
Sebuah pesawat mendarat di Valencia Airport, seorang gadis berdiri di depan pintu dan menghirup udara segar setelah melakukan penerbangan selama 2 jam. Dia memperhatikan bandara itu dan tersenyum.
‘Ah … akhirnya tiba juga di negara ini. Gumamnya seraya turun dari pesawat dan memperhatikan para petugas bandara yang sedang mondar mandir di lapangan mengerjakan tugas mereka. Dia menarik koper dan berjalan ke arah pintu kedatangan, gadis itu harus melewati petugas imigrasi untuk mendapatkan stamp di paspornya.
Kembali dia menarik koper lalu pergi ke toilet, kepala tertunduk memperhatikan ponsel tanpa melihat kalau di depan ada juga seorang pria sedang berjalan dan akhirnya mereka bertabrakan sehingga ponsel gadis itu terjatuh.
“Shit …” umpat gadis itu tanpa memandang pria yang ada di depannya.
“Maaf. Aku terburu-buru,” ucap pria itu seraya bersamaan membungkuk ingin mengambil ponsel yang jatuh.
Gadis itu menarik napas sambil memperhatikan ponselnya. ‘Untung saja tidak pecah,’ katanya dalam hati kemudian dia menatap pria itu.
“Tidak apa-apa, permisi.” Gadis itu langsung menarik koper dan pergi, sedangkan pria itu tertegun menatap kecantikannya. Kemudian dia berjalan menuju ke pintu kedatangan.
Pria itu berdiri di depan menunggu jemputan kemudian matanya melihat gadis yang bertabrakan dengannya, ‘dia sangat cantik.’ Gumamnya lalu terdengar bunyi klatson mobil.
Pria itu langsung naik dan meninggalkan airport sedangkan gadis itu masih menunggu jemputan. Tidak lama kemudian mobilnya datang, dia tersenyum dan menyapa sopir lalu mereka meninggalkan bandara.
Sepanjang jalan dia memperhatikan dan mengagumi bangunan-bangunan yang ada di kota itu, tidak lama kemudian mereka tiba di apartemen. Gadis itu turun dan berlari ke pantai sedangkan sopir mengangkat koper lalu membawanya ke dalam.
Apartemen milik orang tuanya hanya berjarak 70m dari pantai, dia terlihat sangat senang dan menceburkan diri di air. Sopir hanya menggeleng-gelengkan kepala kemudian dia memanggil gadis itu.
“Casey, ini kunci apartemen dan mobil. Aku harus kembali sekarang.” Gadis itu keluar dari air dan menemui sopir.
“Terima kasih,” ucap Casey lalu sopir tersenyum dan meninggalkan gadis itu.
Dengan tubuh yang basah gadis itu masuk ke apartemen menuju kamar mandi, tidak lama kemudian dia keluar dengan hanya berbalutkan handuk. Casey mengambil ponsel dan menghubungi kedua orang tuanya, panggilan tersambung lalu terdengar suara sang adik.
“Hi, Casey. Kamu sudah tibah?” gadis itu tersenyum mendengar suara Robby.
__ADS_1
“Iya, aku baru saja tiba,” jawab Casey dengan merebahkan tubuhnya di kasur.
“Jangan lupa, selalu memberi kabar padaku.” Casey tertawa dan memindahkan ponsel ke telingah satunya.
“Tentu saja, Adikku. Aku akan selalu meneleponmu, ah … baru saja beberapa jam aku sudah rindu padamu.” Terdengar tawa sang adik di seberang telepon.
“Aku juga, Casey. Pokoknya setiap libur kamu harus pulang,” ujar Robby lalu Casey tersenyum, dia bangun dan duduk di sisi tempat tidur.
“Tentu saja, baiklah. Nanti aku telepon lagi. Aku menyayangimu,” ucap gadis itu seraya berdiri dan berjalan ke depan jendela.
“Aku juga menyayangimu.” Casey menutup telepon dan tersenyum kemudian dia membuka koper mengambil pakaian.
Sementara pria yang bertabrakan dengan gadis itu juga tiba di rumah, dia memperhatikan rumah yang begitu besar dan mewah kemudian masuk. Beberapa pelayan dan pengawal menyambutnya.
“Selamat datang, Tuan Zelo.” Pria itu tersenyum dan menganggukan kepala.
“Terima kasih,” ucapnya sambil berjalan pergi ke kamar. Tanpa mandi dia menghempaskan tubuhnya di kasur dan memejamkan mata.
Kembali dia duduk di tempat tidur dan memperhatikan layar laptop, dia mencari informasi tentang Universitas yang ada di kota itu. Zelo ingin mewujudkan keinginan sang ayah untuk menjadi seorang sarjana.
