertidur pulas, ingin membangunkannya tapi akhirnya dia berdiri. Langkah terhenti saat mendengar suara pria itu.
“Kenapa belum tidur?” tanya Zelo lalu Casey memutar tubuhnya menghadap pria itu dan kembali duduk.
“Aku tidak bisa tidur,” jawab Casey dengan wajah tertunduk. Zelo bangun kemudian memakai kaos, dia menggeser tubuhnya dan menarik tangan Casey.
__ADS_1
“Ayo tidur sini.” Casey berbaring di samping Zelo kemudian meletakan kepalanya di lengan pria itu. Zelo memakaikan selimut dan memeluknya dari belakang, Casey memejamkan mata lalu dia tertidur.
Pagi hari Zelo membuka matanya dan melihat Casey masih tertidur pulas, dia tersenyum dan membelai pipi gadis itu. Merasa ada yang menyentuhnya Casey membuka mata dan menatap Zelo.
Mereka berdua saling bertatap mata lalu Zelo mencium bibir gadis itu. Casey terkejut, dia mengkerutkan dahi dan memejamkan mata.
Casey membiarkan Zelo mencium bibirnya, ini pertama kali bibirnya di cium oleh lelaki. Dia mulai membalas ciuman Zelo dan membelai rambut pria itu.
Zelo menindih tubuh Casey dan kembali mencium bibir gadis itu, mereka saling berciuman dan memainkan lidah. Casey merasakan suatu benda menonjol di bawah lalu dia mendorong tubuh pria itu dengan pelan.
“Maaf,” ujar Zelo seraya turun dari atas tubuh Casey dan berbaring di samping gadis itu.
Casey hanya tersenyum kemudian dia bangun dan duduk di sisi tempat tidur. Zelo juga bangun kemudian dia memegang tangan gadis itu.
“Aku mencintaimu,” ucap Zelo lalu Casey menatap pria itu. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
“Kamu mencintaiku?” Zelo menganggukan kepala. “Benarkah?” tanya Casey dengan mengeryitkan dahinya.
“Iya,” jawab Zelo kemudian dia memegang kedua pipi gadis itu dan menatap matanya. “Jangan tanya kenapa aku mencintaimu karena aku tidak tahu jawabannya.” Casey tertawa kemudian dia berdiri dan menatap pria itu.
“Kamu mencintaiku sekalipun Jaime sudah menyentuhku?” Zelo ikut berdiri kemudian memegang kembali kedua pipi gadis itu.
“Aku tidak perduli, sekalipun Jaime dan Orlando berhasil menyentuhmu aku tetap mencintaimu,” jawab Zelo kemudian dia mencium kembali bibir gadis itu.
Mereka berdua kembali saling berciuman lalu Casey melingkarkan kedua tangannya di punggung Zelo dan membalas ciuman pria itu.
“Aku sangat mencintaimu,” ucap Zelo dengan membelai pipi gadis itu.
“Aku juga mencintaimu.” Zelo tersenyum, dia merasa bahagia karena gadis itu mencintainya. Kembali dia memeluknya dengan erat.
Sebenarnya Casey belum mencintai Zelo, dia sama sekali tidak ada perasaan apa-apa kepada pria itu. Casey hanya ingin menghargai Zelo dengan membalas mengucapkan kata cinta, dia tidak ingin mengecewakan Zelo dengan menolaknya.
Casey akan berusaha untuk mencintai pria itu karena sudah banyak menolong dirinya, kalau tidak ada Zelo entah apa yang akan terjadi padanya.
Jangan lupa like dan komentar ya.
Terima kasih.
Selamat membaca
__ADS_1