Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Jangan sekarang


__ADS_3

Casey dan Isaiah tiba di Simon Bolivar International Airport, hampir enam jam penerbangan akhirnya mereka berdua tiba di kota Caracas Venezuela.


Dari airport Casey dan Isaiah langsung menuju ke hotel yang sudah dibooking oleh Isaiah. Setelah mendapatkan kartu akses masuk, mereka berdua langsung menuju ke kamar.


Isaiah meletakan koper di lantai kemudian melepaskan sepatu dan pergi ke kamar mandi sementara Casey merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu Isaiah.


Tidak berselang lama Isaiah keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggang, dia membuka koper dan mengeluarkan boxer ketat juga kaos.


Di depan Casey, Isaiah melepaskan handuk sehingga tubuhnya terlihat polos. Casey tersenyum melihat sang kekasih yang tidak memakai apa-apa lagi, dia memperhatikan milik Isaiah lalu berdiri dan menghampiri pria itu.


Casey memeluk Isaiah dari belakang dan mengecup punggung pria itu serta tangan membelai dada bidang berotot milik Isaiah.


“Jangan sekarang, nanti malam saja.” Casey terkekeh mendengar ucapan Isaiah lalu dia melepaskan pelukannya.


“Aku hanya ingin memelukmu,” ujar Casey seraya mengecup kembali punggung Isaiah. “Baiklah, aku mandi dulu.” Casey langsung masuk kamar mandi dan melepaskan semua pakaiannya lalu menyalakan shower.


Isaiah tersenyum memperhatikan Casey masuk ke kamar mandi, dia pergi berdiri di depan jendela dan memandang keluar melihat pemandangan kota Caracas.


Saat dia memalingkan wajahnya tanpa sengaja dia melihat Casey sedang melepaskan bathrobe, kini tubuh wanita itu tanpa berbalut apapun. Isaiah menelan saliva menatap tubuh polos Casey.


“Tubuhmu sangat indah,” puji Isaiah seraya berjalan menghampiri Casey yang sedang memakai bra.


Isaiah membelai lembut pipi Casey dan terus menatap tubuh yang hanya terbungkus dengan bra. Dia meletakan tangan satunya di pinggang Casey serta menariknya sehingga tubuh Casey menempel di dada bidangnya.


Mereka berdua saling bertatap mata, tangan sebelah menyelinapkan rambut panjang coklat itu ke telinga Casey lalu membelai bibir gadis itu dengan jari jempolnya.


“Kamu cantik sekali.” Napas Isaiah semakin berat dia terus menatap bibir Casey dan membelai dengan lembut pipi gadis itu.


Casey melingkarkan kedua tangan di pinggang Isaiah dan menatap dengan dalam mata pria itu, ingin sekali Casey mencium bibir Isaiah tapi dia menunggu sang kekasih memulainya lebih dulu.


Isaiah menatap Casey dengan kedua mata cokelatnya yang sangat meneduhkan, tatapannya begitu hangat dan tenang membuat hati Casey meleleh.


Isaiah memegang tengkuk Casey dan mendorongnya sehingga bibir mereka saling bertemu. Sambil mencium sang kekasih, tangannya yang hangat menyentuh pipi wanita itu.


Casey memejamkan mata dan mengalungkan kedua tangannya di punggung Isaiah, seketika darah mengalir di sekujur Casey saat Isaiah menggigit bibir waniat itu dengan lembut.


Tangan Isaiah turun ke bagian pinggang Casey dan merengkuh tubuh wanita itu agar semakin  merapat dengan badannya. Bibir hangat pria itu terus mengulum bibir Casey bahkan memasukan lidahnya ke dalam mulut sang kekasih.

__ADS_1


Casey membalas ciuman Isaiah dan memainkan lidahnya di dalam mulut pria itu, dia merasakan tangan sang kekasih meraba punggungnya sehingga membuat dara di sekujur tubuh gadis itu seperti mengalir dengan cepat.


Jemari lentik Casey mengusap punggung dan bahu Isaiah dengan perlahan serta menumpuhkan tangannya di bahu kekar itu saat ciuman mereka semakin intens dan tak berjedah.


Isaiah lebih menunduk dan mencium leher sang kekasih, memainkan lidahnya di sana serta mengecup dengan kuat sehingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana.


Kedua tangan Casey bertumpuh di bahu Isaiah, dia mengatur napas setelah pria itu melepaskan ciuman yang tak berjedah tadi. Casey merasakan bibir Isaiah kian berkelana di lehernya.


Tiba-tiba saja Casey merasakan tubuhnya melayang dan dihempaskan di ranjang, dia menatap sang kekasih yang sedang melepaskan kaos serta celana pendek lalu menindih tubuhnya.


Kembali Casey merasakan Isaiah mencium lehernya, dia mendongakan kepala agar pria itu lebih leluasa menjelajah area sensitifnya. Lenguhan terdengar di bibir gadis itu saat tangan Isaiah menyentuh salah satu dada Casey yang sudah mulai mengeras.


Napas Casey semakin berat saat ciuman Isaiah semakin dalam serta jari jempol pria itu memainkan dengan lembut puncak dada yang sudah keras.


Isaiah memainkan punca dada Casey secara silih berganti, terkadang di memelintirnya dengan lembut. Puas dengan leher kini bibir Isaiah turun ke dada wanita itu, dia mengecup dengan lembut kulit dada Casey sambil tangan meremas salah satu bukit yang tidak terlalu besar.


