
Chloe terbangun dan melihat Asher tidak ada di sampingnya, gadis itu duduk di tempat tidur dan memperhatikan tubuhnya yang masih telanjang. Di beberapa bagian terlihat tanda yang ditinggalkan oleh Asher.
Dia tersenyum dan merabah tanda itu serta mengingat bagaimana panasnya dia dan Asher bercinta, Chloe turun dari tempat tidur mengayunkan kaki ke kamar mandi serta menyalakan shower.
Memejamkan mata menikmati betapa segarnya air yang membasahi tubuhnya, mengambil spons serta menaburkan sabun sambil menggosok lembut tubuh seksi miliknya.
Terlalu menikmati sampai tidak tahu kalau Asher sudah berdiri di belakangnya, tersadar saat sebuah tangan melingkar di perutnya.
Chloe tidak menyingkirkan tangan itu karena sudah tahu pasti milik Asher. Dia tersenyum dan membiarkan pria itu mengecup punggungnya.
"Bukannya tadi sudah mandi?" tanya Chloe seraya memutar tubuhnya menghadap Asher serta membelai dada pria itu.
"Iya, tapi aku ingin mandi bersamamu sekalian melakukannya lagi."Asher begitu ketagihan dengan tubuh Chloe dan ingin mengurung gadis itu.
"Belum puas?" Asher menggelengkan kepala dan mengecup bibir Chloe.
"Aku tidak akan pernah puas dengan tubumu ini, selalu membangkitkan gairahku. Apalagi mengingat kamu berada di atasku, miliku ingin dipuaskan terus olehmu." Chloe tertawa dan mencubit perut Asher, dia sangat senang kalau Asher selalu menikmati bercinta dengannya.
"Kamu ingin kita melakukan disini?" Kembali Chloe bertanya sambil tangan turun ke bawah memegang benda yang sudah tegak berdiri.
"Iya, Sayang." Jantung Chloe langsung meletup mendengar Asher menyebutnya 'sayang'.
Mereka berciuman dan melakukan adegan panas itu di kamar mandi, Chloe selalu puas dengan permainan Asher.
Sementara di kediaman ayah tiri Chloe nampak pria itu sedang memarahi putranya karena belum berhasil menemukan Chloe.
"Pokoknya cari dia sampai ketemu, kalau tidak maka kita berdua akan habis. Kamu tahu sendiri undangan sudah tersebar." Kakak tiri Chloe hanya diam, dia juga sudah lelah mencari Chloe. Dia tidak tahu harus mencari kemana lagi gadis itu.
"Daddy sudah bertemu tuan Aubert?" tanya pria itu.
"Iya, dia juga sudah menyebarkan anak buahnya untuk mencari Chloe," sahut tuan Jules seraya duduk. "Apakah dia di sembunyikan oleh temannya?"
"Tidak mungkin, Dad. Dia tidak memiliki teman disini." Kembali kedua pria itu berpikir kira-kira dimana Chloe berada.
"Apakah kartu kreditnya tidak bisa daddy blokir?" Pria itu menggelengkan kepala dengan wajah memelas.
"Hanya ibunya yang bisa blokir," jawab tuan Jules dengan menarik napas dan menghembuskan dengan kasar.
"Aku rasa dia tidak tinggal di kota ini, Chloe pasti lari ke kota lain. Coba daddy minta tolong kepada tuan Aubert untuk memeriksa cctv di staisun kereta, bukankah dia pria yang bisa melakukan apa saja." Wajah tuan Jules langsung berubah senang, dia langsung berdiri dan menepuk punggung putranya.
"Ide yang bagus." Ayah tiri Chloe mengambil ponsel dan menghubungi tuan Aubert. Pria itu langsung mengutarakan ide putranya kepada tuan Aubert.
Pria tua yang ada di ujung telepon menerima baik ide itu, begitu telepon di tutup dia langsung menyuruh anak buahnya untuk pergi ke stasiun untuk memeriksa cctv, tuan Aubert berharap mereka mendapatkan petunjuk disana.
