
Houston
Casey masih berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, dia masuk di salah satu toko pakaian dan melihat-lihat mana yang cocok untuk dipakai ke kantor. Sedang memilih tiba-tiba seseorang menepuk dengan pelan punggung Casey.
Dengan cepat Casey menoleh ke samping, dia terkejut melihat Wesley yang sedang menatapnya sambil tersenyum. Casey menarik napas panjang dan mengelus dadanya.
“Kamu membuatku terkejut,” ujar Casey dengan berusaha tersenyum kepada Wesley.
Terang saja Casey kaget, dia tidak memiliki siapa-siapa di Houston dan tiba-tiba saja ada yang menepuk punggungnya. Tapi Casey lupa kalau Wesley tinggal di Houston juga.
“Kenapa terkejut?” tanya Wesley sambil tertawa dan berjalan di samping Casey.
“Kamu tahu sendiri aku baru saja tiba di kota ini dan tiba-tiba ada yang menepukku,” ujar Casey seraya kembali memilih pakaian dan mencocokan di badannya.
“Oh ya, aku sudah di terima di perusahan tuan Frank,” tutur Casey seraya berhenti melihat pakaian dan menatap Wesley.
“Benarkah? Aku senang mendengarnya,” ucap Wesley dengan wajah yang senang.
Usahanya tidak sia-sia, saat berpisah dengan Casey di aiport, Wesley langsung menghubungi tuan Frank. Dia meminta tolong kepada pria itu untuk menerima Casey di perusahannya.
“Iya, terima kasih ya. Ini semua berkatmu, tuan Frank memintaku untuk menjadi asistennya,” sahut Casey dengan tersenyum kepada Wesley.
“Sama-sama, kamu pantas untuk mendapatkan pekerjaan ini.” Wesley tersenyum menatap Casey.
“Oh ya, bagaimana kalau kita makan malam bersama? Ya sekalian merayakannya,” ajak Wesley. “Bagaimana?” Sejenak Casey berpikir dan akhirnya dia menganggukan kepala.
Tidak ada salahnya makan malam bersama Wesley, toh pria itu sudah membantunya mendapatkan perkerjaan di kota ini. Mungkin kalau tidak ada Wesley Casey masih harus mencari informasi perusahan yang membuka lowongan pekerjaan.
Akhirnya Casey kembali ke apartemen, dia langsung pergi mandi. Malam ini dia akan makan bersama Wesley, sebenarnya Casey belum ingin kemana-mana tapi dia merasa tidak enak hati kepada pria itu.
Apalagi Wesley sudah membantunya mendapatkan pekerjaan, dia tidak akan pernah lupa kebaikan pria itu. Casey bersiap-siap, Wesley sudah mengirim pesan kalau dia sedang menuju ke apartemen. Casey berdiri di depan cermin dan merapikan rambut juga pakaiannya.
Dia meninggalkan ruangan menuju ke lobby, Casey berdiri di depan menunggu jemputan Wesley. Terdengar klatson mobil, Casey melihat pria itu melambaikan tangan padanya.
Casey tersenyum kemudian berjalan menghampiri Wasley yang sudah berdiri di samping mobil membukakan pintu untuknya. Casey masuk dan memasang sabuk pengaman.
Begitu juga dengan Wesley, di masuk ke mobil dan langsung meluncur ke restoran terkenal yang ada di kota Houston. Tidak berselang lama mereka tiba di restoran Italy, pelayan menyambut Casey dan Wesley dan mengantarnya ke meja.
Casey mengambil buku menu yang di sodorkan pelayan, dia melihat berbagai macam makanan tertera di sana. Casey bingung harus pesan apa, akhirnya dia menunjuk kepada pelayan pilihannya.
“Aku pesan ini saja, Gamberi ai ferri,” ujar Casey dengan tersenyum kepada pelayan. Makanan ini adalah udang bakar dengan campuran cuka balsamic serta minyak Zaitun dan fresh mint.
‘Balsamic vinegar adalah hasil fermentasi jus anggur yang sejak lama populer memiliki manfaat dalam dunia kuliner. Balsamic vinegar juga kerap disebut sebagai cuka balsamik.’
__ADS_1
‘Cuka yang satu ini memiliki warna cokelat kemerahan cenderung gelap dan beraroma asam yang menyengat. Meski begitu, balsamic vinegar mempunyai rasa asam yang segar.’
“Um, aku pesan ini saja. Filleto di manzo ai ferri,” pesan Wesley sambil menunjukan kepada pelayan. Makanan ini adalah daging tenderloin panggang.
Sambil menunggu pesanan Casey dan Wesley berbincang-bincang, setiap kali dia menatap pria itu Casey teringat kepada Zelo. Bentuk wajah dan tubuh Wesley mirip dengan mantan kekasihnya.
Walaupun sudah berjauhan dengan Zelo tapi Casey belum bisa melupakan pria itu, kebersamaan mereka selama beberapa tahun tidak semudah itu dilupakan.
“Oh ya, Casey. Sepupu kakeku mengatakan kalau manager HRD sudah di pecat,” tutur Wesley sambil memperhatikan gadis itu yang tiba-tiba diam seperti memikirkan sesuatu.
“Casey?!” panggil Wesley dengan melambaikan tangan di depan wajah gadis itu.
Casey tersadar, dia menatap Wesley dengan wajah kebingungan, Casey sudah tidak memperhatikan pria itu berbicara karena pikirannya melayang kepada Zelo.
“Um … iya. Kenapa, Wesley?” tanya Casey dengan wajah kebingungan dan gugup.
“Tadi aku katakan kalau sepupu kakeku memecat manager Hrd.” Casey membulatkan mata mendengar informasi itu.
“Benarkah? Tapi mengapa dia di pecat?” tanya Casey dengan heran.
