Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Sergapan


__ADS_3

Setelah mendapatkan lokasi Eagle, Asher juga Lucas dan Jhon serta anak buah mereka langsung menuju ke markas itu. Asher ingin mencari informasi siapa yang telah membayar mereka, dia juga ingin memberikan pelajaran kepada kepala gengster itu.


Para sniper sudah siap di posisi, Asher serta Lucas dan Jhon tanpa takut lagi masuk ke markas Eagle. Mereka menghajar para anggota Eagle tanpa ampun. Pemimpin Eagle diseret oleh Jhon dan di bawah ke depan Asher dan Lucas.


“Masih amatiran sudah berani ingin membunuhku?” Asher melepaskan pukulan di wajah pemimpin Eagle.


“Siapa yang telah membayar kalian untuk membunuh Asher dan Isaiah?” Lucas mengangkat wajah pemimpin Eagle agar menatap Asher.


“Sampai mati’pun aku tidak akan mengatakannya,” jawab pemimpin Eagle dengan tertawa mengejek Asher.


“Oh, kita lihat saja berapa lama kamu akan bertahan dengan siksaan. Bawah dia ke markas.” Anak buah Jhon mengikuti perintah Asher dan membawa pria itu ke markas.


Tiba di markas, pria itu di ikat menggantung dan dijadikan samsak oleh Asher. Selama pimpinan gengster itu tidak mengaku, Asher melepaskan tendangan dan tinju ke tubuhnya.


“Masih ingin bungkam?” tanya Asher dengan meremas kuat rahang pria itu.


“Baik, aku akan mengatakannya.” Akhirnya pria itu menyerah, dia tidak kuat lagi menahan pukulan Asher.


“Bagus, kalau kau bekerja sama dari tadi tidak akan tersiksa seperti ini.” Asher mengisyaratkan anak buahnya untuk melepaskan ikatan pria itu.


Pemimpin Eagle diberikan tempat duduk di depan Asher, dengan wajah yang sudah babak belur akhirnya pria itu mengatakan siapa yang telah membayar mereka.


“Tuan, aku hanya mendapatkan perintah dari seorang pemimpin mafia dari Italy.” Asher mengerutkan dahi mendengar pengakuan pria itu.


Sungguh hebat pikirnya sampai mafia dari Italy ingin membunuhnya, sudah pasti orang yang menyuruh sang mafia bukan sembarangan. Asher kembali menginterogasi pria itu.


“Apa nama klannya?” Pria itu ragu untuk menjawab, ada perasaan takut dalam dirinya kalau mengungkap nama klan dari mafia itu.


“Jangan takut, aku janji akan melindungimu.” Kembali pria itu menatap mata Asher ingin melihat kesungguhan dari Asher.


“Percaya padaku.” Asher meyakinkan pria itu untuk percaya, dia tidak sabar lagi siapa pimpinan mafia itu.

__ADS_1


“Tuan aku hanya tahu Salvador.” Asher mengernyitkan dahinya mendengar nama mafia itu.


“Salvador, baiklah aku akan mencari tahu siapa dirinya.” Asher berdiri lalu memberikan perintah untuk memasukan pria itu ke dalam tahanan.


Asher memanggil Lucas dan Jhon untuk membahas tentang Salvador yang berada di Itali, kini mereka sedang berada di ruang kerja milik Lucas. Asher dan Jhon duduk di sofa sementara Lucas duduk di kursi kebesarannya sambil mencari informasi tentang Salvador.


Beruntung Lucas memiliki teman di Italy dan seorang mafia juga, Lucas mengorek informasi dari pria itu. Tidak butuh lama untuk mendapatkan jawaban dari temannya, kini semua yang di butuhkan sudah ada di tangan.


“Kita tidak bisa main-main dengan Slavador, dia ternyata sangat berbahaya. Hebat juga orang yang menyewanya.” Lucas terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepala.


“Aku ingin tahu sehebat apa dia,” gumam Asher dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


“Tunggu temanku saja, dia lebih tahu.” Asher hanya melengkungkan bibirnya kemudian berdiri dan pergi menemui Casey.


****


Menjenguk Isaiah untuk saat ini tidak sembarangan, demi keselamatan Isaiah dan Casey, keluarga harus menggunakan helikopter untuk pergi ke villa. Begitu juga dengan mama Casey, dia memilih tinggal di villa dari pada harus bolak-balik naik helikopter.


Beruntung tuan Hynes memiliki helikopter, jadi setiap berkunjung mereka menggunakan alat transpotasi itu. Seperti saat ini keluarga Isaiah sedang berada di villa, mereka selalu memastikan putra dan menantunya baik-baik saja.


Untuk pemeriksaan kandungan Casey, ayah Isaiah selalu mengirim dokter kandungan dengan menggunakan helikopter dan juga di villa dia sudah menyediakan peralatan yang biasa dokter kandungan gunakan.