Tidak butuh waktu lama, mereka mendapatkan informasi lewat cctv kereta yang ditumpangi oleh Chloe, para anak buah langsung melaporkan kepada tuan Aubert kalau gadis itu pergi ke Paris.
Segera dia mengirim orang-orangnya untuk mencari Chloe di paris, pria tua itu juga menyewa seorang detektif ternama untuk menemukan gadis itu dan menyelidiki dia bersama dengan siapa disana.
Kembali ke kediaman Alderic, nampak Asher sedang berbaring di kasur bersama Chloe. Mereka berdua baru saja nenyelesaikan olahraga yang mendatangkan kenikmatan itu.
"Bagaimana bisa ayah kandung sendiri ingin menyerahkan putrinya kepada pria yang sudah tua."
"Dia bukan ayah kandungku," sela Chloe dengan mengangkat kepala dan menyanggah dengan tangannya sambil menatap Asher.
"Bukan ayah kandung? Lalu?" tanya Asher dengan mengerutkan dahi.
"Ayah tiriku, dia dan putranya hanya menumpang hidup kepada ibuku."
"Benarkah?" Chloe menganggukan kepala kemudian duduk di tempat tidur.
__ADS_1
"Aku akan menceritakan semuanya padamu."
Chloe menceritakan bagaimana akhirnya dia dan ibunya tinggal di Lyon.
Chloe dan ibunya berasal dari negara Austria, mereka adalah keluarga yang kaya di negara tersebut. Ayah Chloe memiliki beberapa perusahan di Austria tapi meninggal karena sakit.
Akhirnya perusahan itu di ambil alih oleh ibu Chloe, wanita itu tidak percaya kepada keluarga suaminya. saat liburan musim panas tahun lalu mereka berkunjung ke Paris untuk berlibur.
Saat mereka sedang mengunjungi tempat wisata itu, seseorang mencuri kamera dan ponsel milik Chloe tapi beruntung seorang pria yang sekarang mejadi kakak tiri Chloe datang membantu mengejar pencopet itu.
Pria itu berhasil mendapatkan ponsel serta kamera milik Chloe dan mengembalikannya kepada gadis itu. Sang ibu sangat berterima kasih kepada pria yang sudah membantu mereka.
Ibu Chloe mengajak pria itu untuk makan malam dan ternyata pria itu mengajak ayahnya untuk ikut bersama dia. Mereka saling berkenalan di sebuah restoran ternama yang ada di kota paris.
Pria yang bernama Jules itu menawarkan kepada ibu Chloe untuk membuka bisnis di kota Lyon, dia meyakinkan wanita itu bahwa peluang bisnis di kota itu sangat besar.
Ibu Chloe sangat tertarik, saat liburan selesai Chloe kembali ke Austria karena sudah mulai kulia sementara sang ibu pergi ke Lyon untuk melihat apakah yang dikatakan oleh kedua pria itu benar atau tidak.
Saat di Lyon wanita itu tertarik untuk membuka cabang perusahan di kota itu. Awalnya Chloe tidak setuju karena dia curiga kedua pria itu hanya ingin memanfaatkan ibunya.
Dua bulan wanita itu berada di Lyon, Chloe mendapatkan kabar kalau ibunya akan menikah dengan tuan Jules. Gadis itu menentang dengan keras keputusan ibunya.
Bahkan dia tidak hadir saat pernikahan itu dilaksanakan, hubungan ibu dan anak menjadi renggang. Chloe sama sekali tidak ingin melihat ibunya lagi.
Berbulan-bulan mereka berdua saling tidak memberi kabar, Chloe bahkan tidak perduli lagi dengan ibunya sampai pada akhirnya dia mendapatkan kabar satu bulan yang lalu kalau ibunya meninggal karena serangan jantung.
Itu awal mulanya Chloe berada di kota Lyon menghadiri pemakaman ibunya, disitu juga tuan Aubert bertemu dengan Chloe dan langsung tertarik dengan gadis itu.
