
Akhirnya Asher mengikuti saran Alderic, dia membawa Chloe ke hotel. Begitu di kamar, Asher meletakan gadis itu dengan hati-hati di ranjang.
Chloe menggeliat, dia ingin muntah lalu Asher mengangkatnya dan membawa ke kamar mandi dan membantu memicit tengkuk gadis itu.
Selesai, kembali Asher mengantarnya ke tempat tidur dan membaringkannya. Dalam keadaan setengah sadar Chloe membelai pipi Asher.
"Kamu sangat tampan, kalau saja pria yang akan di jodohkan sepertimu aku tidak akan menolaknya." Asher terpekun mendengar celotehan mabuk dari Chloe.
"Apakah orang tuamu ingin menjodohkanmu?" tanya Asher dengan memakaikan selimut kepada Chloe.
"Iya, mereka ingin menjodohkanku dengan oria tua untuk menyelamatkan bisnis mereka," sahut Chloe dengan suara pelan sambil memejamkan mata.
Asher memperhatikan wajah cantik Chloe, dia mengatur rambut yang menutupi wajah gadis itu lalu tangan Chloe menahannya.
Dia berusaha bangun dan memeluk Asher serta mencium leher pria itu dengan penuh gairah. Asher mencoba menahan Chloe, karena dia tahu gadis ini sedang mabuk.
"Ayo, bercinta denganku. Aku ingin memberikan perawanku padamu daripada pria tua itu." Chloe berusaha kembali mencium leher Asher sambil tangannya membelai dada bidang yang masih terbungkus dengan kaos.
"Kalau kamu ingin, nanti saja kalau sudah sadar. Aku tidak mau melakukan saat kamu dalam keadaan mabuk." Asher melepaskan tangan gadis itu kemudian membaringkannya kembali.
Asher tidak mau mengambil keuntungan saat Chloe mabuk, lambat laun gadis itu mulai tertidur walaupun mulutnya masih mengigau.
Asher tersenyum sendiri mendengar celotehan dari bibir gadis itu, dia berdiri kemudian membuka tas, mencari dompet ingin melihat identitas Chloe.
Asher melihat kartu identitas Chloe dan membacanya. 'Chloe Leandre Levezque.' Asher melengkungkan bibirnya kemudian memasukan kembali dompet ke dalam tas lalu berbaring di sofa.
'Jaman sekarang masih ada saja perjodohan.' Asher merasa kasihan dengan gadis itu dan mulai menyukainya.
Keesokan pagi Asher terbangun dan melihat Chloe masih tertidur pulas, dia masuk kamar mandi dan membasuh wajahnya.
Kembali dia duduk di sofa sambil memeriksa ponsel, ada beberapa panggilan tak terjawab dari tuan Smith serta Casey. Asher tersenyum kemudian mengirim pesan kepada kedua orang yang disayanginya.
"Eugh." Terdengar lenguhan dari bibir Chloe, dia membuka mata dan memperhatikan sekelilingnya.
Mata Chloe membulat saat menyadari dia berada di kamar hotel, spontan dia membuka selimut dan menarik napas lega karena tubuhnya masih berbalut pakaian.
Asher terkekeh melihat reaksi Chloe dan menggeleng-gelengkan kepala, dia merasa lucu mungkin gadis itu berpikir Asher sudah menyentuhnya padahal semalam dia yang merayu pria itu agar bercinta dengannya.
"Sudah bangun?" Chloe menoleh ke suara itu dan mengerutkan dahi menatap Asher.
"Mengapa aku ada di hotel?" tanya Chloe dengan heran seraya turun dari tempat tidur.
"Semalam kamu mabuk dan pingsan, aku bingung mau mengantarmu kemana. Jadi aku bawa saja ke hotel." Chloe nampa memijit kepalany, sisa-sisa mabuk masih dirasakannya.
"Begitu ya, maaf sudah merepotkanmu." Sambil berucap Chloe pergi ke kamar mandi, dia menatap wajahnya lewat cermin kemudian menepuk jidatnya.
