Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)
Kenapa tidak mati saja


__ADS_3

Sudah empat hari pasangan suami istri itu kecelakaan dan tidak ada satu orangpun yang tahu, tuan Smith begitu gelisa karena tidak ada kabar dari mereka. Apalagi kedua cucu sering bertanya tentang kedua orang tuanya, tuan Smith mencoba menghubungi ponsel Nathan dan Alice tapi tidak ada satupun yang aktif.


Pria itu mulai khawatir kemudian dia pergi ke kantor untuk mencari informasi. Ayah Nathan bertanya kepada asisten, siapa yang di temui putranya lalu wanita itu memberikan nomor ponsel rekan bisnis anaknya.


Tuan Smith langsung menghubungi rekan bisnis anaknya, dia terlihat sangat khawatir. Pria itu takut terjadi sesuatu kepada Nathan dan Alice. Ada nada panggil lalu terdengar suara seorang pria di ujung telepon.


“Hallo, ini siapa?” tanya pria itu dari seberang telepon.


“Maaf aku Smith, ayah Nathan.” Kembali terdengar suara pria itu.


“Oh … tuan Smith. Bagaimana kabar putra Anda? Sudah beberapa hari aku menunggu Nathan tapi sampai saat ini tidak ada kabar darinya.” Tuan Smith menjadi khawatir, dia mengkerutkan dahi mendengar informasi dari pria itu.


“Bukannya empat hari yang lalu dia bertemu denganmu? Aku menelepon karena tidak ada kabar dari putra dan menantuku.” Pria di seberang telepon itu terkejut mendengar perkataan dari ayah Nathan.


“Apa? Tapi mereka tidak pernah bertemu denganku, bahkan beberapa kali aku menelepon Nathan tapi ponselnya tidak aktif.” Tuan Smith kembali khawatir, dia berdiri dan mondar-mandir sambil berbincang di telepon.


“Aku khawatir sudah terjadi sesuatu kepada mereka berdua,” ujar  tuan Smith seraya duduk kembali.


“Tuan jangan khawatir, aku akan mencari informasi keberadaan mereka.” Ayah Nathan menjadi gelisah dan sudah tidak fokus mendengar pria itu bicara.


“Terima kasih.” Dia menutup telepon dan mengajak sopir untuk kembali ke kediaman putranya. Tidak lama kemudian tuan Smith tiba di rumah, saat pria itu akan masuk langkahnya terhenti mendengar suara orang sedang berbincang di telepon dengan setengah berbisik di samping rumah.


Perlahan dia mengintip dan mendengar percakapan pria itu, tuan Smith terkejut melihat Dany dan apa yang dia dengar.


“Sayang, Alice dan Nathan sampai saat ini belum ada di rumah.” Tuan Smith mengernyitkan dahi mendengar percakapan Dany dengan istrinya di telepon.


 “Rencanaku sudah berhasil, mereka sudah mati di jurang itu dan sekarang aku akan membunuh ayah serta kedua cucunya.” Dany tidak tahu kalau pria tua itu sedang menguping pembicaraannya, dia begitu santai berbincang dengan Lea istrinya.


“Aku tidak ingin membagikan harta itu dengan kedua anak Nathan, mereka harus di lenyapkan.” Dengan menahan nyeri di dada tuan Smith perlahan melangkah mundur, dia tidak ingin pria itu tahu kalau semua pembicaraan sudah diketahu olehnya.


Tidak tahan mendengar anak serta menantu sudah tiada, pria itu pingsan. Sopir dengan cepat mengangkat tuan Smith. Sedangkan Dany terkejut mendengar sopir memanggil nama tuan Smith.


Dia segera pergi ke depan dan melihat tuan Smith sedang dimasukan ke dalam mobil, pria itu menjadi khawatir. Pikirnya mungkin ayahnya mendengar perbincangan dia di telepon.

__ADS_1


 Sopir langsung melarikan tuan Smith ke rumah sakit, dia melajukan mobil dan sesekali memperhatikan pria itu dari spion. Dia tiba lalu berlari kedalam meminta pertolongan. Petugas rumah sakit langsung membawa ayah Nathan ke dalam.


Dokter masuk ke ruangan lalu mereka memasang alat di dada tuan Smith, pria itu terkena serangan jantung ringan. Dokter juga menyuntikan obat penenang karena ayah Nathan terlihat gelisah.


Mendapat kabar dari sopir kalau tuan Smith di rumah sakit, pelayan dan pengasuh Asher dan Zelda langsung membawa kedua anak itu untuk menemui kakek mereka.


Tiba di rumah sakit, pelayan tuan Smith yang sudah belasan tahun bekerja dengan pria itu langsung menghampiri sopir dan bertanya.


“Bagaimana keadaan tuan? Kenapa dia bisa pingsan?”


“Aku juga tidak tahu, saat turun dari mobil aku melihat tuan memegang dada kirinya lalu dia pingsan. Aku tidak sempat memanggil kalian tapi langsung membawa tuan ke sini.” Sopir menjelaskan kronologinya kepada pelayan yang bernama Celeste.


“Apakah kamu sudah menghubungi tuan Nathan dan nyonya?” Kembali Celeste bertanya, dia tidak tahu kalau kedua orang tua Asher dan Zelda sudah mengalami kecelakaan dan tidak selamat.