Awalnya Chloe segera ingin kembali ke Austria tapi pengacar ibunya menahan dia untuk pembacaan surat wasiat. Setelah menunggu dua minggu atas kematian ibunya, akhirnya tiba pembacaan surat wasiat.
Dimana perusahan sang ibu diberikan kuasa penuh kepada Chloe, begitu juga Mansion yang di beli oleh ibunya diberikan kepada gadis itu.
Yang membuat Chloe lebih heran lagi, perusahan yang diwariskan kepadanya memiliki hutang yang banyak kepada tuan Aubert sehingga ayah tirinya ingin menyerahkan Chloe kepada pria tua itu.
Saat Chloe menceritakan semuanya kepada Asher, nampak pria itu mengerutkan dahi. Ada sesuatu yang membuat dia curiga kepada ayah tiri Chloe.
"Apakah ibumu memiliki riwayat penyakit jantung?" tanya Asher dengan mengusap airmata Chloe.
"Tidak, ibuku seorang vegetarian. Dia juga senang berolahraga." Asher mengangguk-anggukan kepala sambil menggaruk dagunya yang tidak gatal.
"Jangan-jangan ibumu di racun oleh kedua orang itu." Chloe menatap sayu kepada Asher dan berpikir apa yang dikatakan Asher sama dengan kecurigaannya.
"Aku juga berpikir seperti itu, mungkin ibuku di racun." Chloe tertunduk, ada penyesalan mengapa dia tidak tinggal bersama dengan ibunya.
Asher memperhatikan Chloe, dia merasa kasihan kepada gadis itu, Asher bisa merasakan bagaimana tidak memiliki orang tua.
"Jangan bersedih, aku akan menyelidiki kematian ibumu. Mengenai pria tua itu, dia pasti tidak akan berhenti untuk mencarikmu." Chloe juga berpikir seperti itu, karena dia tahu siapa tuan Aubert.
"Aku ingin kembali ke negaraku." Asher menggelengkan kepala, dia tidak ingin gadis ini meninggalkan dirinya.
"Kamu akan meninggalkanku?" tanya Asher dengan membelai pipi Chloe dan menatap sendu gadis itu.
"Lalu aku harus bagaimana? Tidak mungkin tinggal disini sementara tidak ada satu'pun yang aku kenal. Semua keluargaku berada di Austria." Asher menarik Chloe untuk duduk di atas perutnya.
"Tinggal bersamaku, kita ke Houston." Chloe berpikir sejenak sambil membelai dada Asher yang tidak memakai apa-apa.
"Bagaimana dengan perusahan orang tuaku di Austria juga disini?" tanya Chloe sambil berbaring di atas tubuh Asher.
"Kamu tidak usah khawatir, aku akan mengurus perusahanmu disini dan mengambil alih mansion milik ibumu." Chloe mengangkat kepala menatap Asher, dia tidak percaya kalau pria itu bisa melakukannya.
__ADS_1
"Tidak semudah itu, tuan Aubert pria yang dijodohkan denganku sangat berbahaya, ayah tiriku pasti akan meminta bantuan kepada pria tua itu." Asher tersenyum dan membelai rambut Chloe, semakin lama dilihat gadis itu semakin cantik. Asher tidak bosan menatap wajah Chloe.
"Percayakan semuanya kepadaku, ok!" Dengan ragu Chloe mengangguk dan kembali membenamkan kepalanya di dada Asher.
"Kamu mencintaiku, bukan?" tanya Asher dengan mengecup ubun kepala Chloe dan mengusap lengan gadis itu.
"Iya, sangat mencintaimu," sahut Chloe kemudian mencium dada telanjang Asher. "Apakah kita akan tinggal di kamar sepanjang hari?" Asher terkekeh lalu memegang dagu Chloe dan mengarahkan ke wajahnya.
"Aku belum puas menikmati tubuhmu," goda Asher dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Lalu kapan kamu akan puas menggempurku." Asher tertawa mendengar pertanyaan Chloe kemudian memutar tubuhnya sehingga Chloe terbaring di sampingnya lalu menindih gadis itu.