“Dia tidak ingin memiliki karyawan seperti itu, mendengar apa yang kamu ceritakan sepupu kakek langsung memecatnya,” jawab Wesley sambil memperhatikan pelayan sedang membawa pesanan mereka.
Casey terdiam, dia merasa kasihan kepada pria itu. Casey berpikir seharusnya tidak dia ceritakan kepada tuan Frank perihal apa yang dikatakan manager itu kepadanya. Gadis itu menjadi merasa bersalah.
Valencia
Zelo dan Felix masih menunggu pengedar itu datang, mereka berdua berbincang-bincang di ruang tengah lalu orang yang mereka tunggu datang. Felix langsung berdiri dan mengajak pria itu duduk.
“Apakah kamu membawa yang di pesan temanku?” tanya Felix seraya duduk kembali dan menatap pria itu.
“Iya, aku membawa dua jenis. Bubuk dan cair tinggal kalian pilih saja,” jawab pria itu dengan mengeluarkan pesanan Zelo.
“Kamu mau yang mana, Zelo?” tanya Felix sambil menunjukan kepada pria itu kedua barang terlarang tersebut.
“Menurutmu bagus yang mana?” Zelo tidak mengerti dengan barang tersebut, ini pertama kalinya dia menggunakan heroin.
“Karena kamu baru pertama kali aku sarankan pakai saja bubuk,” saran Felix seraya mengeluarkan sedikit serbuk di meja dan mencicipnya.
“Baiklah, aku coba yang bubuk saja,” ujar Zelo seraya mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet dan memberikan kepada pria itu.
Zelo tidak tahu cara menggunakannya dia meminta Felix untuk mengajari memakai barang tersebut. Perlahan-lahan Zelo mulai memahaminya, dia menghirup sedikit dari serbuk itu dan menengadahkan kepalanya ke atas.
“Jangan di pakai semua,” anjur Felix seraya mengambil bubuk yang masih terbungkus di kantong kecil.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Zelo dengan heran sambil meraih bubuk itu dari tangan Felix.
“Kalau pertama kali memakai harus sedikit-sedikit. Nanti kamu over dosis,” jawab Felix sembari berdiri dan menyimpan bubuk itu.
“Sebentar kamu pakai lagi.” Zelo hanya terdiam dia mengikuti anjuran Felix. Karena pertama kali ini dia memakainya reaksi bubuk itu mulai bekerja.
Nampak mata Zelo menjadi sayu seperti orang mengantuk, Felix memperhatikan Zelo kemudian mengajak pria itu masuk ke kamar. Dia menyuruh Zelo berbaring dan memerintahkan anak buahnya untuk menjaga Zelo. Efek yang Zelo dapatkan dari bubuk itu adalah rasa kantuk.
Felix memperhatikan Zelo yang sudah mulai tidak sadarkan diri, dia menggeleng-gelengkan kepala dan berpikir ada apa dengan pria itu. Mengapa sampai ingin menggunakan barang tersebut.
Casey jangan pergi. Racauan Zelo membuat langkah Felix terhenti saat akan meninggalkan kamar, dia memperhatikan raut wajah Zelo yang terlihat sangat sedih.
Apakah Zelo berpisah dengan Casey sehingga membuat dia seperti ini? Gumam Felix seraya duduk di sisi tempat tidur dan memperhatikan Zelo yang terus meracau.
Felix melihat ada air bening mengalir dari sudut mata Zelo, dia berdiri dan meninggalkan pria itu. Felix menjadi penasaran dan ingin menanyakan perihal Zelo dan Casey kepada Jaime adiknya.
Houston
Casey dan Wesley tidak berlama-lama di restoran, selesai makan mereka hanya berbincang sedikit lalu Casey meminta pria itu untuk mengantarnya pulang.
“Terima kasih, sudah mengajakku makan malam,” ucap Casey dengan tersenyum sambil melepaskan sabuk pengaman.
“Sama-sama, besok kita bertemu di kantor,” balas Wesley lalu Casey menganggukan kepala. Dia turun dari mobil dan melambaikan tangan kepada pria itu.
Saat mobil Wesley tak terlihat lagi, Casey melangkah menuju ke apartemennya. Casey masuk dan langsung menghempaskan tubuh di ranjang, dia memejamkan mata. Kembali pikirannya tertuju kepada Zelo.
Ah … biarlah. Aku harus hidup tanpa mereka, kejadian ini membuatku belajar untuk bertahan hidup tanpa harus bergantung kepada Zelo juga kedua orang tuaku.
Casey bangun dan duduk di sisi tempat tidur seraya melayangkan pandang keluar jendela. Semoga aku bisa berhasil di negara ini dan membuktikan kepada papa tanpa dia’pun aku bisa.
Casey bangkit berdiri, dia mengganti pakaian lalu pergi ke ruang santai. Casey mengambil ponsel lalu melihat media sosial dan menutup akunnya. Casey tidak ingin Zelo menemukan keluarganya.
Dia takut Zelo mencari kedua orang tuanya dan memberitahukan perbuatan ayahnya kepada ibu Casey. Gadis itu tidak ingin mamanya jatuh sakit mendengar apa yang diperbuat pria itu kepadanya.
Di negara tempat tinggal kedua orang tua Casey, nampak nyonya Paulo sedang termenung di teras kamar. Dia memikirkan putrinya yang sudah beberapa hari tidak ada kabar, wanita itu khawatir terjadi sesuatu kepada Casey.
Menurut suaminya, Casey hanya beberapa hari di Valencia lalu pulang tapi apa yang dikatakan tuan Paulo hanyalah suatu kebohongan. Dia tidak ingin sang istri tahu apa yang sudah dia lakukan kepada Casey.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
Terima kasih
__ADS_1