Casey memasukan jemari di rambut lebat Isaiah serta meremasnya saat jari sang kekasih membelai pahanya. Dia menikmati dengan apa yang di lakukan Isaiah di sekujuru tubuhnya.


Sementara Isaiah, tidak puas dengan hanya mengecup kulit dada Casey, kini dia mengulum salah satu bukit dan memainkan lidahnya di punca berwarna merah mudah  sambil jemarinya bermain di antara paha wanita itu.


Silih berganti dia memainkan dada sang kekasih, ini pertama kali baginya menikmati tubuh wanita. Merasa puas di bagian dada, kini Isaiah turun ke perut dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana.


Isaiah semakin turun ke bawa sehingga dia terdiam menatap indahnya suatu pemandangan yang akan memuaskannya. Dia membelainya dengan jari telunjuk lalu membuka paha Casey dengan lebar.


Tanpa berlama-lama Isaiah langsung membenamkan kepalanya di antara paha Casey, lidahnya dengan lembut membela inti gadis itu. Memainkan daerah yang sudah basah akibat jarinya yang jahil.


Casey merintih kenikmatan merasakan lidah Isaiah bermain-main di intinya, pinggangnya terangkat saat jemari tengah pria itu masuk ke dalam miliknya.


“Ah … Babe,” rintih Casey dengan meremas rambut Isaiah. Kakinya bergerak kesana-kemari tak tahan dengan basahnya lidah Isaiah menyapu area intinya.


Rasa geli, gatal, nikmat bercampur satu membuat Casey tidak tahan lagi. Ada sesuatu yang segera  ingin Ia lepaskan. Kembali pinggang Casey terangkat saat lidah Isaiah bermain dengan cepat. Mata terpejam, mulutnya terbuka dan napas terhenti tatkala dia mencapai puncak kenikmatan.


Napas Casey masih tidak beraturan, dia memegang pipi Isaiah saat pria itu menindih tubuhnya dan mencium bibir sang kekasih.


“Aku ingin memasukimu,” ujar Isaiah dengan membelai pipi Casey lalu gadis itu menganggukan kepala.


Isaiah langsung memposisikan tubuhnya, dia menegakan badannya lalu membuka paha Casey. Isaiah memegang miliknya yang sudah keras lalu mengarahkan ke inti wanita itu.

__ADS_1


“Ah … pelan-pelan, Babe. Aku merasakan sakit.” Setahun lebih tidak di gunakan, inti Casey menjadi sempit kembali sehingga milik Isaiah sulit untuk masuk.


Isaiah mencoba kembali menggali milik Casey, dia menekan pinggulnya dengan perlahan sambil mencium bibir sang kekasih. Terdengar lenguhan dari bibir Isaiah saat 21cm  berhasil membobol inti wanita itu.


“Ouw … ini sangat nikmat,” ucap Isaiah seraya menggerakan pinggulnya dengan perlahan sambil tangannya meremas salah satu gundukan milik Casey.


Casey merasakan milik Isaiah memenuhi miliknya, dia memejamkan mata dan menikmati setiap tusukan yang di lancarkan oleh sang kekasih.


“Lebih cepat lagi,” pinta Casey dengan wajah memohon.


Isaiah mengikuti permintaan Casey, dia menggerakan pinggulnya dengan tempo yang cepat sambil mencium bibir sang kekasih. Lidahnya bermain di dalam mulut Casey, tak tinggal tangan satunya memainkan punca dada wanita itu.


Casey tidak tahan lagi, dia mendorong tubuh Isaiah sehingga pria itu terbaring di sampingnya. Casey langsung naik ke atas tubuh Isaiah dan mengarahkan milik sang kekasih ke area intinya.


“Ah … Shi1t. Kamu nikmat sekali, Sweety.” Isaiah kembali meremas kedua gundukan yang menggantung di dada Casey dan melihat miliknya masuk keluar di inti wanita itu.


Keringat mengalir di tubuh mereka, dinginnya ac tidak di rasakan lagi karena panasnya gairah asmara yang semakin memuncak. Isaiah mengambil alih pekerjaan Casey, dia menindih tubuh gadis itu dan melakukan penyatuan kembali.


Casey menjerit kenikmatan tatkala Isaiah menghujamnya dengan kasar. Napas mereka berdua semakin memburu, Casey merasakan milik Isaiah semakin membesar di dalam di saat dia juga sudah mulai menandakan akan mengalami pelepasan.


Isaiah melingkarkan kedua tangan di punggung Casey dan menghentakan dengan kasar pinggulnya sehingga membuat Casey menancapkan kukunya di punggung pria itu.


“Aku ingin keluar,” bisik Isaiah dengan napas tertahan dan terus menggerakan pinggulnya dengan cepat.


“Keluarkan saja.” Casey meremas rambut Isaiah dan melingkarkan kedua kaki di pinggang pria itu.


Pinggang Casey terangkat, berulang kali tubuhnya tersentak saat mengalami pelepasan. Dia memeluk tubuh Isaiah dan mengerang kenikmatan di telinga pria itu.


Isaiah tidak berhenti, dia memeluk Casey dengan erat dan mengeluarkan cairan cintanya di dalam milik gadis itu. Dia menghentakan pinggulnya berulang kali melepaskan sisa-sisah kenikmatan.


Jantung mereka berdua berdetak tidak teratur, Isaiah menarik Casey untuk tidur di dada bidangnya serta membelai rambut gadis itu. Isaiah menari napas begitu dalam untuk menormalkan detak jantung lalu dia memejamkan mata.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2