"Aku tidak akan pernah puas, Sayang. Tubuhmu selalu membuatku bergairah dan sudah menjadi candu ingin selalu melakukan penyatuan denganmu."
"Bagaimana kalau aku hamil, sejak pertama melakukan, kamu selalu mengeluarkannya di dalam," ujar Chloe dengan suara manja sambil menangkup pipi Asher.
"Hamil maupun tidak, Aku akan menikahimu," sahut Asher sambil menempelkan miliknya di inti Chloe. Baru saja mereka bercinta dengan panas kini milik Asher sudah berdiri tegak kembali.
"Milikmu cepat sekali keras," canda Chloe saat merasakan milik Asher menyusup di antara pahanya.
"Sudah ku katakan padamu, tubuhmu membuat aku tidak akan pernah puas, selalu ingin melakukan penyatuan. Hari ini kita akan melakukannya sepanjang hari." Chloe terkekeh dan mencubit kedua pipi Asher.
"Aku ingin berkata jujur padamu." Chloe mengangkat kedua alisnya menatap Asher.
"Mengenai apa?" tanya Chloe dengan membuka pahanya dan membiarkan milik Asher bergerak leluasa di bawah sana.
"Waktu bersama mantanku, tidak pernah aku seperti ini. Setiap selesai melakukannya pasti tidur dan kembali bercinta keesokannya, tapi saat denganmu aku selalu ingin melakukannya." Chloe melengkungkan bibirnya mendengar penuturan Asher.
"Saat kamu ke Lyon, aku selalu terbayang ketika pertama kali kita bercinta, desahaanmu, rintihanmu membuat aku sangat rindu padamu."
"Kamu hanya rindu untuk bercinta denganku." Asher menggelengkan kepala menampik ucapan Chloe.
"Tidak, Sayang. Aku rindu berada di pelukanmu." Asher mengecup lembut bibir Chloe. "Tetap bersamaku, kalau kamu ingin aku menikahimu, akan ku lakukan."
"Ya, aku akan bersamamu dan bersabar menunggu cintamu. Ah ... Asher." Chloe memejamkan mata saat merasakan milik Asher menerobos masuk ke intinya.
"Oh, milikmu sangat nikmat, Sayang. Sudah berkali-kali dimasuki masih tetap sempit," ujar Asher sambil menggerakan pinggulnya naik turun.
"Pelan-pelan, aku merasakan sakit." Inti Chloe masih kering tapi Asher sudah memaksanya masuk pantas saja dia merasakan sempit.
"Iya, maaf." Tidak ada puas-puasnya Asher menikmati tubuh Chloe.
Lelah sudah gadis itu, melayani hasrat besar Asher. Kali ini Chloe kewalahan menghadapi Asher. Dia mulai merasakan sakit di intinya karena pria itu bermain dengan lama.
"Asher, jangan terlalu lama. Miliku mulai perih," keluh Chloe dengan meremas lengan Asher.
"Aku sudah mau keluar."
"Sakit sekali, Asher," rintih Chloe saat Asher bermain dengan cepat dan merasakan milik Asher membesar di dalam sana.
Asher memeluk Chloe dengan erat, tubuhnya sampai gemetar ketika mengalami pelepasan. Ini kali pertama dia merasakan kenikmatan yang luar biasa. Berulang kali dia menghentakan pinggulnya melepaskan cairan hangat di dalam inti gadis itu.
"Hoh, kamu sangat nikmat, Sayang." Asher mencium rakus bibir Chloe kemudian berbaring di samping gadis itu.
"Milikku perih," ujar Chloe dengan suara manja sambil turun dari tempat tidur.
"Mau kemana?" tanya Asher sambil ikut bangun dan menghampiri Chloe.
"Ke kamar mandi." Asher langsung menggendong Chloe dan membawanya ke kamar mandi.
__ADS_1
"Maaf, tadi aku bermain terlalu lama. Tubuhmu membuatku seperti itu, ini pertama kalinya aku mengalami pelepasan yang luar biasa," tutur Asher dengan menyalakan Shower dan membersihkan tubuh mereka dari keringat hasil percintaan.