Sementara Asher untuk ke villa demi keamanan Isaiah dan Casey, dia selalu gonta-ganti mobil agar para pengincarnya tidak tahu kalau dia masuk keluar Villa.


Sebulan keadaan mereka aman-aman saja tidak ada ancaman, tapi Lucas tahu kalau itu hanya sementara saja. Begitu mereka lengah maka musuh akan menyerang, makanya pria itu selalu mewanti-wanti anak buahnya tetap siaga.


Untuk memancing para penjahat keluar, Lucas mengatur pengawalan Asher dengan memakai pengawal siluman. Mereka mengawasi Asher dari jarak jauh, penampilan anak buah Lucas tidak terlihat seperti bodyguard.


Mereka juga tidak lengah kepada Dany, pria itu selalu berada dalam pengawasan Jhon dan anak buahnya. Lucas dan Asher beryukur, gengster Eagle mau bergabung dengan mereka. Tentu saja karena ancaman dari tuan Moralez.


Para anak buah Eagle di bagi kepada Lucas dan Jhon, mereka diberikan tugas untuk menjaga keluarga Isaiah juga tuan Smith dan Frank. Besar kemungkinan para penjahat akan menggunakan keluarga Isaiah dan Asher untuk memancing Casey dan Isaiah keluar.

__ADS_1


Semua itu telah di pikirkan oleh tuan Moralez yang dulunya adalah seorang pemimpin klan yang sangat kecam, kekejamannya lebih bertambah saat putranya meninggal di bunuh oleh lawan bisnis.


Pria itu tidak segan-segan menghabisi mereka yang berani bersinggungan dengan dia, tuan Moralez meninggalkan semua kejahatannya saat mengangkat Asher menjadi anaknya. Sang istri sangat menyayangi Asher sehingga meminta tuan Moralez untuk meninggalkan dunia bawah.


Demi sayangnya kepada sang istri tuan Moralez berubah dan menjalani pebisnis legal, saat Asher yang mereka beri nama Marzello dan di panggil Zelo berumur enam belas tahun. Pria itu mengajarkan putra angkatnya bela diri dan menembak.


Bahkan tuan Moralez mengajarkan bagaimana cara menghadapi orang yang terlihat baik tapi di belakang adalah jahat. Zelo banyak belajar dari ayah angkatnya soal bisnis juga bagaimana menjadi seorang pemimpin.


Tuan Moralez sengaja turun tangan karena dia tahu kalau orang yang mengincar Isaiah dan Casey juga putranya bukan orang biasa. Kini pria itu berada di markas dan memberikan arahan kepada Lucas.


“Kamu sudah lama mengikutiku, pasti sudah tahu cara kerjaku seperti apa,” ujar tuan Moralez sambil mengambil cerutu yang ada di dalam kotak.


“Tentu saja, Tuan. Makanya saya sudah mencari informasi tentang Salvator, percayakan semuanya kepadaku juga Jhon.” Tuan Moralez menganggukkan kepala lalu menyalakan cerutunya.


“Aku heran, mengapa ada yang ingin menghabisi Isaiah. Apakah dia punya musuh?” gumam tuan Moralez dengan geram lalu menghisap cerutunya.


“Menuru apa yang kami selidiki, mereka ingin membunuh Isaiah agar bisa memiliki Casey. Pria ini sangat terobsesi dengan wanita itu.” Tuan Moralez terkekeh mendengar itu.


Hanya karena seorang wanita sampai rela menghabisi orang lain dan menyewa seorang mafia dari Itali. Tuan Moralez menggeleng-gelengkan kepala.


Sementara di dalam villa Casey sangat senang karena mamanya selalu menemaninya, dia merasa tidak kesepian dalam menjaga Isaiah.


“Apakah papa tidak marah kalau mama tinggal lama disini?” tanya Casey dengan menyandarkan kepalanya di dada nyonya Paulo.


“Tidak, Sayang. Mama sudah katakan kepada papa kalau mama akan berada disini sampai kamu melahirkan,” ujar nyonya Paulo dengan membelai rambut Casey.


“Bagaimana dengan Robby?” Kembali Casey bertanya seraya melepaskan pelukkannya.


“Dia sangat sibuk dengan kuliahnya, belum lagi membantu mengurusi perusahan keluarga mama.” Casey tersenyum dan menganggukkan kepala, dia sangat rindu dengan adik laki-lakinya itu.


Sedangkan Dany, mendengar kalau Casey dan Isaiah berada di markas Lucas, sementara ini dia menghentikan rencananya untuk membunuh wanita itu.

__ADS_1


Dany tahu saat ini mantan Asher mendapatkan penjagaan yang sangat ketat, kini dia fokus dengan perusahaannya dan bagaimana cara mengambil hati Asher agar dia mendapatkan kucuran dana dari pria itu.


__ADS_2