Dia mendaftar di salah satu universitas terkenal di kota Valencia dengan mengambil jurusan ekonomi bisnis sesuai yang diinginkan ayahnya. ‘Kampusnya sangat bagus, besok saja aku kesana.’ gumamnya sambil memperhatikan foto-foto di layar laptop.
Kembali Zelo merebahkan tubuhnya di kasur dan tidur, 10 jam penerbangan yang sangat melelahkan membuat pria itu tertidur pulas.
****
Matahari mulai keluar dari persembunyiannya, menyinari rerumputan dan dedaunan yang masih tertutup dengan embun. Terlihat seorang wanita sedang berlari- lari di pinggir pantai sambil menikmati udara segar di pagi hari.
Merasa lelah dia berhenti dan kembali ke apartemen, wajahnya yang cantik membuat banyak pria mengaguminya. Tapi sayang gadis itu sangat dingin kepada laki-laki, hanya orang-orang tertentu yang bisa dekat dengannya.
__ADS_1
Gadis itu bersiap-siap untuk pergi ke kampus, Casey ingin menyelesaikan beberapa administrasi di Universitas itu. Dia memakai celana jeans dan kemeja kemudian meninggalkan apartemen.
Sementara di rumah yang sangat mewah seorang pria masih tertidur pulas lalu terdengar pintu di ketuk. Dia berusaha membuka mata dan melihat jam di dinding, lelaki itu terkejut kemudian melompat turun dari tempat tidur.
Dia pergi membuka pintu dan melihat pelayan sudah berdiri di depan dengan membawa susu dan sarapan, Zelo menyuruh pelayan itu meletakan sarapannya di meja kemudian dia pergi mandi.
Dengan hanya menggunakan handuk dia keluar dari kamar mandi lalu meminum susu yang di bawah oleh pelayan. Zelo mengambil celana jeans juga kaos dan mengenakannya.
Pria itu keluar kamar dan mengambil kunci mobil, dia meninggalkan rumah menuju ke kampus. Sepanjang jalan dia mendengarkan lagu dan ikut bernyanyi sambil jemari bermain di stang stir.
Zelo tiba kemudian dia memarkirkan mobilnya, sebelum turun dia memperhatikan seorang gadis sedang berdiri di samping kendaraan.
“Bukankah dia yang bertabrakan denganku di bandara?” Pria itu tersenyum sendiri kemudian dia menyisir rambutnya. “Tidak disangka kita bertemu lagi di sini. Dia turun dari mobil dan memperhatikan gadis itu.
Sementara Casey, dia tidak tahu seorang pria sedang memperhatikannya. Gadis itu tampak tidak perduli dengan siapa saja yang menatapnya, banyak yang berpikir kalau Casey adalah wanita yang sombong.
Zelo terus mengamati Casey, dia bahkan berjalan di belakang gadis itu sambil memperhatikan tubuh indah dan seksi. Pria itu tersenyum, ingin menyapanya tapi ada perasaan takut.
Casey menuju ke kantor administrasi fakultas ekonomi begitu juga Zelo dia menuju ke tempat tersebut. ‘Oh ternyata jurusannya sama sepertiku,’ gumam pria itu seraya tetap berjalan di belakang Casey.
Mereka berdua tiba bersamaan lalu Zelo langsung mencari bagian administrasi begitu juga dengan Casey.
“Ada yang bisa di bantu?” tanya seorang petugas administrasi kepada Casey lalu gadis itu tersenyum.
“Iya, aku ingin menyerahkan bukti pembayaran lewat bank.” Gadis itu mengeluarkan secarik kertas dan memberikan kepada petugas.
“Mohon kartu identitas Anda.” Casey mengambil kartu indentitasnya dan menyerahkan kepada petugas itu.
Tidak lama kemudian petugas itu kembali dan memberikan kartu identitas kepada Casey. Gadis itu tersenyum mengambil kartunya kemudian meninggalkan ruang administrasi. Sepanjang jalan ke cafe dia memperhatikan kampus itu.
__ADS_1
‘Tidak salah aku memilih Universtas ini,’ gumam gadis itu seraya masuk ke cafe dan memesan teh juga kue. Dia duduk di pojok, matanya menatap orang masuk keluar di cafe itu.
Matanya tertuju kepada seorang pria yang baru saja masuk, sepertinya Casey pernah melihatnya tapi dia lupa dimana. Akhirnya dia tidak begitu tertarik memikirkannya. Casey mengeluarkan ponsel dari saku celana dan melihat media sosial miliknya.