"Bagaimana bisa aku minum sebanyak itu." Chloe menggeleng-gelengkan kepala kemudian melepaskan pakaian dan menyalakan shower.
Dia merasakan segar saat air membasahi tubuhnya. 'Semoga semalam aku tidak berlaku bodoh' gumamnya sambil membersihkak sabun dari tubuhnya.
Sementara Asher masih menunggu Chloe sambil saling berbalas dengan Casey.
'Benarkah? Apakah dia cantik?' Asher tersenyum membaca pesan Casey, sebelumnya dia memberitahukan kepasa sang adik kalau dia bertemu dengan wanita di club.
'Iya, dia sangat cantik.' Asher membalas pesan Casey dengan menyertakan emotican mengedipkan sebelah mata.
'Kamu menyukainya' Kembali pesan Casey masuk, Asher terkekeh membacanya.
'Sepertinya, menurutmu bagaimana?' Asher ingin lihat apa tanggapan dari Casey mengenai Chloe.
__ADS_1
'Kalau dia wanita baik-baik, aku akan mendukungmu. Secepatnya perkenalkan padaku.' Pesan Casey di sertai emoticon tertawa.
Asher tertawa kembali kemudian memasukan ponsel ke saku celana saat melihat Chloe keluar dari kamar mandi. Dia berdiri dan menghampiri gadis itu, Asher ingin menggodanya mengingat semalam dia mengajaknya untuk bercinta.
"Apakah penawaranmu semalam masih berlaku?" Chloe menatap Asher dengan wajah kebingungan, dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Asher.
"Penawaran apa?" tanya Chloe, jantunganya berdetak dengan cepat saat Asher membelai pipinya.
"Semalam kamu mengajak ku untuk bercinta denganmu." Chloe membulatkan mata dengan sempurna, dia tidak percaya dengan omongan Asher.
"Benarkah?" Asher menganggukan kepala sambil jemari membelai bibir Chloe yang seksi itu.
"Aku tidak tahu." Chloe terlihat gugup dan melangkah mundur menghindar dari Asher.
"Kamu bilang, 'lebih baik menyerahkan perawanmu kepadaku dari pada pria tua itu.' Apakah kamu masih ingin menyerahkan kepadaku." Kembali Asher bertanya seraya berjalan menghampiri Chloe dan menarik wanita itu sehingga tidak ada jarak lagi dengannya.
Chloe meletakan kedua tangan di dada Asher menahan agar pria itu tidak terlalu menempel di tubuhya.
"Tapi itu aku dalam keadaan mabuk, aku tidak sadar dengan apa yang aku ucapkan," sahut Chloe dengan menarik mundur kepalanya karena Asher ingin mencium bibirnya.
"Biasanya kalau orang mabuk selalu berkata jujur, jadi kamu akan dijodohkan dengan pria yang sudah tua untuk menyelamatkan bisnis orang tuamu?" Chloe terdiam, dia menatap Asher dengan wajah senduh.
"Iya, tapi tolong lepaskan aku." Chloe berusaha melepaskan kedua tangan Asher yang melingkar di pingganya.
"Aku lebih nyaman memelukmu seperti ini. Bagaimana kalau kita melakukan seperti apa yang kamu tawarkan kepadaku semalam." Wajah Chloe memerah, dia begitu malu karena sudah menawarkan Asher untuk bercinta dengannya.
"Jangan lakukan itu." Kembali Chloe mendorong wajah Asher yang berusaha mencium lehernya, walaupun dia sudah mulai tertarik kepada Asher tapi Chloe menyembunyikannya.
"Ayolah, daripada kamu memberikannya kepada si tua bangka itu lebih baik berikan padaku." Awalnya Asher hanya ingin menggoda Chloe tapi entah mengapa dia ingin melakukannya dengan gadis ini.
"Pria itu akan membatalkan perjanjiannya apabila mendapati aku tidak perawan lagi," sahut Chloe dengan wajah memelas dan memohon kepada Asher untuk melepaskannya.