Sementara Asher dan Zelda saling berpegangan tangan, wajah mereka berdua terlihat sangat sedih, apalagi sudah empat hari kedua anak itu tidak melihat ayah dan ibunya.


Sementara di dalam ruangan, saat terbangun pria itu melihat kedua cucu dan pelayan sedang duduk memperhatikan dirinya.  Dia tersenyum kepada Asher dan Zelda, tuan Smith memberi isyarat kepada kedua anak itu untuk mendekat.


“Kakek harus sembuh,” ujar Zelda seraya menangis lalu pria itu tersenyum.


“Aku tidak apa-apa, sebentar lagi pulang.” Dokter masuk kemudian dia tersenyum kepada pria itu.


“Besok Anda sudah bisa pulang,” ujar dokter dengan ramah lalu pria itu tersenyum kepada kedua cucunya.


“Kalian dengarkan, besok aku sudah pulang.” Kedua cucunya sangat senang dan memeluk sang kakek.


Dokter meninggalkan mereka lalu Dany masuk, wajah pria itu langsung berubah tidak suka dengan kehadiran putranya. Dia meminta pelayan untuk membawa kedua cucunya menunggu di luar dan menyuruh sopir untuk masuk.


Lelaki tua itu menjadi waspada kepada Dany, apalagi dia mendengar semua rencana pria itu. Dany duduk dan berpura-pura menanyakan keadaan sang ayah.


“Bagaimana kabarmu?” tanya Dany seraya memegang tangan tuan Smith, lalu sopir masuk dan duduk di sofa, dia mengawasi pria itu.


“Kamu lihat sendiri, aku baik-baik saja. Besok aku sudah bisa pulang.” Dany berusaha tersenyum, pria itu tidak tahu kalau ayahnya sudah mengetahui semua rencana busuknya.

__ADS_1


 “Aku senang mendengarnya.” Tuan Smith tersenyum, dia bersikap biasa kepada Dany agar pria itu tidak curiga kalau semua rencananya sudah dia ketahui.


“Terima kasih, kalau begitu tinggalkan aku sendiri. Aku ingin istirahat.” Dany menganggukan kepala kemudian berdiri dan meninggalkan ruang perawatan tuan Smith.


Di depan ruangan Dany melihat kedua anak kakaknya lalu dia tersenyum dan membelai rambut Zelda juga Asher tapi kedua anak itu hanya diam saja. Dany meninggalkan mereka dan kembali ke rumah.


Tiba di rumah sang istri langsung menyambutnya, dia ingin tahu kabar tuan Smith. Wanita itu berharap pria itu mati terkena serangan jantung dan mengambil semua harta kekayaan dari ayah mertuanya.


“Bagaimana kabar ayahmu?” tanya sang istri seraya berjalan di samping Dany.


“Dia baik-baik saja, besok ayah sudah bisa pulang.” Wajah wanita itu langsung berubah mendengar sang mertua masih hidup.


“Kenapa tidak mati saja,” ujar wanita itu seraya duduk di sofa di ikuti Dany.


“Aku harus mencari cara untuk melenyapkan ayah juga kedua anak itu, aku khawatir kalau dia tahu Nathan dan Alice meninggal ayah akan mewariskan semua harta kekayaannya kepada Asher dan Zelda.” Pria itu berdiri dan mondar-mandir di ruang kerja, dia memikirkan bagaimana cara untuk membunuh tuan Smith dan kedua cucunya.


Sementara di rumah sakit, begitu Dany pergi tuan Smith langsung berpikir untuk menyelamatkan kedua cucunya. Pria itu tidak ingin terjadi sesuatu kepada kedua anak Nathan. Dia segera ingin pulang ke rumah dan menjalankan rencananya.


Pria itu juga ingin mencari tahu di mana Nathan dan Alice mengalami kecelakaan, dia tidak ingin melaporkan kepolisi tentang apa yang dia dengar sebelum dia mendapat kabar keberadaan putra dan menantunya.


‘Aku harus segera mencari tahu di mana jurang itu, aku akan meminta anak buahku untuk menyelidikinya. Buat Dany, dia sama sekali tidak akan mendapatkan satu sen’pun dariku. Pria itu terlihat sangat geram.


Di tempat lain yaitu kediaman Nathan, nampak Asher dan Zelda baru saja tiba dari rumah sakit, mereka di temani oleh Celeste dan dua pengawal. Saat berada di kamar, wajah Zelda berubah menjadi sedih.


“Celeste, kenapa mommy dan daddy tidak pulang-pulang? Apakah mereka tidak menyayangi aku lagi?” Mendengar pertanyaan Zelda Celeste  duduk di tempat tidur dan memegang tangan Zelda.


“Mommy dan daddy kamu sedang berada di luar kota mengurus bisnis, mereka berdua sangat menyayangi kamu dan Asher.” Celeste menghibur Zelda, dia juga bingung kenapa Nathan dan Alice tidak pulang-pulang.


Kalau’pun mereka akan menginap, pasti akan memberikan kabar kepadanya juga tuan Smith. Sementara Asher dia hanya memperhatikan Zelda yang terus bertanya kepada Celeste.


Jangan lupa like dan komentar ya.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2