"Asher, jangan." Chloe mencoba menolaknya tapi Asher malah membaringkan dia di ranjang dan menindihnya. "Aku mohon, Asher. Ahh ...." Chloe membelalakan mata saat jemari Asher menyentuh intinya yang masih terbungkus dengan pantie.
"Aku akan bertanggung jawab," bisik Asher sambil tetap memainkan jemarinya di bawah sana.
Lama tidak melakukan hubungan membuat Asher tidak bisa menahan hasratnya, apalagi gadis itu masih perawan dan dia mulai menyukainya.
"Tapi, Asher." Chloe terhenti bicara saat Asher membekap mulut Chloe dengan bibirnya.
Asher sudah tidak perduli lagi dengan permohonan Chloe, dia ingin menjamah tubuh gadis itu. Jemarinya semakin genjar bermain di bawah sana.
Tubuh Chloe menggeliat merasakan kenikmatan yang baru kali ini dia rasakan, rintihan keluar dari bibirnya saat jemari Asher bermain dengan cepat di bawah sana. Tubuh Chloe melengkung dengan sempuran ketika mengalami pelepasan.
"Itu hanya bermain di luar, kamu akan merasakan kenikmatan yang luar biasa apabila milikku masuk di dalam intimu." Chloe hanya diam dan menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dia raih.
Asher melepaskan pakaian Chloe juga miliknya kemudian menjamah tubuh gadis itu. Kali ini Chloe tidak menolak, dia menikmati permainan dari Asher.
Dia tidak berpikir lagi masalah perjodohan itu, Chloe sudah tertarik kepada Asher dan ingin melakukan dengan pria ini.
"Ah ... Asher, sakit." Chloe merintih kesakitan saat milik Asher berusaha menerobos daerah intinya. Asher berhenti dan mencobanya kembali.
"Tahan saja, nanti setelah itu kamu akan merasakan kenikmatan." Sambil berucap Asher menghentakan pinggangnya sehingga membuat Chloe terkejut dan berteriak.
"Sakit ...." Dia meremas lengan Asher yang bertumpuh dimasing-masing sisinya dan memejamkan mata.
Sambil menggerakan pinggulnya Asher mencium bibir Chloe dengan lembut, dia berhasil membobol gawang gadis itu.
Sementata Chloe dia masih menahan rasa sakit itu, dia malu membuka mata untuk menatap Asher. Pasalnya mereka baru bertemu dan sudah melakukan hubungan itu.
__ADS_1
"Buka matamu dan tatap aku," pinta Asher dengan membelai lembut wajah Chloe.
Chloe membuka matanya dan menatap Asher, wajahnya bersemu merah saat mereka beradu pandang.
"Kamu tidak usah khawatir, aku akan bertanggung jawab," ujar Asher kemudian mencium bibir Chloe dan memainkan lidahnya di dalam mulut gadis itu sambil pinggul tetap bekerja naik turun.
"Ah, Asher?!" Chloe mulai merasakan kenikmatan itu, kembali dia memejamkan mata dan merasakan benda asing itu keluar masuk.
"Kamu suka?" tanya Asher dengan menggerakan pinggulnya sedikit cepat dan menekannya semakin dalam.
"Asher, sakit," rintih Chloe saat merasakan milik Asher terbenam semua di dalam intinya.
"Maaf, aku akan pelan-pelan." Kembali dia menggerakan pinggulnya maju mundur sambil mencium leher Chloe tidak ketinggalan tangan satunya meremas salah satu bukit yang menjadi favoritnya.
Kembali terdengar rintihan kenikmatan dari bibir Chloe, Asher semakin cepat menggerakan pinggulnya. Sementara Chloe dia merasakan sesuatu yang akan membludak dalam dirinya.
Meremas rambut Asher dan merintih, kakinya bergerak kesana kemari menahan kenikmatan itu. Asher tahu kalau Chloe akan mengalami pelepasan, dia menambah cepat gerakan pinggulnya sambil tangan memainkan puncu berwarna merah kecoklatan itu.
"Asher ...." Tubuh Chloe tersentak, dia mengalami pelepasan yang luar biasa.
Asher membiarkan Chloe memeluknya dengan erat dan merasakan euforia kenikmatan yang baru saja Chloe capai.
Asher masih merasakan tubuh Chloe tersentak melepaskan sisa kenikmatan. Dia mengecup bibir gadis itu dan kembali menggerakan pinggulnya.
Asher tidak bermain pelan, dia kini bermain dengan kasar. Bahkan Asher mengajarkan beberapa gaya bercinta kepada Chloe.
Gadis itu semakin mahir, bahkan dia bisa mengimbangi permainan Asher. Berbagai gaya dan posisi mereka lakukan. Kini keduanya terbaring lemas di ranjang. Keringat menempel di tubuh mereka, mengalami beberapa kali pelepasan membuat Asher dan Chloe malas untuk meninggalkan kamar.
"Kamu tidak menyesal?" tanya Asher dengan menarik Chloe agar merapat ke tubuhnya.
Chloe menggelengkan kepala dan meletakan kepalanya di dada Asher, dia masih tidak percaya dengan apa yang dia rasakan. Diusianya yang sudah dua puluh satu tahun Chloe tidak pernah berpacaran, Asher adalah pria pertama yang menyentuh tubuhnya.
Dia memejamkan mata dan masih merasakan kenikmatan yang dia raih berulang kali bersama Asher, entah mengapa dia merasakan sangat nyaman berada di pelukan pria ini.
Mungkinkah Chloe sudah jatuh cinta kepada Asher, tapi dia baru bertemu dengan pria itu. Chloe berharap perasaannya ini bukan cinta. Dia berpikir apa yang dilakukan dengan Asher hanyalah sebuah hubungan sementara karena dia akan segera kembali ke Lyon sedangkan Asher ke Houston.
Sementara Asher berpikir bahwa dia akan bertanggung jawab kepada Chloe karena sudah mengambil perawannya, walau dia tidak mencintainya tapi ada rasa suka dalam dirinya terhadap gadis itu.
Karena kelelahan mereka berdua tertidur kembali dengan posisi saling berpelukan dan telanjang.
****
Asher terbangun saat perutnya berbunyi, dia mengambil ponsel dan melihat jam sudah menujukan pukul 14:25pm. Dia memperhatikan Chloe yang masih tertidur pulas.
Perlahan Asher memindahkan kepala Chloe di bantal kemudian bangun dan pergi ke kamar mandi. Asher membersihkan tubuhnya lalu kembali ke kamar dan memperhatikan kasur yang terlihat berantakan.
Dia tersenyum saat melihat darah di atas sprei, Asher duduk di tepi ranjang kemudian membelai pipi Chloe. 'Dia sangat cantik,' gumam Asher kemudian mengecup lembut bibir gadis itu.
"Ehm ...." Chloe menggeliatkan badannya kemudian membuka mata menatap Asher. Dia menarik selimut dan menutupi wajahnya, Chloe terlihat sangat malu mengingat desahaan-desahaan yang keluar dari mulutnya saat menikmati permainan Asher.
Asher tertawa melihat tingkah Chloe yang baginya sangat menggemaskan, dia menarik selimut yang menutupi Chloe dan berbaring di samping gadis itu.
"Ayo bangun dan mandi, aku sangat lapar. Tadi terlalu banyak mengeluarkan tenaga memberikan kenikmatan padamu." Wajah Chloe kembali memerah kemudian mencubit perut Asher, dia sangat malu pria itu mengungkit saat mereka bertempur tadi.
"Jangan menggodaku, aku jadi malu." Suara manja Chloe membuat Asher ingin menggigit bibir gadis itu tapi dia menahannya, takut kalau tidak bisa menahan hasratnya.
"Baiklah, ayo bangun. Aku sangat lapar." Chloe turun dari tempat tidur, dengan tubuh telanjang dia pergi ke kamar mandi.
Asher memperhatikan tubuh seksi Chloe dan mengaguminya dalam hati. Dia berharap Chloe mau diajak ikut bersamanya ke Houston. Asher tidak akan membiarkan gadis itu menikah dengan pria yang dijodohkan oleh orang tuanya.
__ADS_1